
Mertua Si Pahit Lidah
Dianti WSelesai
255344 kata-kata
Ikhtisar
|Katalog
- Tag(s):
- Tidak setia
- Pernikahan yang diatur
- Anak nakal
- Bigami
- CEO
- Kecurangan
- Keluarga
- Tokoh Wanita
- Heteroseksual
- Pornografi
Dilawan salah, didiamkan semakin parah. Mertua seperti apa yang ingin menghancurkan rumah tangga anaknya sendiri? Sayangnya Nina bukan wanita yang diam saat ditindas, hidup hanya sekali, hidup harus bahagia. Mungkin memang harus perpisahan akhirnya untuk nanti menemukan cinta sejatinya.
Pembaharuan Terakhir
Pilihan Editor
Rekomendasi
Komentar Buku (31)
- Total: 127
Bab 1
MERTUA SI PAHIT LIDAH
Story By: Dianti W
Prolog
Nina, wanita muda yang berprofesi sebagai guru di sebuaBab 2
Bab 2
Dijadikan Bahan Gosip
Bang Bondan suamiku bekerja di sebuah pabrik. Jabatannya lumayan bagus dBab 3
Bab 3
Rumah Baru
Saat usia Riri satu tahun, rumah kami siap dihuni. Kami mengadakan syukuran kecil sebBab 4
Bab 4
Aku Tak Punya Hak
Bang Bondan kembali dari pasar. Mamak masih duduk santai di teras rumah kami.Bab 5
Bab 5
Gara-gara Sate
Menjelang maghrib baru kami berdua sampai kembali di rumah. Tukang sate langgananBab 6
Bab 6
Prahara Lontong Sayur
Setelah Riri mengantuk, kami pun pulang ke rumah. Terlihat Bang Bondan masBab 7
Bab 7
Prahara Gelang Emas
Baru saja Mamak berlalu, ponsel di tanganku berdenting. Terlihat notifikasiBab 8
Bab 8
Tanah Pemberian yang Diungkit
Benar saja, malam hari kami dipanggil ke rumah Mamak untuk disidanBab 9
Bab 9
Pengertian dari Orang Tuaku
Malam ini kubiarkan Bang Bondan tidur di sofa. Ini balasan untuk suaBab 10
Bab 10
Diberi Banyak Uang
Hari kedua di rumah Mamak kandungku. Kami masih seperti biasa bercanda, masaBab 11
Bab 11
Masih Sama Menyebalkannya
Saat akan memasak untuk makan malam, aku bingung karena kini kulkaskuBab 12
Bab 12
Lagi-lagi Dibuat Kesal
Kulewati warung Bu Ros yang belum ramai disambangi ibu-ibu tetangga yangBab 13
Bab 13
Akhirnya Bisa Shopping
Pertengkaran sore itu berimbas pada moodku. Aku dan Riri hanya makan malBab 14
Bab 14
Siapa Dia?
Rasanya gemas sekali hatiku melihat Mamak dkk berkumpul di warung milik Bu Ros. TapiBab 15
Bab 15
Aksiku Dimulai
Aku masih mengintip dari celah kaca jendela, Mamak masih bercanda ria dengan perBab 16
Bab 16
Aku Memanfaatkan Kak Ruli
“Na! Nina! Bukak la pintunya! Masak tidur di luar lagi, Abang?”
“DuliBab 17
Bab 17
Terbongkarnya Perselingkuhan
Kudengar suara Kak Ruli yang heboh memancing reaksi semua tetanggaBab 18
Bab 18
Bersiap untuk Pindah
Bapak langsung kejang-kejang di lantai. Wajahnya pucat dan telapak kakinyaBab 19
Bab 19
Aku Menemukan Bukti Lagi
Sebuah mobil bak terbuka yang aku sewa untuk mengangkut semua barang-bBab 20
Bab 20
Sah Cerai!
“Ini apa, Bang? Kau sendiri yang bilang kalau kau ingin berubah! Tapi ternyata cumanBab 21
Bab 21
Cari Masalah Lagi, Dia!
Jujur, sebenarnya dalam hatiku menjerit. Mengapa harus seperti ini takdBab 22
Bab 22
Mereka Memohon
Ingin rasanya aku tertawa terbahak-bahak melihat mereka galau setengah mati. SudBab 23
Bab 23
POV RANTI (1)
Kami sedang bahagia sekali, karena sekarang Bang Bondan sudah resmi jadi milikku.Bab 24
Bab 24
POV RANTI (2)
“Maaak … Maak! Mana nya mi rebusnya? Kok lama kali, sih?”
“Tunggu lah sebentar, TiBab 25
Bab 25
POV MAMAK (1)
Aduuh! Kenapa macam ini pula lah nasib anak kesayanganku si Bondan. Kupikir kan sBab 26
Bab 26
POV RANTI (3)
Senang kali rasanya hatiku, tadi malam dapat kenalan cowok ganteng di kafe, eh seBab 27
Bab 27
Ditolong Pak Ronald
Semenjak kejadian terakhir kali bekas mertuaku marah-marah dan memaksa untuBab 28
Bab 28
Karma untuk Ranti
POV RANTI (4)
Aduuh! Udah dua hari, kok Bang Ronald gak ada lagi nelponi aku,Bab 29
Bab 29
Ranti Dirundung Masalah
POV RANTI (5)
Saat aku sadar, ternyata di rumahku sudah sangat ramai oraBab 30
Bab 30
Jumpa Lagi
Kembali dari sekolah, aku langsung menjemput Riri seperti Biasa. Ternyata Bang HerdiBab 31
Bab 31
POV Ranti (6)
Ya ampuun, aku betol-betol nyesal kali udah bikin masalah sama orang tua Bang RonBab 32
Bab 32
POV RANTI (7)
Jantungku rasanya hampir copot, untung saja orang-orang itu tak mengejarku lagi.Bab 33
Bab 33
Nina Dibuat Deg-degan
Sampai di rumah, aku dan Riri langsung istirahat dan tidur siang. Hari inBab 34
Bab 34
Nina Ditembak Pak Ronald
Pak Ronald ini, aku tahu tak akan sulit baginya mendapatkan nomor ponsBab 35
Bab 35
POV RANTI (8)
“Hari ni jugak, antar Ayak ke rumah lama kita!” ujar Ayahku setelah cukup lama diBab 36
Bab 36
Makan Malam
“Pak Ronald, Bapak ini kayaknya kesurupan hantu perosotan apa hantu ayunan, ya? KokBab 37
Bab 37
Ujian Baru
Jujur saja, jika aku ini wanita, punya perasaan welas asih, punya rasa ingin dikasihBab 38
Bab 38
Chat Nina dan Pak Ronald (1)
Sabtu pagi, aku dan Riri berencana untuk berbelanja ke pasar. TibaBab 39
Bab 39
Tanpa Sadar Terluka
Ya, kayak gitu lah Pak Ronald setiap hari. Kadang sampai bosan membalas chaBab 40
Bab 40
Chat Ucapan Selamat
Aku berusaha berbesar hati, kuambil ponselku, lalu kukirimkan sebuah ucapanBab 41
Kejutan tak Terduga
Sepanjang jalan rasanya darahku berdesir-desir, bagaimana nanti kalau jumpa samaBab 42
Chat Hati yang Berbunga
Mereka semua sudah pulang. Aku masih tak percaya dengan semua yang baru sajaBab 43
Ketemu
Setelah selesai berkemas, kami langsung pamit pada kedua orang tuaku. Kami sengaja pulang mingBab 44
POV Ranti (9)
Sejak kejadian aku ditinggalkan Bang Ronald dan keretaku ditilang Pak Polisi, Mamak samBab 45
Malam yang Bahagia
Aku berpikir kembali tentang ajakan Pak Ronald tadi. Aduuh, sebenarnya aku malas kBab 46
Terima Kasih Sayang
Selesai makan, kami jalan-jalan keliling kota sebentar. Riri tak henti-hentinya bBab 47
POV RANTI (10)
“Kenapa nya Mak? Kok nangis itu si Ranti?” tanya Ayakku saat mengintip aku dari pintuBab 48
Nina Tahu Ranti Celaka
Hari ini aku mendapat kabar dari Bang Herdian bahwa Bang Bondan mendapat vonisBab 49
Chat Cemburu, ya?
Malam ini, hujan turun sangat deras. Terdengar suara petir menyambar. Riri yang ketBab 50
Rencana
Suasana sekolah masih belum terlalu ramai saat aku datang. Aku langsung menuju ruangan khususBab 51
Menjelang Hari Bahagia
Dari hari ke hari, aku masih terus disibukkan dengan kegiatan rutinku. Rumah,Bab 52
Wedding and First Night
Esok pagi pukul sembilan tepat adalah waktu yang ditetapkan untuk acara akadBab 53
POV MAMAK (2)
Hari ini tak ada angin tak ada hujan, tiba-tiba datang si Nina mantan menantuku dulu. NBab 54
Hangatnya Pengantin Baru
“Yank, bangun yuk, udah hampir waktu subuh.” Suara itu mengagetkanku, terdenBab 55
Honeymoon
Kami baru saja selesai membersihkan diri untuk kedua kalinya pagi ini. Benar-benar lelaki sBab 56
POV RANTI (11)
Hari itu, aku membuka mata untuk pertama kalinya setelah berhari-hari berada di alam bBab 57
Bersiap untuk Pulang
Waktu menonton usai, Ronald cuman bisa cengar-cengir dan nahan sakit setiap adegBab 58
Kemesraan dan Tamu tak Diundang
Pagi ini kami sudah siap untuk pulang, kupeluk dan kusalami kedua oraBab 59
Kedatangan Makmer Lagi
“Aku kesini bukan mau basa-basi sama kalian. Aku mau bawa anakku tinggal samakBab 60
Saling Menguatkan
Ronald turun dari mobil, membiarkan kami tetap di dalam. Dia langsung menghampiri MBab 61
Sepupu Kurang Adab
“Siapa malam-malam gini ngetuk pintu, Yank?” tanyaku pada Ronald.
“Sssstt … Coba deBab 62
Sengaja Caper
Kami pun bersiap untuk berangkat setelah Tata masuk ke dalam mobil.
“Kak, Kakak duduk beBab 63
Rayuan Tata
Sejak hari itu, Tata sering mengirim chat pada suamiku. Ronald memberitahu aku apa saja iBab 64
POV Tata (1)
Aku Margareta, panggil saja Tata. Mahasiswi calon guru olah raga, memilih kuliah transfeBab 65
POV Mamak (3)
Hari tu, kutengok si Bondan macam orang gilak pulang ke rumah. Bapaknya sakit bukannyaBab 66
Kabar Duka
Setelah kejadian Ronald hampir dicabuli oleh Tata, Ronald mengadukan semua itu pada Ibuk.Bab 67
Dicuekin
Kami langsung jalan menuju kediaman mantan mertuaku, sepanjang jalan tak henti-hentinya kulaBab 68
Pulang Liburan, Nina Hamil?
“Yank!” ujarku sambil meletakkan kepala di dadanya.
“Iya, Na?”
“Awas ya janBab 69
Tata Mau Celakai Nina
Entah sudah berapa lama aku pingsan, saat tersadar, aku sudah berbaring di sebuBab 70
Tolak Bondan
Ronald masih terlihat kesal dengan tingkah laku Tata yang sepertinya sengaja dan tak merBab 71
Ternyata Bondan Hanya Sandiwara
POV Mamak (4)
Pagi ini kutengok si Bondan udah gaya entah mau kemana.Bab 72
POV Mamak (5)
Palak kali aku, bah! Pulang-pulang bukannya bikin hati mamaknya senang, malah marah-marBab 73
Siasat Apa Lagi Ini?
Lagi, saat bangun pagi, kepalaku terasa sangat berat, aroma apapun yang terciumBab 74
Bagaikan Ratu
Malamnya, Ronald menelpon Ibuk dengan ponselku menanyakan apakah Tata sudah pulang, setBab 75
POV Mamak (6)
“Bondan! Udah pulang kau, Nak’e?”
“Udah, Mak!” saut si Bondan dari dalam kamarnya. TumbeBab 76
Berlian untuk Mertua
Tanpa terasa waktu begitu cepat berlalu, sudah dua bulan bertambah usia kehamilaBab 77
POV Mamak (7)
Aduuh, lama kali kurasa si Bondan ini, kemanya dulu nya dia? Mamaknya nunggui di parkirBab 78
Impian yang Akan Segera Terwujud
“Saya terima nikahnya Margareta Sidauruk binti Fredi Sidauruk denganBab 79
POV Mamak (8)
Udah geram kali aku nengok tetangga-tetangga ini. Setiap aku cakap apa pas kumpul-kumpuBab 80
Semakin Sayang
Sedang asyik bercengkrama dan bercanda dengan suami tersayang, tiba-tiba terdengar suaBab 81
PoV Mamak
Entah karna kasian entah karna apa, akhirnya ada lah satu yang mau nolongi aku berdiri, taBab 82
Hari ini aku rencananya mau ajukan pengunduran diri dari sekolah, sesuai keinginan Ronald tadi malaBab 83
Temuan Nina dan Hasil USG
“Selamat pagi kesayangan Papa, gimana tidurnya di rumah baru? Enak?” sapa RBab 84
Jatuh, Bagaimana Nina dan Bayinya?
Malam hari, selepas shalat isya kami bertiga mulai mengunjungi tetBab 85
POV Tata (2)
Sialan! Maksudku kan nyelakain Kak Nina biar dia sama calon anaknya itu celaka! Kalok gaBab 86
Ronald Selingkuh?
Tiga malam aku dirawat di rumah sakit, akhirnya hari ini kami diperbolehkan pulang.Bab 87
Siapakah “Bunda” Sebenarnya?
“Na!” Tok tok tok! Ronald masih berusaha mengajakku bicara.
“Bukak lah duBab 88
POV Tata (3)
Hari pertama di rumah Bang Bondan, aku sama sekali tak bisa tenang. Pikiranku masih tertBab 89
Rekan Bisnis itu Ternyata ….
“Sayang, Papa berangkat, ya!” Ronald yang sudah bersiap, bergantian mencBab 90
POV Tata (4)
Sisi Lain Hidupnya
Sudah seminggu aku kencan sama Om Radit. Ternyata dia mengurungkan wakBab 91
POV Ronald (1)
Hari ini aku kembali akan bertemu Pak Radit, pengusaha yang berencana akan menginvestaBab 92
Akan Kuperjuangkan Suamiku
Dini hari rumah kami didatang anggota kepolisian setelah sebelumnya RonaldBab 93
POV Tata (5)
Entah kenapa malam ini tiba-tiba Om Radit mau ngajak jumpa. Padahal katanya dia mau baleBab 94
Hasil Investigasi
Empat hari berturut-turut Ronald disibukkan dengan kasus yang menimpa Tata. SetelahBab 95
POV Mamak (10)
Entah ngapa pun si Bondan bawak-bawak perempuan tak jelas macam itu. Cantik sih cantikBab 96
Kembali ke Lantai Atas
“Yank? Yang betol, lah? Masak iya Tata mau bunuh diri? Bukannya kakinya patah?Bab 97
POV Mamak (11)
“Alamakjaaang! Kok bisa ibuk-ibuk ini kecopetan kompak kayak gitu?” kata si sopir angkBab 98
POV Ronald (2)
Nina masih bersandar di dadaku, senyum khasnya itu yang selalu bikin hatiku tenang. SeBab 99
POV Mamak (12)
“Ooh, Bondan! Dimana ini Mamak?” Kubukak mata, yang nampak semua serba putih, kecualiBab 100
Bahagianya Kita
Mimpi apa aku semalam, pagi-pagi diajak ke kantor sama Ronald. Sampai sana dapat kejuBab 101
POV Mamak (13)
Ini kepala, rasanya masik sukak nyut-nyut, karna belum sehat. Tambah lagi sekarang siBab 102
Nina Dapat Kabar
Pagi-pagi di hari sabtu, rencana Ronald membuat pendopo kecil di belakang rumah punBab 103
POV Mamak (14)
Kubukak mataku, pening yang aku rasa. Kutengok orang-orang udah merubungi aku. DimanaBab 104
Minta Kerjaan?
Satu minggu sejak kami mendengar kabar ditangkapnya Bang Bondan, kami masih mencoba meBab 105
Terima, Gak, Ya?
“Mamak bilang mau balas budi?”
“Iya, Na! Masak kau tak percaya sama Mamak?”
“Bukan gitBab 106
POV Mamak (15)
Memang betol, jadi susah kali hidupku semenjak si Bondan tak ada. Ruli datang tiga harBab 107
POV Mamak (16)
“Eh, Ronald rupaknya! Sini, sini masok!”
“Makasih, Mak. Aku di sini aja. Aku buru-buruBab 108
Kejutan
“Na, udah kusampekkan amanahnya, ya!” ujar Ronald saat pulang dari kantor.
“Alhamdulillah. SemBab 109
Semakin hari semakin pening kepalaku. Kupikir si Ruli ini pindah dekat samaku, bisa enak hidupku. RuBab 110
Selalu Manis
Ya Allah, jumpa sama mantan mertua lagi di pajak. Ada senangnya ada jengkelnya jugak. KuBab 111
POV Mamak (18)
Owalah Tuhaaan! Rupanya mobil yang aku senderin tadi punya si Nina? Sok kaya kali diaBab 112
POV Mamak (19)
Aduh! Tak bisa dibiarkan ini, untung aja mataku ini nampak macam mana kelakuan si GultBab 113
POV Ronald (3)
Aktivitas pagiku hari ini masih sama seperti biasanya, subuh di masjid, pulangnya berjBab 114
POV Mamak (20)
“Ruli! Udah masak kau?” Aku barusan aja pulang dari pajak, perutku rasanya lapar kali.Bab 115
POV Ronald (4)
Hari minggu, waktunya kami kumpul keluarga untuk semakin mengeratkan rasa kekeluargaanBab 116
POV Mamak (21)
Macam tertidur tadi kurasa, tapi kok kepala rasanya sakitnya mintak ampun? Aku bangkitBab 117
POV Mamak (22)
Sejak si Ruli sama anak-anaknya pindah, rasanya rumahku ini sepinya macam kuburan aja,Bab 118
POV Mamak (23)
Aduh! Terpaksa lah aku ikot numpang sama si Mirwan ini. Barang jualanku udah terlanjurBab 119
Chat LDM
Hampir saja aku terlambat menjemput Riri. Tadi di jalan aku bertemu Mamak, iya, Mamak mantanBab 120
POV Mamak (24)
Memang betol yang aku bilang, tetangga dari siang sampek malam asyik markombur aja diBab 121
POV Mamak (25)
Semalaman aku tak bisa tidur. Rasanya hatiku ini gelisah kali, badan pun rasanya saketBab 122
Tiba-tiba Pulang
Riri, gadis kecilku itu tiba-tiba saja bilang rindu pada neneknya, mamak mantan mertBab 123
POV Mamak (26)
Setelah Nina sama Riri pulang, entah kenapa hatiku ini rasanya kosong kali. Padahal akBab 124
Sembuhlah, Mak!
Rasanya aku tak menyangka, Mamak mantan mertuaku waktu itu datang ke rumah bersama BaBab 125
Kabar dari Kak Ruli
“Kak! Jangan bikin aku takut, lah! Mamak kenapa, Kak?”
“Mamak udah sadar, Na! MamaBab 126
Final Chapter
“Nina, Ronald, makasih banyak, ya! Sampek hari ini kelen masik peduli sama Mamak,” ujarBab 127
OTHER SIDE
POV Bondan
Di sini lah aku sekarang, untuk keduakalinya. Ke tempat yang dibilang orang seba












Semoga Reall Membayar Mau Berpa Pun Penarikan Saldo Nya Tanpa Ribet Iklan Dan Tanpa Syarat Apa Apa Cair Langsung Penarikan
14/04
0ok thanks
24/08/2025
0bagus banget
07/07/2025
0bagus bgt ceritanya
08/06/2025
0bagus
01/06/2025
0novel ini sangat sangat bagus
06/04/2025
0seru dan menarik
22/02/2025
0indah
12/12/2024
0Nina yang menikah dengan Bondan terus saja diperlakukan tidak baik oleh mertuanya dan juga suaminya yang selingkuh tetapi setelah bercerai Nina malah bertemu dengan Ronald seorang guru juga ditempatnya Nina mengajar dan mereka akhirnya berjodoh dan menikah dan hidup bahagia tetapi mantan ibu mertua dan mantan suaminya malah mendapat azab dari Tuhan.
26/09/2024
1jalan cerita yang menarik
02/07/2023
0