Total : 35Bab 1 Prolog
Gwen kembali mengingat malam itu, seminggu yang lalu. Kepalanya segera menggeleng dengan mata terpej
readmore Bab 2 eenheid
Hidup seorang diri di kota besar dengan hanya mengandalkan penghasilannya yang tidak begitu besar me
readmore Bab 3 Tweede
Gwen merasakan selalu saja ada yang sedang memperhatikannya. Gwen sampai berkali-kali menoleh ke ara
readmore Bab 4 Derde
Pagi ini Gwen pun harus kembali duduk di dalam mobil dan bersebelahan dengan lelaki berwajah tampan
readmore Bab 5 vierde
Sudah tiga hari ini Gwen menjadi sekretaris lelaki aneh dan irit bicara itu. Sekalinya dia bicara ke
readmore Bab 6 vijfde
Malam ini Gwen kembali harus pulang terlambat lagi. Ada beberapa pekerjaan penting yang harus disele
readmore Bab 7 Zesde
Ghali mengerjapkan kelopak matanya beberapa kali, lelaki itu pun mencoba untuk menyesuaikan pandanga
readmore Bab 8 Zevende
Gwen hanya mengikuti saja ke mana kaki Ghali melangkah, gadis itu tidak sedikit pun bertanya apalagi
readmore Bab 9 achtste
Sejak kejadian di kantor Benigno beberapa hari lalu, Gwen selalu saja terlihat murung. Kesedihan beg
readmore Bab 10 negende
Gwen memberanikan dirinya menatapi Ghali yang berkali kali mencuri tatap ke arahnya. Gwen terlihat k
readmore Bab 11 tiende
Gwen mendengarkan dengan serius penjelasan dari Maretta, Benigno dan juga Ghali yang ikut menambahka
readmore Bab 12 elfde
Ghali menatap Gwen yang bersiap keluar dari mobil. Benigno yang duduk di kursi kemudi dan Maretta ya
readmore Bab 13 twaalfde
Dua hari sejak kejadian bertemu Branco di club, ponsel Gwen terus berdering. Gadis itu tahu pasti ba
readmore Bab 14 dertiende
Ghali langsung menyusul ke kantor polisi. Setelah memastikan Gwen aman bersama Maretta. Lelaki itu m
readmore Bab 15 veertiende
Jadinya Ghali tidak beranjak pergi meninggalkan Branco. Lelaki itu malah duduk santai di hadapan lel
readmore Bab 16 vijftiende
Pagi ini Ghali menatapi Gwen yang sedang tertawa ceria dari balkon kamarnya. Lelaki itu sebenarnya t
readmore Bab 17 zestiende
Hari ini Gwen absen ke kantor. Ghali meminta gadis itu untuk istirahat. Sebenarnya memar di pelipisn
readmore Bab 18 zeventiende
Ghali kembali lagi ke kamar setelah George pergi. Lelaki itu kesal dengan urusan yang dibicarakan ol
readmore Bab 19 achttiende
Ghali menatap lekat Gwen yang keluar dari kamar dengan dress biru mudanya yang cantik. Tas kecil dan
readmore Bab 20 negentiende
Ghali berdiri di depan pintu kamar Gwen dengan wajah cemas. Hampir lima menit dia berdiri di sana, s
readmore Bab 21 twintigste
Gwen menatap lekat ponselnya yang berdering beberapa kali. Nama Ghali terpampang di layar ponselnya,
readmore Bab 22 eenentwintig
Ghali menatap Gwen yang sedang mengunyah makanan dengan begitu teratur. Wajah gadis itu merona mener
readmore Bab 23 tweeëntwintigste
Matahari mulai naik, sinar hangatnya terasa begitu memberikan semangat. Tirai putih menari manja ter
readmore Bab 24 drieëntwintig
Ghali menatap sinis Benigno yang tak berhenti tergelak. Tatapan tajamnya itu seolah-olah siap membun
readmore Bab 25 vierentwintigste
Gwen terkadang masih sering kesal bercampur gemas dengan sikap kaku Ghali. Gadis itu sudah dimiliki
readmore Bab 26 vijfentwintigste
Gwen menatap dengan mata basah lelaki tua yang duduk di hadapannya. Lelaki yang barusan saja mengaku
readmore Bab 27 zesentwintigste
Dengan setengah terpaksa, Ghali pun membawa langkahnya menuju parkiran. Nasehat Maretta dan Benigno
readmore Bab 28 zevenentwintigste
Ghali menenggelamkan tubuh mungilnya Gwen ke dalam pelukan hangatnya. Bibirnya sibuk menciumi puncak
readmore Bab 29 neunundzwanzigsten
Ghali menatap dengan senyum tubuh langsing berbalut pakaian putih dan berenda cantik. Angin sore yan
readmore Bab 30 dertigste
Ghali menatap lekat Vallidas, Branco, Maretta dan Benigno yang juga sedang menatapnya. Lelaki itu se
readmore Bab 31 dreißigsten
Maretta terduduk dengan wajah menegang dan wanita itu tidak sedikit pun menyangka bahwa ternyata Pam
readmore Bab 32 einunddreißig
Gwen menatap Pamela yang duduk di atas tempat tidur sambil terisak menatapnya. Wajah gadis itu dibin
readmore Bab 33 zweiunddreißigste
Setelah beberapa hari tinggal di rumah Vallidas, Pamela terlihat lebih segar. Mata wanita itu terlih
readmore Bab 34 dreiunddreißig
Hukum tetaplah hukum. Ucapan Ghali betul-betul terjadi, diwujudkan menjadi kenyataan bahwa yang bers
readmore Bab 35 vierunddreißig (Epilog)
(End)
Ghali menatap Gwen yang sedang sibuk memasak. Dahinya berpeluh dan tangannya pun begitu sibuk berger
readmore
sangat bagus aku suka
06/03
0sangat sangat bagus
05/10/2025
0wow amazing👍
15/07/2025
0lumayan
03/06/2025
0baguss
27/05/2025
0bagus
10/05/2025
0mantap dan seru
08/04/2025
0kerennn
21/03/2025
0Bagus
20/03/2025
0jadi pengen baca terus nih
20/03/2025
0