Mak Esah tidak menduga, menantu yang awalnya kelihatan baik ternyata tak seperti yanh dibayangkan. Lidahnya sangat tajam, belum lagi sikapnya yang sering tidak sopan. Mak Esah pun mencurigai, bahwa menantunya ini mempunyai rahasia besar yang disembunyikannya. Mampukah Mak Esah bertahan dalam menghadapi sikap menantunya. Akankah semua rahasia yang disembunyikan bakalan terkuak
komentar yang ini juga hampir sama dengan komentar saya yang pertama yaitu jalan ceritanya sangat bagus juga tidak mengecewakan para pembaca ,lanjut terus bikin cerita yang sangat luar biasa,supaya banyak di senangi oleh para pembaca yang menyenangi cerita yang sangat menakjubkan ,begitu kiranya.
12/11/2024
0
Lisna
good
03/02/2023
0
ArifinNazil
Bagus
28/07/2022
0
Raja Kasih
banyak orang yang memiliki nilai yang sama dengan wanita lain sering terjadi pada saat itu juga terdapat bulu mata palsu sebagai Putri Indonesia
29/05/2022
0
FadliSubhi
nice
27/05/2022
0
Pena Ajeng
Luar biasa novelnya aku suka banget.
27/05/2022
0
WibowoDanang
owow
24/05/2022
0
Total: 82
Bab 1
Lidah Menantu 1 Oleh : Inda_mel "Mak … Mak, di mana?" Kudengar suara Dini, menantuku memanggil. "Di b
Bab 2
Lidah Menantu 2 Oleh Inda_mel Kulihat Dini memegang rantang urap tadi dan hampir menuangkan isinya, ke
Bab 3
Lidah Menantu 3 Oleh : Inda_mel "Mak, yang apa-apaan! Coba liat gamis Dini, tuh! Itu gamis mahal dan f
Bab 4
Lidah Menantu 4 By. Inda_mel "Sebenarnya, apa Mak?" desak Imron. "Mas, maaf, saya ikut campur!" Bagas
Bab 5
Lidah Menantu 5 By Inda_mel Pagi ini, sengaja aku belanja di tukang sayur keliling. Kebetulan hanya sa
Bab 6
Lidah Menantu 6 By Inda_mel Sore itu, aku baru pulang dari pengajian. Kulihat motor Bagas ada di depan
Bab 7
Lidah Menantu 7 By Inda_mel Keesokan paginya, aku baru saja selesai menyiapkan sarapan. Sarapan kali i
Bab 8
Lidah Menantu 8 POV Wita Namaku Wita. Aku seorang ibu rumah tangga, dan mempunyai sepasang anak. Suami
Bab 9
Lidah Menantu 9 By Inda_mel POV Wita 2 Selesai membuatkan teh untuk mas Bagas, kutaruh di meja makan. S
Bab 10
Lidah Menantu 10 Pov Wita 3 Aku mengernyitkan dahi. Penasaran apa yang akan dikatakan Bu Leli. "Itu,
Bab 11
Lidah Menantu 11 Kembali Pov Mak Esah Pagi ini aku berencana akan menelepon Bagas untuk meminta bantua
Bab 12
Lidah Menantu 12 "Mak, sebelumnya Bagas minta maaf. Memang seharusnya sedari awal, Bagas jujur teruta
Bab 13
Lidah Menantu 13 by Inda_mel Setelah itu aku menuju taksi dan bermaksud duduk di sebelah Bagas. Tapi,
Bab 14
Lidah Menantu 14 By Inda_mel "Lain kali Ayah harus hati-hati! Bikin Bunda kuatir, tau gak?!" sungut Wi
Bab 15
Lidah Menantu 15 By Inda_mel Kami mengangguk dan tak lama sopir itu pergi meninggalkan rumah. Bagas di
Bab 16
Lidah Menantu 16 By Inda_mel "Pantesan ya, Mak! Dari awal Dini pindah ke rumah Mak, dia selalu berkata
Bab 17
Lidah Menantu 17 By Inda_mel "Iya, Mak! Imron tidak bisa cerai dengan Dini karena Imron sudah ada perj
Bab 18
Lidah Menantu 18 Esok harinya, aku berencana berpamitan pada Wita dan Bagas untuk pulang ke rumah. Se
Bab 19
Aku dan Wita terkejut melihat sosok itu. Ya Allah, ternyata … dia sepertinya tidak asing. Siapa ya o
Bab 20
Aku dan Abil pun terkejut dengan ucapan Wita. Kami berdua berpandangan dan spontan melirik ke arah W
Bab 21
Imron masih memandang Abil tanpa berkedip. Aku rasa dia pasti tidak menyangka perubahan drastis pada
Bab 22
Aku bergegas membuka pintu dan menghambur keluar. Wita melangkah di belakangku. Di ruang tengah kami
Bab 23
"Lupa apa, Dek?" tanya Imron keheranan. "Iya, lupa apa toh, Nduk? Aku ikut bertanya. "Itu lho Mas, kit
Bab 24
"Mau apa!!!" tanyaku lagi. Kulihat wajah Dini agak terlihat pucat. Seperti menahan sakit. "Mak, Dini
Bab 25
"Siang Ibu … Bapak. Saya ingin menjelaskan hasil pemeriksaan Ibu Dini. Menurut hasil USG tadi tern
Bab 26
"Akan apa?! Kamu itu cumanya bisa ngancem aja! Aku dah gak mempan lagi sama ancamanmu itu! Mau kamu
Bab 27
Dini menoleh ke sumber suara. Tiba-tiba Dini berlari mendekati orang yang menegurnya yang tak lain B
Bab 28
Koper Dini terbuka dan pakaiannya berserakan. Terlihat Dini menangis sambil menundukkan wajahnya. Di
Bab 28
"Iya, Nabila," Dini menjawab mantap. "Sudah, Din! Kamu jangan bikin ribet masalah ini! Dan jangan men
Bab 30
"Itu tadi dari kantor pusat di sini, Mak. Alhamdulillah, Imron dipromosikan menjadi leader sales. Ja
Bab 31
POV Dini Mak sudah selesai makan dan mencuci piring. Setelah itu langsung menuju ke arah depan mungki
Bab 32
"Itu," tunjuk Mak ke arah luar di seberang jalan. Kulihat dari jauh, itu bukannya … Nabila … iya be
Bab 33
"Apa-apaan kamu, Din?! Kenapa kamu membentak Mak seperti itu?! Emang kenyataannya kayak gitu, kan? K
Bab 34
"Dini!!! Benar apa yang dikatakan Ibu mertuamu, kalau kamu sudah berbohong?!" Bapak bertanya dengan
Bab 35
"Anu … anu apa?! Kamu pasti sudah tau, kan? Jangan-jangan kamu bersekongkol dengan Dini merekayasa
Bab 36
"Sebenarnya … Bagas itu adalah anak dari saudara tiri Bapak, Mas Teja namanya." "Apa, Pak?! Jadi Din
Bab 37
Benarkah yang dikatakan Mira, bahwa Nabila adalah pemilik butik ini. Gak mungkin, aku gak percaya. C
Bab 38
"Din," panggil Erik lagi. "Eh, iya …Rik!" jawabku sedikit terkejut. "Gimana, Dini sayang …masih adak
Bab 39
"Dini!!!" suara seseorang mengagetkanku dan Erik. Kami menoleh dan ternyata Bapak sudah berdiri deng
Bab 40
Saat aku mencoba membuka pintu kamar mandi, tiba-tiba dari arah dalam … "Duar!!!" Erik muncul dengan
Bab 41
Pov Mak Esah Sepulang kami dari rumah Dini, aku dan Imron mampir ke rumah Wita sekalian Imron ingin m
Bab 42
Saat aku akan keluar kamar, terdengar Imron berbicara dengan seseorang di depan. Siapa ya, yang data
Bab 43
"Maaf, kami harus memberitahu ini. Saudari Dini harus transfusi darah. Kebetulan di rumah sakit pers
Bab 44
Dini kemudian memberi tanda agar Bu Ratna mendekat. Kemudian dia membisikkan sesuatu kepada Bu Ratna
Bab 1.2
Hampir sebulan setelah kejadian musibah yang menimpa Dini. Semenjak itu, hanya sekali Pak Bimo menel
Bab 2.2
"Mak, Pak Bimo juga meminta tolong pada Imron!" "Minta tolong apa?" tanyaku. Imron menundukkan kepala.
Bab 3.2
"Mmm …tapi, Mak, Imron ada permintaan. "Apa, Le?" tanyaku penasaran. Bagas dan Wita pun memandang k
Bab 4.2
Oh ya, Pak kenalkan ini besan saya, mertua Wita," ucapku sambil menunjuk Ibunya Bagas yang berdiri d
Bab 5.2
"Mbak pasti bohong! Mbak cuma mau nakut-nakuti saya saja, kan? Mbak gak punya bukti dan saksi! Itu h
Bab 6.2
Dini keluar dengan hanya menggunakan daster tanpa lengan. Rambutnya acak-acakan. Wajahnya pucat dan
Bab 7.2
"Sebenarnya Ibu hanya mencoba menggertak Paklekmu itu. Ternyata nyalinya masih seperti dulu. Dasar p
Bab 8.2
Ternyata tetangga depan rumah, Bu Leli yang datang. "Mana Imron?" tanya Bu Leli tanpa basa-basi atau
Bab 9.2
"Lagi di mana?! Kamu ndak papa kan, Le?! tanyaku cemas karena mendengar suara Imron yang panik. "Ndak
Bab 10.2
Bibirnya terantuk ke bagian belakang kursi Abil. Yah, sedikit jontor dan merah. Mungkin ini peringat
Bab 11.2
Dokter itu memeriksa Lastri dengan raut wajah serius. Aku masih memperhatikan Bu Leli yang masih men
Bab 12.2
"Abil …"ucapku tak percaya. "Kamu kurang ajar ya! Berani kamu nampar saya! Saya ini orang yang lebih
Bab 13.2
Kami bertiga tidak menanggapi pertanyaan dari orang tersebut yang ternyata Erik. Malas rasanya harus
Bab 14.2
Pov Author "Pak, kita gak bisa diam gini saja, Pak! Ludes semua harta kita kalau begini caranya!" ger
Bab 15.2
Imron melajukan mobil dengan kecepatan sedang. Abil masih fokus ke gawainya, membalas pesan kliennya
Bab 16.2
"Ish …sama siapa?! Dari tadi kok plin plan gitu!" bentak Abil. "Saya disuruh sama temen saya, Rizal!
Bab 17.2
Dini …benarkah itu Dini. "Din, kamu …beneran Nak, ini kamu?" tanya Bu Ratna dengan nada tak percaya.
Bab 18.2
Wita dan Bagas masih menikmati liburan di rumah Bu Erna. Anak-anak mereka sepertinya betah, apalagi
Bab 19.2
"Hei …kamu apa-apaan?! Tiba-tiba datang Ibu Erna dan Bude Sri. Mereka menggandeng Zidan dan Zakia.
Bab 20.2
"Kamu tunggu perintah dari aku yah, nanti aku kabari kamu," jawab Dini. "Tapi, Din, aku udah gak saba
Bab 21.2
Wita bergegas ke depan. Diikuti Bagas yang juga penasaran. "Assalamu'alaikum," terdengar kembali suar
Bab 22.2
Tak lama, terlihat Nabila keluar dari sebuah ruangan. Matanya melirik kesana kemari mencari-cari. Pa
Bab 23.2
"Astaghfirullah …spontan Ical mengucap. Bagaimana tidak, dihadapannya sudah ada Anisa yang memandan
Bab 24.2
Sekitar setengah jam, Nabila dan Ical sampai di rumah Mak Esah. Waktu menunjukkan pukul satu siang.
Bab 25.2
Imron tersentak dari tidurnya. Tubuh dan wajahnya penuh keringat. Diraihnya ponsel yang diletakkanny
Bab 26.2
"Assalamu'alaikum," Terdengar suara salam dari depan. Nabila yang berada di dapur langsung menuju ke
Bab 27.2
"Iya, Bude! Kenapa Mas Bagas?" "Bagas digerebek warga dan sekarang lagi berada di kantor polisi!" uja
Bab 28.2
"Bude, Wita mau nelepon Pak RT dulu nanyain nomor Pak Ibrahim." "Yo, Nduk! Cepat telepon Pak RT!!" Wit
Bab 29.2
Seluruh tubuh Bu Leli basah kuyup. Ternyata Wita membawa air bekas cucian kemarin yang belum sempat
Bab 30.2
Nabila menatap kepergian Lastri sampai dia menghilang dari pandangan. Nabila menggeleng-gelengkan ke
Bab 31.2
Nabila mampir menjemput Ical sebelum menuju ke butik. Sampai di rumah Ical, dia bertemu dengan Pak Y
Bab 32.2
Setelah memastikan Bagas baik-baik saja, Bu Erna, Wita dan Gilang pulang ke rumah Mak Esah. Sebelum
Bab 33.2
Nabila melirik jam yang tergantung di dinding. Sudah pukul setengah lima sore. Sebentar lagi waktuny
Bab 34.2
"Apalagi sih, Bu? Kok hobi banget cari masalah sama keluarga kita?!" ujar Wita. "Siapa juga yang mau
Bab 35.2
"Ya sudah, siang ini kita makan di luar ya, Mas yang traktir!" ajak Imron. "Siap, Mas!" jawab Wita. M
Bab 36.2
Dini menarik napas dan membuangnya kasar. Dia meraih ponsel kemudian menghubungi Erik. "Halo, Din!" E
Bab 37.2
"Erik kembalikan hijabku!" seru Nabila. Dia merasa geram dan marah namun tidak berdaya. "Oh, no! Kamu
Bab 38.2
Sementara Dini dan Erik kabur. Mereka menuju apartemen Erik. Untuk sementara mereka bersembunyi. Jan
ceritanya ada banyak pelajaran yang bisa diambil
29/05/2022
0good
13/12/2024
0mantap.seru..
08/12/2024
0komentar yang ini juga hampir sama dengan komentar saya yang pertama yaitu jalan ceritanya sangat bagus juga tidak mengecewakan para pembaca ,lanjut terus bikin cerita yang sangat luar biasa,supaya banyak di senangi oleh para pembaca yang menyenangi cerita yang sangat menakjubkan ,begitu kiranya.
12/11/2024
0good
03/02/2023
0Bagus
28/07/2022
0banyak orang yang memiliki nilai yang sama dengan wanita lain sering terjadi pada saat itu juga terdapat bulu mata palsu sebagai Putri Indonesia
29/05/2022
0nice
27/05/2022
0Luar biasa novelnya aku suka banget.
27/05/2022
0owow
24/05/2022
0