"Takdir itu berulang, seumpama roda hidup yang terus berputar (Mayyanti)." === Kedua orang itu tak lain, tentu saja Leo dan Ben. Leo merasa tak berdaya karena ini acara baby shower calon putra keduanya. Sementara Ben harus berpura-pura tak mengenal Mayyanti terlalu dekat agar Leo tidak curiga padanya. Kedua pria itu hanya bisa menahan perasaan kesalnya dalam kebisuan, saat memandang Mayyanti dan Hiro yang duduk bersama sambil asyik mengobrol di sudut pesta. Berharap merekalah yang tengah berada di sana menikmati kebahagiaan pesta. "Sayang! Sayang, kemarilah! Tolong, kita akan berfoto dengan teman-teman arisanku," panggil Cindy. Leo mendesah kesal dan mendekati Cindy dan teman-temannya dengan malas. Sepanjang acara baby shower Leo terlihat resah. Pria itu tidak begitu memperhatikan jalannya acara. Pikirannya hanya tertuju pada Mayyanti, bagaimana ia bisa selalu dekat dengan wanita yang entah sejak kapan telah mencuri hatinya. Terlebih sebuah kecurigaan yang sedang memenuhi kepalanya tentang siapa Mayyanti dan dari mana asal-usulnya. Leo mengundangnya bukan tanpa tujuan. Sesungguhnya ia ingin lebih meyakinkan dirinya dan melihat reaksi Mayyanti saat berada di istana kaca yang dibangun Rosemaya ini. Leo benar-benar ingin memastikan Mayyanti bukan Rosemaya. Andai Mayyanti memang adalah Rosemaya, Leo tentu saja harus berafiliasi. Pria itu tidak mungkin menghabisi Rosemaya seperti dulu. Ia akan bernegosiasi agar Rosemaya tidak sampai menuntutnya soal kerajaan bisnis mereka. Sayangnya Cindy yang bodoh dan emosional telah mengacaukan segalanya. Ia membuat Mayyanti ketakutan dan menjauh dari Leo. Berkali-kali Leo gagal duduk mengobrol dengan Mayyanti karena Cindy terus-terusan memanggilnya. Leo berdecak kesal dan semakin emosional, manakala sekali lagi Hiro tampil sebagai pahlawan menyelamatkan Mayyanti. "Ah, Hiro! Harusnya tak kuundang saja kau dalam acara ini!" kesal Leo dalam hati lagi. Sementara tanpa Leo sadari, Cindy juga sedang terus memandang Leo yang nampak resah berada di sisinya. Cindy tahu lelaki itu, hatinya dan pikirannya sedang berkelana entah kemana. Bertahun-tahun hidup bersama Leo membuat Cindy begitu memahami gelagat lelaki itu. "Kau ini kenapa? Dari tadi kulihat terus saja berdecak kesal!" geram Cindy sambil mencubit lengan Leo. "Apa sih? Aku hanya lelah karena terus-terusan diajak berfoto!" keluh Leo sambil mencari duduk. "Jangan jauh-jauh! Aku membutuhkan dirimu!" tegas Cindy memberi peringatan. Leo akhirnya memilih duduk di dekat panggung dan bermain bersama Hiro. Cindy mencebik kesal, memandang dan mengawasi dari jauh Hiro yang nampak akrab dengan Mayyanti. Dalam hati ia bersyukur mengundang Hiro setelah diam-diam membaca pesan obrolan di aplikasi hijau milik suaminya. "Kurang ajar! Bagaimana bisa dia mengundang wanita yang jelas-jelas kubenci ke acaraku!" degus Cindy kesal beberapa jam yang lalu. Sekian tahun menjadi wanita yang harus bersembunyi dalam bayang-bayang, membuat Cindy paham berbagai trik licik merebut suami orang dan membuatnya larut dalam gelora hasrat terlarang. Cindy tak ingin Leo terpesona dan kembali mencicipi manisnya cinta terlarang dengan wanita lain. "Aku tidak akan seperti Rosemaya yang bodoh membiarkan suaminya kurebut hingga bertekuk lutut. Leo milikku dan selamanya akan selalu menjadi milikku!" batin Cindy posesif. Cindy kembali melirik Mayyanti. Tidak hanya Leo yang tak lagi fokus pada acara yang seharusnya penuh bahagia, tapi Cindy juga merasa tak nyaman. Wanita itu entah mengapa selalu merasa was-was dan sesak nafas saat berada di dekat Mayyanti. Di saat yang bersamaan Cindy mengingat kejadian itu. Sebuah kejadian bertahun-tahun yang lalu, ketika dia masih menjadi pengasuh Welly, anak Rosemaya dan Leo. Kejadian yang membuat Rosemaya memecatnya, namun membuat Leo dan Cindy lebih leluasa memadu kasih saat itu. "Bagaimana bisa, kamu biarkan Welly bermain di tepi kolam renang sendirian begitu, Suster Caroline?" tanya Rosemaya. Wanita itu terlihat sangat marah. "Ma-maafkan saya, Nyonya. Sa-saya lalai. Sa-saya tadi sedang di kamar membersihkan mainan Welly," elak Suster Caroline beralasan. "Bagaimana kalau Welly terjatuh ke kolam? Apakah kamu mau bertanggung jawab? Jangan sembrono, Suster Caroline!" hardik Rosemaya kesal. Kala itu Rosemaya sedang menjalani kehamilan keduanya. Usia kandungannya sudah memasuki enam bulan. Kondisinya yang lemah membuat Rosemaya banyak berbaring. Hingga Leo menempatkan Rosemaya di kamar tamu yang terdapat di lantai satu. Jangankan naik tangga, membawa dirinya saja Rosemaya sungguh kepayahan. Riwayat beberapa kali flek dan mengharuskan bedrest membuat Leo banyak terabaikan sebagai seorang suami. Bahkan untuk urusan Welly, Rosemaya waktu itu benar-benar memasrahkan pada Suster Caroline sang pengasuh anak untuk membantunya mengasuh Welly. Harusnya Suster Caroline yang merupakan pengasuh anak dari sebuah yayasan bisa membantu Rosemaya. Jika memang wanita itu betul berasal dari sebuah yayasan baby sitter seperti pengakuan suami Rosemaya. Sayangnya, Leo telah membohongi Rosemaya. Membawa wanita yang telah menjeratnya dalam sebuah kisah cinta terlarang yang memabukkan, lalu mengenalkannya pada Rosemaya sebagai pengasuh anak untuk Welly. Siang itupun, sebetulnya Suster Caroline bukan sedang membersihkan mainan Welly di lantai dua. Tetapi tengah membereskan hasrat kelaki-lakian Leo yang begitu menggelora. Keduanya sedang berasyik masyuk, sehingga tak melihat Welly kecil yang turun ke lantai satu terus berjalan ke kolam renang. Untunglah Rosemaya yang tengah mengambil minum di dapur melihat putra semata wayangnya itu berjalan ke kolam renang. Wanita itu segera mengejar Welly. "Welly mau kemana, Nak? Kenapa bermain sendiri?" tanya Rosemaya setengah pening. "Mau main air, Mama! Welly mau main air," jawab Welly kecil. "Jangan main air sendiri ya, bahaya. Main sama Suster ya," ujar Rosemaya. Rosemaya berteriak memanggil-manggil Suster Caroline. Baru pada panggilan ke sebelas Suster Caroline muncul dengan dandanan yang amburadul. Wanita itu terlihat tergesa-gesa dan sedikit terkejut. Tanpa sengaja tangannya menyenggol air minum di gelas yang dibawa Rosemaya dari dapur lalu diletakkannya di meja dekat kolam renang. Prang! Gelas itu terjatuh dan pecah berkeping-keping. Airnya tumpah dan berceceran di lantai. "Ma-maaf, Nyonya," ujar Suster Caroline ketakutan. Sebuah ketakutan yang di rekayasa. Wanita itu sebetulnya ingin Leo segera turun dan menolongnya. Ia sudah jengah dimarahi oleh Rosemaya. Rosemaya yang kesal terus saja mengomel dan menuntun Welly masuk ke dalam rumah. Sayangnya karena anemianya yang membuat kepala Rosemaya terasa pening, wanita itu tak melihat pecahan gelas kaca dan air yang bercecer di lantai. Tak sengaja kaki Rosemaya menginjak pecahan kaca. Saat mengangkat kaki dan menghindarinya, Rosemaya malah terpeleset ceceran air hingga terhuyung jatuh tertelungkup. Perutnya yang sudah mulai menggendut membentur lantai. "Aaduuuh! Aduh-duh ... aduh!" pekik Rosemaya kesakitan. Bukannya menolong Suster Caroline hanya memandang dengan tatapan yang tak biasa. Ia seolah bahagia melihat nyonya rumahnya itu jatuh dan terluka. Mungkin ini adalah sebuah kecelakaan tak sengaja yang diharapkan oleh Suster Caroline sebetulnya. Hingga Welly berucap penuh ketakutan, "Mama, itu darah apa yang ada di kaki, Mama?" Rosemaya berteriak memanggil Leo. Namun meski Leo bergegas membawanya ke rumah sakit. Janin berusia enam bulan di perut Rosemaya itu tak lagi bisa terselamatkan. Calon adik Welly, meninggal dalam kandungan Rosemaya karena ulah Suster Caroline. Di saat bersamaan, Mayyanti juga mengingat kejadian itu di kepalanya. Sambil menatap Cindy yang tengah tersenyum larut dalam perayaan pesta. Panas mendidih rasanya darah Mayyanti melihat wanita tak tahu malu itu seolah tanpa beban menguasai apa yang menjadi milih Rosemaya. Cindy tertawa tergelak, bersikap jahat pada Mayyanti dan terus saja menumpuk kebencian di hati Mayyanti padanya. "Nyawa, harus di bayar dengan nyawa!" batin Mayyanti sambil memandang lurus pada Cindy dengan penuh emosi.
Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
saya suka ini
21/08
0kak afa lanjutannya gk, gantung banget 😭😭
14/01
0aku syuka, aku syuka,,,,,,,,,pokoknya
25/11
0Lihat Semua