Part 14A

Kubuat Kau Dan Selingkuhanmu Menyesal
Part 14: Kehadiran Meli di Pemakaman Dhea
"Karena Mas Aryo sudah tidak bersama perempuan itu?" jawab Alia.
"Ma-maksudnya?" tanya Dhea, dia tidak mengerti maksud dari perkataan tantenya.
"Sudahlah! Lupakan saja! Pokoknya tante berusaha untuk menghadirkan Mas Aryo di hari ulang tahun, Mbak Santi."
Alia memeluk tubuh Dhea sambil mengelus punggung keponakannya.
"Oh iya, Dhea mau seperti apa nanti kejutannya dibuat?" tanya Alia.
"Pokoknya, saya serahkan kepada tante."
Senyum bahagia membersamai mereka berdua di dalam ruangan itu.
"Kalau begitu biarkan tante menyusun semua rencana yang akan kita berikan kepada Mbak Santi," ucap Alia.
"Pokoknya harus waw dan keren, Tan. Aku mau permintaan terakhirku ini tercapai."
Alia mengerutkan dahi, Dhea selalu berkata permintaan terakhir.
"Dhea mau kemana emangnya?"
Dhea bergeming.
"Maaf, kalau pertanyaan saya melukai hatimu."
Alia mengulurkan tangannya memohon maaf kepada keponakannya.
"Sisa umur saya tinggal menghitung hari lagi, Tan. Itu sebabnya Dhea mau menyatukan ayah dan ibu sebelum ajal menjemputku."
Alia terkejut mendengar perkataan Dhea.
"Sayang! Nggak boleh berkata seperti itu."
Dada Alia masih sesak, dia heran kenapa Dhea berkata sedemikian rupa.
"Saya berkata apa adanya, Tan. Dhea memiliki riwayat penyakit yang sudah serius bahkan sudah stadium empat. Dokter menjugde penyakit ini sudah tidak bisa lagi di obati."
"Nggak mungkin! Kamu pasti bercanda 'kan?" tanya Alia kepada Dhea.
Alia tidak percaya sama sekali apa yang dikatakan Dhea. Soalnya Santi tidak pernah bercerita masalah ini.
"Saya serius, Tan. Tidak ada gunanya berbohong. Apalagi masalah ajal."
Deg!
Napasnya seketika berhenti mendengar penuturan Dhea.
"Apakah ayah atau ibu mengetahui riwayat penyakitmu? Terus penyakit apa yang kamu alami?" tanya Alia.
"Ibu sudah mengetahui penyakitku ini. Kalau ayah tidak mengetahuinya sama sekali."
"Sungguh?" tanya Alia.
Dhea mengangguk.
"Walau bagaimana pun, ayah harus mengetahui ini. Dhea itu anak kandung Mas Aryo. Mau tidak mau, suka tidak suka Mas Aryo harus mengetahuinya. Mbak Santi tidak boleh menutupinya apalagi merahasiakannya kepada ayah kandungmu."
Dhea menghembuskan napas sangat kasar.
"Ibu tidak memberi izin untuk memberitahu ayah tentang penyakit saya ini, Tan."
"Serius?"
Alia heran kenapa Santi tidak boleh memberi tahu penyakit Dhea kepada Aryo.
"Iya, Tan."
"Alasannya?"
"Dhea juga tidak tahu."
Rumit, sangat rumit teka-teki yang diberikan Dhea kepada Alia.
"Apapun kata dokter kamu harus kuat dan tegar. Terkadang perkiraan dokter bisa melenceng, walaupun sedikit. Ada juga yang benar. Semoga Allah memberi kesempatan kepada Dhea, agar lebih lama berbakti kepada kedua orang tuamu."
"Selama ini penyakit kanker belum ada yang sembuh. Apalagi sudah masuk stadium empat. Dhea sudah lama mengalami kanker otak, Tan."
"Pokoknya berkhusnuzon saja kepada Allah. Walaupun sudah banyak orang meninggal karena kanker. Kali saja, Dhea bisa sembuh. Kamu 'kan orangnya baik, pasti Allah sayang kepadamu."
Alia mencoba mensupport dan memberi semangat agar Dhea tidak putus asa dalam menjalani hidup.
"Terima kasih tante. Dhea senang mempunyai tante yang baik hati, cantik dan ramah."
"Sama-sama."
Alia tidak menyangka Dhea bisa mengalami penyakit ganas. Apakah dia ikut memikirkan ayahnya yang selingkuh? Sehingga mengalami kanker otak. Alia tidak habis pikir jika dugaannya benar.
'Bagaimana reaksi Mas Aryo ketika mengetahui tentang riwayat penyakit malaikat kecilnya,' tanya Alia dalam hati.
****
Pelayat yang datang menyaksikan prosesi pemakaman Dhea terharu hingga selesai. Tidak ada satupun tetangga yang datang sanggup membendung air mata. Kepergian Dhea sangat memukul hati setiap orang yang datang. Langit yang biru berubah menjadi gelap. Seolah ikut sedih atas kepergian Dhea. Begitu juga pohon di sekitar pemakaman, daunnya ikut jatuh dan runtuh atas kepergian malaikat tanpa dosa.
Alia sangat terpukul atas kepergian keponakannya. Dia tidak percaya semua ucapan Dhea benar-benar terjadi dan ini tidak mimpi. Sesal kini menyapa dirinya dan hanya air matalah yang setia menemaninya pada saat ini.
'Maafkan tante yang sudah membuatmu seperti ini. Tante janji akan mewujudkan keinginanmu untuk mempersatukan Mas Aryo dan Mbak Santi kembali. Jika mau menghukum, hukumlah aku sekarang juga,' ucapnya dalam hati.
Air matanya bak anak sungai tiada henti. Manusia mana yang tidak sedih menyaksikan seorang anak tanpa dosa pergi untuk selamanya, bahkan proses pemakamannya tidak disaksikan kedua orang tuanya. Sakit, sedih, perih bercampur menjadi satu, itulah yang dialami Alia.
"Kasihan sekali Dhea, kedua orang tuanya tidak menyaksikan proses pemakamannya," ucap salah satu pelayat.
Alia meratap pilu di atas makam keponakannya. Rasa bersalah selalu menghantui dirinya hingga detik ini. Seandainya sejak dulu Aryo tidak bermain api, mungkin tidak ada yang terbakar atas kejadian ini.
"Semoga Dhea menjadi ahli surga. Walaupun tidak ada sama sekali orang tuanya menyaksikan pemakamannya," ucap ibu RT. Dia jongkok lalu memukul bahu Alia pertanda empati.
"Sudahlah, Mbak. Kita harus ikhlas menerima atas kepergian seseorang. Lebih baik kita doa 'kan, agar dia tenang."
Cuma Alia lah saudara kandungnya yang menyaksikan prosesi pemakaman buah hati Santi dan Aryo. Sisanya, tetangga rumah dan ada juga beberapa gurunya yang datang. Sedangkan Ardi dan Shela sedang sibuk mengurus Santi di rumah sakit, sementara Aryo sedang menjalani proses hukum di balik jeruji besi.
Satu persatu pelayat pergi, prosesi pemakaman sudah selesai. Berakhirnya fardu kifayah ke empat, usai sudah hak dan kewajiban masyarakat mengurus jenazah.
"Mbak, sabar iya atas kepergian Dhea. Kamu harus ikhlas dan sabar menerima kenyataan ini. Dhea sudah tenang di sana bersama anak-anak lain penghuni surga," ucap ibu RT mencoba menasihati Alia.
Alia masih meratap pilu, isak tangisnya pecah. Tidak menyangka kepergian keponakannya sangat membuat hatinya terpukul. Apalagi janjinya belum terlaksana untuk menyatukan Aryo dengan Santi.
Bersambung ....
Next?

Komentar Buku (57)

  • avatar
    IsnaIsnaniah

    ceritanya bagus dan sangat menarik 😍

    10/06/2022

      0
  • avatar
    DimahRodimah

    bagus kakak

    20/07/2025

      0
  • avatar
    Shifa Nabila

    bagusss

    10/07/2025

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru