Matahari mulai menampakkan sinarnya,Langit sedang bersiap untuk berangkat ke kantor dibantu oleh Senja. Meskipun Langit sudah melarang untuk tidak menyiapkan keperluannya,tapi Senja tetap Kekeh dengan pendiriannya. "Mas,, " ucap Senja tertahan yang sedang memaikan dasi suaminya, tiba tiba mencengkram lengan Langit cukup kuat membuat Langit mengernyitkan dahi bingung. "Kamu kenapa sayang?" tanya Langit khawatir saat melihat rauh wajah istrinya yang berbeda seperti menahan sakit. "Mas sepertinya aku akan melahirkan" kata Senja "Ya sudah kita kerumah sakit sekarang" ucap Langit yang diangguki oleh Senja. "Mau jalan sendiri atau mau mas gendong?" tanya Langit. "Jalan saja mas"jawab Senja lalu Langit menuntun istrinya pelan menuju parkiran mobil dirumahnya. " Kalian mau kemana?" tanya Bu Ida yang melihat anak dan menantunya tengah berjalan keluar. "Mau kerumah sakit Bu" jawab Langit. "Senja mau melahirkan,,, tunggu ibu. Ibu mau ikut. Ibu ambil keperluan Senja dulu ya,,sudah disiapkan kan" ujar Bu Ida. "Iya Bu tinggal ambil saja" kata Langit. Mereka memang sudah menyiapkan keperluan seperti baju dan lainnya untuk dibawa kerumah sakit,jika Senja melahirkan nanti agar tidak kelupaan. Kini Langit duduk di kursi belakang bersama Senja,sedangkan Bu Ida didepan bersama sopir. Sebelumnya Bu Ida juga sudah mengabari besannya yakni Bu Ratna bahwa Senja akan kerumah sakit. "Mas,,, sakit" ucap Senja yang dari tadi memegang erat lengan suaminya. "Sabar Sayaang,, kita berdo'a semoga kamu dan baby baik baik saja ya. Kamu kuat sayang" ucap Langit memberi semangat untuk istrinya. "Sakit banget ini mas" ujar Senja dengan peluh keringat di dahinya terus keluar dan Langit dengan telaten mengelapnya. "Iya Sayaang,, kamu pasti bisa oke. Sebentar lagi kita sampai dirumah sakit." ucap Langit yang sudah tidak merasakan sakit akibat cengkraman Senja. Setelah menempuh waktu beberapa menit, akhirnya mereka tiba di rumah sakit. Langit segera membawa Senja ala bridal style keluar dari mobilnya selagi menunggu barnkar. sedang kan Bu Ida mengikuti dari belakang. "Suster,,, tolong" teriak Langit ketika memasuki ruang Instalasi gawat darurat sambil menggendong Senja. Suster yang bertugas disana, segera menghampiri Langit dan David dengan membawa brangkar lalu menyuruh Langit untuk menaruh Senja diatasnya. ceklek ,, pintu ruang IGD terbuka, keluarlah wanita berjas putih. "Bagaimana dok?" tanya Langit cemas. "Kita akan memindahkan ibu Senja ke ruang bersalin" ucap Sang Dokter. "Baiklah" kata Langit. **** _Ruang Bersalin_ "Sudah bukaan sembilan dok" ucap Suster yang membantu dokter Aila. "Wah,, cepat ya Bu pembukaannya. Ibu kuat ya,,pak Langit ayo kasih semangat istrinya" ujar Dokter Aila, dokter yang menangani Senja. "Mas,, sakiiiit" rintih Senja sambil terus menarik lengan Langit bahkan menggigitnya. "Iya sayang,,, kamu pasti bisa ya,, sebentar lagi" ujar Langit menenangkan istrinya. Entah sudah bagaimana penampilan Langit sekarang, sudah acak acakan. Sedangkan diluar ruangan,Bu Ida sedang duduk menunggu di kursi tunggu yang sudah disediakan. Tidak lama setelah itu, Bu Ratna pun tiba bersama suaminya pak Gunawan. "Bagaimana Senja Bu?" tanya Ratna tidak sabar. "Masih didalam Bu sama Langit" jawab Bu Ida. "Ya Tuhan,,semoga Senja bisa melewatinya dan mereka berdua selamat" do'a Bu Ratna yang di aamini Bu Ida dan pak Gunawan. Kembali ke dalam ruangan, Dokter kembali melihat pembukaan Senja setelah hampir dua jam lamanya. "Bagaimana dok,, kenapa lama sekali?" tanya Langit cemas. "Sabar ya pak" jawab Sang Dokter. "Tapi istri saya kesakitan dok,,, apa perlu di cecar?" ucap Langit yang sudah tidak tega melihat istrinya kesakitan. "Tapi ini sebentar lagi kok pak" ujar dokter Aila. "Aku nggak mau mas,,, aku mau normal saja. Di Cesar nanti sakitnya lama" ucap Senja dengan ucapan yang tersendat sendat menahan sakit. "Baiklah,, tapi mas nggak tega lihat kamu kaya gini Yank,, mas cukup satu anak saja. Nggak usah nambah lagi" ujar Langit dengan menitikan air mata. "Ini sudah kodratnya wanita mas,, aku kuat kok mas" ucap Senja sambil mengusap air mata yang menetes di pipi Langit. "Iya sayang,, kamu hebat" ucap Langit menciumi punggung tangan Senja. "Sudah pembukaan lengkap Bu Senja. BU Senja siap ya nanti mengikuti aba aba saya,jangan dulu mengejan sebelum saya mengatakan,oke" ucap Dokter Aila memberi arahan yang diangguki oleh Senja. "Rileks ya Bu,,, atur napas hirup dari hidung keluarkan lewat mulut ,, nah seperti itu . Diulang lagi ya" titah dokter itu. Langit yang melihat itu ikut mengikuti instruksi sang dokter yang mana justru membuat Senja tertawa ditengah kesaktiannya. "Mas kamu jangan ikut ikutan,,, aku nggak mau diikutin" ucap Senja "Iya sayang mas reflex" kata Langit membuat dokter dan suster yang ada disana ikut tersenyum, bersyukur ditengah ketegangan ini masih bisa di tersenyum. Tidak Lama setelah itu, Dokter memberi aba aba Senja untuk mulai mengejan. Dengan tiga kali tarikan napas akhirnya Senja mampu melahirkan bayi yang diimpikannya. oek,, oek,, oekk Suara bayi melengking memenuhi ruangan bersalin itu. "Alhamdulillah,,, selamat pak ,Bu. Bayinya berjenis kelamin laki laki,dengan kondisi lengkap" ujar sang Dokter. "Sayaang,, terimakasih kamu telah melahirkan putra tampan kita dengan selamat. Maafkan mas jika mas punya salah sama kamu Yank" ujar Langit mencium Senja dengan air mata yang menetes sedangkan Senja hanya bisa menganggukan kepalanya dan tersenyum sebagai jawaban. Senja juga menangis haru, dirinya masih tidak menyangka bisa melewati ini semua. Sungguh sangat bersyukur sekali atas kenikmatan yang baru saja dilaluinya. Sedangkan diluar ruangan Bu Ida ,Bu Ratna dan pak Gunawan yang mendengar tangisan bayi langsung mengucapkan syukur. "Alhamdulillah,, cucu kita sudah lahir" ujar Bu Ida. "Iya semoga Senja juga tidak apa apa" ucap Bu Ratna menimpali yang diangguki oleh Bu Ida. Sedangkan Pak Gunawan juga mengucapkan syukur yang amat tulus karena dirinya pernah menentang hubungan mereka berdua,namun mereka bisa melewatinya hingga detik ini. ****
Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
baguss banget
26/01
0soswet
20/01
0bagus ceritanya..😍😍
13/05/2025
0Lihat Semua