Siang hari disebuah restoran ada dua orang yang sedang makan bersama sambil merencanakan sesuatu. "Bagaimana apa kau setuju?" tanya seorang lelaki pada orang yang ada didepannya "Kau jangan gila ya,, aku tidak mau" tolak orang yang ada didepannya "Kau harus mau Lena,,, bukankah kau masih mencintainya. Jadi ini kesempatan untukmu" ujar lelaki itu memaksa Yah dia Lena mantan kekasih Langit. "Tapi dia sudah baik kepadaku dengan membiarkanku tinggal di apartemennya dan memberikan aku uang untuk kebutuhanku" jawab Lena Yah Lena tinggal di apartemen Langit dan Langit pula yang membiayai hidupnya dikarenakan semua fasilitasnya dicabut oleh papahnya bahkan butiknya pun dialihkan. "Bukankah kau sekarang sudah merusak rumah tangganya,, dengan kau hidup di biayai oleh Langit seperti simpanan" sentak orang itu "Jadi saya minta kamu lanjutkan saja tindakanmu itu dengan begitu kau akan menjadi nyonya Langit bukan seperti sekarang berkedok baik tapi sama saja" lanjutnya "Akan aku pikirkan" jawab Lena "Bagus,, gunakan kehamilanmu" ujar orang itu. Setelah merencanakan rencana jahat untuk Langit dan keluarga kecilnya,mereka segera pulang meninggalkan tempat itu. **** Lain halnya dengan Senja yang sedang menikmati makan siang bersama Ela temannya. "Haii,, aku datang" sapa Nunu yang baru saja menghampiri Senja dan Ela dituangkannya "Kamu kesini Nuu" tanya Senja Pasalnya sekarang Senja dan Ela makan di ruangannya tidak kekantor. "Iya nih aku disuruh nganterin teh jahe buat kamu" ucap Nunu sambil menyerahkan gelas yang berisi teh jahe hangat ke Senja "Siapa yang nyuruh kamu nganterin ini ke aku?,, tapi makasih loh. Hmmm enak banget" ucap Senja sambil menyeruput minuman yang diberikan Nunu kepadanya. "Si Boss" jawab Nunu sambil mendudukan dirinya di hadapan Senja "Ciee,, masih diperhatiin mantan" ledek Ela "Beneran mas Alan yang buat ini untuk aku?" tanya Senja memastikan "Iya,, tadi dia ke pantry sendiri abis itu nyuruh aku buat nganterin" jawab Nunu sambil memakan makanan yang dibawanya. "Masih sayang kali Nja" kata Ela "Ngga usah ngawur yah ngomongnya" ucap Senja "Susah move on pak Boss" sambung Nunu "Jangan gitu kalian,, ngga enak didengar sama orang lain nanti dikira beneran" ucap Senja "Tapi emang beneran masih sayang itu, buktinya masih perhatian gitu" kata Ela. "Udah sih jangan bahas itu terus,, aku jadi merasa bersalah banget" ucap Senja sendu "Iya maaf ya Nja" ucap Ela "Sudah-sudah mending kita abisin nih makanan nih" kata Nunu mengalihkan pembicaraan "Iya tidak apa-apa,, yasudah bilangin makasih sama mas Alan juga Nu" ujar Senja Lalu akhirnya mereka melanjutkan makan mereka diselingi dengan canda tawa hingga jam makan usai barulah Nunu kembali keruangannya. *** Nunu tengah berada diruangan atasannya sambil membacakan laporan hasil meeting. "Apa tadi Senja sudah meminumnya?" tanya Alan "Iya pak dan katanya terimakasih" jawab Nunu "Hemm" hanya gumaman yang Alan keluarkan "Emang Senja kenapa pak,, sampai bapak rela buatin teh spesial dari bapak" tanya Nunu kepo "Tidak apa-apa" jawab Alan singkat "Oh" hanya itu yang keluar dari mulut Nunu Lalu setelah itu Nunu berpamitan untuk kembali ke ruanganya. *** Sedangkan Langit kini tengah meninjau proyek yang bermasalah diluar kota . Memakan kurang lebih Dua jam setengah perjalanan dari kantor pusat yang ada di Jakarta. "Kenapa semuanya berantakan begini. Cari secepatnya Manager yang kabur membawa uang perusahaan dan untuk kedepannya saya akan menyuruh asisten saya yang menanganinya" ucap Langit ketika melakukan meeting dadakan. Setelah itu Langit pergi meninggalkan ruangannya diikuti sekretaris yang ada dikantor cabang. *** Malam telah menjelang,,, Senja sudah berada dirumah. Sambil menunggu suaminya,Senja memainkan ponselnya melihat-lihat media sosial yang sudah lama tidak ia buka. Ternyata ada pesan masuk lalu dibukanya satu persatu pesan masuk itu hingga ia menemukan pesan singkat dengan foto profil tidak asing. "Hai,, " itulah isi pesan tersebut. Dan Senja mengernyitkan dahinya "Sepertinya tidak asing" gumam Senja Belum juga Senja keluar dari aplikasi medsosnya, orang itu sudah mengirimi Senja pesan lagi. "Akhirnya kau buka juga pesanku,, apa kau masih belum mengingatku" tulis pesan itu Dan Senja hanya mengabaikannya tidak membalas pesan tersebut hanya membaca sekilas lalu menutupnya kembali setelah mendengar suara deru mesin mobil. Senja bergegas bangun untuk menyambut suaminya pulang. Setelah keluar dari mobil, Langit segera masuk kedalam rumahnya setelah memerintahkan sopirnya untuk beristirahat juga. "Bapak istirahat saja,, sudah malam saya juga tidak keluar lagi" titah Langit kepada pak Ahmad "Baik den,, terimakasih" jawab Pak Ahmad "Sama-sama pak" balas Langit lalu melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah dilihatnya sang istri tengah berjalan menghampirinya. "Sayaang kenapa belum tidur sih" ucap Langit setelah keduanya mendekat. Pasalnya ini sudah jam sebelas malam dan istrinya masih tetap menunggu kepulangannya. Padahal Langit sudah bilang untuk tidak menunggunya karena pasti akan pulang malam tetapi istrinya ini keras kepala. "Ngga apa-apa mas belum ngantuk juga,, lagian aku sendirian saja cuma sama bibi tadi" ucap Senja lalu menyalami Langit seperti biasa dan Langit pun mengecam kening Senja dengan Sayang. "Mas sudah makan?" tanya Senja kini keduanya tengah menaiki tangga menuju kekamar. "Sudah tadi di jalan sama pak Ahmad,, kamu sendiri sudah makan belum,, kalau belum mas temani yuk" tawar Langit "Aku juga sudah makan mas" jawab Senja "Yasudah mas mandi dulu ya" ucap Langit ketika sudah sampai dikamarnya. "Iya mas,, aku siapin bajunya ya" balas Senja Langit menuju kekamar mandi sedangkan Senja mengambilkan pakaian suaminya di lemari lalu diletakan dipinggiran ranjang. ***
Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
baguss banget
26/01
0soswet
20/01
0bagus ceritanya..😍😍
13/05/2025
0Lihat Semua