31

Setelah kepergian Langit kini Senja hanya berdua dengan Dion tapi itu tidak lama karena kedatangan seseorang.
"Hai,, kita bertemu lagi" sapa seseorang itu yang langsung duduk disamping Senja dan itu membuat Dion yang berada didepan Senja mengernyitkan dahi heran.
"Siapa Lo?" tanya Dion pasalnya Dion baru melihat laki-laki itu disalah satu keluarga Langit
Pertanyaan Dion tidak di gubris oleh lelaki itu, lelaki itu justru mengajak bicara Senja lagi dan itu membuat Senja risih apalagi dengan duduk lelaki itu yang dekat dengannya.
"Apa kamu lupa denganku?" tanyanya
" Maaf tapi saya tidak mengenal Anda" jawab Senja sopan karena sudah pasti orang yang berada di rumah utama Langit itu masih saudaranya.
"Padahal kita baru ketemu kemarin loh,, masa sudah lupa" ucap lelaki itu
"Lo mendingan pergi deh sebelum pawangnya dateng,, lagian Lo siapa sih main nimbrung aja" ujar Dion yang sudah khawatir Langit akan melihat istrinya digoda orang lain.
"Tidak perlu ikut campur urusan saya" sentak lelaki itu.
"Tentu saja ini urusan saya juga, karena dia istri dari boss saya yang sudah seharusnya saya jaga dari lelaki seperti Anda karena ini perintahnya" balas Dion tak kalah sengit.
"Kak Dion mendingan kita pergi saja" sela Senja yang sudah berdiri dari tempat duduknya.
"Maaf kami permisi" pamit Senja kepada lelaki itu.
Lalu akhirnya Dion dan Senja meninggalkan lelaki itu yang masih mengepalkan tangannya.
"Ternyata dia istri Langit, kenapa Langit selalu lebih unggul dariku. Bukankah Lena kekasih Langit tapi kenapa Langit malah sudah punya istri. Padahal saya sudah menghancurkan Lena tapi sepertinya tidak berpengaruh. Tunggu saja rencanaku Lang" gumam lelaki itu.
****
Senja dan Dion kini menyusul Langit keruang kerja karena orang-orang pada sibuk ngobrol dan Senja merasa pusing jadi Bu Ratna menyuruh menantunya itu untuk istirahat.
"Kamu kenal laki-laki tadi Nja?" tanya Dion ketika mereka sedang berjalan untuk menyusul Langit.
"Kemarin aku ngga sengaja nabrak orang itu di toilet umum di mall" jawab Senja
"Siapa namanya?" tanya Dion lagi
"Duuh lupa kak,, soalnya aku ngga begitu merhatiin waktu dia ngajak kenalan" jawab Senja
"Gimana sih Nja,, kalau Langit tau bisa gawat ini" ucapan Dion terhenti oleh suara seseorang yang menyelanya.
"Apanya yang gawat?" tanya Langit yang sudah berada didekat istrinya dan Dion
Dan itu membuat Senja maupun Dion gelagapan ingin menjawab apa.
"Ah,, mas sudah selesai?" ucap Senja mengalihkan pembicaraan.
"Sudah Sayaang,, kenapa kamu kesini heem?'' tanya Langit
"Kepala aku pusing banget mas liat orang banyak" jawab Senja
"Yasudah kamu istirahat di kamar saja ya,, ayo mas antar" ajak Langit sambil merengkuh istrinya.
"Gue gimana?" tanya Dion
"Kembali ke taman samping sana,, bukannya kamu suka makan mumpung gratis" ledek Langit
"Yasudah gue kesana lagi" jawab Dion lalu pergi meninggalkan sepasang suami istri yang sedang bermanja-manja.
Dan Dion merasa lega karena Langit tidak menanyakan yang tadi sedang dibicarakan bersama Senja.
Sedangkan Langit kini membawa istrinya kekamar.
"Kamu kenapa sayang,, mas pijitin ya" tawar Langit memijat lembut kepala Senja.
"Aku kangen sama mas" kata Senja sambil menikmati pijatan suaminya.
"Kamu sakit Yank?" tanya Langit heran pasalnya tidak seperti biasanya istrinya seperti ini
"Emang kalau kangen harus nunggu sakit mas" ucap Senja
"Ya ngga lah Yank,, mas malah seneng kamu seperti ini" kata Langit jujur.
"Sudah mas sini baring bareng aku" ucap Senja menghentikan pijatan Langit lalu menyuruh suaminya berbaring disisinya.
"Emang sudah ngga pusing?" tanya Langit lalu ikut berbaring disamping istrinya.
"Engga,,kan sudah ada obatnya" Jawab Senja
"Apa?" tanya Langit
"Aroma kamu mas'' jawab Senja
" Aromanya saja orangnya tidak?" goda Langit
"Semuanya yang ada pada diri mas" ucap Senja sambil memeluk dan menyembunyikan wajahnya dileher sang suami.
"Jangan gini Sayaang,, kamu mau melayani mas sekarang padahal dibawah lagi banyak orang" kata Langit yang sudah menahan hasrat karena Senja terus membangunkan geloranya
"Tidak masalah" balas Senja
"Beneran?" tanya Langit memastikan
"Heem" gumam Senja
Lalu Langit mulai mencium dari kening,mata,hidung,pipi hingga terakhir bibir istrinya yang sudah menjadi candu.
Tidak sampai disitu Langit juga menyusuri leher Senja hingga kebawah sampai akhirnya mereka melakukan apa yang biasa dilakukan sepasang suami istri.
****
Hari sudah semakin sore Langit dan Senja baru selesai membersihkan diri.
"Sayaang kita turun sekarang yah,, pasti sebagian sudah pada pulang. Kita makan siang dulu" ajak Langit
''Tapi mas rambut aku masih basah,, kamu sih ngga punya Hairdryer,, pinjemin ke Mama mas" gerutu Senja
"Sudah ngga apa-apa sayang,, nggak usah malu lagian sama suami sendiri ini" ucap Langit
Akhirnya mereka turun dengan Senja yang terus menggerutu.
Benar dugaan Langit sebagian sudah ada yang pulang karena jika dilihat tidak seramai tadi saat mereka pergi meninggalkan tempat itu.
"Aduuuh yang siang-siang basah-basahan" goda Mentari kakak Langit
"Iya lah seger" jawab Langit santai berbeda dengan Senja yang pipinya sudah merona karena malu.
"Sayang,, kamu tunggu sini biar mas yang ambilin makan" pinta Langit
"Iya mas" jawab Senja
"Nah gitu dong sama istri perhatian, pengertian kan sudah dikasih jatah" goda salah satu kerabat Langit tapi Langit tetap santai tidak menghiraukan godaan saudara-saudaranya.
"Sudah jangan di goda terus,, nanti mantu aku malu" sela Bu Ratna membela Senja.
Lalu semuanya kembali mengalihkan obrolan.
Semua tidak ada yang menyadari tatapan salah satu seseorang yang memperhatikan perlakuan Langit terhadap Senja.
Orang itu tersenyum sinis menatap kearah Langit tapi tidak disadari oleh Langit.
***
jangan lupa LIKE, komen dan subscribe ya

Komentar Buku (565)

  • avatar
    KhotimahHusnul

    baguss banget

    26/01

      0
  • avatar
    Oyow Suk

    soswet

    20/01

      0
  • avatar
    KuswardaniDiah

    bagus ceritanya..😍😍

    13/05/2025

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru