27

Dua bulan berlalu itu artinya pernikahan antara Langit dan Senja sudah menginjak bulan ke tujuh.
"Mas,, aku kenapa belum hamil juga ya" keluh Senja ketika keduanya tengah duduk di ruang keluarga.
"Sabar sayang ,, jangan terlalu dipikirkan" ucap Langit yang selalu menjadi penenang istrinya.
"Oh iya besok malam ada acara keluarga dirumah utama" lanjut Langit mengalihkan pembicaraan.
"Iya aku ngga lupa kok mas" jawab Senja
"Kamu ngga belanja baju buat acara besok?" tawar Langit
"Hemmmm,, gimana ya mas" fikir Senja
"Belanja saja yuk,, mas temenin" ajak Langit
"Sekarang?" tanya Senja
"Iya dong sayang masih belum terlalu malam, cukup lah" ucap Langit.
"Yasudah aku ganti baju dulu ya mas" pamit Senja
"Jangan cantik-cantik ya sayang" jawab Langit
"Apaan sih mas" balas Senja lalu melangkahkan kaki menuju kekamarnya untuk berganti pakaian.
Setelah selesai berganti pakaian lalu Senja segera menyusul suaminya kembali yang masih berada diruang tengah.
"Mas ngga ganti?" tanya Senja
Yah pasalnya Langit hanya memakai celana pendek dan kaos oblong meski demikian tidak mengurangi ketampanannya.
"Ngga usah lah Yank" jawab Langit
Keduanya lalu berangkat dengan menaiki mobil.
Cukup menempuh waktu beberapa menit mereka telah sampai disalah satu mall di Jakarta.
Mereka keluar mobil dengan Langit menggandeng tangan Senja.
Lalu mereka memasuki setiap toko yang menjual pakaian dan aksesoris lainnya.
Setelah berkeliling dan mereka sudah menemukan yang mereka cari, Langit dan Senja memutuskan untuk mampir disalah satu cafe untuk sekedar minum coffe menghilangkan lelah.
Pesanan pun telah Langit dan Senja menikmati minuman yang tersaji dimejanya.
Sampai seseorang memanggil Langit.
"Lang" panggil seseorang itu
Langit dan Senja pun sontak menoleh kearah sumber suara.
"Ya" jawab Langit
"Apa kabar?" tanya seseorang itu
"Seperti yang kau lihat" jawab Langit datar
"Apa dia kekasihmu?" tanyanya lagi
"Bukan" jawab Langit singkat
Dan itu membuat Senja merasa tidak diakui sebelum Langit melanjutkan perkataannya.
"Lalu?" tanya Seseorang itu dengan ingin tahu
"Dia mantan kekasihku yang dulu pergi meninggalkanku karena sebuah ancaman" jawab Langit
"Apa dia Senja" ucap Dea
Yang seseorang itu Dea mantan kekasih Langit semasa kuliah sebelum berpacaran dengan Senja. Dea yang dulu mengadu ke papahnya dan papahnya mengancam Pak Gunawan papah Langit sehingga pak Gunawan menyuruh Senja untuk memutuskan Langit dengan alasan perjodohan.
"Tentu saja dia Senja , dia bukan kekasihku lagi melainkan istriku" jawab Langit sambil merangkul dan mencium kening Senja dihadapan Dea.
Dea yang melihat perlakuan manis Langit terhadap Senja tidak mengatakan apa-apa lagi, Dea langsung pergi begitu saja meninggalkan meja yang ditempati Langit dan Senja.
Setelah kepergian Dea barulah Senja bersuara.
"Apa perempuan tadi juga mantan kekasihmu mas?" tanya Senja
"Dia Dea,, sayang" jawab Langit
"Dea yang dijodohkan sama mas kan?" tanya Senja lagi
"Heem" jawab Langit
"Berarti mantan kamu kan mas" kata Senja
"Iya sayang" jawab Langit apa adanya
"Mantan kamu banyak ya mas" ucap Senja
"Cuma tiga sayang" ucap Langit santai
"Siapa saja mas?" tanya Senja penasaran
"Dea,Lena sama seseorang yang selalu di hati aku" jawab Langit
"Apa kamu masih mencintainya" tanya Senja dengan menahan sesak di dada ternyata suaminya masih menyimpan nama mantan dihatinya.
"Masih,, hingga sampai saat ini mas masih sangat mencintainya dan tidak akan tergantikan" ucap Langit
"Lalu aku bagaimana mas" ucap Senja
''Maksud kamu gimana sayang?'' tanya Langit bingung
"Apa mas tidak mencintaiku lagi?" tanya Senja dengan air mata yang sudah menganak sungai
"Tentu saja mas mencintaimu sayang" jawab Langit yang masih belum mengerti perasaan istrinya
"Lalu kenapa mas masih mencintai mantan mas juga,, apa itu artinya aku bukan satu-satunya di hati mas" ucap Senja yang sudah mengeluarkan air matanya.
"Kenapa kamu nangis sayang,, apa mas berbuat salah sama kamu?" tanya Langit seakan tidak terjadi apa-apa sambil mengusap air mata yang menetes di pipi istrinya.
"Stop mas,, jangan berpura-pura lagi jika memang mas masih mencintainya kenapa mas mau menikahiku,, harusnya mas biarkan saja waktu itu aku menikah dengan mas Alan" ucap Senja dengan sesenggukan.
"Kamu ngomong apa sih Yank,,, mas ngga akan relain kamu menikah dengan lelaki lain,, hanya mas yang boleh memiliki kamu'' kata Langit dengan suara naik satu oktaf sehingga menjadi pusat perhatian pengunjung yang ada di cafe tersebut.
"Aku mau pulang sekarang" pinta Senja dan Langit mengiyakan setelah mengeluarkan uang yang dia taruh diatas meja untuk membayar yang mereka pesan tadi setelah itu Langit dan Senja segera pergi meninggalkan tempat itu.
Sesampainya di mobil keduanya tidak ada yang membuka pembicaraan.
Langit yang masih emosi atas perkataan sang Istri dan Senja yang masih dilanda cemburu.
Sebenarnya keduanya sama-sama cemburu dengan berbeda masalah.
Hingga sampai dirumah baik Senja maupun Langit belum saling bicara bahkan sampai saat akan menjelang tidur.
Yang biasanya mereka tidur saling berhadapan bahkan saling memeluk kini keduanya tidur saling memunggungi.
Sebenarnya baik Senja maupun Langit belum ada yang bisa memejamkan mata. Mereka sama-sama gengsi dan keras kepala tidak ada yang mau mengalah.
Karena hingga semakin larut belum bisa memejamkan mata akhirnya Langit dan Senja membuka suara secara bersamaan.
"Mas,,"
"Yank,,"
"Kamu duluan" ucap Langit
"Mas saja duluan" balas Senja
Lalu akhirnya keduanya duduk berdampingan diatas ranjang dengan bersandar di kepala ranjang.
"Kamu saja Yank ,," titah Langit lagi
"Apa benar yang mas katakan tadi bahwa mas masih mencintai mantan mas?'' tanya Senja masih dengan pertanyaan yang sama
" Iya" jawab Langit
"Siapa mantan mas yang masih mas cintai?" tanya Senja.

Komentar Buku (565)

  • avatar
    KhotimahHusnul

    baguss banget

    26/01

      0
  • avatar
    Oyow Suk

    soswet

    20/01

      0
  • avatar
    KuswardaniDiah

    bagus ceritanya..😍😍

    13/05/2025

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru