Tapi semuanya terlambat, sungguh sesak melihat senyum yang ditampilkan Senjanya itu kepada orang lain , meskipun ia tahu itu calon suaminya. **** Kini Langit tengah berada dikamar apartemen nya , Langit membatalkan untuk memantau proyeknya. "Arrghhh,,, " Pyaar,,,, Suara teriakan Langit dan pecahan benda yang sengaja di pecahkan itu memenuhi kamar apartemen Langit. Disana Dion juga menemani Langit tapi di luar kamar. Dion berusaha menenangkan Langit. "Lang ,, gue masuk yaa" Tidak ada jawaban , Akhirnya Dion masuk ke kamar Langit. Pemandangan pertama yang dilihat Dion adalah kamar Langit yang berantakan, seperti kapal pecah. Dilihatnya juga Langit yang tengah terduduk di lantai dengan tangan berdarah. "Lang diobatin dulu ya tangannya,, nanti infeksi" kata Dion sambil meraih tangan Langit untuk di bersihkan. "Belum terlambat Lang,,lo masih bisa bicara baik-baik" kata Dion memberi saran "Bicara baik-baik seperti apa yang Lo maksud Dion,,, biarpun gue bicara sebaik mungkin. Itu tetap akan menyakitinya. Dia sudah seperti Abang buat gue. Dan gue juga nggak mau masalah ini membuat hubungan keluarga kak Mentari bermasalah" kata Langit dengan mata memerah. "Kalau Lo nggak mau ngomong ya udah,, intinya gue udah ngasih saran sebelum terlambat. Jangan sampai Lo bunuh diri ditinggal nikah, apalagi mereka nikah sebentar lagi. Kendalikan perasanmu Lang, pikirkan baik-baik" ucap Dion sambil melangkah keluar meninggalkan Langit agar bisa berpikir. "Kakak rindu kamu yang,, kakak sakit tapi kakak juga senang karena ternyata kamu jadi orang sukses.sungguh kakak ingin memilikimu, rasanya lebih sakit dari yang dulu kamu mutusin kakak" gumam Langit sambil terisak. *** Hari pernikahan Alan dan Senja sudah semakin dekat, dan itu membuat Langit semakin hancur. Langit sudah tidak mempedulikan hubungannya dengan Lena. Yang ada dipikiran Langit sekarang hanyalah menyesali apa yang terjadi. Andaikan Langit tau dari awal kenapa Senja memutuskannya yaitu karena ancaman sang papah. Langit pasti tidak akan melepaskan Senja, Langit akan memperjuangkan Senja dihadapan sang papah. Tapi saat itu Senja bilang sudah tidak mencintainya, Langit tidak bisa memaksa saat itu. Yah Langit tau alasan Senja memutuskannya karena ancaman sang papah mendengar sendiri pembicaraan papahnya dan mamahnya saat itu __Flashback on__ Setelah Langit mengamuk di apartemennya malam itu, Langit mendengarkan saran Dion untuk mencoba membicarakan baik-baik. Dan saat itu Langit pulang kerumahnya dan tidak sengaja mendengar percakapan kedua orangtuanya. "Papah tau,, ternyata calon istri Alan itu gadis yang dicintai putra kita sampai sekarang" kata Bu Ratna " Senja maksud Mama" tanya pak Gunawan "Papah kenal? " tanya balik Bu Ratna "Yah,, papah yang sudah menyuruh gadis itu untuk meniggalkan Langit karena dia tidak sepadan dengan putra kita" jawab pak Gunawan santai "Papah kok gitu,, tapi kan kebahagiaan putra kita ada pada gadis itu, kenapa papah tega melakukannya. Apa papah tidak lihat perubahan putra kita setelah ditinggalkan gadis itu, apalagi kalau sampai Langit tau kalau gadis yang dicintainua akan menikah " cecar Bu Ratna . Bu Ratna sangat kecewa dengan suaminya. Langit pun demikian, setelah mendengar kalimat papanya langsung pergi meninggalkan tempat itu. __flashback off__ Sungguh Langit sangat kecewa dengan papahnya,, tapi Langit juga lebih kecewa kepada dirinya sendiri yang tidak bisa berbuat apa-apa. Setelah dipikirkan lagi Langit tidak ingin membuat keluarga sang kakak hancur karena dirinya jika dia berusaha membatalkan pernikahan adik iparnya. Saat ini Langit tengah duduk di taman seorang diri. Taman yang menjadi saksi perpisahannya dengan Senja. "Sayaang ,, kembalilah" gumam Langit sambil memejamkan mata. "Kakak" panggil seseorang dibelakang Langit. Yah Senja juga sedang berada di taman itu dan kebetulan Senja melihat Langit. Senja pun menghampiri Langit , Senja tidak ingin nantinya ketika dia membuka lembaran baru dengan suaminya ada kesalahpahaman. Dan Senja akan meminta maaf dengan Langit yang kebetulan bertemu disini. Langit yang mendengar suara familiar itu pun langsung menoleh kebelakang. "Senja,," gumam Langit ketika melihat Senja. "Kakak disini" tanya Senja mencoba bersikap biasa. "Iya" jawab Langit datar. Sungguh Langit sedang mengendalikan perasaanya,karena yang dihadapannya kini adalah calon istri orang. Bagaimanapun juga Langit masih mencintai Senja nya itu. "Apa kakak marah padaku " tanya Senja lagi sambil duduk di sebelah Langit tanpa dipersilahkan. "Kakak tidak ada hak untuk marah nja,," jawab Langit "Maafkan aku kak" ucap Senja "Apa kita tidak bisa merubah takdir" kata Langit "Maksud kakak" tanya Senja "Kakak masih sangat mencintai kamu Senja,, kakak hancur sakit saat tau bahwa kau tunangan orang lain bahkan kau akan menikah. " ucap Langit dengan gemetar. "Maafkan aku kak,, tapi keluarga kakak tidak merestui hubungan kita" jawab Senja dengan berkaca-kaca. "Boleh kakak memelukmu,, sebelum kau benar-benar menjadi milik orang lain" tanya Langit Dan Senja mengangguk Mereka berpelukan di taman itu tanpa melihat sekitar bahwa disaksikan sepasang mata seseorang yang mereka kenal. Sungguh cinta tak harus memiliki,sama halnya dengan Langit dan Senja yang tidak bisa bersatu hanya karena terhalang oleh restu. Sebenarnya bukan hanya karena Restu tapi takdir yang menentukan. Kini Langit hanya bisa pasrah oleh keadaan dan takdir yang tidak berpihak kepadanya. Sungguh Langit sangat kecewa pada dirinya sendiri yang tidak bisa berbuat apa-apa untuk meraih cintanya.
Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
baguss banget
26/01
0soswet
20/01
0bagus ceritanya..😍😍
13/05/2025
0Lihat Semua