Leo POV Semenjak perdebatanku dengan Angel, aku berulang kali berniat untuk meminta maaf namun karena masalah pekerjaan yang tiba – tiba membuatku kehilangan moment untuk mengutarakannya ditambah lagi ponselku rusak saat kejadian tempo hari. Aku harus berhadapan dengan musuh bisnisku yang hampir merenggut nyawaku. Ia mencoba membuatku celaka dengan menyewa pembunuh bayaran saat aku sedang menghadiri sebuah peresmian hotel baru di London. Musuhku adalah Robert, laki – laki tua yang tega menipu sahabatnya sendiri demi menguasai bisnis yang sudah dibangun bersama semasa hidup orangtuaku. Ia adalah sahabat orangtuaku, bahkan ayahku sudah menganggapnya seperti saudara namun ia menghianati kepercayaan mereka. Semenjak orangtuaku meninggal aku harus benar – benar belajar, kehilangan masa mudaku demi melanjutkan bisnis ini kalau tidak Robet akan merebut semuanya. Saat di Londonpun aku tetap memantau keadaan Angel diIndonesia. Aku meminta orang – orangku untuk mengawasinya. Bahkan kemarin aku mendapat kabar bahwa sosok perempuan yang aku cari selama 20 tahun adalah Angel. Aku merasa Tuhan memang menakdirkan aku untuk Bersama Angel. Setelah semuanya selesai, aku langsung berangkat pulang ke Indonesia. Aku sudah tidak sabar bertemu dengannya. Sesampainya di Indonesia aku langsung berangkat ke Bandung, karena menurut orang – orangku ternyata Angel sedang berada disana. Aku mendatanginya tanpa ia tahu ternyata hotel tempatnya menginap adalah hotel milikku. Aku menghubunginya dengan nomer baruku, aku berpura – pura menanyakan dimana ia berada, padahal kamarku dan ia hanya berjarak 5 langkah. Aku tidak sabar melihat ekspresinya. Aku telpon Angel untuk memberi tahu bawa aku sudah didepan kamarnya, saat ia membuka pintu aku terpana dengan penampilannya saat ini. Terlihat seksi dengan kaos kebesaran, celana jeans pendek dan rambut basah berantakan. Aku ingin sekali langsung memeluknya namun aku menahannya. Ia mempersilahkanku masuk, kami masih sedikit canggung. Aku mengalihkan pembicaraan saat dia tanya kenapa aku tahu nomer kamar ia menginap. Aku ingin mengajaknya kesuatu tempat yang dari dulu ingin aku membawanya kesana. Aku menunggunya berdandan, ia tampak lucu dan menggemaskan. Bagaimana aku tidak tertarik padanya jika ia berperilaku seperti itu, jika aku sudah menjadi kekasihnya aku tidak menyia – nyiakan waktu untuk keluar hotel, cukup aku menghabiskan waktu disini berdua dengannya. Cukup sekarang itu hanya menjadi fantasiku. Aku membawanya kerumah orang tuaku dulu, disana aku tumbuh sampai aku dipindahkan kejakarta karena usaha orangtuaku berkembang pesat. Rumah ini sudah kosong cukup lama, terakhir aku disini setelah kematian orangtuaku, aku menyimpan semua barang – barang mereka disini. Aku menuntun Angel kekamarku, ia tampak bingung kenapa aku membawanya. Aku ambil album foto kearahnya, aku memintanya membuka, raut wajahnya tampak berubah. Berkali – kali ia menengok kearahku nanum aku hanya tersenyum, Aku harap ia mengenalku, batinku. “ Kamu?” ucap Angel sambil melihat kearahku aku mengangguk dan tersenyum. “ Aku bener – bener ga nyangka anak cupu yang dulu aku tolong itu kamu” “ Aku ga cupu, aku hanya tidak suka berurusan dengan mereka” jawabku membela diri “ ya ya ya” “ Kamu benar – benar mengingatku?” “ Tentu saja” jawabnya sambil membolak – balik album fotoku Aku menari tangannya dan membuatnya melihat kearahku. “ Cuma begitu?” Angel mengerutkan keningnya “ Ih musti bagaimana?” Aku cemberut dan melepaskan genggamannya. Ternyata hanya aku yang menganggap masa kecil kami istimewa. Aku mulai kecewa dengan respon Angel. Angel Kembali meraih tanganku, aku masih enggan melihat wajahnya. “ Lihat aku” ucap Angel sambil menyentuh wajahku “ Cepat lihat” ucapnya lagi “ Aku minta maaf” ucapnya lirih. Aku menoleh kearahnya “ Maafkan aku atas kejadian tempo hari, aku tidak bermaksud marah padamu. Dan aku juga minta maaf karena tidak mengenalimu Leo” Aku masih memandangnya lekat, tidak ada komentar apapun dariku. “ Mau memaafkanku?” Angel Kembali menekan pipiku dengan kedua telapak tangannya yang masih bertengger disana. Aku menjawabnya dengan anggukan, Angel tersenyum dan memelukku. Aku membalas pelukannya, pelukan kami berlangsung cukup lama sampai akhirnya Angel sadar dan melepas pelukanku. “ Hmmm maaf” “ Kenapa minta maaf, sini peluk lagi” ucapku “ Enak aja, awas aku mau ketoilet” Angel berdiri kearah belakang. “ Ngel, toilet kearah sana” ucapku Angel yang tersipu malu langsung berbelok kearah yang aku tunjukkan. Aku sedang menyiapkan makan siang untuknya, aku meminta semua pelayanku untuk istirahat karena aku tidak mau mereka mengganggu kami. Angel keluar dari toilet dan mendekat kearahku yang sedang menuangkan jus Melon kedalam gelas. “ Kamu buat apa ?” “ Jus untukmu” “ Kenapa repot – repot, aku kira tadi ada pelayan” “ Aku meminta mereka untuk istirahat, apa kamu kira aku tidak bisa membuatkanmu makanan?” “ Baiklah” ucap Angel sambil meminum jus Melon yang aku berikan Tak lama ponsel Angel berdering. Angel meminta izin untuk mengangkatnya dan aku mengangguk. “ halo, kenapa?” “ Aku lagi keluar sebentar” “ kenapa harus aku si?” “Oke aku kesana sekarang” Aku hanya mendengar ucapan Angel, aku tidak tau apa yang mereka bahas. Angel Kembali duduk didekatku. “ Kenapa?” “ Aku harus Kembali kehotel” “ Ada masalah?” “ Ga, aku tiba – tiba diminta mengisi acara seminar besok. Dokter seniorku tidak bisa hadir karena ada operasi mendadak” “ ya sudah ayo aku antar” Aku menunggu Angel mengambil tasnya dikamar, sambil menunggu aku mengambil sesuatu yang sudah aku siapkan dari jauh hari untuk Angel. Aku meletakannya didalam mobil. 1 jam perjalanan kini aku sudah sampai diloby hotel, aku tidak ikut turun karena harus menyiapkan sesuatu. Aku memberikannya sebuah kotak yang sudah aku siapkan. “ Untukmu” “ Apa?” “ Pakai besok malam ya, aku jemput setelah kamu selesai seminar” “ Terimakasih” ucapnya “ Sudah sana, mereka sudah menunggumu” Aku mengusap kepalanya, dan angel keluar dari mobil. Ia berbalik melambaikan tangan kearahku dan aku tersenyum kearah sepion saat meninggalkan Loby. Author POV Angel berlari kearah aula yang sudah disiapkan untuk seminar besok. Teman – temannya sudah lama menunggunya, Angel meletakan kotak dan tasnya dimeja. “ Maaf lama” “ Dari mana si Ngel “ tanya Cantika “ Ada urusan sebentar” “ Sama siapa, jangan bilang sama Erik” “ Ih kenapa masih bahas dia” ucapku malas “ makanya aku tanya, memastikan” “ Kamu kan tahu sendiri masalahnya” “ Iya iya udah, ni materi buat besok” “ Lagian kenapa musti aku si Tik, kamu ajah” “ Ga bisa, dokter yang lain udah vote” “ Curang” “ Salah siapa ga ikut meeting” “ hmmm, kamu kesini sama siapa, katanya mau ikut aku kenapa semalam batalin?” “ Sama seseorang” “ Ciee siapa?” “ Cuma teman Ngel, itu juga terpaksa” “ Terpaksa apa terpaksa “ goda Angel “ Aku mau cerita tapi nanti malam ajah ya, nanti aku tidur dikamarmu” “ hmm jadi penasaran”
Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
ceritanya menarik bgttttt
25/07/2025
0bagusss bangett👍👍
17/04/2025
0bagus bangett kak
13/04/2025
0Lihat Semua