Setelah kepulangan Henny dari rumah sakit, Kennan langsung memberitahukan pelayan yang ada di rumahnya untuk menjaga istrinya dengan baik agar tidak terlalu lelah. Ia pun menitipkan istrinya kepada Bi Inah untuk selalu berada di samping istrinya. Tak lama ia pun berpamitan pada istrinya untuk pergi sebentar, ia pergi menggunakan mobil sedan yang berwarna hitam, Henny yang melihat suaminya pergi menggunakan mobil seketika menghilang dari pandangannya, ia hanya mengusap-usap perutnya yang masih rata. Kennan menyetir mobilnya sendiri tanpa diantar oleh supir seperti biasanya, itu karena ia ingin bertemu dengan Amel, ia langsung mengambil teleponnya untuk menghubungi wanita simpanannya itu. Kamu di mana sekarang? Aku lagi rumah Mas, kamu kangen ya sama aku? Apa kamu ada waktu, Mas mau ketemu sama kamu Ok Mas, kita ketemu di tempat biasa ya, Mas. Setelah mendengar ucapan Amel, ia langsung mematikan panggilan secara sepihak, mobilnya langsung melaju untuk pergi ke tempat biasa ia bertemu dengan Amel, tentu saja ia tidak sabar lagi bertemu wanita yang sudah melukai istrinya itu, emosinya sudah tidak bisa ia tahan lagi. Setelah sampai di sebuah apartemen milik Amel yang sengaja wanita itu beli untuk bertemu dengannya, tidak seorangpun yang tahu tempat tersebut kecuali dirinya dan Amel. Setelah memencet tombol bel berkali-kali tak lama sosok Amel muncul dengan senyuman seperti biasanya jika menyambut kehadiran Kennan. Kennan langsung masuk ke apartemen milik Amel dengan cepat, wanita itu pun menutup pintu tersebut lalu menyusul pria yang sudah terlebih dahulu menuju ke ruang tamu miliknya itu. Kennan yang sedang berdiri membelakanginya, wanita itu dengan manja nya memeluk tubuh Kennan dari belakang tetapi pria itu dengan kasar melepaskan tangan Amel yang memeluk tubuhnya, membuat wanita itu begitu kaget dengan apa yang dilakukan oleh pria itu. Plak Sebuah tamparan yang cukup keras mengenai pipi putih milik Amel sampai membuat bekas tamparan itu terlihat jelas. Wanita itu hanya kesakitan dengan tamparan tersebut, ia masih memegangi pipi yang terkena tamparan. “Maksud kamu apa, menculik istriku seperti itu?” bentak Kennan yang marah dengan tindakan yang dilakukan oleh Amel, membuat istrinya trauma karena diculik. Dengan mata yang memerah karena menangis dan juga menahan sakit di pipinya Amel tentu saja tidak tinggal diam dengan apa yang dilakukan oleh Kennan. “Karena wanita itu sudah merebut ,Mas Kennan dari aku, Mas!” ucapnya menyalahkan Henny yang sudah menjadi istri dari Kennan, ia begitu marah dengan perubahan Kennan setelah menikah dengan Henny, membuat pria itu tidak seperti dahulu lagi. “Dia bukan merebut Mas, dari kamu Mel, dia istriku, istrinya sah ku, sedangkan kau siapa?” ucapnya mempertanyakan status dari Amel yang bukan siapa-siapa baginya, Amel hanya sekedar wanita simpanan dari Kennan yang berani menyakiti istri sahnya. Ia menyunggingkan senyumnya tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Kennan, bisa-bisanya pria itu menjadi berbalik mencintai wanita itu, padahal ia berjanji pernikahan Kennan hanya kedok agar hubungan mereka tak di ketahui oleh orang lain. “Istri Mas? Mas, janji sama aku dulu sebelum menikahi wanita itu, hanya sekedar agar hubungan kita tak di curigai orang lain, sekarang Mas malah menyukainya?” “Kau harusnya tidak menyakiti Henny, jika aku berubah kau bisa katakan pada ku agar aku sadar dengan sikapku.” Jelasnya ia tak ingin Amel terus menyakiti Henny, yang menurutnya tidak bersalah, hanya Amel saja yang terlalu cemburu dengan adanya Henny yang menjadi istrinya sekarang. “Kau pikir aku bodoh, Mas, sama seperti dengan istrimu itu.” Ia tak percaya dengan yang diucapkan oleh Kennan, ia mengetahui jika pria yang ia cintai itu sudah berpaling mencintai Henny dibandingkan dirinya, tentu saja ia tidak terima dengan itu, ia yang sudah menikah terlebih dahulu dengan suaminya Natan Regata sudah hampir 3 tahun tetapi belum sama sekali berubah mencintai Kennan. Namun Kennan baru beberapa minggu menikah sudah mengubah sikap bahkan perasaannya terhadap dirinya, begitu mudahnya pria itu mencintai wanita lain. Kennan yang tersulut emosi mengangkat tangannya lagi, ingin menampar wanita yang ada di hadapannya. “Tampar Mas, ayo tampar lagi, kau pikir aku takut, Mas!” Tantangnya saat melihat Kennan hendak menamparnya tetapi tertahan, pertama kalinya pria itu menamparnya karena Henny bagaimana ia percaya apa yang diucapkan oleh Kennan itu benar. Tak ingin menampar Amel sekali lagi, dia langsung mengarahkan tangannya meninju-ninju tembok yang tak jauh darinya untuk melampiaskan amarahnya. Amel yang selalu penurut padanya sekarang menjadi pembangkang. Setelah puas dengan apa yang ia lakukan ia pun keluar dari apartemen Amel, ia tak ingin berlama-lama ribut dengan wanita tersebut. Ia tak tahan dengan apa yang terjadi antaranya dengan Amel. Ia langsung melajukan kendaraan pergi , ia langsung pulang ke rumah tak ingin berlama-lama meninggalkan istrinya sendirian walaupun banyak pelayan itu tak membuatnya tenang. Ia akan tenang jika wanita itu terlihat baik-baik saja. Mobil sedan itu sudah sampai di halaman rumahnya, langsung turun dari mobilnya lalu menuju ke dalam rumah, saat ia memasuki ruangan tamu terlihat kosong tak ada istrinya, ia langsung menuju ke ruang keluarga dimana ada suara televisi menyala. Ternyata istrinya sedang tertidur di atas sofa berwarna krim. Ia hanya menggelengkan kepalanya karena melihat istrinya yang nyenyak di sana, tak lama wanita paruh baya perlahan mendekatinya. “Maaf Tuan, Nyonya bilang ingin menunggu Tuan pulang,” ucapnya mengatakan bahwa Henny dengan sengaja ingin menunggu Kennan pulang, tak disangka wanita itu sampai tertidur di sofa. “Tidak apa-apa, saya akan membawanya ke kamar,” “Baik Tuan, saya permisi dulu,” ucapnya dan di angguki oleh Kennan, Bi Inah pun langsung pergi meninggalkan majikannya yang berada di ruang keluarga itu. Ia langsung mendekati sofa yang sedang ditiduri oleh Henny, ia langsung membopong tubuh wanita dengan perlahan mengangkat tubuh mungil istrinya. “Ternyata kamu berat juga.” Gumamnya saat menggendong tubuh istrinya, ia kira istrinya ringan seperti biasanya tetapi sekarang berat badannya semakin berat mungkin karena wanita itu sedang hamil, pasti pola makannya mulai bertambah sejak hamil. padahal perutnya pun belum besar. Ia sedikit kesulitan mengangkat tubuh Henny dari lantai satu ke lantai dua, dengan sekuat tenaga menopang tubuh istrinya. Sesampai di kamar ia langsung meletakan istrinya di tempat tidur lalu menyelimuti tubuh istrinya separuh badan agar tak kedinginan. Ia langsung bergegas untuk mengganti baju kemejanya dengan kaus untuk tidur, ketika mengingat pertengkarannya dengan Amel sampai ia menampar wanita itu untuk pertama kalinya membuat Kennan menjadi frustasi, haruskan ia meminta maaf dengan yang telah ia lakukan?
Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
novelnya keren banget👍👍
05/04/2022
0cerita ni best sangat sangat
05/04/2022
0I like thisss❤️❤️❤️
29/03/2022
5Lihat Semua