Bab 29 Mabuk

Ia pun membantu Dimas untuk masuk ke mobil milik pria tersebut sedangkan dirinya sendiri yang mengemudikan mobil tersebut, ia tidak mungkin membiarkan pria itu pulang membawa mobil dengan kondisi tak sadarkan diri pasti akan terjadi hal yang tak di inginkan.
Mobil itu pun meninggalkan tempat tersebut seketika, Siska yang fokus mengendarai mobil sesekali melirik wajah tampan Dimas yang sedang tertidur pulas, tentu saja itu pertama kalinya melihat pria yang ada di sampingnya secara dekat, karena jika di kantor ia hanya melihat Dimas dari kejauhan.
“Kenapa, Pak Dimas enggak peka, kalo aku suka sama dia.” Gumamnya dalam hati.
Sesampai di depan rumah Dimas wanita itu turun terlebih dahulu dan membiarkan pria itu di mobil terlebih dahulu, untuk memencet bel terlebih dulu ia menunggu sedikit lama, karena waktu sudah menunjukan pukul 00:30 , tentu saja orang tua Dimas sudah tertidur.
Mendengar suara bel beberapa kali yang menggangu tidurnya membuat Fita harus terpaksa bangun dari tidur nyenyaknya, tidak pernah ada yang bertamu ke rumah selarut malam seperti ini. Tentu saja ia kesal tanpa ia sadari anaknya belum pulang.
“Siapa ya, malam-malam gini datang ke rumah?” ucapnya yang merasa terganggu saat mendengar bel rumahnya berbunyi. Ia pun menuju pintu untuk membuka pintu tersebut.
Menampakan seorang wanita terlihat seperti seumuran dengan Henny ,tetapi ia sama sekali tidak mengenal siapa wanita tersebut, ia hanya tersenyum ramah pada wanita itu walaupun sebenarnya ia kesal.
“Maaf, kamu siapa ya?” tanya pada wanita yang berdiri di depan pintunya.
“Malam Tante, aku mau nganterin pak Dimas, soalnya tadi dia mabuk.” Ucapnya dengan terus terang tentu saja ia tidak bisa berbohong karena kondisi pria itu tak sadarkan diri dan mulutnya pun berbau alkohol.
“Awalnya aku enggak tahu kalo itu, pak Dimas, soalnya aku enggak pernah lihat dia di sana Tan, pas hari ini aku enggak sengaja lihat dia dari kejauhan. Tadinya aku enggak yakin kalau itu dia pas aku deketin ternyata Pak Dimas benaran,” jelasnya.
“Apa, Dimas mabuk?” tanyanya yang masih tak percaya dengan apa yang sudah ia dengar.
Fita pun langsung kaget dengan apa yang di katakan oleh Siska, bagaimana bisa? Anak kesayangannya yang dari dulu tidak pernah merokok apalagi menyentu minuman seperti itu, tiba-tiba datang ke rumah dengan kondisi mabuk. Tentu saja ia tak percaya.
“Iya Tan, pak Dimas lagi ada di mobil sudah tertidur,” ucapnya meyakinkan Fita yang masih terlihat tak percaya dengan apa yang ia katakan, bukan hanya Fita saja sebagai ibunya yang tak percaya ,tentu saja Siska sebagai teman kerjanya yang sering bertemu hampir setiap hari di kantor pun tak percaya karena memang Dimas itu bukan tipe pria nakal.
Ia pun langsung menghampiri mobil tersebut untuk melihat kondisi anaknya, terlihat Dimas memang sudah tertidur dan tubuhnya berbau alkohol tentu saja, ia percaya apa yang dikatakan oleh wanita tersebut.
“Terimakasih ya, kamu sudah mengantarkan Dimas pulang,” ucapnya berterimakasih pada Siska tentu saja Fita belum tahu siapa wanita yang sudah mau mengantar anaknya pulang ke rumah di tengah malam seperti ini.
“Kalo boleh tau, nama kamu siapa?” tanyanya pada Siska karena memang baru pertama kalinya mereka bertemu.
“Nama saya Siska, Tante, temennya kantor pak Dimas,” jelasnya.
“Kalo gitu saya permisi mau pulang dulu, Tante.”
“Kamu enggak mau mampir dulu, Siska?” tawarnya agar Siska mau bertamu di rumahnya terlebih dahulu. Karena ia tak enak dengan Siska, wanita itu sudah mengantar anaknya pulang tetapi tidak mampir terlebih dahulu.
“Enggak usah, Tante, makasih ini udah malem juga, saya permisi.” Ucapnya lalu pergi meninggalkan rumah Dimas, ia pulang menggunakan taxi online.
Setelah kepergian Siska dari rumahnya, ia pun langsung membangunkan suaminya agar membantunya menggotong Dimas ke kamarnya, ia tidak kuat jika harus menggotongnya sendirian saja dalam.
“Pa, bangun tolong bantuin Mama, angkat Dimas masuk.” Serunya membangunkan suaminya yang sedang terlelap tidur, tentu saja ia berkali berusaha membangunkan suaminya yang notabennya susah untuk di bangunkan jika sudah tidur.
Karena terganggu oleh suara istrinya dan juga tubuhnya di goyang-goyang agar terbangun, ia pun langsung membuka mata yang masih sangat berat. Tapi ia masih malas untuk bangun dari ranjangnya.
“Mama emangnya Dimas kenapa kan udah gede, enggak usah di gotong-gotong juga,” ucapnya tak mengerti dengan apa yang istrinya katakan tentang Dimas.
“Dimas mabuk, Pa dia lagi di mobil Mama enggak kuat kalo sendirian angkat Dimas,”
Setelah mendengarkan dengan jelas apa yang di katakan istrinya ia pun langsung memaksa matanya agar terbuka dan juga memaksa tubuhnya agar terbangun.
“Mama, jangan bercanda! Dimas itu enggak mungkin mabuk,” ucapnya tak percaya dengan apa yang di katakan oleh istri. Sama dengan Fita saat mendengar Dimas anak yang ia fikir baik itu pulang dengan keadaan mabuk tentu saja dirinya tak bisa percaya.
“Yaudah sekarang, Papa turun lihat sendiri.” Pinta Fita agar suaminya segera turun ke bawah untuk melihat anaknya yang masih berada di mobil.
Broto pun langsung bergegas turun dari kamar halaman rumahnya terlihat mobil Dimas yang masih ada di halaman belum masuk ke garansi, ia pun melihat anaknya yang tertidur di mobil tersebut, ia pun mengelurkan Dimas dari mobil di bantu oleh Fita.
Mereka pun masuk ke dalam rumah dan menuju ke kamar Dimas, mereka langsung membaringkan anaknya yang masih nyenyak dengan tidurnya bahkan tidak merasa terganggu sama sekali saat di pindahkan.
“Ini Dimas kenapa Ma, bisa mabuk kaya begitu?” tanya Broto pada istrinya yang tak mengerti dengan kondisi Dimas sekarang yang sudah mengenal minuman keras.
“Kita keluar dulu Pa, biar Dimas enggak ke ganggu.” Ajak Fita pada suaminya agar keluar terlebih dahulu dari kamar anaknya tersebut.
Broto pun menuruti ajakan Fita mereka keluar dari kamar tersebut menuju ke ruang keluarga untuk membahas tentang anak mereka yang tiba-tiba berubah.
“Tadi ada, temen kerjanya yang mengantarkan Dimas pulang, terus di bilang Dimas mabuk, mungkin kalau bukan wanita itu yang mengantarkan anak kita masih ada di sana.” Jelasnya pada Broto yang sedari tadi masih bertanya-tanya mengapa anaknya bisa sampai mabuk.
“Kenapa tiba-tiba dia mabuk begitu,” tanyanya tak mengerti, anak yang biasanya terlihat baik tak pernah terlihat nakal menjadi berubah seketika.
Fita pun sedang berfikir penyebab dari anaknya seperti itu, kemungkinan besar adalah karena anaknya patah hati dengan Henny yang menikah dengan pria lain, tentu saja anaknya merasa kecewa dengan keputusan Henny, tetapi Fita pun tak bisa menyalahkan Henny sepenuhnya karena itu bukan kemauan dari wanita itu, tetapi karena terpaksa menikah dengan Kennan.
Ia pun mencoba menjelaskan kondisi Dimas pada suaminya agar mengerti dengan posisi anaknya sekarang, ia tak mau Dimas dimarahi oleh Broto karena meminum alkohol tentu saja, ia mengatakan Dimas yang masih tidak terima dengan kenyataan yang membuat Dimas harus melepaskan wanita yang ia cintai.

Komentar Buku (1033)

  • avatar
    KhanifudinMuhammad

    novelnya keren banget👍👍

    05/04/2022

      0
  • avatar

    cerita ni best sangat sangat

    05/04/2022

      0
  • avatar
    AdawiyahArya

    I like thisss❤️❤️❤️

    29/03/2022

      5
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru