“Pas banget nih Tan, kebetulan aku tadi beli tahu bulat banyak ini buat tante,” memberikan sebungkus tahu bulat yang masih banyak itu, karena Henny dan dirinya hanya memakan beberapa biji saja. Dengan kaget saat di sodorkan sebungkus tahu bulat padahal niatnya hanya bergurau saja dengan teman anaknya itu. “Wih, kalian emang paling pengertian banget sama tante, ayo masuk dulu kalian bisa anggap aja rumah tante,jangan anggep rumah sendiri,” candaanya pada dua orang yang masih duduk di ambang pintu itu. Mereka berdua pun masuk mengekori Fita dan langsung duduk di sofa. Di ruang tamu tersebut bukan hanya mereka berdua, tetapi wanita yang seusia dengan Fita sedang duduk menikmati teh dan beberapa cemilan yang berada di meja itu. Tak lama kemudian Fita pun kembali dengan membawa dua gelas teh dan cemilan untuk Bobby dan Henny. “Diminum dan dimakan dulu ya,Hen, Bob, Dimas bentar lagi turun koq,” ucapnya mempersilahkan dua teman anaknya itu. “Oh ya kenali ini temen tante namanya tante Angel,” mengenalkan temanya pada dua orang tersebut. “Salam kenal tante Angel, nama aku Bobby,” ucapnya memperkenalkan diri pada wanita yang ada di depanya itu. “Iya salam kenal juga Bobby.” “Salam kenal tante nama aku Henny,” ucapnya dengan santai pada wanita itu. Entah kenapa perasaan sedikit aneh ketika berhadapan dengan wanita yang ada di hadapan. Mereka berdua saling bergantian mencium punggung tangan wanita yang seusia dengan Fita itu, tetapi entah mengapa saat berhadapan dengan Henny wanita itu matanya berkaca-kaca seakan ingin menangis. Terdengar suara langkah kaki yang terdengar dari kejauh saat di lihat Dimas yang akan menuruni tangga rumahnya itu, masih terlihat luka lebam yang ada di wajah Dimas. “Ayo, kita di atas aja ngobrolnya,” ajaknya dari kejauhan agar teman-temanya naik ke atas disana ada tempat yang biasa Dimas gunakan untuk bersantai sendirian atau pun bersama teman-temannya. Mereka langsung berdiri untuk pergi ke atas untuk berkumpul disana, tempat itu menjadi favorit bagi mereka bertiga di karena pemandangan dari atas terlihat indah apalagi jika di malam hari. “Kita permisi dulu ya tante,” ucapnya permisi untuk pergi ke atas wanita itu hanya mengagguk untuk menjawabnya. Henny dan Bobby pun langsung menaiki tangan rumah Dimas menuju taman atas rumah Dimas, sedangkan Fita dan Angel sedang bertatapan setelah kedua teman dari Dimas itu pergi, mereka sejujurnya kaget dengan kehadiran dari Henny. “Aku enggak tau kalo mereka bakal kesini ngel,” ucapnya meyakinkan temanya itu, mereka memang sedang menyembunyikan jati diri dari seorang Angel. Baru beberapa minggu ia menemui Fita dan memberitahu jati dirinya karena menurutnya Fita lah orang yang tempat untuk menyimpan rahasianya. Bahkan keluarga sendiri tidak mengetahui dirinya yang sekarang, karena penampilanya yang sekarang sudah berubah total dari yang dulu. “Enggak papa Fit, mungkin tuhan lagi ngasih aku jalan biar aku bisa ketemu sama anakku,” ucapnya dengan suara yang pelan, ia takut jika ada yang mendengar percakapan mereka berdua. Fita pun menjadi tenang setelah mendengar ucapan dari temannya itu, bagaimana tidak ia seharusnya tidak bertemu dengan anaknya sebelum dirinya benar-benar siap, ia mengetahu jika trauma yang di alami teman itu sangat membekas dan belum siap untuk mengatakanya pada siapapun. “Kalo gitu aku permisi pulang dulu, Fit,” ucapnya ia mulai berdiri dan bergegas untuk pergi. “Koq sebentar banget,padahal aku mau ngomong banyak sama kamu Ngel,” “Nanti kalo aku ada waktu, aku kesini lagi, sekarang harus ada yang aku urus,” Angel pun pergi dari rumah tersebut, sebenarnya hatinya cukup sedikit sedih ketika ia sedang berhadapan dengan anaknya tetapi ia tidak bisa memeluk anaknya yang sudah lama tak bertemu dengannya. Ia masuk ke dalam mobilnya dan mulai mengendarai mobil itu dengan perlahan sekilas pikiranya melayang saat kejadian dirinya kecelakaan pesawat bersama dengan almarhum suaminya. Pesawat pun mengalami gunjangan hebat saat akan mendarat dan pesawat tersebut pilot pun mulai kehilangan kedali penumpang pun mulai panik mendaratkan pesawat tersebut tapi gagal membuat pesawat itu pecah menjadi dua bagian. Dan langsung terjadi ledakan hebat di dalam pesawat itu, beberapa penumpang yang selamat mengalami luka yang cukup serius dan juga banyak yang meninggal, dirinya termasuk beruntung dengan luka yang cukup serius banyak luka bakar di tubuhnya ia masih selamat sedangkan suami meninggal, ia harus menjalani perobatan begitu lama di luar negeri. Ia menjalani beberapa operasi di bagian luka yang sangat parah juga mengobati matanya yang hampir buta karena kecelakaan itu, ia tidak memberitahu siapa pun selama bertahun-tahun menjalani pengobatan sendiri tanpa di dampingi orang tersayangnya. Wajahnya dan tubuhnya yang dulu sudah berbeda tidak sama lagi, bahkan tidak akan akan yang mengenalinya dengan wajah baru. Ia sengaja memalsukan kematianya sendiri, karena mendengar kabar bahwa adiknya memperlakukan anaknya dengan buruk. Ia ingin membalaskan dendam pada adiknya karena sudah membuat Henny anak tersiksa setelah kepergian suaminya, selama ia di anggap meninggal tetapi ia mencari informasi tentang anaknya dari jauh. Dimas yang sedang bersantai di ayunan melihat Henny dan Bobby datang ke tempatnya ia pun mulai bangkit dan mendekati mereka. “Kalian tumben kesini?” tanya penasaran dengan dua temanya yang tak mengabarkan akan datang kerumahnya. “Kita tuh khawatir sama loh, katanya lo di pukuli sama Jerapah itu, makanya kita kesini buat jenguk loh” jelas Bobby. “Jafar, Bob bukan jerapah,” mengingatkan Bobby agar tak salah menyebutkan nama mantanya itu. “Loh udah putus masih aja belain tuh Jerapah,” ketusnya pada Henny yang terus membela mantanya, ia memang tak menyukai pria itu sejak menjalin hubungan dengan Henny. “Kalian Putus? Apa karena aku dia mutusin kamu?” tanya Dimas yang penasaran dengan kabar bahwa wanita yang ia sukai sejak dulu baru saja putus dengan pacar, membuat dirinya menjadi semangat karena mempunyai kesempatan untuk mendekati wanita itu. “Iya kak aku putus, tapi bukan karena kakak, itu karena masalah lain,” ungkapnya ia tak ingin jika Dimas berfikir dirinya penyebab ia putus dengan kekasihnya. “Kakak kira, dia cemburu sama kakak makanya gitu,” “Bukan koq kak, itu karena masalah lain,” “Udahlah jangan bahas itu lagi,” potong Bobby yang tak suka membahas tentang perpisahan temanya, itu akan membuat Henny selalu teringat dengan pria tersebut. Hari libur Bobby dan Dimas berencana untuk mengajak Henny untuk pergi ketempat karoke untuk sekerdar menghibur wanita itu yang Dimas fikir ia terlalu terbebani dengan pekerjaan beberapa hari, Bobby pun bertugas mengirim pesan agar menunggu mereka di halte bus.
Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
novelnya keren banget👍👍
05/04/2022
0cerita ni best sangat sangat
05/04/2022
0I like thisss❤️❤️❤️
29/03/2022
5Lihat Semua