logo text

Bab 16 Motor mogok

“Yaudah aku udah ngerti maksud kamu kalo itu mau kamu, sekarang kita putus biar kamu bebas sama cowo kamu yang sekarang,” putusnya sebenarnya ia hanya ingin mendengar penjelasan dari Henny bukan untuk memutuskan hubungan dengan wanita itu tetapi nasi sudah menjadi bubur.
Ia terlanjut mengucapkan putus pada Henny, sebenarnya itu adalah emosi yang sesaat tetapi karena mulutnya tak bisa menahan emosi membuat Jafar mengambil keputusanyang begitu cepat tanpa ia fikir terlebih dahulu.
Jafar pun langsung melangkah meningalkan Henny tetapi wanita itu menahan pergelangan tangan pria yang ingin pergi meninggalkan dirinya sendiri itu. Dengan hati yang teramat dalam sakit dan juga mencoba menahan air mata yang ingin jatuh karena di tinggalkan oleh pria yang sudah 6 bulan mengisi hatinya.
Dalam hatinya terasa lega saat Henny menahan dirinya untuk pergi, ia fikir wanita itu ingin memohon untuk tidak mengakhiri hubungan dengan dirinya dan mencoba untuk memperbaiki semuanya.
“Kamu boleh putusin aku, tapi jangan tinggalin aku di sini sendirian,” ucapnya memasang wajah yang melas agar tak di tinggal pergi oleh Jafar karena pria itu yang membawanya ke tempat yang tidak ia ketahui.
Perasaan menjadi berantakan kala apa yang di fikirkanya berbeda dengan apa yang di ucapkan wanita itu, bukanya memohon agar tak di putusi, wanita itu malah memohon agar tak di tinggalkan sendiri.
Ia pun tak tega meninggalkan Henny sendirian di tempat yang wanita itu tidak tahu arahnya, tempat itu memang jarang di ketahui oleh orang banyak hanya beberapa orang saja.
“Yaudah hayo, aku anterin kamu mumpung aku masih baik mau anteri mantan,” ketusnya pada wanita yang baru saja ia putusi itu. Tentu saja Jafar bersikap sedikit berbeda karena mereka sudah bukan kekasih lagi.
“Lagian kamu koq yang ngajak aku kesini!” sinisnya melihat wajah Jafar yang kesal itu, menurut Henny memang Jafarlah yang salah di sini karena sudah membawanya ke tempat yang tidak ia ketahui, membuatnya bingung untuk pulang.
Mereka pun mendekati motor ninja merah, wanita itu pun naik ke motor tersebut tetapi tanganya tidak melingkar di pinggang pria tersebut seperti biasa yang ia lakukan, hanya berpegangan di bahunya saja. Wanita itu tahu diri jika pria yang memboncengnya itu sekarang bukan lagi berstatus sebagai kekasihnya lagi.
Motor itu pun perlahan meninggalkan tempat tersebut, pria itu melajukan kendaranya dengan begitu pelan karena momen itu lah yang akan sangat ia rindukan yang pasti tidak akan bisa bertemu seperti biasa dengan Henny.
Tetapi tiba-tiba motor tersebut berhenti secara mendadak membuat kepala wanita itu menjadi terbentur di helm yang di kenakan oleh Jafar.
“Aduh...Kenapa berhenti mendadak sih?” tanyanya sambil memegangi kepalanya yang terasa sakit karena terbentur.
Pria itu pun bingung kenapa motornya tiba-tiba mati, ketika ia melihat meteran bensin ternyata motornya kehabisan bahan bakar, karena ia terlalu buru-buru ingin menemui Henny sampai lupa untuk mengisi bahan bakar motornya bahkan dompetnya pun tertinggal dirumah.
“Motor aku bensinya abis,” ucapnya dengan malu pada Henny.
“Itu di sana ada yang jual bensin beli, aja disana?” tunjuk melihat penjaul bensin eceran yang tak jauh dari tempat itu mogok.
“Hen, aku boleh enggak minjem uang sama kamu, aku lupa bawa dompet gara-gara mau ketemu kamu,” keluhnya pada wanita yang berdiri di sampingnya itu.
Wanita itu hanya memaklumi Jafar tak biasanya ia seperti itu baru kali ini, motornya sampai kehabisan bahan bakar. Ia pun mengeluarkan dompet dari tasnya dan memberikan uang lima puluh ribu kepada pria itu.
“Nih, makanya lain kali jangan sampe ketinggalan kaya gitu lagi,” nasehatnya pada Jafar agar tak teledor lagi.
Ia hanya tersenyum sambil mengagguk walaupun ia sangat malu karena meminjam uang kepada Henny, harga dirinya berasa jauh karena meminjam uang pada mantan yang baru saja ia putusi.
“Aku bakal balikin uang kamu koq,”
“Iya udah, terserah kamu aja.”
Setelah mengisi bahan bakar ia pun langsung menyalakan motor tersebut dan menyuruh Henny agar naik ke motornya, ia pun langsung mengatar wanita tersebut ke kantornya dan hari itu adalah hal yang paling menyakitkan untuk dirinya begitu juga dengan Henny.
Sesampai di kantor Henny langsung menuju keruanganya tetapi sebelum sampai ke ruanganya ia ingin mengecek kondisi Dimas yang ia tinggalkan sendirian di taman karena di tarik paksa oleh Jafar waktu itu, ia melirik ruangan atasan itu yang sepertinya tidak ada orang.
Ia pun berniat bertanya kepada kariawan yang tempatnya dekat dengan ruangan Dimas, melihat Siska yang sedang sibuk dengan pekerjaan sebenarnya ia tak ingin mengganggu wanita itu tetapi ia harus tahu kondisi pria yang babak belur di pukuli oleh mantan kekasihnya itu.
“Sis, Pak Dimas kemana? Koq keliatanya enggak ada di ruanganya” tanya pada Siska.
“Tadi pak Dimas izin, Hen, enggak tahu tiba-tiba mukanya luka gitu kaya abis di pukuli,” jelasnya pada Henny.
“Bukanya tadi loh keluar sama pak Dimas koq loh enggak tau apa-apa, Hen?” tanya ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi antara mereka berdua.
“Hmm... Gue enggak tahu,Sis , yaudah gue balik dulu ya ke ruangan gue,” pamitnya langsung bergegas menuju ruangnya karena tak mau di tanya lebih jauh lagi oleh Siska yang sangat penasaran.
Dimas yang melajukan kendaraan menuju rumah, ia merasakan sakit di beberapa wajahnya karena pukulan dari Jafar ia tak mengerti mengapa pria itu tiba-tiba memukuli dengan begitu brutalnya, dia sengaja izin karena tidak memungkinkan bekerja dengan keadaan sakit seperti sekarang ini.
Walaupun hanya sekedar menemani wanita itu makan siang tetapi sudah membuat hatinya lebih tenang dari pada saat ia bertemu dengan Henny saat bersembunyi menghindari seseorang membuat dirinya gelisah tak menentu karena kejadian itu.
Sesampai di rumah ia langsung ke kamarnya ia memjatuhkan dirinya di atas kasur yang empuk mengambil kotak p3k untuk mengobati lukanya, ia teringat dengan Henny yang di bawa paksa oleh pria yang tak dikenal oleh dirinya, ia pun merogoh sakunya untuk mengambil ponselnya.
Ia mencoba menghubungi wanita itu tetapi panggilan tidak jawab sama sekali, sebenarnya ia takut jika terjadi sesuatu dengan Henny takut jika pria yang membawa paksa wanita itu akan menyakitinya juga, pun memutuskan untuk mengirim pesan pada Henny.
dek, kamu lagi dimana sekarang? Udah balik ke kantor?
dek, kalo kamu di apa-apain sama cowo itu langsung telpon aku kakak ya.
Namun pesan yang ia kirim belum juga mendapatkan balasan dari Henny, ia masih menunggu pesannya di balas oleh wanita itu, tentu saja ia khawatir setelah kejadian yang ia alami.

Komentar Buku (1033)

  • avatar
    KhanifudinMuhammad

    novelnya keren banget👍👍

    05/04/2022

      0
  • avatar

    cerita ni best sangat sangat

    05/04/2022

      0
  • avatar
    AdawiyahArya

    I like thisss❤️❤️❤️

    29/03/2022

      5
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru