Mendapatkan pelukan hangat dari Fita membuat dirinya teringat sosok ibunya yang sudah tiada, ia sangat merindukan pelukan seorang ibu tanpa ia sadari meneteskan air mata. “Kamu nangis Hen,?” tanya saat melepaskan pelukannya melihat gadis itu sedang meyeka air matanya. “Enggak papa koq tan, aku Cuma lagi inget sama ibu aku,” “Anggap aja tante ini ibu kamu Hen,” ucapnya dan memeluk kembali Henny yang tengah larut dengan kesedihan mengingat ibunya itu. Seminggu berlalu setelah kejadian yang ia alami di renggut kesuciannya oleh pria yang sengaja menjebaknya karena perjanjian kerjasama dengan Anita membuat hidupnya begitu hancur. ia pun mulai menjauh dari beberapa pria yang mendekati dirinya termasuk Jafar pacarnya sendiri pun ia sengaja tak pernah membalas pesan dari pria yang sudah menjadi kekasihnya itu. Ia merasa bahwa dirinya terlalu rendah untuk mendapatkan cinta dari laki-laki yang baik termasuk dari Jafar, walaupun mereka baru menjalani hubungan kurang lebih 6 bulan tetapi Jafar tak pernah menyentuhnya sekali pun. di tempat yang lain di kediaman Kennan Ia yang sedang duduk di sofa kamarnya, meneguk gelas yang berisikan alkohol berkali-kali seperti tidak pernah puas dengan minuman itu di temani wanita yang sengaja ia sewa sebagia penghibur disamping seperti malam-malam biasa yang sering ia lewati. Tetapi fikiran melayang memikirkan kejadian 1 minggu yang lalu. “Kenapa aku masih ingat dengan gadis itu,” gumamnya saat membayangkan kejadian yang ia lakukan pada Henny Khinanti yang tidak bisa terlupakan olehnya. setelah melewati malam yang panas dengan gadis yang ternyata masih perawan itu membuatnya tak bisa melupakan dengan mudah, bahkan selalu terbayang saat ia menyentuh setiap lekuk tubuh gadis itu. Tetapi setelah kejadian itu ia tak bisa menemukan gadis itu lagi Ia pun meminta anak buahnya mencari gadis itu sampai dapat dan membawanya kehadapannya. “Tolong kalian cari wanita yang bernama, Henny Khinanty, dan bawa dia kehadapan saya,” perintahnya kepada anak buahnya untuk mencari gadis yang hampir membuatnya gila karena selalu hadir di dalam fikirannya itu. Kennan yang tak biasa mencari wanita yang sudah ia tiduri, biasanya ia selalu mencampakan wanita yang sudah menjadi penghangat ranjangnya dengan kejam, ia malah selalu terbayang-bayang akan wajah wanita itu, ingatannya hanya di penuhi oleh Henny saja saat ini. Pagi hari seperti biasa Henny mengerjakan pekerjaan di kantor sudah seminggu ia bekerja di perusahaan itu selalu bekerja dengan baik, Dimas yang selalu memperhatikan Henny dari ke jauhan tanpa di sadari oleh Henny semakin terkagum dengan wanita itu, entah mengapa wanita yang sudah lama ia kenal itu membuat dirinya ingin memiliki wanita itu. “Siska tolong panggilkan Henny untuk keruangan saya sekarang dan suruh dia bawa berkas yang kemarin saya perlu untuk rapat siang ini.” Perintah nya pada pegawai lain, Dimas memang sengaja membuat Henny untuk berkunjung keruanganya terus agar ia bisa bertemu dengan Henny secara langsung. “Baik pak akan saya beritahu, saya permisi dulu,” jawabnya ia pun langsung bergegas keruangan Henny yang terlihat sedang sibuk dengan pekerjaannya. Sejak ia bekerja di perusahaan Dimas selalu membuat dirinya sibuk dengan banyaknya tugas yang di berikan oleh pria itu, walaupun pekerjaannya selalu banyak tetapi ia bisa menyelesaikan tugas tersebut dengan baik. “Henny disuruh pak Dimas keruangannya sekarang dan bawa berkas kemarin untuk rapat siang ini,” ucapnya memberitahukan Henny dan langsung pergi dari ruangan tersebut. “Hen, Btw loh tau enggak gosip yang lagi rame di kantor kita sekarang,” sambungnya sekalian memberikan informasi pada Henny yang termasuk kariawan baru di perusahaan itu. “Enggak tahu tuh, emang gosip apaan?” tanyanya dengan rasa penasaran. “Nanti kan rapat klien nih, salah satu klien itu ada yang ganteng banget loh,” ucapnya Wanita itu hanya mengela nafasnya ia kira informasi penting ternyata hanya informasi orang ganteng yang orangnya pun ia tak kenal. “Tapi gosipnya dia tuh gila cewek tau, sering tidur gitu sama cewek, sayang banget kalo sikapnya enggak gitu banyak cewek yang mau jadi istri dia mungkin,” Ketika mendengarkan apa yang di ucapkan oleh Siska, ia teringat dengan sosok Kennan. Sama percis dengan apa yang di gambarkan oleh rekan kerjanya itu, ia pun terdiam sesaat memikirkan apa yang telah dilakukan oleh Kennan pada dirinya. “koq kamu malah ngelamun sih, Hen?” ucapnya sadar jika lawan bicaranya sedang melamun, ia pun langsung menyadarkan wanita itu dari lamunannya. “Hm ... Yaudah aku mau siap-siap dulu keruangnya pak Dimas ya Sis,” ucapnya memotong perkataan Siska jika tidak di hentikan wanita itu akan terus bercerita. “Ok deh, Kalo Gitu gue duluan ya, Hen” pamitnya lalu meninggalkan ruangan Henny. Ia pun langsung mencari berkas yang di butuhkan oleh Dimas nanti setelah mendapatkan berkas itu ia pun keluar dari ruangnya dan langsung bergegas keruangan Dimas, sebelum sampai keruangan Dimas dari kejauhan terlihat beberapa klien yang akan rapat siang hari sudah berdatangan satu persatu. Ternyata benar apa yang di katakan oleh Siska, diantara berapa klien itu ada sosok pria yang sama percis di ucapkan oleh rekan kerjanya itu, pria itu tak asing wajahnya bagi Henny tapi pria juga yang sudah merusak kehormatannya. ia pun langsung bersembunyi di balik tembok agar tak terlihat oleh Kennan si pria brengsek itu. “Kamu ngapain disini Hen?” suara bariton seorang pria yang mengaggetkan Henny yang sedang bersembunyi menghindari Kennan. Dimas yang keheranan kepada Henny yang terlihat cemas dan gelisah entah apa yang membuatnya seperti itu.
Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
novelnya keren banget👍👍
05/04/2022
0cerita ni best sangat sangat
05/04/2022
0I like thisss❤️❤️❤️
29/03/2022
5Lihat Semua