Episode 60

Dinan mencari-cari Samara, tapi wanita itu tidak ada di mana-mana, sepertinya dia juga meninggalkan kantor setelah melabrak Ruby tadi. Dinan pun menghubungi Samara dan sama sekali tidak ada jawaban, membuat emosinya semakin menjadi.
"Berengsek!" Umpat Dinan. "Aku yakin dia melakukan sesuatu pada Ruby."
Dinan pun kembali ke ruangannya.
"Bagaimana, kau sudah menemui Samara?" Tanya Hanan.
"Dia tidak ada, mungkin dia pulang dan sengaja menghindari aku karena dia telah melakukan kesalahan." Tebak Dinan.
"Kalau begitu, sebaiknya sekarang kau temui Ruby saja! Aku yakin saat ini dia pasti sangat sedih dan terluka." Cetus Hanan.
"Iya, kau benar, Han. Aku titip kantor." Dinan hendak beranjak pergi tapi suara Hanan menghentikan langkahnya.
"Lain kali kalau mau bermesraan jangan di tempat umum, sebaiknya sewa hotel saja!" Ledek Hanan.
"Sialan kau, Han!" Maki Dinan, lalu melanjutkan langkahnya.
Hanan hanya tertawa mendengar makian Bos tampan itu.
Sementara itu, Samara justru sedang berada di rumah Surya, dia menunjukkan video itu kepada Surya dan mengadukan semua yang Ruby katakan kepadanya dengan penuh drama. Tentu dia tidak mengatakan yang sebenarnya, bahwa dia telah menghujat dan bersikap kasar pada Ruby.
"Aku sedih banget, Om. Dia menghinaku. Padahal aku bertanya tentang video itu, tapi dia malah menghinaku." Ucap Samara sambil berlinang air mata.
"Dari mana kamu mendapatkan video ini?"
"Temanku yang mengirimkannya kepadaku, Om. Mereka prihatin melihat nasibku yang selalu diabaikan oleh Dinan." Lanjut Samara dengan terisak-isak.
Surya merasa iba pada gadis itu, tapi Aliya justru merasa tidak suka dengannya. Dari awal dia sudah merasa kalau Samara bukan gadis yang baik untuk Dinan, dia tidak setuju Surya memaksakan perjodohan ini. Namun dia tak bisa berbuat apa-apa, karena Surya sangat keras kepala dan tidak bisa dibantah.
"Wanita itu benar-benar kurang ajar! Om berjanji akan memecatnya dari kantor."
Aliya tercengang.
"Iya, Om. Pecat saja dia, biar tahu rasa!"
Aliya mengembuskan napas sembari geleng-geleng kepala.
"Hemm, Om. Aku boleh minta sesuatu tidak?"
"Apa?"
"Aku ingin agar pertunangan kami dipercepat, aku takut wanita itu kembali mengganggu Dinan."
"Baiklah, Om akan bicarakan dengan Papa kamu kapan sebaiknya pertunangan itu dilaksanakan."
Samara tersenyum. "Terima kasih, ya, Om."
"Sekarang kamu jangan sedih lagi."
"Iya, Om. Kalau begitu aku permisi dulu."
Surya mengangguk.
Setelah berpamitan dengan Surya dan Aliya, Samara pun bergegas pergi.
"Mas, kenapa Mas begitu mudah menyetujui permintaan Samara? Bukannya Mas tahu kalau Dinan tidak menyukai gadis itu? Seharusnya Mas bicarakan dulu dengannya?" Cecar Aliya.
"Kamu tenang saja! Biar aku yang urus semuanya." Sahut Surya, kemudian berlalu pergi dari hadapan sang istri.
Aliya mengembuskan napas berat, dia tak habis pikir dengan sikap egois dan keras kepala suaminya itu. Walaupun dia bukan ibu kandung Dinan, tapi dia sangat menyayangi Dinan sama seperti dia menyayangi Hanan, dia ingin anak tirinya itu bahagia.
***
Dinan mengetuk pintu rumah Ruby dengan tidak sabar, dan diketuk kan ke lima, pintu bercat cokelat itu baru dibuka oleh Ruby. Terlihat mata wanita sembab dan pipinya masih merah.
Ruby terkesiap. "Mas Dinan?"
Dinan yang melihat keadaan Ruby itu mendadak cemas.
"Kamu baik-baik saja, kan?" Tanya Dinan.
"Iya, Mas."
Dinan meraba pipi Ruby yang merah. "Apa ini akibat perbuatan Samara?"
Ruby sempat terdiam, namun akhirnya mengangguk pelan.
"Apa yang dia lakukan padamu?"
"Dia menampar dan mendorongku hingga terjatuh. Dia juga menghinaku dan meminta aku untuk menjauhi Mas." Adu Ruby.
Dinan mengeraskan rahangnya. "Kurang ajar! Ini namanya penganiayaan, aku akan melaporkannya ke polisi."
"Sudahlah, Mas. Aku tidak ingin masalah ini semakin membesar."
"Tapi dia sudah keterlaluan, By. Dia harus bertanggung jawab atas perbuatannya."
"Mas, tolong jangan buat aku semakin sulit! Aku sudah cukup stres dengan semua hujatan dari orang lain, aku tidak ingin mereka semakin menyudutkan dan menyalahkan aku." Ujar Ruby, dia kembali meneteskan air mata.
"By, tidak seharusnya Samara dan semua orang memperlakukan mu seperti ini, kamu harus melawan dan mereka harus mendapatkan pembalasan!"
"Percuma, Mas. Semua orang tahu kalau Mas dan Samara akan menikah, di mata mereka, aku ini hanya orang ketiga yang berada di antara kalian. Mau sekuat apapun aku membela diri, mereka tetap akan mengecap aku buruk." Ujar Ruby sambil menangis sesenggukan.
Dinan mengusap air mata Ruby dan menatapnya lekat. "Baiklah kalau begitu, besok di acara ulang tahun perusahaan, aku akan umumkan ke semua orang, jika selama ini aku tidak ada hubungan apa-apa dengan Samara dan aku hanya mencintaimu."
Ruby tercengang. "Mas, sebaiknya jangan lakukan itu! Pak Surya bisa marah besar."
Dinan memegangi kedua pipi Ruby dan menatapnya. "Aku tidak peduli lagi dengan Papa, yang terpenting sekarang kamu ada bersamaku dan setelah ini kita akan menikah."
Ruby tertegun. "Menikah?"
Dinan tersenyum. "Iya, kita akan menikah dan hidup bahagia."
Ruby merasa terharu, namun tiba-tiba dia teringat dengan Safira.
"Tapi, Mas ...."
Dinan mengernyitkan keningnya. "Tapi apa?"
"Bagaimana dengan adikku? Sampai sekarang dia masih marah padaku."
"Kita akan bicara padanya, lagipula kalau dia memang menyayangimu, dia pasti ingin kamu bahagia." Ucap Dinan.
Ruby hanya mengangguk.
Dinan pun menarik Ruby ke dalam pelukannya. "Sudah, kamu tenang! Semuanya akan baik-baik saja."
Ruby kembali mengangguk di dalam pelukan hangat Dinan.
"Maafkan aku karena lalai dan tidak bisa melindungimu. Aku janji, mulai sekarang aku tidak akan membiarkan siapa pun menyakitimu lagi, aku akan selalu menjagamu."
Dinan semakin mengeratkan pelukannya dan mengecup kepala Ruby dengan penuh kasih sayang.
***

Komentar Buku (269)

  • avatar
    Sya Salim

    ceritanya best

    17/04/2022

      1
  • avatar
    Lovely

    bagus ceritanya...... gak sabar nunggu episode lanjutannya....cepat up dong 😁

    20/01/2022

      0
  • avatar
    azaro 2septian

    wah semakin seru nah ceritanya sangat bagus g bnyk ML nya aku mersa puas jd tambah penasaran coba cepet lanjut g sabaran nih

    19/01/2022

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru