"Rocky...!" "Guk guk!" Anjing jenis Golden yang kuberi nama Rocky itu berlari menghampiriku. Tidak seperti Anjing jenis Golden di dimensi ketiga, bulunya benar-benar berwarna emas mengkilat. Sesekali ia menjulurkan lidahnya padaku. Oh ya, aku lupa kalau mau mengambil makanan anjing di tempat penampungan hewan. "Keldirk, bantu angkat dong kalau nanti aku mau ambil satu karung besar makanan si Rocky." "Enggak mau! Kau sendiri saja. Kemarin sudah menyanggupi untuk memeliharanya kan?" "Idih! Kenapa sih? Jahat banget sama perempuan aja gitu!" "Bau daging!" Astaga! Hanya karena bau daging saja dia jadi tidak mau? Keterlaluan sekali memang Keldirk ini! Dia malah sibuk menyiapkan sesuatu, entah mau kemana hari ini? Teringat kata Lio kemarin. Tenaga Meredith kan besar, untuk apa kalau tidak pernah dipergunakan? "Aku kuat kok! Bisa kuangkat sendiri tanpa bantuan laki-laki." Akhirnya tanpa Keldirk, aku mencoba bertanya ke Elf lainnya. Agak canggung karena ini pertama kalinya aku berbicara dengan Elf lain disini. Akhirnya ketemu juga tempat penampungan hewan. "Selamat pagi, ada yang bisa kubantu?" "Ya...Aku...." "Guk guk!" Hah! Anjing ini ternyata mengikutinya. Kenapa sejak awal aku tak menyadarinya? Dia memainkan ekornya sambil berusaha menggapai meja pelayanan yang cukup tinggi. Petugas dihadapanku tertawa kecil. Ia langsung paham. "Oh, ini anjing yang diambil oleh salah satu Panglima Semesta." "Ng... kurasa begitu." "Kau tidak perlu memikirkan makanan anjing ini. Dia sudah terjamin dan dibawah perlindungan dewan pemerhati hewan di Arkhturian. Makanannya ada disana." Petugas itu menunjukkan satu karung goni besar yang masih tertutup dan nampak penuh isinya. Iya, tenaga Meredith besar tapi bagaimana bisa membawa karung se-besar ini? Semangatku jadi hilang melihat karung sebesar ini. Padahal tadi saat masih di rumah Keldirk sudah sangat yakin sekali bisa mengangkatnya. Aku juga belum belajar sihir untuk mengangkatnya. "Maaf, ada yang bisa bantu membawakannya?" "Sayangnya, petugas perawatan hewan kami yang laki-laki sedang libur." "Biar aku bantu membawakan karung itu." Aku menengok ke belakang. Kulihat sosok Elf perempuan berkulit coklat gelap dengan pakaian lengan terbuka dan bercelana pendek. Ia nampak tomboy dengan pakaian itu. Perempuan itu tersenyum padaku. Kubalasa senyumannya, tapi aku bingung melihatnya. Dia ini siapa ya? "Oh, baiklah. Nah, boleh saya tahu siapa namamu? Nanti akan saya catat di buku untuk pengambilan makanan anjing hari ini." "Euh...um...namaku Meredith." "Baiklah Meredith, karung itu boleh dibawa pulang dan June akan membantumu." Jadi, Elf berkulit coklat gelap itu bernama June. Aku pikir June kuat mengangkatnya, rupanya kami seret bersama sampai ke rumah Kedirk. Semoga karungnya enggak sobek di jalan. Hah! Padahal tadi aku sudah senang. Ternyata malah jadi begini. Sama saja bohong dong! "Aku sepertinya pernah bertemu denganmu. Apa kau yang tinggal di rumah Keldirk?" "Ya, memangnya kenapa?" "Oh...Keldirk! Dia memang Elf yang tampan, baik pula. Tapi kenapa tidak mau membantumu?" "Karung ini berbau daging menyengat. Dia enggak suka! June menahan tawa sambil melirikku. Sepertinya dia paham betul dengan Keldirk dan suka dengannya. Menurutku dia agak lebay deh! Memuji Keldirk berlebihan. Hah? Tampan? Aku tidak salah dengar ya! Elf itu lebih mengarah ke culun dan kaku. "Sampai disini saja. Aku bisa menariknya sendiri ke dalam." "Guk guk guk...!" "Anjing ini sudah kelaparan. Tunggu sebentar! Jangan masuk dulu." Rocky sudah mulai gelisah. Dia berulang kali memutari karung makanannya. June kembali dengan membawa boquet berisi aneka macam bunga segar. "Berikan ini pada Keldirk! Katakan padanya, ini dari June yang sangat mencintainya. Aku percaya padamu." "Eh, tapi...." June langsung pergi begitu saja. Aku baru tahu Keldirk disukai oleh Elf yang disebut ras Elf Hitam. Namun aku tak yakin Keldirk mau menerima boquet bunga ini. Enggak apa deh! Tetap kubawa ke dalam saja. *** "Ada gunting enggak?" "Apa itu gunting?" Eh, lupa kalau ini di Arkhturian. Mana mungkin mereka mengenal gunting. Keldirk membawakan pisau saku dan langsung kupakai untuk membuka karung goni tadi. "Guk guk!" "Sabar, Rocky! Nah, ini untukmu." "Ugh...bau daging! Singkirkan dari sini!" Kali ini aku mulai kesal dengan Keldirk. Aku tahu, aku juga punya makanan yang kubenci. Bahkan baru tercium baunya saja sudah lari. Tapi ini daging kering yang sebetulnya tidak terlalu menyengat baunya. "Sebenarnya apa sih masalahmu? Aku juga punya rasa nggak suka sama makanan tertentu. Tapi enggak berlebihan seperti kamu!" "Aku sudah pernah bilang, benci sama bau darah dan daging, kecuali ikan. Ini semua salah anjing ini!" "Kenapa malah Rocky yang disalahkan? Kalau kamu berani, salahkan yang mengantar anjing ini kesini!" "Nguiik...." Rocky tahu kalau Aku sedang bertengkar dengan Kedirk. Dia bersembunyi dibalik kakiku. Meski tetap saja badan besarnya terlihat. "Nih, ada titipan dari yang namanya June." "Apa?! Bagaimana bisa kau bertemu dengan June?" Keldirk memandang jijik boquet bunga pemberian June yang kuletakkan diatas meja. Bahkan untuk menyentuhnya pun sama sekali nggak mau. "Sepertinya dia jatuh cinta padamu." "Memang iya!" "Kamu menolak dia?" "Dia Gila!" "Dia normal dan baik-baik saja! Bahkan membantuku menyeret karung ini sampai depan ruamah." Pertama kalinya Aku melihat Keldirk ingin melotot tapi tak bisa. Yaah... matanya kan kecil. Hanya alisnya yang naik. "Dia sudah tahu rumahku? Aku hancur...!" "Katakan padaku, sebenarnya ada apa sih?" "Dia... ya seperti yang Aku bilang tadi. Dia gila! Selalu mengejarku sejak masih sekolah dulu. Aku berusaha menyembunyikan dimana rumahku. Karena dia bisa datang setiap saat." "Tapi kamu sudah pernah bilang kalau enggak suka sama dia?" "Entah sudah berapa kali. Dia selalu bilang tidak akan menyerah dan yakin suatu saat aku akan mencintainya." Keldirk terduduk lemas di lantai. Hidupnya seperti hancur dan tak tahu harus berbuat apa. Aku yang tak tahu-menahu jadi ikutan merasa bersalah. Rocky mengeluskan kepalanya ke lengan Keldirk. "Meredith, bisa bantu aku?" "Tentu. Apa itu?" "Kalau June datang katakan padanya aku tidak ada di rumah. Aku akan...." "Yuhuu...! Keldirk cintaku...! Aku datang...!" "Itu June! Itu dia!" "Cepat sembunyi...!" "Dimana?" "Dimana saja!" Keldirk sudah berlari entah kemana. Mungkin dia membuka pintu belakang. Segera kubuka pintu rumah daripada June menunggu. "Hai...ehem! June...." "Dimana sayangku Keldirk itu?" "Eh, Aku tidak tahu!" "Ayolah Meredith, jangan bohong!" "Untuk apa aku menyembunyikan dia, June? Sungguh aku enggak tahu!" "Aku cari saja sendiri! Lihat saja Meredith, kalau kau berbohong berarti ada sesuatu antara kau dan Keldirk." "Suka sama Keldirk begitu? Maaf, dia bukan tipe yang aku suka." June mulai mencari perlahan disetiap ruangan. Sampai kolong tempat tidur pun dilihatnya. Jantungku sudah berdegup kencang. Semoga Keldirk tidak ditemukan oleh June. "Dia benar-benar tidak ada!" "Nah, apa kubilang? Aku tidak bohong padamu." "Tapi besok aku akan datang lagi. Daah...!" Benar kata Keldirk. Elf satu ini memang gila! Dia pantang menyerah. Ah, sudahlah! Penting kali ini aku berhasil membantu Keldirk. Eh, tapi aneh ya kok dia benar-benar menghilang. "Keldirk...! June sudah pergi!" Tak ada jawaban. Kubuka pintu belakang dan aku juga tidak menemukan dia. Keldirk hilang sungguhan? Rasanya tidak mungkin, paling menjelang malam dia kembali. Tak terasa sebentar lagi malam. Keldirk belum kembali juga. Ini aneh! Bagaimana aku mencarinya ya? Duh, gawat sebentar lagi harus bangun di dimensi ketiga. Hari ini aku kerja setengah hari. *** Pulang dari kantor.... Kok aku malah jadi kepikiran soal Keldirk, ya! Tapi nggak mungkin juga mau mencari ke seluruh Arkhturian. Itu terlalu luas, apa lapor ke bagian kehilangan? Aku kehilangan teman Elf bernama Keldirk. Itu terdengar konyol! "Hai, Karina." "Hai juga, Zayn. Nah, mau kemana?" "Aku mau ke warung beli rokok." "Tunggu dulu. Ada hal yang ingin kutanyakan sebentar!" Langkah kaki Zayn terhenti sesaat. Aku rasa dia tahu Keldirk pergi kemana. "Eh, mana kutahu? Aku kan tinggal di kapal induk angkasa. Cobalah tanya Lio dia lebih paham." Saran yang bagus! Meski agak meragukan, karena Lio dan Keldirk kan selalu bertengkar. Sudah sampai rumah dan coba tidur deh. Ini masih siang jadi di Arkhturian sudah malam. Suasana sangat sepi, hanya nampak beberapa prajurit kerajaan yang keliling. Aku pergi ke rumah Lio. "Tok tok tok." "Ya, siapa? Eh, Meredith. Ada apa malam malam begini?" "Aku butuh bantuanmu! Keldirk hilang sudah seharian ini. Eh, Bukan sih! Lebih tepatnya hilang sejak sore." "Hm... aku enggak tahu. Maaf, enggak bisa bantu!" "Tunggu dulu, Lio! Apa kamu nggak tahu ada suatu tempat yang biasa buat bersembunyi atau buat berkumpul?" "Memangnya Keldirk bersembunyi dari siapa?" "June." "Ahahahaha...dia...hahahaha!" "Malah ketawa, Aku serius!" "Baiklah...Aku juga serius. Aku ingat satu tempat. Tapi tidak sembarangan orang bisa kesana. Tempatnya rahasia dan banyak laki-laki." "Coba aku tebak, apa itu semacam bar?" "Benar. Lebih baik kau ikut denganku saja. Keldirk memang beberapa kali kesana. Biasanya hanya pesan jus. Dia bukan tipe pemabuk. Tapi firasatku buruk kali ini." Demi keamanan, Lio menyuruhku untuk ikut di belakangku. Sebenarnya Rocky sedari tadi ikut di belakangku tapi dia tak bersuara sama sekali. Lio kaget saat tahu ada Rocky. "Sejak kapan kamu punya anjing?" "Sejak kemarin." "Tinggal saja di rumah. Dia bisa mengganggu." Terpaksa Aku pulang dulu dan mengurung Rocky di rumah. Dia nampak sedih dan melihat dari jendela. "Sudah beres. Ayo, berangkat!" "Lewat sini...." Lio mengajakku melewati beberapa rumah. Hingga ada satu rumah yang dituju oleh Lio. Rumah ini sederhana, lampu lilin menyala tapi tak ada orangnya. Lio menggeser kain yang menutupi lantai. Sebuah jalan rahasia! Ketika pintunya dibuka terdengar suara musik berirama cepat dan suara ramai orang didalamnya. Ini memang sebuah bar. Ada Elf perempuan yang menari dan dikerumuni oleh Elf laki-laki. Aku dan Lio mencari dimana Keldirk berada. Akhirnya kutemukan juga didekat meja bar. "Keldirk! Ayo pulang!" "Halo, Meredith! Duduklah disini dulu...!" "Apa yang terjadi dengannya, Lio?" "Baru ini aku lihat Keldirk mabuk. Dia sudah minum berapa gelas?" "Kami menantangnya minum tiga gelas. Tapi dia minum 5 gelas." "Ya, dia selalu saja pesan jus disini. Makanya kami tantang untuk minum bir terbaik disini." Dua Elf disebelah Keldirk yang menjawab pertanyaan Lio. Mereka berdua tertawa setelahnya. Aku dan Lio memang baru tahu Keldirk mau minum bir. Tangan Keldirk kutarik tapi yang terjadi dia justru memelukku. "Mau kemana, Meredith? Berdansalah denganku disini." "Ih! Lepaskan! Duh, bau alkohol!" "Dia kekasihmu, Keldirk?" "Tentu saja! Dia Elf paling cantik." "Buk!" Lio memukul Keldirk tepat di perutnya. Bir yang sudah sempat masuk ke perutnya dimuntahkan. Ih, jijik! Lio memaksa Keldirk untuk keluar dari bar itu. Wajah Keldirk nampak masih memerah. Beberapa kali ia cegukan. "Meredith, ayo keluar dari sini!" "Iya." Aku menopang tubuh Keldirk sebelah kiri sedangkan Lio sebelah kanan. Kami berdua keluar dari tempat itu dan segera pulang. Lio sampai menggelengkan kepalanya. "Aku tahu kau tak tahan menghadapi June. Tapi bukan begini caranya! Kau kan tidak biasa minum bir!" "Aa... kenapa aku dibawa?" "Sudahlah Lio, Percuma! Dia masih dalam kondisi mabuk." Aku dan Lio membawa Keldirk pulang. Dia masih tak sadarkan diri. Setidaknya dia ditidurkan di kasur miliknya dulu. Entah, aku tak tahu bagaimana cara menangani orang eh Elf yang mabuk. "Apa yang harus kulakukan?" "Biarkan dia tidur! Besok pagi sudah sadar lagi." Aku hanya mendengus kesal. Efek dari June luar biasa buat Keldirk stress. Baiklah biarkan besok dan aku harus menyingkirkan boquet bunga itu ke tempat Elfhalia. Sebelum kondisi Keldirk makin parah. Rocky datang padaku tapi kuminta dia tidur juga. Akhirnya aku tertidur dibawah meja yang biasa digunakan untuk Keldirk bekerja.
Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
kereenn
03/07/2025
0BAGUSS BNGTT
02/06/2025
0Baguss ceritanya.. Happy end 🥰🫶
12/05/2025
0Lihat Semua