Bab 96

"Makasih yah, Kak. Berkat Kakak mobil aku bisa jalan kembali,"ucap Starla dengan mengukir senyum lembut.
"Senyum nya manis bingit sih, Star,"puji Galang dalam hati.
"Kak Galang,"panggil Starla membuyarkan lamunan Galang.
"Lo bilang apa tadi?"tanya Galang pada Starla.
"Bilang makasih ke Kakak, karena berkat Kak Galang, aku bisa mengendarai mobil aku lagi,"jawab Starla dengan lembut.
"Iya,"sahut Galang.    "Sebenarnya sih, siapapun wanita yang gue temui dan mobilnya mogok, gue bakal bantuin dia kok,"balas Galang dengan datar.
"Catat tuh,"peringat Galang, padahal aslinya nggak bakal bantuin wanita manapun, kecuali wanita yang dia cintai yaitu Starla.
"Iya, sahut Starla.
"Starla,"panggil Galang.
"Ya, Kak,"sahut Starla dengan lembut.
"Jangan cuma bilang terima kasih doang. Lo besok buatkan nasi goreng buat gue yah,"ucap Galang kemudian.
"Iya, Kak. Aku bakal buatkan nasgor besok buat Kakak,"timpal Starla kemudian turun dari jok motornya Galang.
"Awas jangan lupa,"peringat Galang.
"Iya, aku usahain untuk mengingat nya dan membuatkan nasgor buat Kakak besok tuh,"Starla menimpali.
Galang kini berjalan menuju ke motor nya. "Sebenarnya masakan lo itu nggak enak, tapi itu cuma buat jalan aja biar ketemu sama lo, Star,"ucap Galang didalam hatinya.
Sedangkan Starla berjalan menuju ke mobilnya. "Semoga aku masaknya enak lagi,"batin Starla.
"Biar masakan aku dihabiskan lagi sama Galang,"imbuh Starla didalam hati.
Starla dan Galang kini berpapasan, mereka berdua kini saling memandang satu sama lain.
Detik selanjutnya, Galang pun memecahkan keheningan, serta kecanggungan diantara mereka berdua.
Sedetik kemudian Galang pun mengeluarkan suaranya. "Star, gue balik duluan."
Kemudian Galang pun mempercepat langkah nya menuju motornya.
"Iya,"jawab Starla dengan langkah gontai menuju ke dekat mobilnya.
**
Kini Galang sudah mengendarai motor Harley Davidson nya, perlahan-lahan kian menjauh dari pandangan mata Starla.
Sedangkan Starla sekarang masuk ke dalam mobilnya, sedetik kemudian melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
Disepanjang perjalanan Starla bersenandung kecil sambil menyetir mobil Avanza nya, Starla mengendarai mobil nya tidak ngebut, karena dia menjaga keamanan agar tidak terjadi kecelakaan yang tidak diinginkan.
Kini Starla matanya melihat nenek-nenek yang sedang menyeberang, Starla pun menyembunyikan suara klakson sangat keras, tapi  nenek itu malah diam, sambil kedua tangannya memegangi kepalanya.
Not…Not!
Nenek itu tidak bergerak sama sekali, nenek itu masih memegangi kepalanya dengan kedua tangan nya.
Not….Not!
"Aduuh…. Nenek itu malah diam ditengah jalan,"ucap Starla sambil lebih memelankan laju mobilnya.
Sedangkan Nenek itu sekarang masih berdiri di tengah jalan seraya memegangi kepalanya.
"Gue berhenti aja mengendarai mobilnya, kayaknya nenek itu pusing kepala nya. Gue harus bantuin dia,"ucap Starla kemudian melajukan mobilnya dengan lambat.
Starla pun mengerem mobilnya ketika posisi nya berada di depan nenek -nenek yang tengah berdiri di tengah jalan, sedangkan kedua tangan nya nenek-nenek itu masih memegangi kepalanya.
Starla pun keluar dari mobil, kemudian menutup pintu mobilnya dengan pelan. Langkahnya Starla sangat tergesa-gesa menghampiri Nenek yang masih memegangi kepalanya.
Setelah Starla berada didepan Nenek itu, Nenek itu tiba-tiba terhuyung kemudian Starla menahan tubuh Nenek-nenek itu.
"Alhamdulillah, akhirnya bisa menangkap tubuh Nenek, jadi nggak jadi jatuh deh Nenek nya,"batin Starla.
"Nenek, pusing kepala nya?"tanya Starla.
"Iya, Cu,"jawab Nenek-nenek itu.
"Nenek mau saya anterin ke rumah Nenek?"tanya Starla dengan lembut.
"Nggak, Cu,"jawab Nenek-nenek itu.
"Yaudah, saya temani nyebrang yah,"ucap Starla dengan senyuman lembut.
Nenek itu tersenyum ceria, ketika ada anak gadis yang bersedia menemani menyebrang.
Starla memegang tangan Nenek itu sangat erat, berjalan dengan pelan-pelan menuju ke trotoar.
"Siapa nama kamu, Cu?"tanya Nenek.
"Starla,"jawab Starla.
Kini Nenek itu teringat percakapan dengan putri nya. "Ibu, putriku ada yang mengadopsi,"ucap putrinya.
"Putriku dikasih namanya Starla, orangtua angkatnya sangat menyambut dengan gembira putri angkat nya,"ucap putrinya.
Starla terus berjalan hingga sampailah di trotoar. Starla pun melambai-lambaikan tangannya didepan wajah Nenek itu.
"Nenek… Nenek,"panggil Starla.
Nenek itu pun tersentak kaget. Dia pun sekarang menoleh ke sekitar, dia pun sekarang menyadari bahwa dirinya sudah berada di trotoar.
"Sekarang Nenek sudah nyampe di trotoar,"ucap Starla itu barengan sekali dengan nenek itu berbicara nya.
"Rupanya sudah nyampe, Cu,"ucap Nenek itu barengan sekali dengan Starla berbicara.
"Barengan kita,"ucap Nenek itu tertawa kecil.
"Iya, Nek,"sahut Starla dengan tertawa kecil.
"Nenek tadi ngelamunin apa?"tanya Starla malah kepo.
"Saat mengetahui nama kamu, Cu. Nenek teringat sama anak nya Tammy– Anak Nenek, yang namanya Tammy diberi nama Starla,"ucap Nenek itu sedih.
"Sama seperti nama kamu,"ucap Nenek itu.
"Tammy,"ucap Starla sedih, mengingat jika ibu kandungnya bernama Tammy.
"Mungkin usia nya sama seperti kamu,"ucap Nenek itu, sedangkan Starla malah sedih.
"Tapi sayangnya cucu Nenek nggak ada di dekat Nenek. Cucu Nenek…ucapan Nenek itu terputus.
Not….Not!
"Yang punya mobil siapa sih? Malah ngehalangin jalan aja!"teriak seseorang yang berada didalam mobil.
Orang yang berada didalam mobil berwarna silver itu, posisi nya berada di belakang mobil nya Starla.
"Nek, kalau gitu. Starla pamit dulu yah,"ucap Starla kemudian berjalan menuju ke mobilnya.
"Soalnya mobil yang dibelakangnya Starla, nungguin Starla memajukan mobil,"sambung Starla.
"Nenek, hati-hati jalannya,"ucap Starla memberi pesan ke Nenek itu.
"Kalau memang pusing dan nggak kuat jalan, lebih baik Nenek cari tempat duduk aja, jangan paksain untuk jalan lebih baik di dudukin aja,"sambung Starla.
"Iya!"teriak Nenek itu.
"Makasih yah, Cu!"teriak Nenek itu lagi.
"Sudah bersedia menemani Nenek menyeberang!"teriak Nenek itu.
"Sama-sama, Nek!"balas Starla dengan suara yang keras.
Not…Not!
Not…Not!
Not…Not!
Orang yang berada didalam mobil berwarna silver itu, terus saja menyembunyikan suara klakson nya begitu keras.
Starla kini semakin mempercepat langkah nya agar cepat sampai nya menuju ke mobilnya.
Sementara Nenek itu berjalan menuju ke rumah nya dengan langkah pelan, Starla juga mengetahui Nenek itu sudah berjalan, karena Starla sesekali menoleh ke arah belakang.
Memastikan jika Nenek itu bisa berjalan lagi dan tidak pingsan. "Apakah Nenek itu adalah ibu dari ibuku,"ucap Starla didalam hatinya.
"Tapi belum pasti kalau Nenek itu adalah ibu dari ibu kandung ku. Yang namanya Tammy dan Starla itu banyak, dan Nenek itu juga belum pasti kalau dia beneran Nenek aku,"ucap Starla didalam hatinya.
"Lagian nenek itu bisa saja cucunya meninggoy bukan diadopsikan ke orang lain, apalagi tadi ucapan nya terputus.
"Jadi aku nggak seharusnya menduga-duga,"ucap Starla didalam hatinya.
"Yaampun kebiasaan banget sih, selalu menduga-duga terus,"ucap Starla didalam hatinya.
**
Kini Starla sudah sampai di dekat mobilnya. Kini orang yang berada di dalam mobil berwarna silver itu pun berbicara kembali.
"Buruan dong! Jalankan mobilnya! Gue lagi buru-buru nih!"teriak nya membentak Starla.
Untung sekali Starla nya nggak nangis, waktu dibentak tuh.
"Iya, Bang, saya mau jalan-"ucapan Starla terpotong.
"Buruaaaan!"teriak orang yang berada di dalam mobil berwarna silver.

Komentar Buku (210)

  • avatar
    AlyaNur

    wow cerita ini sangat² bagus~

    16/06/2024

      0
  • avatar
    NurulSitti

    sangat " best

    17/11/2023

      0
  • avatar
    awoloavv

    seruuuu

    28/10/2023

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru