Beranda/Benalu di Rumahku Ketika Suamiku Terkena PHK/
61. Memperalat Istri Mantan
Bab 61. Memperalat Istri Mantan Bos ======== Fajar melangkah gontai keluar dari halaman rumah Alisya, berjalan terseok menuju ujung gang. Sebuah kedai kopi di depan gang sempit itu kini menjadi tujuan langkah kakinya. Setelah memesan segelas kopi, pria itu menghenyakkan tubuh di atas sebuah bangku yang menghadap tepat ke arah jalan. Mengeluarkan sebungkus rokok dari dalam kantong kemeja, pria itu mulai menyulut api rokoknya. Berkali menghisap dan mengeluarkan asap bernikotin itu, setelah mempermainkan asapnya di dalam mulut dan rongga hidung. Fajar memantapkan hati, meraih ponsel, menyalakan benda itu dan mulai menscroll deretan nama. Jemarinya berhenti pada sebuah nomor yang dia simpan dengan nama ‘Bu Dara’. Tanpa ragu, dia menekan nomor itu. Nomor terblokir. Ya, Fajar memang sengaja memblokir nomor itu, empat bulan yang lalu. Saat dia mulai di PHK. Segera Fajar membuka blokirannya. Hatinya sudah mantap sekarang. Tak ada ragu lagi. Alisya sudah menolaknya dengan begitu hina. Untuk apa bertahan lagi. “Hay! Ini kamu, Sayang?” Suara yang tetap begitu merdu di telinganya itu terdengar di lembut. Hati Fajar kembali berdebar hebat. Masih sama seperti dulu. Wanita empat puluh tahunan itu, masih saja membuat Fajar begitu bahagia. Hal yang sudah dihindarinya empat bulan ini. Sejak dia di PHK oleh perusahaannya. Perusahaan milik suami wanita itu. “Maaf, Bu. Saya mengganggu, ya?” Fajar berbasa-basi. Dia yakin betul, wanita itu sama sekali tak akan terganggu dengan telpon darinya. Fajar bisa jamin wanita itu justru sangat berbahagia sekarang, karena dia masih mau menghubunginya. Ya, Fajar sudah menguasai hati wanita itu. Fajar telah berhasil memiliki segenap cinta perempuan bersuami itu. Tak bersisa sedikit jua. “Enggak ganggu, lho, Sayang! Aku justru menunggumu setiap detik. Kamu blokir nomor aku, kan? Aku mau cari kamu langsung ke rumah kamu, tapi kamu ngancam, aku gak boleh ke rumah kamu. Kamu bilang kamu pasti akan membenciku seumur hidup kamu bila itu aku lakukan. Aku gak mau kamu membenciku. Makanya aku sabar menunggu kamu, karena aku yakin, suatu saat kamu pasti akan kembali padaku.” “Iya, maaf, ya, Bu. Aku terpaksa lakuin itu. Demi anak dan istriku. Aku takut ancaman suami Ibu.” “Jangan panggil Ibu, dong, Sayang! Gak enak banget dengarnya! Kenapa gak seperti dulu lagi, aja, sih?” Suara manja perempuan itu membuat Fajar semakin yakin dengan keputusannya. Ya, Fajar tak ragu lagi, sedikitpun dia tak menyesal. Dia akan kembali ke pangkuan wanita itu. Terserah Alisya mau menggugat cerai seribu kali, dia sudah tak peduli. Mengenai resiko yang akan dia tanggung karena selingkuh dnegna istri seorang Bos. Itu urusan belakang. Yang penting malam ini, sakit di hatinya akan terobati. Sakit di kepalanya akan segera sirna. Resiko, itu urusan belakang. “Sayang, panggil aku seperti dulu, dong! Kangen, nih!” Suara penuh godaan itu kembali menggetarkan hatinya. “Hehehe … baik, Sayang!” “Nah, gitu, dong! Jadi, gimana? Kamu apa kabar? Kenapa baru nelpon sekarang?” “Aku hancur, Sayang! Amburadul!” “Maksudnya?” “Setelah di PHK oleh suami kamu, aku nganggur, gak ada perusahaan manapun yang mau nerima aku kerja. Hebat ya, suami kamu! Semua perusahaan dia kirimi daftar hitam aku. Padahal aku gak hitam, lho, hehehhe … hanya karena istrinya jatuh cinta padaku, karier aku dia hancurkan sehancur-hancurnya. Padahal dia, lho, dulu yang langsung memintaku bekerja di perusahaanya karena aku lulusan terbaik di kampusku.” “Iya, karena kamu lulusan terbaik, dia mengambil kamu. Siapa sangka, kamu juga yang terbaik di hati aku. Maaf, kerana aku begitu mencintai kamu, akhirnya karier kamu hancur.” “Gak apa-apa, Sayang! Mungkin memang harus begini takdirnya.” “Terus, gimana sekarang?” “Aku digugat cerai sama istri aku!” “Oh, ya!” “Ya. Tapi aku tak peduli. Kan, ada kamu, Sayang?” “Oh, so sweet banget! Iya, Sayang! Jangan patah semangat, ya! Aku selalu ada buat kamu!” “Makasih, Sayang!” “Terus apa yang bisa aku lakuin sekarang, nih? Buat bantu kamu, Yang?” “Ketemu!” “Maksudnya?” “Aku mau kita bertemu! Sembuhkan luka di hatiku ini! Obati sakit di dadaku ini!” “Maaf!” Dara terdengar gundah. “Kamu gak mau, kan?” “Mau, tapi, jangan sekarang, ya, Sayang! Itu ada Pak Su aku lagi ada di rumah! Aku gak mungkin keluar malam-malam begini!” “Begitu, ya? Suami kamu di rumah?” “Hem.” “Ok, padahal aku lagi butuh kamu banget!” “Sayang, besok aja, ya! Aku atur waktu. Kamu, sih mendadak telponnya!” “Besok?” “Ya.” “Ok, temui aku di pengadilan Agama! Dampingi aku menghadiri sidang perceraianku! Kau harus dandan paling cantik! Aku ingin tunjukkan kepada Alisya, bahwa kehilangan dirinya adalah berkah buatku!” “Serius? Kau mau tunjukkan aku pada istri kamu?” “Ya.” “Baik. Aku senang banget! Aku jemput ke rumah kamu, ya! Aku akan cari alasan yang paling tepat buat Pak Su aku, biar aku pergi keluar tanpa kawalan supir.” “Bagus, dong! Tahu rumah aku, kan?” “Masih yang dulu itu, kan?” “Ya, seminggu lagi sepertinya bakal di sita rentenir.” “Kok disita?” “Iya, aku gadaikan. Buat beli rokok dan minuman.” “Lho, kamu kok minum minuman keras, sih, Sayang?” “Sengaja, biar bisa lupain kamu!” Fajar berdusta, otaknya begitu lancar mengarang kalimat untuk membuat wanita itu klepek-klepek dan percaya padanya. Padahal yang sesungguhnya, dia sengaja mabuk sejak Alisya pergi, adalah untuk menghilangkan stresnya. Stres karena ditinggal Alisya. Sedikitpun dia tak pernah ingat lagi akan Dara. Namun, dustanya berhasil membuat wanita itu hilang akal sehat. Dia merasa tersanjung, terbang ke langit tertinggi, hingga lupa segalanya. “Mau gimana lagi, seminggu ini masih bisa lah merasai hidup selayaknya manusia. Tapi seminggu lagi, mungkin aku dan ibuk aku akan tidur di kolong jembatan. Semoga kamu masih mau mengenal aku yang hina dan miskin ini, Sayang!” “Jangan ngomong gitu, dong, Sayang! Aku akan selalu ada buat kamu! Aku transfer sekarang, ya! Nomor rekening kamu masih yang dulu, kan?” “Eh, jangan, Sayang! Aku gak enak, lho!” Fajar pura-pura menolak, padahal sesunguhnya perasaan bahagia membuncah di hati sang durjana. ****** Bersambung
Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
jalan ceritanya menarik
30/08/2022
0saya sangat terhibur
15d
0bagus banget cerita nya
18d
0Lihat Semua