Bab 28 Klinik

Semuanya sibuk membantu Adreas, Kecuali Bella. Ia menjadi lebih dingin dari sebelumnya. Bella jelas kecewa dengan kenyataan yg di hadapinya. Namun ia tak bisa menyalkahkan Adreas untuk masalah ini. Karna ini semua salah orang tuanya, ia sama sekali tak tau apa- apa.
Ferry dengan kondisi yg sangat mengkhawatirkan di boyong ke dalam mobil. Semuanya masuk ke mobil. Lalu Adreas memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi. Melihat papanya yg sedang sekarat, dan ibunya yg mati mengnaskan, membuat air mata Adreas tak terbendung lagi.
Ia menyetir dengan air mata berderai. Semuanya ikut merasakan kepedihan Adreas. Namun Bella masih memasang wajah dingin. Mereka menggunakan dua mobil. Adreas bersama papanya dan Olive. Karna Bella menolak semobil dengan Adreas. Ia memilih untuk satu mobil dengan Joe.
" Bell, apa loe ngerasa ada yg aneh sama ini semua? bukan aneh lagi sih menurut gua" gumam Joe di sela perjalanan. Bella terdiam. Secara, ia tau semuanya.
" Semuanya gak beres Joe" timpal Bella seraya membuang muka ke arah jendela.
" Loe tau sesuatu bel? oh iya, gue curiga kalo Ghani ada kaitannya. Soalnya tadi pas kita ketemu, gue liat bercak darah di bajunya"
" Hmmm.. Kayaknya ia" Bella memilih untuk pura- pura tak tau. Ia rasa belum saatnya Joe tau semuanya.
" Euhh.. Loe hati- hati ya Joe.! takutnya, ada hal yg tak di inginkan setelah ini"
" Maksudnya?" Joe mengernyitkan dahi.
" Nanti juga loe tau"
Setelah waktu yg cukup lama, akhirnya mereka sampai di sebuah klinik. Adreas langsung turun dan membopong papanya keluar. Para perawat disana langsung sigap membantu. Mobil yg di tumpangi Joe juga ikut berhenti. Mereka turun dan menyusul Adreas ke dalam.
Ferry langsung di bawa ke unit gawat darurat. Pintu UGD langsung di tutup, perawat menahan Adreas agar tidak ikut masuk.
" Gimana dre?" tanya Joe. Adreas nampak sangat panik. Tentunya, kejadian hari ini bagai mimpi yg tak pernah ia temui.
" Papa di tangani di dalam" jawab Adreas dengan wajah yg masih frustasi.
Sedangkan Olive dan Bella terus melihat ke sekeliling mereka. " Mengapa semua orang disini tampak aneh?" gumam Bella lirih.
" Iya nih. Horor banget" sambung Olive.
" Aduhh, kebelet pipis nih, Bell anter yuk.!" ajak Olive. Bella memutar bola matanya." Paling ribet emang loe. Yaudah ayo.!" jawab Bella seraya tersenyum kecil.
" Joe, kita ke toilet dulu ya.!"
" Iya, jangan lama- lama.!"
Mereka berdua lalu menyusuri lorong klinik. Suasananya aneh, semua orang nampak diam dan pucat. Olive terus menggandeng tangan Bella erat.
" Bell, serem banget sih orang- orang disini. Jangan- jangan mereka setan lagi, hihh" Olive bergidik ngeri.
" Huss. Sembarangan.!" Bella menyenggol pelan tangan Olive. Ia takut jika terjadi sesuatu jika mereka berbicara Sembarangan.
" Mana sih toiletnya.?? udah gak kuat nihh" Olive mulai resah.
" Yaudah kita tanya ke suster itu aja ya.!"
" Sus, maaf kalo toilet sebelah mana ya.?" tanya Bella ramah. Suster itu membelakangi mereka, lalu tangannya menunjuk ke arah barat, masih dengan posisi membelakangi dan tanpa berbicara apapun.
" Ohh, makasih" ucap Bella.
" Aneh banget" grutu Olive. Mereka akhirnya menemukan Toiletnya. Disana terdapat beberapa ruangan dan terpampang kaca besar di depannya.
Olive lekas masuk ke dalam toilet, Menyelesaikan hajatnya yg sudah berada di ujung tanduk. Bella menggelengkan kepala melihat tingkah Olive. Bella lalu menyalakan kran, membasuh wajahnya yg terasa lengket.
Ia melihat bayangan wajahnya di cermin. Namun saat ia hendak berbalik, bayangan itu tetap pada posisinya. Bella terhenyak. Bayangan itu menatap Bella dengan tatapan sengit. Bella gelagapan. Ia beringsut mundur.
" Aaaaaa.. Apaan sih bel?" pekik Olive kaget. Begitupun juga Bella. Mereka tak sengaja bertambarakan. Bella melihat kembali kenarah cermin. Bayangannya sudah kembali normal.
" Euhh, nggak gak papa kok" Bella mencoba menetralkan suasana agar Olive tidak takut.
" Heuhh, ngagetin aja.. Ayo.!" Setelah mencuci tangan, keduanya lalu keluar dari toilet itu. Suasana malam terasa sangat dingin. Samar- samar terdengar suara tangis bayi.
Keduanya pura- pura tak peduli, karna memang wajar jika di klinik ada anak bayi, mungkin yg lagi di rawat inap. Tapi, semakin lama tangisannya semakin memilukan.
" Emaknya kemana sih? kasian anaknya kan" grutu Olive kesal.
" Kita cari aja kali ya? kasian, takutnya gak ada yg jagain" usul Olive. Bella ragu karna kejadian tadi. Ia takut ini jebakan.
" Ayoo..!!" Olive lalu menarik tangan Bella ke arah sumber suara. Mereka mendekat ke sebuah ruangan. Disana terdapat bayi yg menangis di dalam inkubator.
" itu bayi kenapa di tinggal sendiri sih? nangis kejer gitu" Olive lalu hendak menghampiri bayi itu, namun tangannya di cekal oleh Bella.
" Apa sih bell?" Bella menatap bayi tadi yg kini berubah menjadi mengerikan. Ia turun dari inkubator dan merangkak ke arah mereka. Tubuh mungilnya terlihat mengerikan, tubuhnya berlumura darah.
Sontak mereka kaget bukan main. " Setannnn..." pekik Olive lalu mereka berlari dari sana. Bayi setan itu terus menangis dan merangkak. Mereka berlari sekencang mungkin. Sampai mereka rasa jika setan itu tak lagi mengikuti mereka, mereka berhenti dengan nafas terseggal.
" Huhhh, cape banget. Untung aja loe peka"
Srettt.. Srettt..
" Aduhh apa lagi sih ni?" Suasana kembali tegang, mereka perlahan membalikan badan, dann..
" Aaaaaa.."

Komentar Buku (300)

  • avatar
    DITAPUSPAADYTIA

    cerita holor nya aku sih suka kalau yang ini merinding dan bikin lari maraton pas baca ini cerita yang paling menyeramkan dari cerita holor yang lain punya oh yah bikin lgi dong cerita nya yang holor holor kan seru tuh sama cerita yg lain juga yang happy ending.cocok untuk di jadikan film

    10/08/2022

      0
  • avatar
    Muhammad Malin Yusup

    sangat berguna

    19/05/2022

      0
  • avatar
    BellaNabitabo

    I love novelah app this app so nice

    28/04/2022

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru