logo text

Bab 15 Peringatan!

Tiba- tiba terdengar suara hantaman keras di tembok. Semuanya tersentak kaget. Olive dengan cepat memeluk Bella saking takutnya.
Bugghh..
Suara itu terdengar hingga beberapa kali. Lalu hening. Tatapan mereka masih terus memantau ke arah pintu kamar yg terbuka. Tiba- tiba sosok makhluk menyeramkan lewat dengan cepat. Sosok perempuan dengan rambut panjang berjalan maju dengan posisi kayang. Sontak mereka semua berteriak histeris.
Adreas lalu menarik tangan Bella dan Olive untuk segera keluar dari Villa itu. " Kalian duluan.!" Titah Bella. " Ada apa sih bell? ayoo!!" protes Olive kalap.
" Ada yg ketinggalan!"

" Yaudah cepetan! kita tungguin di luar!" Ujar Olive. Bella mengiyakan. Ia lalu mengambil ranselnya. Lalu memasukan buku yg tadi ia ambil dari kamar itu dan juga kotak musik yg ia temukan di sungai. Saat Bella hendak berlari keluar, sosok perempuan tua itu berdiri menghadang jalan Bella.
Bella terhenyak. Ia diam dengan badan gemetar. Sosok wanita bersangul dengan konde yg menancab di sanggul nampak tak suka pada Bella. Bella terus berjaga- jaga. Sosok wanita tua itu menarik ujung bibirnya, menatap sinis ke arah Bella.
" Bocah ingusan! jangan campuri apa yg bukan menjadi urusanmu! jika kau masih ingin hidup, berhenti mencari tau apa yg bukan urusanmu!!!" gertak sosok itu dengan nada marah. Matanya membulat sempurna. Mata putih terlihat memiliki kornea kecil berwarna hitam.
Giginya bergemlatuk. Namun tiba- tiba Adreas memanggil Bella. Sosok itupun lenyap begitu saja. Bella masih tertegun dengan cemas. Lalu berlari menyusul teman- temannya yg lain.
Ternyata mereka belum pergi. Semua pintu dan jendela terkunci. Semuanya terjebak di dalam Villa terkutuk itu. " Dre, kenapa?" tanya Bella.
" Semua pintu terkuci. Kita terjebak di sini" jawab Adreas putus asa. Yg lain pun sudah berkumpul di ruang tengah. Ghani mencoba mencari jalan keluar. Namun nihil, semuanya terkuci.
" Gue mau pulanggg" rengek Olive yg duduk ketakutan di sofa. Joe juga mencoba mencari jalan keluar, namun hasilnya sama. Hari semakin gelap. Waktu menunjukan pukul 6 sore. Ya, liburan yg di rancang sedemikian rupa, yg bertujuan untuk menenangkan fikiran justru berubah menjadi mimpi buruk.
Saat semuanya tengah kalut dengan fikirannya masing- masing, tiba- tiba lemari yg berisi hiasan kaca berguncang hebat hingga gelas dan piring antik di dalamnya berhamburan pecah di lantai. Guncangan itu terus berlanjut hingga semua isi lemari itu habis, lalu lemari itu terhempas hingga rusak parah.
Semuanya berkumpul, saling berdekatan. Berhati- hati, takut jika ada serangan mendadak tak terduga. Semuanya saling menggenggam tangan.
" Jangan ada yg berpencar! kita harus tetep sama- sama!" ujar Adreas mengingatkan. Semuanya berpegangan dengan erat hingga membentuk sebuah lingkaran. Masing- masing berjaga pada posisinya.
Tiba- tiba sebuah kursi melayang hampir mengenai mereka. Untung saja Ghani sigap memberi aba- aba hingga semuanya langsung tiarap agar tak terkena lemparan kursi itu.
Lampu berkedip- kedip tak karuan. Suara- suara aneh saling bersahutan. Mulai dari suara minta tolong, suara orang menangis, suara orang tertawa, bahkan suara geraman terdengar di sekeliling mereka.
" Jangan terkecoh, ini jebakan!" ujar Adreas. Namun Olive tiba- tiba melepas genggamannya, dan berlari mengejar sosok yg menyerupai Maya.
" Olivee..." pekik Bella dan yg lainnya. Terlambat, tubuh Olive langsung terseret oleh benda tak kasat mata. Teriakan Olive menggema di seisi ruangan.
Kini tinggal mereka berempat yg masih bertahan. Keringat dingin bercucuran. " Jangan ada yg terkecoh lagi!! kita bisa mati" papar Ghani meningatkan. Semuanya mengangguk.
Saat suasana sudah mulai tenang, mereka memberanikan diri untuk bergerak. Bermodalkan masing- masing memegang senter, mereka menyusuri setiap sudut Villa. Seperti biasa, listrik disana selalu padam saat malam.
Mereka berjalan mengendap- ngendap di tengah kegelapan. Slalu ada gangguan. Mulai dari suara teriakan, dan benda- benda yg bergerak sendiri. Lalu gangguan itu semakin menjadi, hingga mereka berpencar.
Adreas bersama Bella, dan Joe bersama Ghani. Joe merasa canggung karna takut pada Ghani. Sosok Ghani sangat misterius, namun sampai saat ini Ghani masih terlihat normal. Ia berjalan di depan sedangkan Joe bersembunyi di belakang Ghani.
Disisi lain, Adreas menggengam tangan Bella karna takut jika hal yg tak di inginkan terjadi. Keduanya terus memantau keadaan sekitar.
" Dre, aku denger suara Olive" ujar Bella.
" Tunggu,, siapa tau itu jebakan, kita harus hati- hati" Adreas berjalan di depan, dan tangannya masih menggenggam tangan Bella. Adreas menarik Bella ke sudut lain, lampu senter mereka matikan. Adreas dan Bella berjongkok di sudut, bersembunyi dari sosok kuntilanak yg merangkak keluar dari dalam kamar. Keduanya bahkan sampai menahan nafas.
Sosok kuntilanak itu pun mendekat ke arah mereka berdua, Bella dan Adreas semakin ketakutan. Keduanya menutup mulut, dan sebisa mungkin tak membuat gerakan apapun. Kuntilanak itu kini tepat di hadapan mereka, lalu pergi menghilang di kegelapan. Keduanya kini bisa bernfas dengan lega.
Namun baru saja mereka berdiri, sosok kuntilanak itu muncul tiba- tiba di atas mereka. Adreas dan Bella berteriak sekencang- kencangnya. Lalu berlari tak tentu arah. Tangan Adreas masih menggenggam tangan Bella erat. Sosok itu merangkak di atas plafon mengejar mereka.
Hingga sampailah mereka berdua di sebuah ruangan. Keduanya bersembunyi di balik meja. Kuntilanak itu pun berhenti mengikuti mereka.
Di sisi lain Joe berjalan mengendap- ngendap di belakang Ghani. Mereka terus mencari jalan keluar dan teman mereka yg hilang.
" Joeee...!!"

Komentar Buku (300)

  • avatar
    DITAPUSPAADYTIA

    cerita holor nya aku sih suka kalau yang ini merinding dan bikin lari maraton pas baca ini cerita yang paling menyeramkan dari cerita holor yang lain punya oh yah bikin lgi dong cerita nya yang holor holor kan seru tuh sama cerita yg lain juga yang happy ending.cocok untuk di jadikan film

    10/08/2022

      0
  • avatar
    Muhammad Malin Yusup

    sangat berguna

    19/05/2022

      0
  • avatar
    BellaNabitabo

    I love novelah app this app so nice

    28/04/2022

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru