Usia kandungan Kayla sudah mulai menginjak 7 bulan, itu tandanya 2 bulan lagi Dia akan melahirkan. Selama beberapa bulan ini Kayla selalu mendapat siksaan dari Celine disaat Raga pergi keluar kota atau luar negri. Mbok Darmi juga tidak pernah kembali ke Jakarta lagi, mungkin karena takut dengan ancaman Celine. "Kayla," panggil Raga pada Kayla yang sedang berdiri dibalkon kamar nya. Pria itu memeluk tubuh Kayla dari belakang sambil mengusap pelan perut Kayla yang sudah besar. "Kenapa Mas Raga?" tanya Kayla merasa aneh dengan sikap Raga. Akhir akhir ini Raga terlihat begitu perhatian dengannya. Biasanya Raga juga perhatian tapi bedanya ini jauh lebih perhatian lagi. "Jangan tinggalkan Aku," lirih Raga tepat disamping telinga Kayla. "Mas Raga." Raga melonggarkan pelukannya, memutar tubuh Kayla agar menghadap kearahnya "Kayla, Aku ingin membicarakan mengenai perjanjian itu." Seketika Kayla menegang di tempat. Apa Raga akan benar benar membuangnya setelah anak mereka lahir nanti? Apa Pria itu benar akan menceraikannya dan mengambil hak asuh anaknya? "Aku rasa Aku tidak bisa melanjutkan perjanjian itu." "M-maksud Mas Raga ?" "Aku.. Aku sudah terlanjur jatuh cinta padamu Kay. Aku tidak ingin melepaskan mu. Ayo batalkan perjanjian itu dan hidup bahagia dengan anak kita nanti." Kayla tidak bisa menahan air matanya, apa Dia tidak salah dengar ? Raga mencintainya ? Apa ini artinya semua ketakutan yang selama ini Dia rasakan tidak akan pernah terjadi ? "Mas Raga." "Kamu mau kan ?" "Mas Raga Maaf," lirih Kayla melepas tangan Raga "Kenapa? Kamu tidak mau ? Kay Aku... "Tapi Mas Raga sudah berjanji dengan Kak Celine untuk mengakhiri hubungan kita setelah anak ini lahir. Aku tidak ingin menyakiti Kak Celine." "Kayla, tatap Aku. Katakan apa kamu mencintaiku ?" tanya Raga sambil memegang kedua bahu Kayla. "Mas Raga." "Katakan Kay. Apa kamu mencintaiku ?" "Maaf Mas Raga hiks Aku melanggar perjanjian itu. Aku, Aku juga mulai mencintai Mas Raga tapi.. "Tapi kamu takut dengan Celine ?" sahut Raga. "Aku akan berbicara dengan Celine tentang masalah ini. Tugasmu hanya tetap disisiku dan jangan pernah meninggalkanku." ✨ "Apa? Apa Mas Raga sudah gila? Aku mengizinkan Mas Raga menikahi wanita itu karena Mas Raga berjanji akan menceraikannya setelah melahirkan tapi kenapa sekarang Mas Raga melanggar janji Mas Raga ?" "Celine, mengertilah jika nanti anak Kayla lahir pasti Dia juga membutuhkan Ibunya." "Itu bukan alasan yang sebenarnya kan ? Kita bisa menyewa baby sitter! Jujur, Apa Mas Raga sudah mulai mencintainya ?" Raga hanya diam saat Istri pertamanya itu menanyakan hal itu. Melihat keterdiaman Raga, Celine sudah bisa menebak jika Suaminya itu pasti sudah mulai mencintai Kayla. "Tidak ! Aku tidak akan membiarkan Mas Raga mencintainya ! Mas Raga harus tetap menceraikannya !!" ✨✨ Setelah kejadian dimana Raga jujur tentang perasaanya ke Kayla pada Celine, Celine menjadi semakin membenci Kayla. Dia benar-benar membuat hidup Kayla tidak tenang mulai dari terus menyiksanya bahkan sampai mengancam akan membunuh anaknya nanti. Nyonya Monika juga sudah tahu tentang Raga yang berencana tidak ingin menceraikan Kayla. Sejujurnya Wanita paruh baya itu sangat senang tapi Dia juga tidak bisa mengingkari janjinya pada Celine. Sebenci apapun Dia pada Celine janji tetaplah janji. Hari ini Raga kembali pergi keluar kota, Dia sedang melihat perkembangan pembangunan hotel baru nya dikota Bali. "Semuanya berjalan lancar tuan. Dan pembangunan juga sudah hampir 60%. Jadi." "Baguslah saya percayakan padamu. Kalau begitu saya akan kembali ke hotel sekarang." Saat perjalanan menuju hotel, Tidak sengaja Raga melihat seorang wanita paruh baya yang hendak menyebrang disebuah penyeberangan."Mbok Darmi ? Pak tolong tunggu saya di tikungan depan nanti," ucap Raga pada sang supir sebelum akhirnya keluar dari mobil. "Mbok Darmi !" "M-Mas Raga?" Raga menahan tangan Mbok Darmi yang hendak kabur "Mbok Darmi mau kemana ?" "Mas tolong lepaskan Saya, Saya tidak salah." "Mbok, Saya sudah sangat percaya dengan Mbok Darmi tapi kenapa Mbok seperti ini ?" "Maafkan Saya, Mas. tapi saya benar benar tidak melAkukan itu. Saya-.. "Sebaiknya kita bicarakan di tempat lain." Raga membawa Mbok Darmi ke cafe yang letaknya tak jauh dari penyebrangan tadi. Sudah bisa Raga lihat sedari tadi Mbok Darmi terlihat ketakutan. Dengan pelan Raga meminta Mbok Darmi menceritakan kejadian yang sebenarnya karena jujur Raga belum bisa percaya jika Mbok Darmi tega melakukan hal jahat pada Kayla. "Saya berani bersumpah bukan Saya yang melakukan itu. Tapi Saya juga tidak bisa memberitahu Mas Raga siapa pelakunya. Saya takut keluarga Saya dalam bahaya. Jika Mas Raga ingin tahu, Mas bisa melihat cctv dirumah." "Mbok, Saya percaya dengan Mbok Darmi, Tapi jika benar Mbok yang melakukan itu semua, maka Mbok mau untuk bertanggung jawab kan ?" "Iya Mas, Saya akan tanggung jawab jika memang Saya terbukti bersalah." "Baiklah. Mbok bisa pergi tapi tolong tinggalkan nomor tlp dan juga alamat Mbok yang sekarang. Aku tidak ingin Mbok Darmi kabur lagi." ✨✨ Keesokan harinya.. "Kak Celin sakit!! Hiks tolong lepaskan, Ini sangat sakit." Puas menjambak rambut Kayla, Celine mendorong tubuh Wanita itu hingga jatuh ke lantai. "Sakit? Ini semua tidak sebanding dengan apa yang sudah Kamu lakukan padaku!! Kamu sudah merebut Mas Raga dariku!! Aku membencimu, Kay! Aku akan membunuhmu sekarang juga!" Celine sudah ingin menancapkan pisau yang sejak tadi Ia bawa tepat diperut Kayla, Namun suara teriakan Raga yang baru saja pulang dari luar kota membuat Wanita itu mengurungkan niatnya. "Mas Raga. Diam disini dan rapikan penampilanmu. Awas kamu berani macam macam." Sahut Celine sebelum kemudian keluar dari kamar guna membukakan pintu suaminya. "Mas Raga sudah pulang ? Bukannya masih 2 hari lagi Mas Raga di Bali?" Tanya Celine. "Ada urusan penting. Dimana Kayla ?" "Kayla ? Ah Dia sedang tidur." "Tidur? Jam segini ?" "Selama Mas Raga pergi Kayla lebih sering tidur. mungkin Dia merasa lelah, hal itu biasa mengingat Dia sudah hamil tua. Oh iya, Mas Raga ingin Aku siapkan sesuatu ?" "Tolong siapkan air hangat. Aku ingin ke ruang kerja dulu." Balas Raga sebelum kemudian Melangkahkan kakinya pergi keruang kerja nya. Sesampainya diruang kerja, Raga Membuka laptop untuk memantau cctv di tgl kejadian saat Kayla hampir keguguran waktu itu. Cukup lama Pria itu mencarinya mengingat itu sudah lumayan lama. "Dihapus ? Kenapa tidak ada rekaman di tgl itu." gumam Raga merasa aneh. Raga mencoba melihat cctv di sudut tempat lain namun hasilnya sama, nihil."Sial !" "Mas Raga pikir Aku bodoh ? Untung Aku sudah menghapus rekaman cctv itu." batin Celine yang ternyata melihat dibalik pintu.
Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
Laila bilang dia anak yatim piatu
4d
0bagusss
11/07
0bagusss bgt, lanjutin dong kak please gantung bgt ceritanya. pngen gimana lihat penyesalan raga 😔
23/05
0Lihat Semua