"Ngapain Kamu kesini? Masih berani Kamu menginjakkan kakimu disini lagi?" Baru melangkahkan kakinya memasuki kawasan rumah mantan suaminya, Kayla sudah dihadang oleh Celine. Wanita itu tampak sangat tidak menyukai kedatangan Kayla disini, Sangat terlihat jelas dari raut wajah dan nada bicaranya. Dengan wajah memelasnya Kayla mengatakan jika tujuannya datang kesini adalah untuk menemui Aska, Anaknya. "Celine, Izinkan Aku masuk. Aku ingin bertemu dengan Aska," Ujar Kayla hendak melanjutkan langkahnya masuk kedalam rumah mewah itu. Dengan sekali gerakan Celine berhasil menahan tangan Kayla yang sudah ingin masuk kedalam rumah itu. "Aku tidak mengizinkanmu masuk apalagi bertemu dengan Aska. Lebih baik Kamu pergi sekarang sebelum Aku mengusirmu secara paksa. Lagi pula Mas Raga pasti juga tidak akan sudi melihatmu lagi." Seketika Kayla diam, Dia melupakan fakta jika pasti Raga tidak akan mau lagi melihatnya. Namun Kayla kembali mengingat tujuan utamanya datang kesini, yaitu untuk bertemu dengan Aska bukan Raga. Jadi sekalipun Raga tidak mau bertemu dengannya itu bukan masalah karena tujuannya memang hanya untuk menemui Aska. "Aku hanya ingin bertemu dengan Aska bukan Mas Raga." "Kamu sudah berani melawanku?!!" "Bukannya Aku ingin melawan, Hanya saja Aku memang hanya ingin bertemu dengan Aska. Jadi Aku tidak peduli jika Mas Raga tidak ingin melihat ataupun bertemu denganku." Celine menatap kesal Wanita yang saat ini ada didepannya. "Bagaimana jika Aku tidak mengizinkanmu bertemu dengan Aska?" Sahut Raga. Entah dari mana datangnya Pria itu yang jelas kedatangannya membuat Celine dan Kayla cukup terkejut. Terlebih lagi Kayla yang mendengar ucapannya barusan. Dengan langkah pelan dan tatapan angkuhnya Raga berjalan menghampiri Istri dan Mantan Istrinya itu. Pria itu menyunggingkan senyum smirk nya begitu sudah berdiri didepan mantan Istrinya. "Aku tidak mengizinkanmu bertemu dengan Aska jadi lebih baik Kamu pergi." "Mas Raga, Kenapa Mas Raga melarang ku menemui Aska? Aku ibu kandungnya, Aku berhak menemuinya." "Aku yang memenangkan hak asuhnya, Jadi Aku berhak mengizinkan atau melarang siapapun bertemu dengan Aska!!" "Jangan lupakan janjimu, Raga. Sebelum kalian bercerai, Kamu sudah berjanji untuk mengizinkan Kayla bertemu dengan Aska sampai Aska berumur 2 tahun," Sahut Nyonya Monika tidak sengaja mendengar perdebatan Raga dan Kayla. Sambil menggendong Aska, Nyonya Monika berjalan pelan menghampiri mereka. Terlihat mata Kayla mulai berkaca-kaca saat melihat anaknya dalam gendongan Ibu mertuanya. "Kayla, Jangan pernah mendengarkan apapun yang Raga katakan. Sebelum Aska berumur 2 tahun, Kamu berhak bertemu dengan Aska kapanpun Kamu mau. Dan Kamu Raga, Kamu tidak boleh melupakan janji itu karena Kamu sudah tanda tangan diatas surat perjanjian. Ayo Sayang, Kita masuk. Aska sudah sangat merindukan Ibunya," Ujar Nyonya Monika menggandeng tangan Kayla untuk masuk kedalam rumah. Meninggalkan Raga dan Celine yang tampak kesal. ,,,,,,,,,,,,,,,, Kayla menatap haru bayi mungil yang saat ini ada pada gendongannya. Bahkan sejak tadi Wanita itu tidak bisa menahan air matanya karena bisa bertemu dengan Aska. Melihat hal itu, Nyonya Monika pun menghampirinya yang kini tengah menyusui Aska. Nyonya Monika mendudukan dirinya tepat disamping Kayla "Kayla, Kamu apa kabar? Sejak semalam Aska terus menangis membuat seisi rumah kebingungan. Ibu sudah memberinya susu tapi Aska terus menangis. Mungkin Ia merindukanmu," Ucapnya berhasil membuat Kayla langsung menoleh. Apa benar Anaknya menangis karena merindukannya ? Jika benar, apa itu yang dinamakan kontak batin seorang Ibu dan Anak? Mengingat semalaman Kayla juga tidak bisa menahan tangisannya karena merindukan Aska. "Ibu, Maaf jika Aska membuat Ibu kerepotan." "Tidak, Jangan mengatakan hal itu. Kayla, Apa Kamu baik-baik saja? Matamu terlihat sembab, Pasti Kamu habis menangis ?" Kayla mengangguk pelan "Iya Bu, semalaman Aku tidak bisa tidur. Menangis karena merindukan Aska." "Kamu yang sabar ya, Sayang. Ibu janji akan merawat Aska dengan sangat baik. Datanglah kapanpun Kamu mau jika Kamu merindukan Aska. Jika ada yang melarangmu, Jangan pernah takut. Kamu paham kan? Yasudah Ibu akan mengambilkan beberapa botol dulu, Kamu jadi memompa asimu untuk Aska kan?" "Iya Bu, Terima kasih." ,,,,,,,,,,,,, "Mas Raga kenapa membiarkan Kayla masuk sih? Seharusnya Mas Raga mengusirnya bukan malah membiarkannya begitu saja!!" Saat ini Raga dan Celine sedang dalam perjalanan menuju kantor. Selama perjalanan Celine tidak bisa berhenti berbicara dan hal itu tentu saja membuat Raga cukup kesal. Namun Pria itu memilih untuk diam karena tidak ingin berdebat dengannya. "Mas Raga kenapa diam? Mas mendengarku kan?" Lanjut Celine bertanya. Wanita itu kesal karena Raga selalu saja menghiraukan ucapannya. Hingga saat sampai dipersimpangan jalan sebelum sampai kantor, Raga menghentikan mobilnya. "Turun. Kamu bilang hanya ingin ikut sampai sini kan?" Ujarnya dengan nada dingin. "Apa? Mas Raga mau menurunkanku disini? Mas!! Kenapa Mas Raga tega?" "Aku bilang turun!!!" Teriak Raga sambil menatap tajam kearah Istri nya itu. Melihat kemarahan Raga yang seperti itu, Mau tak mau Celine pun turun. Wanita itu tidak mungkin melawan karena Raga akan semakin marah jika Ia melakukan itu. Setelah memastikan Celine benar-benar turun, Raga langsung menancapkan gas mobilnya cepat. Meninggalkan Celine dengan berbagai kekesalannya. ,,,,,,,,,,,,,,,, "Wuihh banyak nih duitnya." Doni menyunggingkan senyum senangnya melihat kedatangan temannya saat dirinya tengah sibuk menghitung beberapa lembaran uang yang cukup banyak. "Dapat darimana lagi? Aku pikir Kamu tidak akan mendapat uang sebanyak ini kalau hanya dengan memalak saja. Kamu merampok ?" Lagi, Senyum itu kembali tersungging dibibir Doni. "Darimana lagi kalau bukan dari Wanita cantik tapi bodoh itu." "Maksud Kamu Nona Celine? Wahh, Kamu benar-benar memerasnya?" "Lebih tepatnya meminta upah tutup mulut. Selama Aku membutuhkan uang, Aku akan datang padanya dan meminta uangnya. Jika Ia tidak mau memberiku uang maka Aku akan membongkar semua rahasianya." "Kamu benar-benar licik haha." Doni hanya diam, Pria itu tidak peduli jika dirinya dianggap licik karena memang kenyataannya seperti itu. Ia akan terus meminta uang pada Celine. Disamping itu, Ia juga akan menggunakan uang-uang itu untuk berusaha mendekati Kayla lagi. "Tunggulah sebentar lagi, Sayang. Tidak lama lagi Kamu akan menjadi milikku," Batin Doni. Pria itu merasa jika saat ini Ia menjadi Pria yang sangat beruntung. Ia bisa mendapat banyak uang tanpa bekerja dan Dia juga beruntung karena sudah berhasil membuat Kayla berpisah dengan suaminya.
Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
Laila bilang dia anak yatim piatu
6d
0bagusss
11/07
0bagusss bgt, lanjutin dong kak please gantung bgt ceritanya. pngen gimana lihat penyesalan raga 😔
23/05
0Lihat Semua