Chapter 19

"Raga, Kamu yakin dengan keputusanmu ini? Ibu mohon pikirkan lagi. Kamu tidak kasihan dengan masa depan Aska nanti? Bagaimana jika setelah Ia tumbuh besar nanti menanyakan Ibunya?"
Saat ini Raga bersama Kayla dan kedua orang tuanya sedang berada diruang kerja Tuan Brama. Beberapa saat yang lalu sepulang dari kantor, Raga meminta mereka semua untuk berkumpul guna membicarakan masalah ini. Tentang dirinya yang segera ingin berpisah dengan Kayla.
Sejak tadi Tuan Brama hanya diam, Pria paruh baya itu sudah lelah memberitahu Anaknya untuk memikirkan lagi tentang perpisahannya. Jika memang Raga sudah bertekad ingin berpisah dengan Kayla, Maka Tuan Brama tidak bisa berbuat apapun. Ia akan membiarkan Raga mengambil keputusannya sendiri dengan konsekuensi jika suatu saat Pria itu menyesal, Maka Tuan Brama tidak akan ikut campur mengenai urusan itu.
"Ibu, Bukankah sejak awal Ibu yang mengatakannya? Jika dia sudah melahirkan maka Aku akan memceraikannya. Untuk status Ibunya nya, Celine yang akan menggantikannya. Dan satu hal lagi, Aku tidak akan melarangnya bertemu dengan Aska sampai Aska berumur 2tahun. Setelah Aska berumur 2 tahun maka Aku tidak akan membiarkannya menemui Aska demi kebaikan Aska."
Kayla sudah tidak bisa menahan air matanya lagi. Semua ketakutannya benar-benar terjadi sekarang. Ia pikir walaupun nanti Ia dan Raga berpisah, Ia masih bisa bertemu dengan Aska. Namun kenyataannya Raga hanya memperbolehkannya menemui Aska sampai Aska berumur 2 tahun saja.
"Mas Raga, Aku tidak keberatan jika Mas ingin berpisah denganku. Tapi Aku mohon, Izinkan Aku menemui Aska sampai kapanpun."
Dengan tatapan tajam nya Raga menatap Wanita disampingnya itu "Aku sudah cukup baik memberimu kesempatan untuk menemuinya sampai berumur 2 tahun. Kamu pikir Aku melakukan itu untuk apa? Walaupun Aku tidak yakin itu anakku, Setidaknya Aku berusaha menjadi wali yang baik untuknya. Jika Kamu terus menemuinya sampai Ia tumbuh besar, Kamu pikir Dia tidak akan bingung mempunyai 2 Ibu? Oh atau Kamu ingin Dia tahu jika Dia hanyalah anak hasil perselingkuhan Ibunya?"
"CUKUP!!!" Teriak Nyonya Monika.
"Jika Kamu ingin berpisah dengan Kayla, Baiklah. Ibu tidak akan melarangmu. Hanya saja berhenti mengatakan jika Aska adalah Anak hasil perselingkuhan!! Aska itu anak Kamu, Raga!! Ibu benar-benar kecewa denganmu!!" Lanjut Nyonya Monika sebelum kemudian melangkahkan kakinya keluar dari ruangan itu diikuti Suaminya.
Kini hanya ada Raga dan Kayla didalam ruangan itu. Jika boleh jujur, Raga juga tidak tega harus memisahkan Kayla dengan Anaknya. Tapi untuk saat ini Pria itu sedang dikuasai oleh egonya, Ditambah beberapa hasutan Celine berhasil membuat Pria itu kejam. "Seperti permintaan Ayah, Tidak ada perceraikan tapi Aku tetap ingin berpisah denganmu walaupun tanpa perceraian. Mulai malam ini kemasi barang-barang mu. Besok Aku ingin Kamu sudah tidak ada lagi dirumah ini." Ujar Raga sebelum akhirnya pergi meninggalkan Kayla seorang diri dengan jeritan tangis dalam hatinya.
✨
"Kenapa Kamu diam saja?! Seharusnya Kamu memarahinya! Seharusnya Kamu melarang Raga untuk berpisah dengan Kayla!!"
Didalam kamar, Nyonya Monika terus menangis sambil menyalahkan Suaminya yang sejak tadi hanya diam pasrah dengan keputusan Raga. Bukan tanpa alasan Tuan Brama hanya diam, Pria paruh baya itu sudah sangat lelah dengan sifat egois Raga. Bahkan tanpa Istrinya itu ketahui Ia sudah hampir berkelahi dengan Raga hanya demi mempertahankan keutuhan rumah tangga anaknya itu.
"Raga sudah besar, Dia sudah berhak memutuskan keputusannya sendiri."
"Tapi keputusannya itu salah!! Hiks Bagaimana dengan Kayla? Aku merasa sangat bersalah karena sudah membuat hidupnya hancur seperti ini."
"Aku akan menanggung semua biaya hidup Kayla. Walaupun Aku tidak menentang keputusan Raga untuk berpisah, Aku juga tidak ingin Kayla lepas begitu saja. Aku akan menjamin hidupnya, Aku tidak akan membiarkannya kesulitan. Bagaimanapun Kayla sudah Aku anggap seperti Anak kandungku sendiri. Yang kita lakukan sekarang adalah membesarkan Aska dengan baik dan penuh kasih sayang agar Kayla tidak merasa khawatir meninggalkan Aska disini."
✨ ✨
Sejak tadi air mata Kayla tidak bisa berhenti mengalir. Saat ini Wanita itu sedang mengemasi barang-barang nya sambil menatap sang buah hati yang tampak tertidur pulas ditanjang nya. Sungguh hatinya sangat sakit harus meninggalkan anaknya disini. Belum genap 2 minggu Wanita itu merasakan rasanya menjadi seorang Ibu, Sekarang sudah harus berpisah dengan anaknya.
Karena sudah tidak bisa menahan lagi rasa sakitnya, Kayla mengangkat Aska kedalam gendongannya. Wanita itu kembali menangis. "Hiks Aska maafkan Mama, Nak. Maaf Mama harus meninggalkanmu disini. Maafkan Mama, Hiks."
Entah karena ikatan batin seorang Ibu dengan anak atau tidak, Tiba-tiba Aska membuka matanya dan menangis. Melihat hal itu Kayla langsung berdiri guna menimang sang anak agar berhenti menangis.
"Sstt kenapa Kamu menangis? Maaf Mama membuatmu menangis. Hiks Maafkan Mama, Nak. Mama sayang Aska."
Tanpa Kayla sadari sejak tadi Raga berdiri didepan pintu menyaksikan bagaimana wanita itu dan Anaknya menangis bersama. Hatinya tiba-tiba merasakan rasa sakit yang amat luar biasa, Apakah Pria itu merasakan penyesalan sekarang?
"Maafkan Aku, Kay. Aku terlalu bingung harus berbuat apa. Terus melihatmu hanya akan membuatku merasakan sakit karena penghianatan itu," Tanpa sadar air mata Raga menetes begitu saja.
"Mas Raga, Ngapain Kamu disini?" Pertanyaan Celine berhasil membuyarkan lamunannya.
Dengan cepat Raga menghapus air matanya begitu melihat Celine melangkah menghampirinya.
"Mas Raga ngapain disini? Mas sedang mengawasi Kayla?"
Raga terlihat melirik sekilas kearah kamar Kayla sebelum akhirnya kembali membuang wajahnya "Tidak, Aku hanya tidak sengaja lewat saja. Sudah Aku mau mandi, gerah," Jawabnya kemudian pergi.
Celine menatap Suaminya dan Kayla secara bergantian. Entah kenapa Wanita itu merasa jika Raga mulai tidak yakin dengan keputusannya untuk berpisah dengan Kayla. "Sial! Sepertinya Mas Raga sudah mulai goyah, Aku harus bisa mempengaruhinya agar tetap berpisah dengan Kayla."

Komentar Buku (300)

  • avatar
    Ziva Nafiza Qadriyah

    Laila bilang dia anak yatim piatu

    3d

      0
  • avatar
    Muhammad Muchtar

    bagusss

    11/07

      0
  • avatar
    SusantiSusi

    bagusss bgt, lanjutin dong kak please gantung bgt ceritanya. pngen gimana lihat penyesalan raga 😔

    23/05

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru