Mantan Duda

“Bagaimana dengan ibu dan Kareena,Rama?” Ashiqa berusaha untuk duduk dan segera Rama membantunya dan memberi bantal di belakang punggungnya.
“Tidak usah membahas mereka tidak ada lagi toleransi bagi mereka di rumah ini.” sahut Rama dengan acuh. Rautnya wajahnya terlihat sedih bercampur marah.
“Aku akan meminta bi Sri membawakan makan malam untukmu.”
“Tapi mereka akan tinggal di mana Rama?”
Rama menatap Ashiqa sambil menghela napas.
“Sayang, mereka punya rumah sendiri dan dua apartemen. Mereka tidak akan kesulitan menemukan tempat bernaung. Meski tunjangan dariku sudah ku hentikan tapi kontrak kerja Kareena masih panjang dan cukup untuk mereka. Yaa asal mereka tahu diri dalam menggunakan uang mereka.”
Ashiqa terdiam dan tidak menanyakan hal itu lagi , dia menyibak selimutnya karena harus ke kamar mandi. Nyeri di sekujur tubuhnya dan pergelangan kakinya membuat gerakannya agak lambat.
“Kau mau kemana?” tanya Rama mengulurkan tangannya kepada Ashiqa.
“Aku hanya ingin ke kamar mandi saja, aku bisa sendiri.” Tapi ternyata dia tidak bisa melanjutkan langkahnya, nyeri di pergelangan kakinya justru membuatnya nyaris terjatuh.
“Keras kepala dan ketangguhanmu hanya beda tipis saja Sayangku.” Rama dengan cepat menangkap tubuh istrinya yang hampir menyentuh lantai. Ashiqa meringis kesakitan dan dia juga harus ke kamar mandi.
“Rama, aku udah kebelet niih ….” Ashiqa menggigit bibir bawahnya yang membuatnya tampak menggemaskan dibanding kesakitan.
Hanya sekali gerakan Ashiqa sudah berpindah ke dalam gendongan Rama, laki-laki itu dengan telaten mengurus Ashiqa dengan baik.
“Aku dulu cukup sering membantu Kania ketika tubuhnya lemah habis kemo, dia muntah hebat dan tak mampu ke kamar mandi sendiri.” Rama menunggu Ashiqa di depan pintu kamar mandi.
Setelah istrinya selesai kembali dia menggendong Ashiqa ke tempat tidurnya.
“Apa tidak ada sebersit cinta di dalam hatimu untuknya Rama?” tanya Ashiqa yang terusik dengan sikap Rama yang sangat baik dan perhatian seperti itu.
“Hhhmmm … ku rasa tidak, aku murni menyayangi Kania layaknya seorang sahabat, dia seperti adikku sendiri. Cinta Kania dan Fery sangat besar bagi keduanya.”
Rama memindai sesaat wajah istrinya itu dan mencoba menggodanya.
“Kau cemburu?”
“Aku ? aku cemburu ? yaa gak laah … buat apa aku cemburu dengan mendiang wanita yang sudah berkumpul bahagia dengan suaminya di alam sana. Jangan aneh-aneh deeh!” judes Ashiqa sudah mulai kembali. Rama hanya tertawa kecil melihat ekspresi ashiqa itu. Tidak cemburu tapi alisnya bertaut dan wajahnya jutek.
“Baiklah Sayang, aku akan ke bawah sebentar untuk meminta bi Sri membawakanmu makan malam.”


Terryn memandang sosok laki-laki yang berpakain jas lengkap yang rapi dengan kacamata hitam yang bertengger di hidungnya yang sempurna.
“Nona Terryn, nyonya Ashiqa meminta saya untuk menjemput Nona.” Wisnu mempersilahkan Terryn untuk naik di mobil sedan mewah itu.
Terryn memandangnya dengan ragu, apa ini laki-laki yang dimaksud Ashiqa ?
“Jangan khawatir Nona Terryn, saya Wisnu asisten pribadi tuan Rama. Nyonya Ashiqa saat ini sedang kurang sehat dan meminta Anda untuk datang mengunjunginya.”
“Ooh … tapi Chika eeh maksud saya Ashiqa kenapa?” pantas saja sahabatnya itu tidak terlihat di kelasnya juga di kantin.
“Biar nanti nyonya Ashiqa sendiri yang akan menjelaskannya, Nona. Silahkan.”
Terryn tersenyum-senyum kecil ‘wiiih babu cantik ini dijemput pake mobil mewah cuuyyy… maaf yaaa kak Deva aku pulang terlambat, aku ingin menikmati jadi nona muda dulu.’
“Mas Wisnu, apa Ashiqa sedang hamil sampai dia tidak enak badan?”
Pertanyaan Terryn membuat Wisnu terkejut dan nyaris membuatnya kehilangan kendali.
“I-itu pertanyaan yang sangat pribadi Nona, saya tidak berhak menjawabnya.” Jawab Wisnu yang salah tingkah dengan pesona kawan Ashiqa ini.

Bibir Terryn membuka melihat gerbang rumah tuan Rama dan dia semakin lupa mengatupkan bibirnya ketika mobil sudah masuk ked an berhenti di depan halaman rumah yang didiami Ashiqa sekarang. Rumor tentang Ramadhan Al Farizi memang yang seorang konglomerat tajir melintir benar adanya. Mungkin posisinya tidak jauh dari ibu angkatnya Imelda namun rumah ini sudah mengesankan jika Rama bukan orang kaya dadakan.
“Silahkan Nona Terryn.” Wisnu membukakan pintu mobil dan menunggu Terryn keluar. Terryn benar-benar memanjakan matanya dengan kemegahan rumah yang ada di hadapannya ini.
“Ayo Nona, saya akan mengantar Anda ke tempat Nyonya muda.” Suara Wisnu membuyarkan pikiran Terryn. Dia melangkah mengikuti Wisnu sambil sesekali melihat ke sekelilingnya.

Ashiqa sudah menunggunya di ruang tengah dengan pergelangan kaki yang terbalut kain bebat serta tongkat untuk membantunya berjalan.
“Astaga dragon ! apa yang sudah terjadi Chika ?!” Terryn setengah berlari mendekati sahabatnya yang berdiri dibantu dengan tongkat.
“Akhirnya kamu sampai juga, bagaimana perjalananmu? Ato duduk sini dekat aku.” Ashiqa mengulurkan tangannya agar Terryn tak ragu duduk di sampingnya.
“Ceritanya panjang dan tidak menyenangkan. Kita obrolin yang lain aja atau aku perkenalkan dulu kamu sama suamiku yaa. Ramaaa…,” Ashiqa memanggil suaminya yang ada di ruang kerjanya.
Tak lama laki-laki itu pun keluar dan membuat mata Terryn lagi-lagi membulat,
“Duda eehh mantan duda yang ganteng maksimal Chik.” Bisik Terryn sambil menyenggol lengan Ashiqa.
“Rama, kenalkan ini Terryn dia sahabatku di SMU dulu dan kami bertemu lagi di kampus. Terryn, ini suamiku Ramadhan Al Farizi.”
Rama tersenyum ramah sambil menyalami teman Ashiqa itu yang lupa berkedip melihat ke arah dirinya.
“Senang bertemu dengan Anda, Nona Terryn. Terima kasih sudah mau datang memenuhi undangan istri saya Ashiqa.”
“Ooh … eeeh … iya Om, eh Pak, engh Mas.” Sahut Terryn dengan gugup dan membuat Ashiqa tertawa.
Terryn menggaruk kepalanya yang tak gatal, dia benar-benar salah tingkah di depan tuan rumah ini.
“Santai aja Nona Terryn, tapi mohon maaf yaa saya harus kembali ke kantor dan semoga waktu anda menyenangkan di rumah kami ini.”
Rama mendekati Ashiqa dan mengecup dahi istrinya dengan mesra.
“Aku pergi dulu yaa Sayang, kalau ada apa-apa telpon aku atau Wisnu.” Rama membelai kepala Ashiqa dengan lembut, sementara perempuan itu hanya mengangguk sambil tersenyum dengan manis.
“Saya permisi Nona Terryn.” Rama mengangguk dan meninggalkan mereka berdua dan sosok Wisnu yang mengikutinya dari belakang. Mereka berdua terlihat sangat keren.

“Wooy … gantian dia yang bengong!” Ashiqa menepuk bahu Terryn yang membuat sahabatnya gelagapan.
“Yaaa… Ampuuun Chika … suami kamu pria idaman banget, asistennya juga kece, aaah aku merasa seperti sedang selingkuh dari kak Deva, Wisnu memang ganteng Chiiik.” Teryyn memegang dadanya dan memasang mimik wajahnya yang lucu dan kembali membuat Ashiqa tertawa.
“Keadaan kampus gimana Yin?” tanya Ashiqa sambil mencoba meluruskan kakinya yang masih terasa nyeri.
“Lupakan soal kampus, pertanyaanku jauh lebih penting, kamu habis kecelakaan atau kenapa Chik?” tanya Terryn serius, matanya menangkap bekas goresan di dahi Ashiqa serta beberapa titik lebam yang kebiruan.
“Aku jatuh dari tangga, terpeleset di situ tuh.” Tunjuk Ashiqa dengan dagunya. Terry rasa Ashiqa sedang tidak berterus terang dengan apa yang terjadi dengan dirinya.
“Panjang ceritanya Yiin males aku aah bahas soal itu.”
“Tuuuh kan Chikaaa … kebiasaan banget deeh bikin orang penasaran.” Terryn memasang wajah cemberutnya.
“Ini ulah ibu mertua sama ipar aku, ibu mertua yang notabene ibu tiri dan adik tiri Rama.”
“Whaaaat???” dan lagi bola mata Terryn rasanya ingin melompat keluar mendengar pengakuan Ashiqa. Terryn tidak percaya jika sahabatnya nyaris celaka dua belas oleh ulah mertuanya sendiri.

Komentar Buku (130)

  • avatar
    LendraMarensa

    ceritanya sangat menarik sekali saya terkesima dengan jalan ceritanya banyak pelajaran yang diambil hikmah yang terkandung disitu juga menarik sekali serta kit harus berfikir positif meskipun kita enggak jadi sama yang muda maka dari itu ambil saja sesi yang dapat dicontoh jangan yang jahatnya tapi yang baik nya ajha supaya kita mengerti apa artinya kehidupan yang sesungguhnya agar kita tidak terbuai oleh rayuan duniawi yang panah ini semangat terus yang bikin cerita buatlah cerita yang lebih se

    05/01/2022

      1
  • avatar
    Tataaaaa

    baguss

    18/05

      0
  • avatar
    Supri Yanto

    mantap, terus berkarya

    23/11

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru