Lala terpaku demi melihat pemandangan menyedihkan ini. Bahkan sedikit pun tidak terpikirkan olehnya, jika dua orang yang begitu dekat dengannya itu tega menikamnya dari belakang. Lidahnya terasa kelu untuk berucap. Tubuhnya mendadak lemas dan gemetar. Air mata datang secara sukarela tanpa harus diundang, dalam sekejap saja pipi itu sudah basah. Lala tidak bisa menjaga dirinya untuk tegar. “La, aku bisa menjelaskan!” Alan berucap sambil memungut bokser hitam yang tergeletak di ujung ranjang kemudian mengenakan secepatnya. Sementara Dewi memilih membungkus tubuhnya dengan gulungan selimut. Dia juga kelihatan shock hingga bingung harus berbuat apa lagi selain menyembunyikan rasa malunya. Kamar Alan tampak kacau, baju Dewi berserakan di lantai bahkan perangkat dalamnya pun terpampang di sana. Bersanding dengan singlet Alan. Pemandangan yang begitu menyakitkan buat Lala. Sementara Daniel cukup peka untuk mendampingi Lala dan secepatnya meraih gadis itu ke dalam pelukannya. Membiarkan tangis sahabatnya itu pecah sejadi-jadinya. Daniel mengeratkan pelukannya sembari menepuk-nepuk punggung Lala, berharap bisa sedikit menenangkannya. Setelah bagian tubuh bawahnya tertutup, Alan mendekati Lala dengan wajah panik dan kacau. Bahkan lelaki itu tidak menyangka jika Lala tiba-tiba datang ke kos. Biasanya Lala begitu cuek dengan dirinya. Alan tidak berpikir jika Lala akan menemuinya hari ini. “Sayang, aku bisa menjelaskannya!” ucapnya gemetar dengan nada tersekat, seolah kata-kata itu begitu sulit keluar dari kerongkongannya. Bingung, kaget, malu seperti itu perasaan Alan. Alan hendak meraih Lala dari pelukan Daniel. Lala tetap membenamkan diri dalam dada Daniel tanpa berniat mendengar ucapan yang baru saja terlontar dari mulut tunangannya itu. Hatinya berasa hancur. Bahkan seluruh tubuhnya terasa lemas. Punggung gadis itu masih gemetar demi mengeluarkan semua airmatanya, selain shock Lala juga kecewa, karena dengan beraninya Alan mengkhianati. Meskipun Lala belum bisa memberikan hatinya. Tetapi itu bukan alasan untuk Alan berselingkuh. Bahkan begitu bodohnya Lala mempercayai mereka berdua sehingga harus menanggung pedihnya sebuah pengkhianatan. Daniel memeluk Lala dengan satu tangannya, sementara tangan yang lain mendorong Alan dengan kasar hingga laki-laki itu mundur beberapa langkah dan nyaris jatuh. “Aku kecewa sama kamu, Al! Kamu bukan hanya brengsek tapi kamu juga memalukan!” seru Daniel bergema dalam ruangan itu. Kondisi kost yang cuku sepi lebih menguntungkan Alan. Karena kejadian ini tidak akan mendatangkan pemirsa, dengan begitu dia tidak begitu malu. “Jadi maumu apa?!!” teriak Daniel tidak sabar dan dengan nada suara yang bertambah volumenya. “Jangan ikut campur, Niel!” teriak Alan tak kalah keras dengan menatap manik Daniel tanpa takut sama sekali. Ya. Terlanjur ketahuan mau apa lagi. Alan berpikir akan menghadapi semuanya. Mendapat respon seperti itu, Daniel tidak sabar lagi untuk tidak bertindak kasar pada Alan. Laki-laki itu melepaskan Lala demi melayangkan pukulan untuk Alan. BUGH BUGH BUGH, dalam pukulan ketiga Alan terpental. Laki-laki itu meringis menahan sakit. Bukannya berhenti Daniel malah semakin menjadi. Rasa kecewa atas kelakuan sahabat baiknya memunculkan iblis yang dalam hatinya untuk murka. Pukulan itu berhenti, ketika ada sepasang tangan menariknya. Daniel menoleh pada pemilik tangan itu. Laki-laki itu meraih Lala dan membawanya mundur beberapa langkah. Tanpa peduli kondisi Alan yang babak belur. Daniel beralih menatap wajah Lala yang terlihat pucat dan hancur, kemudian memeluknya lagi. “Ayo kita pergi, Niel!” gumam Lala dalam pelukan itu. “Iya kita akan pergi dari sini, tidak ada gunanya kita menghakimi penghianat, La. Percayalah kamu lebih berharga dari manusia tidak punya hati seperti mereka,” hibur Daniel. “Tunggu ...!” tubuh Alan sempoyongan mencoba bangkit. Hingga dia mampu melangkah mendekat untuk menghalangi keduanya pergi. “Aku mohon, aku bisa menjelaskannya, kalian jangan pergi,” pintanya. “Apa lagi yang mau kalian jelaskan, hah! Kamu mau bilang nggak sengaja? Kalian mau bilang khilaf? Basi tahu nggak?!” ucap Daniel tidak terima. “Dan kamu Dewi? Apa hatimu sudah mati? Bukankah Lala adalah sahabatmu?” Sorot mata tajam Daniel mulai menghakimi Dewi yang terdiam dalam gulungan selimutnya. Gadis itu sama sekali tidak membalas ucapan Daniel. Hanya air mata terlihat menetes dipipinya. Entah apa arti air mata itu hingga harus repot-repot ia keluarkan. Bukankah dia harusnya bahagia karena sudah berhasil memisahkan Alan dan Lala. “Niel, aku mau pergi sekarang,” lirih Lala. “Iya kita akan pergi!” ucap Daniel tegas. Dalam pikirannya memang seharusnya pergi meninggalkan tempat itu. Karena semakin lama di sana hanya akan bertambah melukai Lala. “La aku mohon, dengarkan penjelasanku dulu!” pinta Alan. Lala melepaskan pelukan Daniel. Dengan ketegaran yang dia bangun mati-matian menatap wajah penghianat itu. Gadis itu menghapus sisa air matanya kasar. “Oke aku dengarkan, coba apa yang mau kamu jelaskan?” tantang Lala menatap sorot mata di depannya. “La, sebenarnya aku dan Dewi tidak ada apa-apa ....” ucap Alan pelan. Lala mengangguk. Kemudian bergantian memindai dua orang itu bergantian. “Oke hanya itu yang ingin kamu jelaskan? Baiklah aku pergi,” ucap Lala membalikkan badan dan melesat meninggalkan kamar itu dengan hati penuh kesakitan. “Kalian begitu menyedihkan!” Kalimat ini Daniel tinggalkan untuk Dewi dan Alan. Kemudian laki-laki itu tergesa mengikuti langkah Lala. Alan sudah tidak punya cara lagi untuk mencegah mereka pergi. BERSAMBUNG
Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
Komentar Buku (467)
Maya Lahe
bagus ceritanya happy ending. sayangnya nunggu tamatnya lama 😭😭. tp ttp semangay nulis ya tor 💪💪
20/05/2022
1
SubramaniamNakalingam
nice story .... keep writing 👍👍
18/05/2022
0
Sucipto Utomo
isi ceritanya bagus, gaya bahasa mudah dimengerti, ditunggu kelanjutannya !!!
bagus ceritanya happy ending. sayangnya nunggu tamatnya lama 😭😭. tp ttp semangay nulis ya tor 💪💪
20/05/2022
1nice story .... keep writing 👍👍
18/05/2022
0isi ceritanya bagus, gaya bahasa mudah dimengerti, ditunggu kelanjutannya !!!
20/01/2022
7Lihat Semua