logo text

Bab 13 Mengungkap Misteri

Rio masih penasaran dengan penyelidikannya tempo hari. Hari ini dibulatkannya tekad untuk menyewa detektif .
Rio : “Halo. Selamat pagi. Benar dengan detektif swasta ?”
Detektif : “Benar,Pak. Untuk penyelidikan dengan hasil lengkap termasuk transportasi dan dokumen lain seperti foto, area Jabodetabek biayanya dua puluh juta rupiah.”
Rio : “Mahal amat,Pak. Untuk penyelidikan berlaku seluruh area Indonesia?”
Detektif : “Untuk luar kota atau luar pulau bahkan luar negeri bisa. Ditambah biaya transportasi. Kami hanya menyediakan bukti untuk selanjutnya diproses ke yang lebih berwenang.”
“Rio : “Maksudnya?”
Detektif : “Contohnya saja, belum lama kami menyelidiki kasus anak anggota DPR yang terlibat pemakaian narkoba. Di situ kami menyamar sebagai tamu klub malam. Makanya biaya kami mahal.”
Rio : “Saya tawar sepuluh juta. Deal?”
Detektif : “Belum bisa,Pak. Karena pekerjaan kami beresiko dan harus dilakukan beberapa hari.”
Rio : “ Bagaimana kalau dua belas juta?”
Detektif : “Begini deh, kami kasih harga terbaik. Lima belas juta dengan rekaman video dan foto sasaran. Bagaimana?”
Rio : “Oke deh. Deal ya.. kirim no. rekening untuk pembayaran down payment.”
Detektif : “Oke-oke. Saya kirim pakai whatssup. Terima kasih.”
Sepulang kuliah seperti biasa Rio ke outlet dagangannya yang terletak di mall. Cowok itu duduk di kursi depan outlet sambil membuka laptop mengerjakan tugas kuliah. Diliriknya jam yang melingkar di tangan kirinya.
“Pukul 1 siang, waktunya Jessy keluar. Biasanya dia menemaniku di outlet. Tapi hari ini gak ada kabar sama sekali,” pikir Rio sambil menggerakkan mouse dan melanjutkan mengetik.
Hari makin sore, pengunjung mall makin banyak, outletnya pun makin ramai dikunjungi pembeli. Cowok ini mulai melupakan ketidakhadiran Jessy di outlet dan menyibukkan diri untuk mengumpulkan uang untuk mengembangkan bisnisnya. Rio beranjak bangkit dari kursinya untuk mengambil makan malamnya, sepaket nasi dan ayam geprek sambal matah disertai jus buah mangga. Telepon dari ponsel Rio berbunyi, karena ramainya pengunjung outlet, membuat cowok ini tak menyadarinya. Rio istirahat sejenak untuk makan malam. Untuk mengusir kejenuhan, dibukanya ponsel. Ada chat dari mama tersayang di whatssup.
Mama : “Halo Rio… Jangan lupa makan malam ya!”
Rio : “Halo mama…Gimana kabarnya papa hari ini?”
Mama : “Nih, mama lagi sama papa kamu. Lagi makan malam.”
Rio : “ Asyik dong. Masak apa mala mini?”
Mama : “ Ikan gurami asam manis kesukaan kamu. Mama dah siapin satu lagi buatmu.”
Rio : “Waduh mama, terima kasih banget mamaku sayang. Mama memang paling pengertian.
Salam buat papa ya ma. Makan yang banyak biar cepet pulih. Daag mama!”
Mama : “ Take care ya Rio. Cepet pulang ke rumah.”
Rio suka sekali masakan mama, tanpa micin tapi rasanya sungguh nikmat. Outlet ayam gepreknya pun tercipta berkat racikan bumbu istimewa ciptaan sang mama.
Di tempat berbeda, Jessy sedang berada di sebuah café di Jalan Senopati. Ada seorang pria tua menemani di seberang meja. Sementara dua pengawal berjaga di ujung meja mereka berjaga-jaga.
“Jessy, kemari sayang,” pinta Om Heru agar gadis cantik itu duduk di sebelahnya.
Gadis itu sengaja duduk agak menjauh agar orang-orang di sekitarnya tak terlalu curiga hubungannya dengan pria tua di depannya diketahui. Jessy merasa sebagai seorang selebgram dengan ratusan ribu follower akan lebih mudah diketahui. Karena itu dia berusaha menutupi aib dirinya sebagai seorang sugar baby dengan melakukan kencan di luar kota bahkan luar negeri, bukan di dalam kota seperti saat ini.
Gadis cantik itu mengetikkan sesuatu dalam ponsel dan menyodorkannya pada orang di hadapannya, “Silakan dibaca,Om.”
Pria tua tersebut manggut-manggut, setelah dibayarnya semua minuman di ataas meja, dijentikkan jarinya kea rah salah satu dari dua pengawalnya dan membisikkan sesuatu. Pengawal itu manggut-manggut. Beberapa menit kemudian, mereka berlalu dari café dan menuju ke Bandara Soeta untuk terbang ke Bali menggunakan jet pribadi.
Sementara itu tanpa mereka ketahui, ada sepasang mata yang sedang mengamati tanpa mereka sadar telah direkam suara maupun diambil gambarnya. Sosok pria penguntit ini langsung sigap mencari informasi di sekitar bandara dan membeli tiket penerbangan ke tujuan yang sama. Dalam selisih hitungan jam, pria penguntit ini pun telah berhasil memesan kamar di hotel yang sama meskipun jenis kamar yang disewa berbeda.
Detektif : “Boss, selamat siang.”
Rio : “Selamat siang,Pak. Ada berita terbaru apa hari ini?”
Detektif : “Saya berhasil mengikuti sasaran ke Bali.”
Rio : “Oh ya? Apakah ada bukti-buktinya?”
Detektif : “Tentu saja. Saya akan menyerahkannya nanti malam setelah Boss mengirimkan termin uang berikutnya.”
Rio : “Baiklah, saya kirim sekarang. Tapi kirim juga buktinya ke whattsup saya sekarang juga.”
Detektif : “Siap,Boss. Terima kasih.”
Dalam hitungan menit, Rio telah mengirimkan uang melalui m-banking dan menerima bukti-bukti perselingkuhan Jessy dengan seorang konglomerat negeri ini. Seakan tak percaya, namun Rio berusaha menggunakan seluruh logikanya untuk menelaah satu persatu peristiwa yang telah dia alami dengan otak sadar.
“ Ternyata benar. Jessy itu seorang sugar baby. Tapi aku harus tetap pura-pura tak tahu,” batin Rio sambil terus mengamati foto-foto lainnya.
Ada foto seorang pria tua bertubuh gemuk dengan rambut botak, dengan nama Heru Hartono.
“Oh..jadi inilah orang yang telah membuang aku dua puluh tahun silam?”
Rio bergumam dan muncul sebongkah kebencian dalam dada setelah mengetahui siapa ayah kandungnya. Cowok ini berusaha membayangkan bagaimana nasib ibunya dahulu saat memperjuangkan dirinya dalam rahim agar tak diaborsi, juga perjuangan sang ibu memperuhkan nyawanya saat persalinan yang berujung maut. Ya..ibu kandung Rio meninggal dunia sesaat setelah melahirkan bayinya, dan pria kaya raya sengaja menyuruh perawat membuang bayi itu ke panti asuhan. Beruntungnya, bayi polos tanpa dos aitu akhirnya ditemukan keluarga Anton Wijaya, pengusaha kelas menengah di Jakarta yang saat itu telah lama merindukan kehadiran seorang anak. Rio kecil diadopsi dengan penuh kasih sayang dan diberi nama Rio Pramudya Wijaya. Orang tua angkatnya mendidiknya dengan memberikan pendidikan yang terbaik dan mengajarkan Rio nilai-nilai keagamaan yang kuat. Tak heran, Rio tumbuh menjadi pemuda tampan yang sopan santun dan sangat berbakti kepada kedua orang tua angkatnya. Dan kasih sayang orang tua angkatnya tak berubah sedikitpun setelah mereka mendapatkan anak kandung. Rio mengusap air mata yang tiba-tiba menetes di kedua belah pipinya.
“Ah..aku ini cowok, tapi aku bisa menangis saking terharu mengingat perjuangan kedua orang tua angkatku,” Rio membatin sambil menelan ludah.
Dilihatnya foto konglomerat itu dalam-dalam, “Aku makin membencimu karena kau telah merebut Jessy dari tanganmu!”
Tangan kanan cowok itu mengepal dengan geram, sementara tangan kirinya masih memegang ponsel.
“Entah apa saja yang sudah pria tua itu lakukan terhadap Jessy!” umpat Rio dalam hati. Gigi-giginya dikatupkannya erat-erat, sementara itu kedua pipinya menegang menahan rasa marah yang berkecamuk dalam dada. Saat ini dirinya bagaikan semut yang berusaha melawan singa si raja hutan. Sekalipun jutaan bukti bakal dia peroleh, namun untuk mengusutnya bakal sia-sia karena bakal kalah menghadapi si pemilik uang banyak yang bisa dengan mudah memenangkan semua kasus di peradilan negeri ini. Semua jejak digital dirinya dapat dia hapus termasuk menghabisi manusia hanya dalam hitungan detik.
Sesaat Rio tersadar, perjuangannya memperebutkan sang pujaan hati bakal sia-sia belaka. Jessy bukan gadis suci seperti yang semula dia duga. Di balik wajahnya yang polos dan penampilannya yang kalem mempesona, berjuta aib dan noda telah digoreskan dalam tiap lembaran hidupnya. Namun rasa cinta itu tak kunjung hilang dalam diri Rio. Cowok itu telah bucin parah.

Komentar Buku (86)

  • avatar
    sigatok

    ceritanya bagus , disini aku banyak belajar tentang hidup dan kasih sayang orang terdekat yang mungkin kadang aku anggap hal sepeleh tapi disini ngajarin kalo orang terdekat lah yang membantu buat bangkit lagi , semangat thor bikin cerita baru nya ,😁😁😁

    21/12/2021

      1
  • avatar
    Nurul Huda

    keren

    28/09/2025

      0
  • avatar
    IsmailNdh

    sangat menarik bagiku

    08/07/2025

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru