logo text

rencana busuk fanny

- kehamilan fanny sudah memasuki empat bulan, ia sering marah-marah tidak jelas terlebih ibu nya wandi kini sudah tinggal di rumah wandi,
- tapi bu tri seakan tidak menyukai menantu nya itu, ia lebih dekat dengan via, apa pun yang ia butuh kan selalu memanggil via,
- fanny sudah berusaha mendekati mertua nya itu, tapi ia selalu mendapat kan sikap acuh dari mertua nya itu, ibu kalau butuh apa-apa bilang saja sama fanny, jangan sungkan ya bu,
- tapi bu tri hanya diam saja, Sebetul nya bu tri Terkejut mendapati anak bungsu nya sudah menikah, ia sama sekali tidak mengetahui nya,
- saat ia tiba di rumah, di sambut oleh via, ibu apa kabar, ibu baik, kabar kamu bagai mana nak, via juga baik bu, via senag akhirnya ibu mau tinggal di sini,
- silahkan masuk bu, ujar via seraya merangkul bahu bu tri, saat ia melintasi ruang tamu ia terkejut ada wanita keluar dari kamar anak nya,,
- siapa dia via, maen bawa masuk orang asing saja, ujar fanny sinis, jaga mulut mu ya, ujar via seraya membawa bu tri ke kamar tamu,
- eh via ngapain kamu bawa dia ke kamar tamu, tanpa seizin ku, ujar fanny yang mengikuti mereka dari belakang, kamu tanya saja sama mas wandi,
- dia itu siapa via, tanya bu tri oh dia hanya farasit di rumah ini bu, jawab via sinis, jangan sembarang kamu bicara via, aku ini bos mu, aku istri nya mas wandi,
- ujar fanny dengan nada angkuh nya, jadi istri siri saja bangga, ujar via, mulut mu di jaga ya, lihat saja pasti gua aduin sama mas wandi,
- ngadu saja sanah, gua gak takut, jawab via seraya menutup pintu kamar dengan kasar, sialan siapa seh wanita tua itu, aku akan tanya sama mas wandi,
- baru saja ia akan menelpon wandi, wandi sudah sampai di rumah, mas baru saja aku mau telpon, kok tumben masih siang sudah pulang,
- iya aku dapat kabar ibu sudah sampai, di mana ibu ku, ujar wandi seraya pergi ke kamar tamu, pasti ibu nya berada di kamar tamu,
- fanny yang mendengar yang baru datang itu ibu nya terkejut, mati gua, ternyata wanita tua itu ibu nya mas wandi, pasti dia ngadu sama mas wandi,batin fanny
- wandi yang sudah masuk ke dalam kamar, ia langsung memeluk dan mencium tangan ibu nya itu, tapi sikap tri diam saja,
- ibu kenapa tidak kangen ya sama aku, ibu marah sama aku karena tidak sempat jemput ya, maaf ya bu, solnya tadi bengkel rame banget,
- bukan masalah itu, tapi sejak kapan kamu berani bohong sama ibu, maksud ibu apa, bener wanita itu istri mu, seketika wajah wandi menunduk,
- wandi jawab ibu, sejak kapan kamu berani bohong, siapa nama wanita itu, fanny bu sela via, fanny yang dulu akan menikah dengan mu lalu ia meninggalkan mu begitu saja,
- bu sudah jangan marah-marah ibu kan baru  saja tiba, ibu pasti capek, aku janji nanti akan aku jelas kan, aku minta maaf karena sudah menyimpan rahasia ini,
- ibu kecewa dengan mu wandi, sudah lah tinggalkan ibu, ibu mau istirhat capek, ujar tri. Wandi pun keluar dari kamar ibu nya di ikuti oleh via,
- fanny masih duduk di ruang tamu, saat melihat wandi dan via keluar ia langsung mengampiri wandi, dan merangkul nya, mas ibu bilang apa, tanya nya, gak bilang apa-apa memang nya kenapa tanya wandi,
- ya gak apa-apa hanya tanya saja, mas kenapa ibu mau kesini gak bilang dulu sama aku, kenapa gak izin dulu sama aku, aku ini kan istri mu mas,
- oh jadi kalau saya mau ke rumah anak saya dia harus izin dulu dari mu, kenapa kamu tidak suka saya ada di sini, ujar bu tri yang berdiri di ambang pintu kamar nya,
- ibu bukan begitu maksud fanny, ujar wandi seraya menghampiri ibu nya, kamu sekarang sudah berubah ya sudah berani berbohong dan menutupi apa yang sudah terjadi dengan mu termasuk menikahi wanita yang sudah membuat mu kecewa, apa kamu lupa dengan apa yang sudah wanita itu lakukan pada mu, bentak bu tri seraya masuk kembali ke kamar nya,
- ibu mu kenapa seh mas, seperti nya sangat tidak suka dengan ku, harus nya aku yang marah, datang-datang sudah marah-marah, ingat aku ini sedang hamil anak mu mas,
- kamu bisa diam tidak fanny, wajar ibu marah karena aku tidak bilang selama ini jika aku sudah menikah, dengan mu, karena aku tahu jika aku bilang akan menikah dengan mu pasti ibu marah,
- apa kamu lupa beberapa tahun yang lalu kamu sudah mengecewakan kami, semua sudah ibu siap kan, bahkan undangan pun sudah di sebar,
- tapi kamu menghilang begitu saja, ujar wandi kesal, itu kan masa lalu mas, ngapain di ungkit lagi, toh sekarang kan kita sudah nikah dan aku sedang mengandung anak mu, ujar fanny tak mau kalah,
- semakin hari fanny merasa tak nyaman tinggal di rumah wandi, ia sering keluar rumah, via yang tak peduli lagi fanny pergi kemana, ia hanya fokus mengurus bu tri,
- pergi kemana wanita itu via, entah lah bu, memang ia sering seperti itu, tidak usaha terlalu memikirkan dia bu, lebih baik pikirkan saja kesehatan ibu,,
- nanti sore kita akan ke dokter, cek darah tinggi ibu, kamu memang sangat perhatian via, mengapa anak ku tidak menikahi mu saja,,
- itu tidak mungkin bu, aku hanya seorang pembantu, apa lagi sekarang mas wandi sudah punya istri, ujar sari seraya memijiti kaki bu tri,
- sudah hampir jam enam sore fanny belum juga kembali, wandi yang baru saja pulang sehabis bekerja, kemana fanny via,
- aku tidak tahu mas, ia pergi dari siang, kenapa kamu tidak mencegah nya, percuma mas aku cegah pasti bu fanny marah, makanya punya istri itu di jaga di didik, ujar bu tri sinis, bu tolong lah terima fanny bu, bagai mana aku bisa menerima fanny, sedangkan ia juga tidak berusha mendekati ku atau selaku nya seorang menantu ujar tri,
- bu fanny itu sedang mengandung anak ku cucu ibu, bersikap baik lah pada nya, walau pun ibu tidak suka dengan fanny setidak nya ibu peduli sama calon cucu ibu,
- kenpa seh kamu malah menyalahkan kami, kalau dia menganggap aku mertua nya, setidak nya perhatian lah, ibu ini sudah tua sakit-sakitan kalau tidak ada via yang merawat ku, bagai mana,
- wandi yang serba salah, ia pun memilih masuk ke kamar nya dan mandi, jam tujuh malam fanny baru kembali,
- fanny kamu ini sedang hamil, tidak baik malam keluyuran, cecar wandi, habis aku bosan di rumah, apa lagi melihat sikap ibu mu, di tambah babu mu itu,,
- membuat aku jemu lama-lama di rumah, ujar fanny seraya membantingkan tas nya ke atas kasur, harus nya kamu ambil hati ibu fanny, bukan malah menjauhi ibu, dia juga ibu mu fanny,
- tolong lah bersikap dewasa, mas aku yang harus bersikap dewasa kata mu, harus nya ibu mu, dia kan sudah tua bangka,
- mana penyakitan lagi, kenapa ia tidak di suruh mati saja, merepotkan saja, PLAAK tamparan mendarat di fanny, jaga ucapan mu fanny,
- kamu benar-benar kelewatan, pantas saja ibu tidak menyukai mu, sikap mu memang tidak punya aturan bentak wandi penuh emosi,
- fanny yang terkejut akan mendapat kan itu dari suami nya, hanya terdiam seraya mengelus pipi nya, aku capek pulang kerja, pulang ke rumah bukan menemukan ke damayan,  malah seperti ini,
- ujar wandi seraya ia keluar dan membanting pintu kamar nya, ia pun memilih keluar mengendarai motor besar nya,,
- ternyata sifat fanny tidak berubah, aku menyesal menikahi nya, ia pun mengendarai motor nya dengan kecepatan tinggi,
- ia memutuskan untuk pergi ke bengkel nya doni tanpa ia mengabari doni terlebih dahulu, sedang kan fanny ia masih duduk di tepi ranjang nya,,
- ini semua karena situa bangka itu, tentu saja pasti yang menghasut nya si babu miskin itu, lihat saja aku akan buat perhitungan, ujar nya seraya tersenyum licik,
- iya pun menelpon seseorang untuk di belikan sesuatu, lu gak salah, buat apan itu, lu gak usah banyak tanya untuk apa, oke yang penting bayaran nya jangan lupa, lu tenang saja, yang penting kerjaan lu beres, setelah itu fanny pun menutup pembicaraan nya, lihat saja pembalasan ku tua bangka, ujar nya,

Komentar Buku (721)

  • avatar
    Nabila

    wow

    29d

      0
  • avatar
    Nha Hana

    seruuuu baca nya,pas peran baca sebagai Cattleya sm kevin aku ky niruin suara Zahra sm eby DA7🤣

    01/02

      0
  • avatar
    SKY MAKER

    bagus story ni

    25/11

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru