logo text

Bab 30 Dina dan Dino

Diko mengambil sesendok bubur untuk Daniel dan bersiap menyuapi, “Buka mulutnya ya sayang, pesawat datang... Aaaa...,” ujarnya sambil melayangkan sendoknya seperti sebuah pesawat membuat Daniel ikut membuka mulut, kesempatan itu digunakan Diko untuk memasukkan sesendok bubur pada mulut Daniel yang senang disuapi olehnya tanpa perlawanan sedikit pun.
Dita mengelap ujung bibir Daniel yang belepotan terkena bubur, “Enak kan sayang, sepertinya kamu butuh suasana yang segar ya.”
“Iya nih, kasihan tadi sampai menangis begitu. Sekarang dia senang banget, syukurlah. Lanjut lagi ya makannya sayang,” kata Diko lalu mengambil sesuap bubur lagi untuk Daniel.
Tak butuh waktu lama bagi Dita dan Diko untuk menyuapi Daniel, dalam waktu kurang dari 10 menit semangkuk bubur itu telah tandas tak bersisa. Kemudian Dina dan Dino menghampiri mereka, keduanya merasa senang dengan adanya Dita dan Diko yang sangat membantu mengurus Daniel.
“Sepertinya kalian sudah sangat siap menjadi orang tua, Daniel sangat nyaman bersama kalian,” kata Dina merasa senang.
“Iya, terima kasih banyak ya bantuannya. Daniel sepertinya sangat menyayangi kalian,” kata Dino menimpali.
“It’s oke kak, kami senang bisa membantu,” sahut Diko tersenyum seraya merangkul Dita.
“Melihat kalian berdua, jadi ingat masa awal kita menikah dulu ya sayang,” ujar Dino mengenang masa lalu dengan Dina, istrinya.
Dina tersenyum lalu mengangguk setuju dengan perkataan suaminya, “Iya mas, rasanya baru kemarin. Ternyata sudah 2 tahun berlalu,” timpalnya.
“Gimana kalau seharian ini aku dan Dita yang bantu jaga Daniel? biar kalian bisa jalan berdua,” usul Diko.
“Iya boleh juga tuh idenya Diko kak, udah sana jalan bikinin adek ya buat Daniel hehe,” canda Dita.
“Kalian ini ya,” sahut Dina tersipu malu, “Gimana mas?” tanyanya pada sang suami.
“Boleh aja sih, tapi apa kalian nggak keberatan jaga Daniel seharian ini?” tanya Dino memastikan.
“Tentu aja nggak, udah sana biar Daniel jadi urusan kami,” sahut Diko penuh keyakinan.
“Yaudah kami pamit dulu,” kata Dina lalu mencium pipi Daniel, “Dah sayang jangan nakal ya sama onty dan uncle, perlengkapan Daniel semua ada di kamar ya dek. Susu, diaper, baju sama kebutuhan lainnya juga ada, kalau ada apa-apa segera hubungi kakak ya,” pesannya pada Dita dan Diko.
“Iya kakakku sayang, udah sana nanti keburu siang,” sahut Dita.
“Yuk sayang,” ajak Dino merangkul bahu Dina.
“Iya mas, dah kalian,” sahut Dina lalu menggandeng lengan Dino dan berjalan pergi.
“Bye... Selamat bersenang-senang!” seru Dita dan Diko bersamaan penuh antusias.
*
Seperti halnya Dita dan Diko kemarin, Dino juga mengajak Dina untuk berjalan jalan di pantai.
“Udaranya segar banget ya mas, suasananya juga hmmm... aku suka di sini,” kata Dina membuka pembicaraan antara mereka.
“Iya aku juga suka, pantas saja Diko kasih saran buat kemari karena memang seindah ini,” sahut Dino seraya menghirup udara yang segar dan menikmati suasana pantai yang begitu indah.
“Apa kamu bahagia mas?” tanya Dina menatap lekat pada wajah suaminya.
“Tentu saja. Aku punya kamu, Daniel, papi dan Dita. Aku sangat menyayangi kalian, kalian yang buat aku semangat selama ini. Kenapa tiba-tiba tanya seperti itu?”
Dina menggeleng pelan lalu tersenyum tipis, “Aku hanya takut kamu nggak bahagia sama aku mas,” ucapnya lirih.
“Selama ada kamu dan anak kita, aku akan selalu bahagia menjalani hidup ini bagaimana pun keadaan kita nanti. Jangan over thinking ya, nggak baik buat kesehatan,” gurau Dino seraya terkekeh pelan.
Dina menepuk lengan Dino pelan lalu tersenyum, “Kamu ini mas, selalu bisa buat aku senyum lagi. Makasih ya,” ucapnya seraya bersandar di bahu suaminya.
“Apa pun asal kamu bahagia sayangku,” sahut Dino sambil mengecup kening istrinya.
Dino dan Dina begitu menikmati suasana di pantai sore itu, mereka di sana hingga matahari terbenam dan sinar bulan mulai menampakkan cahayanya.
“Mas...,” panggil Dina lembut kepada suaminya.
“Ya sayangku,” sahut Dino tak kalah lembutnya.
Dino dan Dina kembali ke tepi pantai setelah selesai makan malam, untuk menikmati suasana malam yang tak kalah indahnya. Dengan ditemani cahaya bulan dan bintang yang bertaburan di langit membuat malam itu begitu terasa romantis.
“Menurut kamu apa Diko nggak akan menyakiti Dita? Maksud aku, apa kamu yakin untuk menerima Diko dan keluarganya? Aku hanya takut jika Dita akan kecewa sepertiku, aku nggak mau itu sampai terjadi mas,” ungkap Dina penuh rasa khawatir.
“Sebenarnya aku juga masih khawatir akan hal ini, tapi kita doakan saja yang terbaik untuk mereka ya. Semoga Diko benar-benar bisa memegang kepercayaan keluarga kita,” sahut Dino penuh harap, “Kalau sampai dia berani mengecewakan adikku, nggak akan aku biarkan dia hidup dengan damai, kamu tenang aja ya,” lanjutnya seraya mengelus rambut Dina.
“Iya mas, aku harap begitu. Semoga Diko benar-benar telah berubah menjadi lebih baik,” timpal Dina.
Malam itu di lewati oleh Dino dan Dina dengan penuh rasa bahagia, saling bercerita mengenang masa lalu mereka, membuat suasana dingin pantai terasa menghangat. Sehangat api unggun di depan mereka, yang menambah suasana romantis untuk mereka berdua. Hingga tidak terasa waktu telah menunjukkan pukul 10 malam, dan mereka memutuskan untuk kembali ke villa keluarga Diko.
*
Sesampainya di villa jam 11 malam suasana sepi dan hening, tidak ada tanda tanda kegiatan dari dalam villa.
“Kami pulang...,” seru Dino saat memasuki villa.
“Sepi banget mas, kayaknya udah pada tidur,” ujar Dina yang berjalan ke kamarnya.
Alangkah terkejutnya mereka saat mendapati Dita dan Diko tengah terlelap bersama buah hati mereka di tengahnya. Seperti sebuah keluarga yang sedang tidur bersama, batin Dina dan Dino.
“Manis sekali ya mas mereka, aku rasa Diko memang sangat mencintai Dita mas,” bisik Dina agar tak membangunkan mereka.
“Iya, biarkan saja mereka tidur di sini sama Daniel. Kita ke kamar sebelah aja yuk,” ajak Dino pada istrinya.
Kesempatan untuk bisa tidur berdua dimanfaatkan oleh Dino dan Dina dengan sangat baik, karena sehari-hari mereka harus rela berbagi kasur dengan putra kesayangan mereka. Untuk itu malam ini mereka akan memanfaatkannya dengan mencoba membuatkan adik untuk Daniel.
*
*
*
Next...

Komentar Buku (102)

  • avatar
    salmasani

    suka banget sama cerita roman seperti ini, bikin gemes sama tokohnya. 😁

    19/01/2022

      1
  • avatar
    PonselXiaomi

    CERITA BAGUS SANANG BAGUS

    16/05/2025

      1
  • avatar
    SaebahIneu

    bagusssss

    05/05/2025

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru