logo text

BAB 46 PENGUBURAN

Pukul 16:21 Hari minggu
Isak kesedihan yang telah terjadi di kalangan Siswa-Siswa SMA Garuda Deluxy kepergian dari salah seorang di antara mereka di kelas XI IPS, para pelayat berdatangan memakai pakaian berwarna hitam gelap, ibu dari Mily membawa sebingkai foto sambil terseduh-terseduh melihat jazat Mily mulai di timbun oleh tanah, Loly yang berdiri di dalam keadaan kedua tanganya di gorbol di kawal oleh 4 anggota KMN lengkap dengan senjata, mereka hanya bisa melihat dari arah yang sedikit jauh di bawah naungan pohon, hanya terlihat para pelayat memadati area sisi pemakaman Mily.Loly hanya terdiam memasang raut wajah yang lemas dan sekaligus raut wajah yang penuh dengan penyesalan, disisi lain Loly terkena penyakit dari aspek psikologis yaitu Hemophobia atau di kenal penyakit trauma ketika melihat darah, jika Loly melihat darah akan histeris ataupun berusaha kabur di saat di hadapkan cairan berwarna merah tersebut, dari arah jauh para pelayat sudah meninggalkan pemakaman tidak di antara mereka masih berada di pemakaman terutama kedua orang tua Mily, keluarga atau sepupu Mily, dan bahkan teman dekat Mily itu sendiri yaitu Mita. Mita terduduk menangisi kepergian sahabat nya, genggaman tanah yang di lakukan mita sehingga ia mengepal memegang tanah, Lalu Mita berbalik badan kebelakang melihat anggota KMN sementara Loly berada di tengah, Mita yang masih memegang tanah kuburan pemakaman Mily melemparkanya mengarah ke Loly namun sayang lemparan Mita hanya mengenai rompi anti peluru anggota KMN di baris depan sebelah kiri. Di saat itu Mita hanya bisa berteriak.
"Gua gak akan mau melihat kamu lagi, kamu bukan teman aku lagi, tapi kamu musuh aku."Mita yang teriak--teriak membuat keluarga Mily berusaha membawahnya ke tempat keluar pemakaman di sebabkan upacara pemakaman sudah selesai.
"Nak Mita sudah-sudah sebaiknya kita pulang,"ucap Ibu Mily.
Di saat itu Mita di bawah oleh keluarga Mily menuju pintu keluar pemakaman. Sementara itu KMN mulai bergerak membawa Loly ke dalam mobil.
Sebelum penangkapan.
8:00
Nicholas melakukan sebuah tugas untuk penangkapan langsung Loly di rumahnya membawa anggotanya berjumlah tiga orang hanya berpakaian seragam jaket kulit hitam yang memiliki logo di sebelah kananya. Beberapa sat kemudian mereka tiba di rumah Loly mengetok gerbang mengintip di celah gerbang terlihat seorang satpam terduduk sambil membaca koran, Nicholas menegur satpam tersebut.
"Paak!, buka gerbang nya," sahut Nicholas.
Di saat itu satpam tersebut terhenti membaca koran melihat wajah yang mengintip di celah gerbang besi tersebut, Nicholas memasukkan tanganya sambil melambaikan tangan memanggil. Tak lama kemudian satpam tersebut berjalan menuju gerbang pagar lalu kemudian membuka gembok pintu di saat itu petugas KMN pun memasuki area rumah Loly.
"Saya ingin bertamu disini apakah Loly ada di rumah?"Nicholas bertanya.
Satpam menjawab," ada silahkan pak,"
Di saat itu 4 orang petugas KMN berjalan menuju pintu rumah Loly sementara satpam menutup kembali gerbang.
8:50
Dalam ruangan tamu.
"Tolong ibu bawa keluar anak ibu!"ucap tegas Nicholas.
Di saat itu ibu Loly memanggil
"Ba'baik pak, Loly,Loly!"Ibu Loly memanggil.
Di saat itu Loly berjalan dari arah dapur sambil memega g segelas jus jeruk. Di saat Loly sudah berada di ruang tamu, Loly terkejut melihat kedatangan Nicholas bersama Ridwan berserta kedua petugas KMN lainya.
"Kamu diam di tempat!"Salah seorang petugas KMN bersikap siaga sambil menodongkan pistol ke arah Loly.
Loly yang sudah mulai gemetar karena takut sampai-sampai gelas yang di genggamnya terjatuh sehingga pecah jus yang terjatuh ke lantai membasahi kaki Loly beserta lantai maupun kaki meja, Nicholas menghampiri Loly yang dalam keadaan kaku tak berdaya, Nicholas mengeluarkan borgol dari balik jaket ia kenakan lalu memasangkanya di kedua tangan Loly.
"Anak ibu saya tahan,"ucap Nicholas.
Ibu Loly sekuat tenaga berdiri dari duduk dia, untuk menghentikan petugas KMN.
"Pak!, Pak jangan bawa anak saya,"ucap Ibu Loly.
Ibu Loly mendekat ke petugas KMN yang berusaha meraih Loly tapi usaha ibu Loly di hadang salah seorang petugas KMN.
"Pak satpam bantu saya, kunci gembok gerbangya,"perintah ibu Loly.
Ridwan menodongkan pistol ancaman ke arah satpam tersebut sampai mereka keluar dari gerbang.Di saat itu Loly di bawa masuk kedalam mobil.
Kantor KMN 9:40
Loly berada di dalam kantor KMN untuk pencatatan ciri-ciri seorang kriminal, mula-mula Loly di suruh mengarah ke sebuah ruangan ganti pakaian usai di berikan pakaian tahanan berwarna zebra di temani oleh seorang wanita petugas KMN lengkap dengan stik tongkat listrik.
"Ikut saya,"ucap petugas wanita.
Gorbol Loly di lepaskan di saat ia berada di dalam ruangan ganti pakaian.
"Kamu jangan macam-macam kepada saya untuk mencoba berniat melarikan diri, jika itu terjadi aku tidak segan-segan memukul kamu memakai tongkat Listrik ini paham!"ucap petugas wanita.
Loly hanya terdiam mengangguk tidak berucap hanya memasang raut wajah yang takut.Saat itu Loly melepaskan pakaianya mengantikan menjadi pakaian tahanan, di saat usai Loly keluar sambil memegang pakaian yang ia gunakan tadik, Loly di suruh duduk di sebuah bangku ruangan tunggu, sementara petugas wanita tersebut, mengambil pakaian Loly di simpanya di tempat khusus. Setelah Loly memakai pakaian tahanan yang berwarna Zebra yang tidak beralaskan kaki nama Loly di sebut untuk mengambil papan nomor tahanan yang nantinya ia akan pakai di saat pemotretan, sebelum pemotretan Loly di arahkan mengukur tinggi badan ataupun mengukur berat badan.
"Loly syahratika, silahkan memasuki ruangan A670 melakukan pengukuran tinggi badan dan berat badan,"ucap salah satu pegawai KMN seorang pria.
Loly menengok ke arah sebelah kanan melihat ruangan tersebut A670, Loly memasuki ruangan tersebut terlihat seorang memakak pakaian perawat.Salah seorang perawat mengarah ke Loly untuk duduk melakukan pengecekan kesehatan. Di saat pengecekan kesehatan selesai hasilnya Loly dalam keadaan negative terserang sebuah penyakit terkecuali penyakit hemophobia salah seorang perawat sengaja memperlihatkan darah di hadapan Loly yang sudah di oleskan di atas kaca, di saat Loly melihat darah Loly menjerit histeris dan ketakutan, Loly menjauh sampai di pojokan dekat pintu untung saja petugas perawat tersebut dengan sigap mengunci pintu. Di saat Loly melihat cairan darah yang adi di benak Loly kejadian darah sahabatnya ada di genggamanya.

Komentar Buku (427)

  • avatar
    Azeiaklyte

    highly recommended

    22/04/2022

      0
  • avatar
    a******8@gmail.com

    nice banget jalan ceritanya, sumpah bikin yg baca makin penasaran & ikut terbawa masuk ke dlm alur ceritanya seolah-olah kita ikut berada didalam ceritanya. cepat dilanjutkan kembali jalan ceritanya jangan terpotong dengan alur cerita yg menggantung, sayang banget kalau belum tahu ceritanya keadaan mereka gimana endingnya baik apa ga, gitu??

    20/01/2022

      0
  • avatar
    c******n@gmail.com

    ceritanya bagus banget mencekam dan sangat menarik untuk di baca berasa lagi ngerasain kehidupan si Lily bagus banget

    11/01/2022

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru