Beranda/My Dengerous Husband/
Bab 8.2
Saat ini sudah H-3 pernikahan Senja dan Damar. Rencananya hari ini Senja dan Tante Viona atau yang sudah dipanggil mama oleh Senja akan melaksanakan fighting baju pengantin, baik yang akan digunakan untuk akad maupun resepsi.
Saat ini Bu Viona maupun Senja sendiri telah berada di mobil yang akan membawa mereka kesalahan satu butik yang telah menjadi langganan Bu Viona sendiri.
"Emang tuh anak minta dipites Senja." Bu Viona geram dengan Damar. Dalam acara sepenting ini saja dia masih memprioritaskan pekerjaan yang memang tidak ada habisnya.
"Gak papa ma, mungkin aja memang mas Damar sangat sibuk atau sekarang memang ada meeting penting yang tidak bisa ditinggal." Senja berusaha meredam kekesalan Bu Viona pada Damar. Tapi menurut dia bagus juga Damar tidak bisa ikut. Jadi nanti dia gak perlu canggung jika ada Damar. Karena setiap Damar didekatnya dia akan berubah menjadi sedikit terintimidasi, mungkin saja ini karena aura hitam yang dikeluarkan oleh Damar.
"Tapi gak bisa gitu juga sayang, ini kan pernikahan dia yang pertama dan terakhir. Masa cuma fighting aja gak bisa." Bu Viona masih saja kesal dengan anak semata wayangnya itu.
"Nanti kita kirim foto ya ma, kalo kita udah fighting." Bu Viona menggangguk mendengar usulan Senja. Dari pada tidak ada persiapan sama sekali lebih baik begitu.
Kini mereka telah sampai di butik Annisa Store yang merupakan desainer kenamaan Indonesia. Tak tanggung-tanggung Damar maupun keluarga sangat mempersiapkan semua dengan matang dan memilih yang terbaik.
Kemarin saja saat acara lamaran yang mereka bilang sangat sederhana, Senja dibawakan hantaran yang semuanya berjumlah 40 buah. Dan yang paling fantastis ada hantaran mobil Ferarri berwarna hitam yang mereka berikan.
Meski acara itu hanya dihadiri oleh keluarga inti saja tapi Alhamdulillah acara berjalan dengan sangat lancar.
Bu Viona menggandeng Senja untuk masuk menemui langsung sang disainer yang telah diberi kabar jika mereka akan kesana.
"Selamat datang nyonya." Beberapa pelayan yang ada disana membukakan pintu untuk Bu Viona dan gadis yang digandeng.
Jelas saja disini mereka sudah mengenal Bu Viona dengan baik. Bagi mereka Bu Viona merupakan pelanggan tetap dibutik ini.
Ada seorang perempuan modis dari arah dalam juga ikut menyambut mereka, yang dibalas Bu Viona dengan cipika-cipiki. Perempuan itu terlihat modis dengan setelan baju seperti kimono yang telah dimodifikasi sehingga akan membuat pemakainya terlihat anggun sekaligus anergik secara bersamaan.
"Bu Viona gimana kabarnya...?" Sang perempuan yang diketahui Senja merupakan pemilik butik ini beramah tamah dengan calon mertuanya.
"Baik nih nis, gimana udah dibuatkan pesanan Tante....?" Bu Viona masih menggandeng Senja untuk masuk.
"Sudah beres semua Tante, tinggal dilihat aja takutnya nanti ada yang tidak berkenan."
"Ok lah, oh iya perkenalkan ini calon menantu Tante Senja." Anissa mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan Senja yang dari tadi hanya diam saja.
"Anisa..."
"Senja..." Membalas uluran tangan Annisa.
"Wah Tante pinter nih milih calon menantu, cantik gini." Annisa memuji kecantikan Senja yang memang terlihat sangat natural meski tanpa polesan make up sama sekali sekarang. Apa lagi dengan kemeja dan celana jeans yang dipakai Senja sekarang, meskipun terlihat tomboy tapi aura anggun sangat melekat didiri Senja.
"Kamu bisa aja, ini Damar yang milih loh. Harusnya yang kamu puji dia." Bu Viona terkekeh melihat Annisa yang kelihatan terkejut dengan informasi yang dia berikan.
"Waw sungguh tidak disangka. Damar juga bisa milih cewek yang bener berarti ya tan.." Annisa jelas tau reputasi anak dari Bu Viona ini yang sudah sangat terkenal dikalangan para pengusaha. Kerap gonta-ganti pasangan sampai yang terakhir dia tidak diisukan dekat dengan siapapun. Tau-taunya sekarang sudah akan menikah.
"Ya gitulah nis, untung aja yang dia pilih Senja. Kalo salah satu jalangnya udah aku tendang dia ke antariksa." Mereka berdua tertawa sedangkan Senja tak mengerti sama sekali apa yang mereka bicarakan. Tapi yang dia tangkap dari pembicaraan ini adalah Damar yang merupakan penganut Seks before married.
"Ya udah, ayo Tante, Senja kita fighting dulu.'' Annisa mengambil baju pengantin pesanan Bu Viona yang dia simpan khusus karena ini merupakan disaind unlimited dari Anissa khusus pernikahan Damar dan Senja.
Senja memcoba dua baju yang akan dia gunakan untuk acara akad dan resepsi sekaligus. Baju untuk akad Bu Viona memilih menggunakan kebaya modern yang telah diapadukan dengan hiasan kepala yang sangat cocok dengan karakter Senja. Sedangkan untuk resepsi Bu Viona memilih gaun modern yang lebih mirip seperti baju yang dipakai princess seperti dikartu.
Senja keluar dari tempat baju ganti, Bu Viona yang saat ini memilih menunggu diluar terkesima melihat Senja yang begitu anggun menggunakan gaun itu.
"Oh my God, kamu cantik banget Sayang." Bu Viona memutar tubuh Senja dan menatapnya kagum.
"Ini Damar rugi banget gak lihat kamu sekarang."
"Gak papa ma, biar jadi suprise aja untuk mas Damar." Senja bekelakar. Tapi sebenarnya dalam hatinya ingin pernikahan ini tak terjadi.
****
Acara fighting ditutup dengan makan siang bersama dengan Annisa disalah satu restoran dekat butik. Saat ini Senja telah diantarkan Bu Viona kerumahnya.
Senja memasuki rumah dengan langkah gontai. Entah kenapa dia lelah sekali, baik secara fisik maupun batin.
Sang ayah sekarang masih dirawat untuk memulihkan luka memar waktu itu. Sedangkan dia tidak boleh kembali kerumah sakit karena takut tertular penyakit yang ada disana. Jadi dia hanya diijinkan untuk tetap berada dirumah.
Senja mengambil handphone yang saat ini bergetar disaku celananya. Terdapat nama Aldi yang saat ini menghiasi id calling handphonenya.
"Hallo..." Senja langsung mengangkat telfon ketika dia tau yang saat ini menghubunginya adalah Aldi.
"Gue mau kesana, loe ada dirumah gak...?"
"Gue dirumah sekarang." Aldi langsung mematikan telfon saat dia tau Ssnja sedang berada dirumah.
Tak beberapa lama kemudian Aldi datang bersama Fathur. Mereka berbincang-bincang diruang keluarga ditemani kacang dan beberapa kaleng minuman bersoda.
"Gimana dengan rencana pernikahan loe." Mereka memang tau jika Senja akan melangsungkan pernikahan di minggu-minggu ini.
"Semuanya udah diurus sama orang kepercayaan Tuan Damar."
"Jadi gak ada yang bisa kita bantu nih." Niatnya Aldi dan Fathur kesini karena mungkin saja tenaganya dibutuhkan oleh Senja.
"Loe gak perlu repot-repot, nanti datang aja di pernikahan gue."
"Kalo itu pasti, masa best friend kita nikah gak dateng.." Aldi dan Fathur berbicara pasti.
"Gue tunggu loh, awas aja bohong. Tapi inget gak usah bawak-bawak yang lain. Gue masih gak mau pernikahan ini diketahui anak-anak yang lain." Senja tidak ingin teman-temannya tau jika dia akan menikah, cukup Aldi dan Fathur aja sebagai orang terdekatnya.
"Aman itu kalo sama kita." Mereka ngobrol ngalor ngidul membicarakan banyak hal untuk menemani Senja yang sedang kesepian tak bisa keluar rumah.Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
Komentar Buku (176)
Share
Bab-bab Terkait
Bab Terbaru
bagus
26/07/2025
0baguss
23/05/2025
0bagus
29/04/2025
0Lihat Semua