Di depan laptopnya Mike hanya bisa tersenyum memikirkan bagaimana Melody menyuruhnya memeluk Vero, wanita yang dia anggap sebagai Ibunya itu. "Sayang dan peluk, cih! Tau darimana anak sekecil itu. Ini pasti ulah Mama," gumam Mike. Mike pun kembali melanjutkan pekerjaannya di depan laptop. Bisnis yang di percayakan oleh Ayahnya, meskipun hanya sebagai wakil CEO namun Mike juga harus bisa membagi tugasnya sebagai seorang Dokter juga Pengusaha. Mike terus memusatkan perhatiannya kepada semua tulisan yang ada di layar laptopnya itu sampai sebuah suara mengganggunya. "Jangan, jangan lakukan itu aku mohon. Ibu tolong aku hiks." Suara dari tempat tidurnya langsung membuat Mike berlari mendekati Vero, wanita yang masih terbaring di ranjangnya itu. "Hei, bangun!" "Ibu jangan tinggalin Vero Ibu." "Bangun Hei!" Mike coba membangunkan Vero. "Ayah, Ayah.. tolong sayangi aku Ayah hiks." Mike menghentikan tangannya saat mendengar satu kalimat yang begitu menyayat hati untuk di dengar. "Apa yang kesalahannya sampai Keluarganya membuangnya," gumam Mike. "Ibu, Vero mau ikut Ibu hiks." Mike kembali terdiam mendengar ucapan Vero yang dia pastikan sedang bermimpi itu. "Lebih baik aku biarkan saja," seru Mike. Namun saat Mike membalikan tubuhnya saat itukan Vero terbangun sebelum terlebih dahulu berteriak. "Jangan!" "Huuhaaahuuhaaa!" Vero mencoba mengatur nafasnya, keringat pun berceceran di seluruh tubuhnya. Mike masih mengamati Vero sebelum kemudian berjalan mendekati Vero. "Selamat malam ." Vero segera menatap sumber suara yang kini berada di depannya itu. "Anda?" "Baguslah kamu sudah sadar," seru Mike dingin. Vero coba mengingat ingat kejadian sebelum dirinya pingsan lalu setelah menyadarinya Vero menatap sekeliling kamar yang bernuansa putih bersih itu. Ya Tuhan, jadi aku masuk ke kamar Papanya Melody? Bagaimana ini?~pikirnya. "Hem. Tuan, maafkan saya. Saya sama sekali tidak pernah berniat jahat," seru Vero dengan lemah. Kondisinya yang belum fit membuat dirinya sekuat tenaga untuk berbicara. Karena tidak mendapat jawaban dari Mike, Vero pun dengan sadar diri berusaha untuk bangun dan berdiri. Tuhan, tolong kuatkan langkahku,aku harus keluar dari kamar ini~Batin Vero. Mike hanya diam memperhatikan apa yang sedang Vero lakukan tanpa niat membantu sama sekali. Kini Vero sudah posisi berdiri namun kepalanya tiba tiba berputar, pandangan matanya perlahan kabur. Kamu bisa Vero, kamu harus keluar~tekadnya. Baru satu langkah berjalan namun Vero terjatuh, kepalanya terasa berputar cukup kuat. Beruntung Mike menahan tubuhnya kalau tidak mungkin Vero sudah tergeletak di lantai marmer yang dingin itu. "Bisakah tidak merepotkan saya sekali lagi?" "Ma---af," merasa tidak enak dengan ucapan Mike. "Saya cuma ingin keluar Tuan," kembali seru Vero. 2x dia memanggilku Tuan, apa dia seorang pembantu?~Mike. "Jalanlah, atau larilah keluar sekarang kalau bisa," balas Mike dengan dingin. Tiba tiba Vero justru menangis dan membuat Mike panik. Mike lantas kembali membawa Vero duduk di ranjangnya. "Hey!" "Hiks.." Tangis Vero begitu menyayat hati Mike saat itu. "Hey! apa kamu ingin membangunkan semua orang?" "Saya benar benar minta maaf Tuan hiks," isak Vero. "Saya hanya ingin keluar dari kamar ini, saya sama sekali tidak ingin merepotkan siapapun hiks." Karena merasa bersalah Mike akhirnya duduk di samping Vero. "Hem, diamlah!" Entah kenapa bukannya berhenti, Vero justru terus menangis. "Maaf," lirihnya pelan. "Sudahlah!" Lalu Vero menghapus air matanya dengan kedua tangannya dan memandang ke lantai, kedua tangannya saling terpaut lalu dia memainkan jari jemarinya. "Saya sama sekali tidak pernah ingin merepotkan siapapun," lirih Vero pelan. Mike pun hanya memasang telinganya mendengar setiap keluh kesah Vero malam itu. "Saya, saya tidak tau kenapa hidup saya selalu seperti ini, membuat orang lain dalam kesusahan," ucap Vero terbata bata. Jelas sekali kesedihan tersirat dalam tiap ucapan Vero bahkan Mike pun semakin merasa bersalah dibuatnya. "Saya, saya ....." "Cukup!" Mike terpaksa menghentikan ucapan Vero. "Istirahatlah disini, saya akan tidur di kamar yang lain," ucap Mike sambil melangkah pergi keluar dari kamarnya meninggalkan Vero. Vero hanya bisa diam menatap pintu yang kembali tertutup itu. Mike pun memilih tidur d salah satu kamar tamu yang ada di lantai 2 rumahnya itu dengan segala macam pikiran. Pagi harinya, Melody terbangun jam 5 pagi, lalu tiba tiba masuk ke kamar Mike dan membangunkan Vero. "Ma, Melody mau bobo sama Mama," serunya sambil naik ke ranjang. Vero yang terbangun karena suara dan sentuhan Melody itu pun akhirnya berbagai tempat tidur dengan Melody. Dia menyelimuti Melody dan keduanya saling memeluk satu sama lain. Jam 7 pagi. Mike terbangun karena alarm di ponselnya berbunyi. Setelah 100% sadar dari tidurnya, Mike langsung berjalan menuju kamarnya untuk melihat kondisi Vero namun begitu terkejutnya dia saat membuka pintu kamarnya dan menemukan putrinya juga berada di kasur yang sama dengan Vero. Keduanya saling berpelukan dengan penuh kasih sayang, Melody dengan nyaman tidur dalam pelukan Vero. Satu pemandangan yang membuat hatinya bergetar. Pemandangan yang begitu dia impikan dulu dengan wanita yang sangat dia cintai namun sayangnya itu tidak pernah terjadi. Saat ingin berjalan mendekati ranjangnya dari belakang sang Ibu ikut masuk dan juga terkejut melihat pemandangan di depannya itu tidak berselang lama Ayah Mike pun ikut masuk ke kamar Mike. Merry kaget mendapati kamar cucunya kosong, itu sebabnya dia memberi tahukan pada suaminya untuk sama sama mencari Melody. Dan keduanya berakhir di kamar Mike. "Oh,sayangnya Oma ternyata dia disini," seru Merry penuh hari juga bahagia. Bahkan sang suami Andy juga untuk pertama kalinya bertemu dengan Vero dan melihat cucunya begitu nyaman dengan Vero. "Hemm." Mike kembali menyadarkan dirinya juga menetralkan pikiran dan hatinya. "Aku akan membangunkan mereka," seru Mike. Namun niat Mike dihentikan Ibunya. "Berikan waktu bagi anakmu menikmati apa yang seharusnya dia dapatkan dan rasakan dari sosok seorang Ibu," seru Merry kali ini dengan tegas. Mike coba membantahnya namun Merry kembali menyerang Mike dengan kalimat yang cukup menohok hatinya. "Kamu jangan egois Nak, karena kamu tidak suka dengan Vero lalu kamu melepaskan kenyamanan yang anakmu rasakan sekarang ini." "Apa maksud Mama?" Mike tidak suka dengan perkataan sang Ibu. Andy ingin melerai namun kali ini dia setuju dengan istrinya itu. "Kamu memberikan kehidupan yang layak bagi Melody, benar. Kamu memberikan pendidikan, kasih sayang seorang Ayah pada Melody juga benar. Tapi kamu tidak bisa memberikan rasa nyaman seorang anak terhadap sosok yang dia sebut Ibu. Kamu lihat, Melody begitu tenang dan nyaman dalam pelukan Vero. Wanita yang dia anggap Ibunya Nak." "Mama kamu benar Mike, " Andy pun ikut bersuara. "Di usia Melody sekarang dia belum mengerti tentang harta, fasilitas dan semua yang dia dapatkan sekarang. Dia hanya butuh kasih sayang dan belai lembut seorang Ibu." Karena merasa tidak suka dengan ucapan ucapan Ibu dan Ayahnya, Mike pun memilih masuk ke dalam wardrobe roomnya menuju kamar mandinya. "Anak itu selalu saja kabur kalau di nasehati." Namun Merry justru kembali memandang penuh senyum gambar yang dengan jelas dia lihat saat ini.
Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
Bagus banget
17/10
0Masyaallah 🥹
17/08/2025
0sangatttt bguuuss
30/07/2025
0Lihat Semua