Ekor mata Bening menyusuri setiap sudut kamar mewah yang akan menjadi tempat berteduhnya saat ini. Decak kekaguman tak pernah surut ia rasakan hingga tak bisa membuatnya berhenti untuk tersenyum. Sungguh Bening tak pernah menyangka akan mendapatkan sebuah kejutan indah dari Tuhan karena dipertemukan dengan seorang wanita berhati malaikat seperti Mami Juwita, dengan memberinya tempat berteduh seindah ini. Tak pernah terpikir oleh Bening sebelumnya bahkan dalam mimpi sekalipun. Kamar cantik yang di dominasi warna soft purple itu dilengkapi dengan sebuah ranjang besar berukuran queen size dengan tirai transparan di setiap sisinya, sungguh cantik sekali. Fasilitas pendukung seperti meja rias, lemari besar bahkan sofa juga terlihat cantik dengan model dan warna yang senada. Gadis itu berlari karena tidak sabar ingin segera merasakan kenyaman yang disajikan tilam empuk itu untuk memanjakan punggungnya, hingga membuat benda bermaterial busa itu bergelombang saat ia membanting punggung di atasnya. "Apa aku sedang berada di surga sekarang? sungguh nyaman sekali kasur ini. Baik sekali Mami Juwi kepadaku. Aku berjanji akan membalas semua kebaikannya," monolog Bening yang terdengar sangat konyol. Tetapi senyuman di bibirnya memudar saat ia mengingat kembali tentang keberadaan Adi, seorang anak kecil baik hati yang mau berteman dengannya saat pertama kali ia berada di kota besar ini. "Tapi bagaimana dengan Adi, apa dia baik-baik saja atau jangan-jangan preman-preman itu berhasil menangkapnya. Ya Tuhan aku harus mencarinya ke mana? Bagaimana kalau aku meminta tolong kepada Mami Juwi saja. Siapa tau dia bisa membantuku. Ah iya minta tolong Mami saja, sebaiknya aku mandi dulu." Bening pun mendudukkan dirinya di kasur hingga sorot matanya menangkap bayangan benda persegi di sudut kamar. "Itu pasti kamar mandinya, kamar mandi orang kaya kan biasanya berada di dalam kamar, seperti di sinetron-sinetron yang pernah aku lihat di tv." Bening segera mengayunkan langkahnya ke arah sebuah pintu yang terletak di pojok. Ceklekk... "Wahhh! Ini tempat apa? Seperti bukan kamar mandi. Eh tapi memang seperti ini kamar mandi yang sering aku lihat di televisi, tapi bagaimana cara menggunakannya?" Bening bingung sambil mengitari tempat itu dan berusaha menekan semua tombol yang dilihatnya. Setelah beberapa kali mencoba akhirnya Bening berhasil menggunakan fasilitas yang tersedia di dalam kamar mandi tersebut. Hingga ia bisa membersihkan tubuhnya yang terasa lengket oleh keringat. ***** Siang berganti malam, malam berganti siang begitupun seterusnya hingga tak terasa sudah dua minggu Bening tinggal di rumah besar Mami Juwita. Kini ia sudah pulih sepenuhnya, pasca mengalami kecelakaan tempo hari. Bahkan selama Bening tinggal di rumah ini, ia tidak pernah berdiam diri saja. Ia membantu mengerjakan beberapa pekerjaan rumah seperti memasak dan membersihkan ruangan. Walaupun Mami Juwita sering melarangnya melakukan tugas itu karena ada pembantu yang sudah mengerjakannya. Karena gadis itu pikir, hanya itu yang bisa dia lakukan untuk membalas kebaikan Mami Juwi kepadanya. Bahkan dijadikan pembantu pun Bening bersedia. Seperti hari ini, gadis cantik itu sedang melayani kebutuhan seniornya. Siska dan Linda, dua wanita cantik bertubuh langsing bak model internasional itu. Ia menyiapkan baju dan sepatu yang akan mereka gunakan untuk pergi hari ini, katanya sih mereka akan pergi bekerja tapi bekerja apa Bening juga tidak tahu. Sering ia dilanda rasa penasaran, pekerjaan apa yang sebenarnya mereka lakukan. Sehingga mengharuskan mereka selalu tampil cantik dan seksi dengan memakai pakaian terbuka. Bahkan yang datang menjemput mereka sering kali pria berjas lengkap dengan mobil mewahnya. "Bening, ikut Mami sebentar, ada yang ingin Mami bicarakan sama kamu," ucap Mami Juwi yang baru saja masuk ke dalam kamar Siska. "Baik Mi," jawab gadis itu sembari meletakkan gaun cantik milik Siska di atas tempat tidur. "Hai Mami, gimana penampilan Linda, cantik tidak?" tanya Linda meminta pendapat Mami Juwi. "Perfect! Jangan kecewakan klien kamu, Sayang." Sorot mata Mami Juwi tampak menilai penampilan wanita cantik berambut sebahu itu. "Pasti Mami!" jawab Linda dengan mantap. "Kalau Siska, Mi. Bagus tidak pakai gaun yang dipegang Bening tadi?" "Apapun yang kalian kenakan, kalian akan selalu terlihat cantik sayang-sayangku," puji Mami Juwita dengan senyum manisnya. "Makasih Mami," ucap Siska dengan manjanya. Sementara Bening hanya diam menyimak pembicaraan mereka. Walaupun dalam hati gadis itu membenarkan apa yang dikatakan sang Mami barusan, karena memang semua penghuni rumah ini sangat cantik-cantik. Kadang Bening berpikir bagaimana caranya Mami Juwita mengumpulkan mereka semua di sini. Apakah nasib mereka sama seperti dirinya, salah satu gadis beruntung yang sudah ditolong Mami Juwita. Kalau memang benar seperti itu, berarti Mami Juwita benar-benar orang yang sangat baik hati. Semakin kagum saja diri Bening kepada wanita cantik itu. Setelah obrolan para wanita cantik di kamar Siska tadi. Sekarang Mami Juwita membawa Bening untuk masuk ke dalam kamar pribadinya. Kamar utama rumah ini, kamar yang paling luas dan mewah tentunya. "Bening apakah kamu masih berniat untuk bekerja dengan Mami?" tanya wanita berbaju merah itu. "Tentu Mami, Bening tidak mau hanya berpangku tangan dan menumpang gratis di rumah ini tanpa bekerja." Bening pikir ia akan diberi pekerjaan sebagai pembantu oleh Mami Juwita. "Bagus! Mami suka prinsip hidupmu, dan sekarang adalah waktu yang tepat untuk membuktikan kata-katamu itu." Wanita cantik itu pun membuka lemari besar yang ada di dalam kamarnya. Ia mengeluarkan sebuah gaun indah berwarna maroon yang kemudian ia serahkan kepada Bening. "Coba gaun ini sekarang!" titah Mami Juwita, sedangkan Bening hanya melongo karena merasa bingung. "Kenapa Bening, kamu tidak suka gaunnya?" "Bu-bukan begitu Mami tapi untuk apa gaun itu. Saya merasa tidak pantas mengenakan gaun seindah itu, bukannya saya hanya akan bekerja sebagai pembantu saja?" "Siapa yang suruh kamu jadi pembantu, Bening? Gaun ini saya berikan karena ada hubungannya dengan pekerjaanmu nanti. Apa kamu tidak melihat bagaimana penampilan senior-senior kamu?" "Maksud Mami sama seperti kak Siska dan kak Linda?" "Iya seperti mereka dan yang lainnya karena kamu juga akan bekerja seperti mereka." "Tapi saya akan kerja apa, Mi?" tanya Bening penasaran. "Nanti juga kamu akan tahu, yang jelas pekerjaan itu sangat menyenangkan dan menghasilkan banyak uang. Sekarang kamu ganti pakaianmu dengan gaun ini," titah Mami Juwita seraya menyerahkan gaun yang ada di tangannya. "Baik Mi." Bening menerima gaun itu dengan ragu-ragu kemudian berjalan ke arah kamar mandi. Setelah beberapa saat menunggu, akhirnya pintu kamar mandi terbuka. Keluar lah gadis cantik dengan gaun selutut model sabrina. "Kamu cantik sekali, Sayang." Bola mata Mami Juwita membola melihat penampilan Bening saat ini. "Makasih Mami," jawab Bening malu-malu. "Sekarang kamu duduk di sini Mami akan make over kamu agar lebih cantik lagi," ucap Mami Juwita sembari menunjuk meja rias di sebelahnya. Senyum smirk tampak terlihat dari bibir seksi wanita cantik yang biasa dipanggil Mami itu.
Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
baguss
15/09/2024
0cerita yang luar biasa tentang si cantik Juwita
10/09/2024
0bagus
10/07/2023
0Lihat Semua