“Apakah kamu mengenal nickname Ch4r7ch4 selama menekuni dunia peretas?” tanya Emma pada Sobig. “Ch4r7ch4?” Sobig mencoba mengingat namun ia menggeleng. “Tidak pernah. Sepertinya peretas baru,” ucapnya. “Dia mencoba meretas Alves Corp beberapa saat yang lalu dan meninggalkan nickname-nya,” ucap Emma. “Benarkah? Berarti bukan Melissa saja yang mengincar Alves Corp.” “Oh iya Sobig. Aku ingin tanya, pada saat Prima dan Alves Corp berseteru apakah kamu sudah bekerja di Alves?” tanya Emma. “Iya, NN. Aku sudah kerja selama setahun sebelum kejadian itu terjadi.” “Jadi kamu tahu siapa Melissa?” tanya Emma. “Aku pernah beberapa kali berjumpa dengannya. Dia orang yang sangat ramah dan baik. Aku bahkan tidak percaya kalau dia akan berpihak pada Prima sampai sekarang.” Mendengar jawaban Sobig, Emma merasa terkejut sekaligus heran. “Berpihak pada Melissa? Memangnya sebelumnya dia bekerja pada siapa? Alves atau Prima?” tanya Emma penasaran. “Dulu, pak Gregorio, pak Gustano dan Melissa adalah sahabat baik.” Sobig baru saja memulai cerita namun nama baru itu membuat Emma bingung. “Siapa Gustano?” tanya Emma. “Dia adalah ayah dari Caroline mantan kekasih pak Ethand yang kemarin datang ke vila.” Mendegar jawaban Sobig, Emma semakin bingung. “Lanjutkan ceritanya.” “Gustano adalah CEO Prima Corp sebelum dirinya kecelakaan empat tahun yang lalu. Pada saat itu Daniel Jiani adalah sekretaris sekaligus sahabat baiknya. Gustano dan pak Gregorio memulai bisnis bersama dan berkembang pesat dalam waktu lima tahun. Setelah Prima dan Alves mencapai kejayaannya, Gustano dan istrinya tiba-tiba meninggal dalam kecelakaan. Setelah meninggalnya Gustano, Prima diambil alih oleh Johan Prima, adik Gustano. Johan adalah pimpinan Prima saat ini. Diam-diam, Johan mulai mendekati Melissa dan membawanya ke Prima Corp. Sejak saat itu aku tidak lagi melihat kehadiran Melissa. Ada yang bilang jika dirinya sudah meninggal dan mengatakan bahwa ada seseorang yang menggunakan nickname-nya sampai sekarang.” Jelas Sobig. Emma akhirnya mengerti lika liku hidup Johan Prima dan juga Melissa serta hubungannya dengan Alves Corp. Ternyata tiga sahabat telah dihancurkan oleh Johan Prima. “Apakah menurutmu Melissa asli telah meninggal?” tanya Emma. “Sejak melihat dia melawanmu dalam peretasan bulan lalu, aku yakin jika Melissa masih hidup dan kini masih membantu Prima. Aku pernah masuk ke dalam ruang kerjanya dan melihat pola yang sama ia gunakan dalam melakukan aksinya. Ia pernah mengajariku jadi aku tahu polanya. Namun, untuk mematahkan aksinya harus menggunakan pola yang lebih tinggi darinya dan itu telah kamu lakukan, Emma.” Sobig dengan tatapan kagum pada Emma. “Itu hanya kebetulan.” Emma tidak ingin menerima pujian itu. “Tapi kalau boleh jujur, ketika melihatmu pertama kali masuk di Alves Corp, aku seperti melihat Melissa. Entah apa yang sama dari kalian yang jelas ada sedikit kemiripan.” Emma cukup terkejut. “Mungkin aura rival mulai terpancar dan membuatmu kembali flashback ke masa lalu,” ucap Emma seraya tersenyum. Sobig juga ikut tersenyum. “Tapi benar, Emma. Mungkin kamu adalah anak Melissa?” “Ada-ada saja. Ayahku sudah meninggal dan dulu dia bekerja di luar kota tidak di dua perusahaan hebat itu,” tukas Emma. “Aku tahu. Semoga kita bisa tahu siapa Melissa sebenarnya. Apakah Melissa asli atau orang lain.” Sobig dengan penuh harap agar Alves Corp dan Prima Corp tidak lagi bermusuhan. Ia masih ingat kedua perusahaan itu sangat akur dan saling membantu. Bahkan para karyawan sangat akrab dan terbiasa menghabiskan waktu bersama. Sekarang mereka ikut berselisih karena perusahaan memang sudah saling serang. Yang dulunya bagaikan kakak dan adik kini bagaikan musuh yang enggan menyapa dan menghabiskan waktu bersama. “Aku akan mencoba mencari tahu,” jawab Emma. Selama beberapa minggu ini ia sudah memikirkan metode baru untuk mencari tahu siapa Melissa sebenarnya dan dimana ia berada. “Aku akan membantumu.” Sobig dengan nada serius. Ia mengakui kehebatan Emma namun ia juga tidak akan tinggal diam dan menunggu hasil. “Baiklah.” Emma mengulum senyumnya dan mengikuti Sobig memasukkan kaki ke dalam air. Ethand terlihat menikmati berenangnya hari ini. Ia bahkan bisa berbaur dengan tim IT yang sebelumnya merasa takut dan enggan untuk berenang bersamanya. Namun ketika Ethand mulai berbicara dan menganggu Ruby, tim IT yang lain langsung beradaptasi dan kini mereka terlihat seperti teman bukan sebagai atasan dan bawahannya. *** Seorang wanita mengepal erat tangannya. Usahanya untuk mencoba meretas Alves Corp tidak semudah ia meretas perusahaan di Spanyol. “Apakah dia memang sehebat itu?” gumamnya dengan nada kesal. Ia mengambil segelas wine dan mulai meneguknya. “Apakah dia memang memiliki hubungan dengan Melissa? Jika benar maka ini merupakan berita yang menarik sekaligus menggemparkan.” Wanita itu kembali meletakkan gelas Wine ke atas meja. Ruangan kamarnya terlihat gelap dan ada sebuah lampu redup yang sengaja dinyalakannya. Jaket hitam yang dikenakannya begitu ketat di badannya yang ramping. “Aku sudah menganggap Melissa sebagai seorang ayah. Sudah sepatutnya aku mengeluarkannya dari sarang Prima.” Wanita itu menutup laptopnya dan berjalan keluar dari kamarnya. Ia berjalan menuju lift dan turun ke basemant apartemen. Ia memang sedikit gila, mobil yang dikendarainya selalu dengan kecepatan tinggi. “Rumah Sakit Cinta Kasih,” gumamnya seraya mengatur GPS di mobilnya. Ia pun mulai mengikuti arah GPS dan membawanya sampai pada tujuan. Sebuah gedung rumah sakit terlihat sepi namun terasa nyaman. Di depan gedung terdapat taman dan aneka bonsai yang digunting membentuk beberapa hewan dan juga bentuk unik lainnya. Wanita itu langsung berjalan ke bagian resepsionis rumah sakit. “Selamat siang ada yang bisa kami bantu?” sapa wanita penjaga meja resepsionis. Wanita yang disapa membuka kaca mata hitamnya. “Aku ingin bertemu nyonya Giorgina Alves,” ucap wanita itu. “Baik, tunggu sebentar, Bu.” Penjaga resepsionis langsung membuka komputernya dan mencari nama yang dimaksud. “Maaf, pasien ini hanya bisa dikunjungi oleh keluarga dekatnya. Apakah anda keluarga dekatnya?” “Iya, saya adalah anak mantunya,” jawab wanita itu seraya memberikan sebuah kartu pada penjaga resepsionis. Setelah membaca kartu itu sebentar, ia pun tersenyum. “Ada di lantai lima kamar nomor tiga puluh dua. Karena ruangan pasien ini merupakan ruangan VIP, jadi kama harap kesediaannya untuk tetap menjaga ketertiban dan kenyamanan di sana,” ucap wanita itu. “Terima kasih.” Wanita berjaket hitam langsung berjalan menuju lift dan pergi ke lantai lima rumah sakit itu. Ia mengetuk-ngetuk kacamatanya di lengannya dan bersenandung ria. “Anak mantu? Cih! Sungguh lucu.” Ia sudah menduga jika Giorgina Alves tidak akan dikunjungi oleh sembarang orang jadi wanita itu sudah menyiapkan sebuah kartu palsu. Karena ia mahir dalam desain dan meretas, hal itu sangatlah muda dilakukannya. Lift terbuka tepat di lantai lima. Wanita itu berjalan santai menuju kamar nomor tiga puluh dua. Ia mengintip dari luar pintu. Di lihatnya wanita yang rambutnya sudah memutih sedang duduk menghadap jendela. Ia terlihat sangat kurus dan keriputnya terlihat jelas. Setelah mengumpulkan niat, wanita itu mendorong pintu kamar dan masuk ke dalamnya. Mendengar pintu dibuka, Giorgina Alves langsung menoleh ke arah pintu. “Siapa kamu?” tanya Giorgina. Wanita yang ditanya tersenyum ramah dan melangkah mendekati Giorgina. “Nama saya Caroline. Saya adalah sahabat dekat Ethand, putramu.”
Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
Komentar Buku (553)
Liaaaa
aaaa cinta banget sama cerita ini, setelah menunggu lama dan pemasaran akhirnya bab 150 adalah akhir dari cerita, thanks you thorr telah memberikan cerita terbaik, selalu semangat thorr❤️
01/04/2022
1
Arif Karisma
Cerita ny sungguh menarik dan menghibur saya suka sekali dengan alur ceritanya
27/03/2022
0
Umayyachan
suka suka suka, pdhl baru baca setengahnya tpi kuudah jth cinta dari bab 1❤
semangat updte sesering mungkin ya thor 💪
aaaa cinta banget sama cerita ini, setelah menunggu lama dan pemasaran akhirnya bab 150 adalah akhir dari cerita, thanks you thorr telah memberikan cerita terbaik, selalu semangat thorr❤️
01/04/2022
1Cerita ny sungguh menarik dan menghibur saya suka sekali dengan alur ceritanya
27/03/2022
0suka suka suka, pdhl baru baca setengahnya tpi kuudah jth cinta dari bab 1❤ semangat updte sesering mungkin ya thor 💪
29/12/2021
1Lihat Semua