Setelah menghubungi seluruh peserta meeting, Vania segera kembali berfokus untuk melanjutkan membuat planning meeting seperti yang di inginkan sang CEO.
Termasuk meminta bantuan untuk reservasi villa tempat mereka melakukan meeting dengan berkoordinasi bersama team HR & GA, sekaligus mengingatkan team untuk melakukan games pengisi acara di sela - sela break meeting. Vania memastikan untuk membuat games kepada seluruh peserta sekreative mungkin. Vania telah menyerahkan beberapa list games yang akan di permainkan di acara meeting, agar tidak merasa jenuh dan tegang selama meeting.
Meski terasa berat bekerja di perusahaan itu, karena memiliki pemimpin yang jauh berbeda, bak langit dan bumi dengan perusahaan lamanya, dimana pimpinan di tempat lamanya sangat peduli dengannya termasuk keluarga sang pemimpin, sehingga membuatnya nyaman bekerja.
Sedangkan pimpinan barunya ini, hampir tidak pernah berbicara dengannya selain pekerjaan, wajahnya selalu dingin. Tidak ada yang penting kecuali bekerja bagi boss barunya.
Tapi Vania tak ingin mengeluh hanya karena ia karyawan baru yang di paksa mandiri karena orang yang ia gantikan sudah pergi terlebih dahulu sebelum ia datang untuk menggantikan. Sehingga ia benar - benar buta mengenai adat dan kebiasaan dari perusahaan itu.
Hanya saja jika ada waktu luang atau sang boss sedang keluar kantor, maka Vania rajin berkonsultasi dengan HR & GA
*** Sementara di tempat berbeda, tampak Verrel tengah berbincang hangat dengan seorang artis papan atas negeri ini, bersama sang manager dan asisten pribadinya, di sebuah cafe yang berada di wilayah Senayan.
Mereka membahas project grand opening yang akan di lakukan di club malam milik Verrel yang akan mengundang beberapa artis papan atas yang sudah lama di kenalnya, demi memeriahkan acara miliknya yang nantinya akan di hadiri beberapa investor domestik dan manca negara. Tak lupa para penikmat dunia gemerlap malam tentunya.
Dan Kali ini, mengikuti saran salah satu investornya ia mengundang artis tambahan dan artis itu adalah Sarah, artis yang sedang di gandrungi kawula muda dan mempunyai image yang lumayan bagus, sehingga Verrel tertarik untuk mengajaknya mengisi acara di salah satu club yang di gadang - gadang menjadi club terbesar yang memiliki jaminan keamanan super nyaman di Jakarta.
Sedangkan Sarah yang terpesona dengan ketampanan Verrel dan Karismanya pada pandangan pertama, ia menyetujui tanpa memberikan persyaratan yang berat dan langsung menandatangani kontrak untuk bekerja sama dengan Verrel.
Tidak seperti biasanya, Sarah merupakan artis yang sedikit rewel, jika ada yang ingin bekerja sama dengannya, dengan membubuhkan banyak persyaratan yang terkadang di luar nalar.
Tapi karena pesona Verrel akhirnya untuk pertama kalinya ia tidak meminta persyaratan aneh, hanya minta jika yang menjemputnya dari rumah dan mebawanya ke tempat club malam tersebut adalah Verrel sendiri, karena ia tak mau mendapat image tidak baik, mengingat nigh club selalu berbau kenakalan. ia beralasan tidak ingin image baiknya hancur hanya karena menanda tangani kontrak begitu saja, akan berbeda jika ia hadir bersama sang pemilik night club, hal ini menjadikan publik berasumsi ia hadir karena mengenal sang pemilik.
Dan Verrel yang menilai alasan yang di ajukan Sarah, itu secara logika demi mempertahankan image sang artis maka ia menyetujui persyaratan sederhana Sarah yang hanya meminta di antar dan di jemput sebagai partner bukan sebagai tamu undangan.
Setelah menandatangani dokumen, mereka berpisah, Verrel melanjutkan menuju apartemen milik Vania tinggal. Karena Vania sebelumnya sudah memberitahukan dirinya dimana ia tinggal.
Jam telah menunjukkan pukul 21.05 malam. Verrel mencoba mengetuk pintu apartement dan menghubungi Vania, tapi tak mendapat jawaban, ia segera memasuki apartemen, dan mengecek sekeliling, menyadari jika penghuninya belum pulang dari bekerja membuat Verrel merasa kawatir sekaligus kasihan kepada wanita yang bersikeras untuk bekerja itu. Meskipun wanita itu memahami jika ia mampu memberikan materi yang bergelimang, jika ia mau, tapi Vania janda yang keras kepala, hingga membuat Verrel tak mampu melawan keegoisan wanita itu, sehingga memutuskan untuk mendukung Vania.
Setelah bosan menunggu, Verrel memilih memasak sesuatu untuk wanita yang telah merebut hatinya.
Dan benar saja, tak lama Verrel selesai memasak, Vania memasuki apartemennya dengan terkejut karena mencium aroma sedap masakan.
Meski sempat merinding sejenak karena seingatnya ia tidak memasak pagi ini, rasa takutnya menghilang seketika begitu membuka pintu kamar tidur, terlihat Verrel sedang terlentang disana sembari memainkan iPad miliknya.
" Kamu kesini ga ngomong - ngomong deh Rel, hampir aku bacain yasin tadi, karna aku kira ada hantu.." Vania meletakkan tas dan beberapa file di meja riasnya lalu duduk di tepi ranjang.
Verrel yang tadi sedang santai bermain iPad nya lantas secepat kilat memeluk wanita mungil itu, dengan kecepatan kilat bibirnya telah mendarat dengan lembut keatas bibir wanita itu.
" Aku merindukan mu sayang...bukan kah aku sudah info ke kamu kalo aku di jakarta hmm.." Ia melepaskan pelukan dan membelai rambut Vania.
" Tapi kamu ga bilang kalo mo langsung kesini ..." Vania gemas mencubit pipi Verrel yang menatapnya dengan tatapan manja
" Hmm takut ke gap kamu ya.., hayoo ngaku! Atau jangan - jangan ada pria lain yang sering kesini.?? " Verrel menatap mata Vania penuh selidik
" Iya, bener semua cowok aku suruh masuk kesini tidur bareng aku..! kamu tahu kan apa yang terjadi kalau antara cowok dan cewek satu rumah? Huuhh dasar otak mesum ga pernah mikir positive.."
Balas Vania dengan mencubit perut Verrel dan beranjak meninggalkan Verrel yang terlihat tertawa lalu mengikutinya ke meja makan.
" Hmm kamu masak ini bukan niatan mo ngeracunin aku kan.? Secara aku banyak ngerugiin kamu, hmm, jadi curiga aku tiba - tiba kamu jago masak..seorang Verrel memasak?” Vania menggelengkan kepala sembari berkacak pinggang menatap Verrel.
“ Untungnya apa ngeracuni orang yang udah banyak ngerugiin coba? Emang kalau udah mati, jadi hantu, trus kamu pikir para hantu mau mengabdi padaku, lalu aku meminta mencari uang sebanyak- banyaknya? Dasar primitif..” Ucap Verrel sembari memeluk Vania hangat. Kerinduannya dengan janda muda itu memenuhi seluruh rongga di hatinya, hingga membuat dadanya terasa sesak bahkan untuk sekedar bernafas, oleh karena itu ia segera menemui wanita pujaan hatinya dan melepas semua kerinduan yang telah terpendam selama ini.
“ Hmm, atau jangan - jangan kamu beli menu ini di restoran trus di angetin nich biar kecium semerbak aromanya, trus dengan wajah serius kamu ngaku - ngaku ke aku kalau kamu sudah capek - capek memasak untukku? Huukhh dasar pinter banget nyari simpati orang lain, maaf ya bung Verrel saya tidak akan tertipu...” Bisik Vania yang tak lagi di hiraukan oleh Verrel yang memilih mendekap erat wanita itu dengan segenap jiwa dan raganya.
Lalu perlahan Verrel tertawa terkekeh dengan tuduhan tak berdasar dari Vania.
" Terserah kamu aja sayang yang penting makan saja dulu, baru nanti kita bahas apakah itu beracun atau gak trus koki yang memasak siapa? Sepertinya yang terpenting adalah perut kenyang dan rasa makanan nikmat bukan? “ Jawab Verrel sembari menuntun Vania untuk duduk
" Gimana mo tar jelasin kalo akunya udah keburu jadi mayat " Ledek Vania di iringi gelak tawa keduanya.
Vania menyantap masakan yang di hidangkan oleh Verrel dengan sangat lahap seperti orang yang tidak makan selama seminggu
" Pelan - pelan aja makannya sayang, tar kalau kamu terlalu terburu - buru gitu bisa tersedak, belum lagi racunku bekerja kamu udah keburu jadi mayat donk? “ Sindir Verrel karena wanita yang telah mencuri hatinya tak mempercayainya. Verrel mengingatkan Vania yang tak memperdulikan perkataan Verrel, dan terus menggasak semua yang ada di piring.
“ Ich kan beneran, niat kamu jahat ternyata.! “ Sungut Vania seraya bangkit berdiri karena semua yang ada di pirinfnya sudah ludes tak bersisa, ia beranjak menuju kamar mandi. Tapi Verrel menghentikannya.
Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
Komentar Buku (309)
SimangunsongFeby Yesa
saya sangat menghargai setiap karya kamu, setiap kata² yg tersusun menjadi sebuah kalimat semakin memudahkan saya untuk membaca dan menerima setiap kesan ² indah. semoga kamu dapat menjadi seorang penulis yg di mana setiap pelosok negeri mengetahui betapa hebatnya karya ² mu ini
15/06/2022
1
Laelatul IMamik
Seneng bacanya, alurnya bagus kayak penulis profesional. Ada sisipan SQ, Spiritual Question nya diakhir tulisan. Karena sejauh mata memandang, tidak bisa dilepaskan bahwa kita yang membutuhkan Tuhan.
05/02/2022
0
Faridah Fasha
sumpah cerita ini best sgt.... byk2 novel ini yg la novel yg pling best.. smoga sehat sllu dn trs brkarya dgn lbh baik lg👍👍👍👍👍
saya sangat menghargai setiap karya kamu, setiap kata² yg tersusun menjadi sebuah kalimat semakin memudahkan saya untuk membaca dan menerima setiap kesan ² indah. semoga kamu dapat menjadi seorang penulis yg di mana setiap pelosok negeri mengetahui betapa hebatnya karya ² mu ini
15/06/2022
1Seneng bacanya, alurnya bagus kayak penulis profesional. Ada sisipan SQ, Spiritual Question nya diakhir tulisan. Karena sejauh mata memandang, tidak bisa dilepaskan bahwa kita yang membutuhkan Tuhan.
05/02/2022
0sumpah cerita ini best sgt.... byk2 novel ini yg la novel yg pling best.. smoga sehat sllu dn trs brkarya dgn lbh baik lg👍👍👍👍👍
06/01/2022
2Lihat Semua