Bab 102 Rindu

" Mengapa dia tak mengatakan langsung dok jika ada keperluan, lalu suara tembakan tadi malam? siapa yang tertembak, apa yang terjadi? Verrel bukan orang yang pergi diam-diam…”


Tanya Vania lagi dan menatap tajam sang dokter yang masih tetap memasukkan jarum infus kembali ke tangan Vania.

" Yang terpenting saat ini, nyonya Istirahat terlebih dahulu, setelah pulih baru nyonya bisa kembali kerumah, bukankah nyonya ingin segera menikmati indahnya taman anggrek? “ Tanya sang dokter sembari menjalankan kembali selang infus.

“ Begitu besar rasa cinta tuan Verrel kepada nyonya, sehingga nyonya sebaiknya membalasnya dengan tidak mengecewakan kebahagiaan tuan Verrel, nyonta tidak boleh stress agar janinnya aman di dalam, bagaimana jika nyonya bersikeras memaksakan diri seperti tadi, trus tiba-tiba terjatuh dan terjadi sesuatu terhadap kandungan nyonya, apa yang terjadi dengan tuan Verrel yang saat ini harus meninggalkan nyonya demi bisnis yang akan menjamin masa depan nyonya dan anaknya…”

Ujar Sang Dokter yang telah selesai memasang Infus dan Kini duduk disamping bed pasien, menasehati Vania terkesan nasehat seorang adik terhadap kakaknya.


" Baik lah dok, tapi bisakah saya mengambil ponsel saya dok? karena saya ingin berbicara terlebih dahulu dengannya, saya hanya ingin tahu apakah dia baik-baik saja, setelah itu saya baru bisa tenang…”


Tanya Vania sembari melihat sekeliling tak mendapati tas miliknya.


" Ponsel ya? kalau itu saya kurang tahu, kalau begitu bagaimana kalau nyonya tanyakan kepada Arjun, asisten bapak Verrel, beliau menunggu di depan, karena ketika nyonya di kamar ini, tugas saya adalah memeriksa kondisi pasien, dan saat nyonya dibawa kesini, saat itu saya baru bertukar shift jadi saya hanya tahu sekilas saja, kebetulan tadi tuan Verrel memang menitipkan pesan kepada saya…” Elaknya lagi memberi pengertian agar Vania menyudahi keinginannya.


Tampak dokter menyuntikkan sesuatu ke dalam selang infus Vania, lalu memilih berpamitan meninggalkan Vania, karena takut salah berbicara dan membuat Vania curiga. Maklum saja selama ini bekerja dibawah Verrel mereka tidak terbiasa berkomunikasi, yang mereka perlukan adalah tindakan.


Sang dokter keluar pintu otomatis itu menggunakan Card yang ada di saku jas putih miliknya.

Ya. Setiap ruangan, baik ruang perawatan pasien maupun ruang ICU dan ruang operasi, semua menggunakan card untuk akses keluar-masuknya, hal ini di lakukan demi keamanan jika terjadi sesuatu yang tidak terduga, bahkan semua ruangan kebutuhan medis di design dengan dinding berlapis baja.

Markas Verrel memang di buat sangat safety, sehingga perlindungan dibuat semaksimal mungkin, demi keamanan dirinya dan orang-orangnya, maklum saja dirinya musuhnya tentu ada dimana-mana, oleh sebab itu biasanya Verrel selalu di kawal ketat, entah mengapa malam itu dirinya sedikit ceroboh dan tidak mengenakan rompi anti peluru di balik kemejanya, dan mengobrol dengan santai disaat jauh dari orang-orangnya.


Mungkin disebabkan oleh kebahagiaan yang di alaminya karena berhasil melamar Vania dan akan memiliki buah hati, sehingga insting mafianya sedikit mengendur.

***
Sementara itu Vania yang sudah di berikan obat penenang menjadi tertidur pulas.

Waktu terus berlalu, Vania kini sudah dibawa pulang ke rumah baru mereka yang tak kalah Safetynya walau terkesan dadakan dalam hal perenovasian rumah tersebut, tapi rumah tersebut sangat Steril dan safety untuk di tinggali.

Satu orang dokter menjaga Vania di rumah itu. Untuk mengontrol semua yang di lakukan Vania agar tidak membahayakan janin yang tengah di kandungnya.

***


Sedangkan di tempat yang berbeda, markas mereka. Tampak Verrel belum sadarkan diri juga, hingga membuat team medis menjadi kawatir terjadi sesuatu terhadap pimpinan mereka.

Salah satu dokter bedah yang ada disana sedang mempelajari apa penyebab belum sadarnya Verrel.

Karena situasi seperti ini Arjun Pradugo yang merupakan orang kepercayaan Verrel, tidak bisa mengambil keputusan untuk membawa Verrel ke rumah sakit, Sekalipun rumah sakit itu milik rekanan mereka, karena pesan yang di sampaikan Verrel langsung padanya cukup jelas, bahwa apapun yang terjadi Verrel lebih percaya dengan dokter yang bekerja untuknya daripada rumah sakit, sebagus apapun kredibilitas rumah sakit, tetap saja memiliki celah untuk orang lain jika ingin berniat jahat.

Berdasarkan pesan yang diberikan Verrel, membuat Arjun tak dapat berbuat banyak kecuali menunggu hasil dari team medis mereka, dan dirinya tetap menjalankan seluruh bisnis Verrel tanpa menimbulkan kecurigaan.

Meski begitu, Arjun tetap memerintahkan seluruh anak buah Verrel untuk menjaga ketat markas mereka, dan menutup akses gerbang markas dari orang luas, dan meminta mereka mengaktifkan semu akses keluar masuk markas.

Arjun teringat dahulu mereka hampir kehilangan pimpinan mereka karena mereka lengah, dirinya tidak ingin hal itu terulang, sehingga tetap menjalankan aktivitas Verrel seperti biasa.

Arjun meminta team IT untuk bekerja lebih keras agar segera melacak siapa gerangan otak di balik aksi penyerangan yang menumbangkan pimpinan mereka.

Arjun yang berjalan mondar-mandir di depan ruang ICU, sembari berfikir keras bagaimana cara menolong sang pimpinan di kejutkan oleh suara getar ponsel miliknya.

Ternyata telpon masuk tersebut dari salah seorang klien yang menanyakan kabar tentang Verrel, karena terdengar selentingan kabar bahwa Verrel telah tertembak dan mati. Dan mereka meyakini itu karena tak dapat berkomunikasi dengan Verrel secara langsung. Tapi Arjun berkelit, bahwa saat ini tuannya sedang menikmati masa-masa bahagia bersama calon istri yang tengah mengandung anaknya, sehingga menyerahkan semua bisnis dan aktivitas di luar rumah kepadanya.

Tak ingin membuat para klien berspekulasi berlebihan dan mengembangkan semua kabar yang beredar, Arjun mengambil tindakan dengan mengadakan meeting online.

Dalam meeting online yang di pimpin Arjun Pradugo, bersama dengan beberapa Klien yang risau akan keberadaan Verrel yang kabarnya tertembak, membuat Arjun menyertakan rekaman CCTV dimana Verrel mendatangi rumah sakit menuju dokter Obgyn dan memberikan hasil USG dan rekam medis yang menyatakan kehamilan Vania, Arjun Juga melampirkan beberapa foto dari CCTV yang mereka ambil ketika Verrel melamar Vania dengan segenap Keromantisannya, dan Arjun juga membantah bahwa pimpinan mereka sedang keluar rumah malam itu, Arjun mengatakan pimpinannya sedang menikmati kebersamaan dengan calon istri dan tidak melakukan perjalanan kemanapun sejak mengetahui kehamilan sang calon istri.


Saat itu team IT mereka telah menghapus seluruh rekaman di server CCTV di manapun di sepajangan jalan yang terlihat gambar wajah Verrel.

Sebelum menyerahkan goto dan rekaman video itu team IT Verrel sudah membuat blurr di bagian wajah Vania, agar tak memberikan peluang bagi rivalnya untuk mencari Vania.

Dan dari hasil argumentasi serta di dukung oleh dokumentasi yang Arjun berikan di forum meeting online membuat beberapa klien yang mempercayai adanya kabar bahwa Verrel telah tertembak, kini telah kembali percaya bahwa Verrel baik - baik saja dan sedang kasmaran.

Mereka memaklumi apa yang terjadi dengan Verrel, moment dimana mendapatkan buah hati adalah moment dimana kita merasa memiliki keajaiban.

Argumentasi itu sangat terpercaya karena dukungan dari dokumentasi, Hal itu membuat para Klien kembali menanamkan sahamnya ke  beberapa perusahaan milik Verrel, dan kini saham perusahaan itu kembali menguat, dimana setelah tersiarnya kabar, saham perusahaan Verrel beberapa hari ini terjun bebas.

Tapi kini berkat keputusan Arjun, saham perusahaan itu kembali menguat dan mereka beraktivitas seperti biasa.

Hanya Saja sampai saat ini,  Verrel belum juga sadarkan diri, Sementara Dendi yang sudah pulih kembali bekerja seperti biasa, dan mencari peluang ketika sepulang kerja untuk menyusuri keberadaan Vania, yang malam itu dia temui.

Dendi semakin bertekad untuk menemui Vania, Setelah melihat bagaimana kecantikan Vania yang bersinar malam itu.

***


Sedangkan Vania yang setiap hari menanyakan kabar Verrel selalu dijawab dengan lembut oleh dokter yang mendampinginya.


Tentu saja hal itu membuat Vania bertanya-tanya dalam hati, mengapa semua berubah sejak saat dirinya pingsan setelah mendengar suara tembakan malam itu. Tidak mungkin Verrel mati, karena semua aktivitas terlihat normal tidak ada yang mencurigakan, atau mungkinkah yang tertembak malam itu adalah Verrel? dan semua orang sengaja merahasiakan hal itu darinya, takut akan terjadi sesuatu dengannya? Vania menggelengkan kepalanya perlahan, lalu dirinya mencoba bangkit dan berjalan menuju lemari kamarnya.

Dia ingin mencari petunjuk mengenai Verrel, dia yakin pasti akan mendapatkannya.

Beberapa hari hidup tanpa Verrel, dia merasa hidupnya ada yang kurang, pria yang selama ini menyajikan semua kebahagiaan untuknya menjadikannya terbiasa dengan semua itu, dan disaat pria itu tak di sisinya? Hatinya bergemuruh rindu.

Hatinya berbisik kecil “ Bagaimana mungkin aku mampu menjalani kehidupan kedepannya tanpamu Rel, baru sepintas waktu tak bersamamu tlah membuatku terasa lelah, ya, aku lelah. Bukan putus asa atau nelangsa, aku lelah pada sembilu gurat rindu yang menancap relung kalbu, aku lelah merindumu, tanpa tahu masih adakah tempat di hatimu untukku. Sejak malam itu, mengapa kau menghilang bagai debu jalanan yang bahkan meninggalkan jejak? Lantas kemanakah aku harus mengadu? Jika sosokmu tak ingin menyapaku? Apa yang bisa aku lakukan tanpamu… Verrel…’”


Komentar Buku (309)

  • avatar
    SimangunsongFeby Yesa

    saya sangat menghargai setiap karya kamu, setiap kata² yg tersusun menjadi sebuah kalimat semakin memudahkan saya untuk membaca dan menerima setiap kesan ² indah. semoga kamu dapat menjadi seorang penulis yg di mana setiap pelosok negeri mengetahui betapa hebatnya karya ² mu ini

    15/06/2022

      1
  • avatar
    Laelatul IMamik

    Seneng bacanya, alurnya bagus kayak penulis profesional. Ada sisipan SQ, Spiritual Question nya diakhir tulisan. Karena sejauh mata memandang, tidak bisa dilepaskan bahwa kita yang membutuhkan Tuhan.

    05/02/2022

      0
  • avatar
    Faridah Fasha

    sumpah cerita ini best sgt.... byk2 novel ini yg la novel yg pling best.. smoga sehat sllu dn trs brkarya dgn lbh baik lg👍👍👍👍👍

    06/01/2022

      2
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru