Suasana pagi di Desa Peri sangat tenang, tidak banyak suara selain suara alam di pagi hari. Yui sudah bersiap melanjutkan perjalanan. Namun, Fiona menghentikan Yui dan meminta waktu untuk berbicara. “Katakan saja,” ucap Yui. Fiona menggeleng dan memberi isyarat Yui untuk mengikutinya. Yui sendiri meminta pengawal dan Leila tetap di penginapan. Mereka berjalan keluar dan berhenti di sudut tempat yang sepi. Fiona mengeluarkan tongkatnya lalu selubung transparan mengelilingi mereka. “Barrier? Untuk apa?” tanya Yui. “Aku tidak mau ada yang mendengar,” jawab Fiona dan Yui mengangguk. “Dengar, ada satu gerbang dimensi ke dunia bawah di hutan kami, dan gerbang itu bocor tidak seperti biasanya tertutup rapat. Apa yang terjadi dengan Rafael?” terang Fiona yang kemudian bertanya tentang Rafael. Rafael adalah penjaga gerbang dunia bawah, karenanya Fiona mencari dirinya. “Paman sedang tidur panjang, dia ada di kediaman Blackdragon,” jawab Yui. “Ti-tidur?” ucap Fiona. Dia terlihat gusar dan menggigit kuku jarinya. “Yui, ini gawat apa ada penjaga lain yang bisa menutup gerbang? Para peri terkontaminasi. Peri pohon yang kemarin menyerangmu salah satunya, mereka menjadi monster tak terkendali,” terang Fiona yang berjalan bolak-balik tampak cemas. “Yuan, dia bisa membuka gerbang, mungkin bisa menutupnya juga,” ucap Yui yang sedikit ragu. “Siapa Yuan?” tanya Fiona. “Saudara kembarku, dia di dunia bawah sekarang dan aku akan ke Ergions menemui Raja Arlen karena dunia bawah akan menyerang dunia atas,” jelas Yui yang membuat Fiona semakin tercengang. “Kau serius? Mereka akan menyerang? Ini tidak bisa dibiarkan,” timpal Fiona semakin gusar. “Putri Fiona,” lirih Yui. “Ras peri akan ikut bertarung, tapi bisakah kau memberikan pesan kepada ayahmu untuk meminta setidaknya beberapa Red Ruby dengan kemampuan barrier yang bagus untuk melindungi kami dari kontaminasi,” jelas Fiona yang diiringi anggukan oleh Yui. Yui menggunakan elemen tanaman, untuk memberikan pesan kepada ayahnya, dengan kemampuannya dia menembus alam bawah dan memberikan pesan yang diinginkan Fiona. “Ayahanda sudah menerima pesanku, dia akan mengirimkan Red Ruby ke Avary,” jawab Yui. “Terima kasih, satu lagi. Jauhi pria itu, ada sesuatu yang gelap dari dirinya.” Fiona memberikan peringatan kepada Yui tentang Yoru. “Ya, dia memang terlihat aneh,” jawab Yui yang setuju dengan Fiona. Mereka pun berpisah dan Yui melanjutkan perjalannya. Kuda-kuda sudah normal kembali, Yui dan yang lain memacu kudanya menuju Kota Pelabuhan Nyhavn. Sebelum matahari tenggelam mereka sudah mencapai kota itu dan mencari penginapan. “Putri, hanya ada penginapan kecil,” terang Leila yang mencari penginapan. “Tidak apa Kak Leila yang penting bisa beristirahat,” jawab Yui. Malam berlalu begitu cepat, di pagi hari Yui mencari kapal yang menuju Ergions. Ternyata tidak ada kapal yang berangkat hari ini karena cuaca buruk. “Bagaimana ini,” gumam Yui saat tidak mendapatkan kapal. “Yui!” Suara seseorang memanggil namanya, sontak Yui menoleh ke sumber suara. Lagi-lagi pria yang diperingatkan oleh Fiona. Kenapa dia terus saja mengikutinya. “Kau mencari kapal? Aku menyewa kapal untuk ke Ergions.” Yoru tersenyum saat melihat Yui terdiam tanpa kata. “Kau takut padaku?” tebak Yoru dan memang itulah yang dirasakan Yui saat ini. “Ah, ya, tapi kami tidak menemukan kapal,” jawab Yui yang ingin secepatnya meninggalkan pria ini. “Kau bisa ikut denganku, ke Ergions. kau ingin ke sana bukan?” ucap Yoru sedikit memaksa. Melihat tidak ada pilihan, akhirnya Yui ikut saja dengan kapal Yoru. Leila dan pengawal Yui merasa aneh dengan para kru di kapal. sementara Yui terus saja merasa tidak nyaman dengan Yoru yang selalu mengikutinya. “Bisakah kau menjauh sedikit,” pinta Yui saat Yoru terlalu dekat dengannya. “Angin begitu kencang, aku hanya tidak mau kau terluka,” kilah Yoru. Yui berjalan melewati Yoru dan ingin ke kabin kapal, perjalanan masih sangat panjang hingga mencapai Ergions. “Kenapa ku iyakan kemarin, lebih baik menunggu kapal lain,” batin Yui menggerutu menyesali keputusannya. Jelas-jelas ada peringatan untuk menjauhinya tapi kini dia terjebak satu kapal dengan pria itu. Mata Yoru tidak pernah lepas menatap Yui, membuat gadis berambut hitam itu tidak nyaman selalu ditatap sepasang mata dari pria yang tak begitu dikenalnya. Yui turun ke kabin dan melihat ada kursi kosong dekat jendela kaca. Dia duduk disana sambil menatap lautan dengan ombak yang bergulung kecil serta ikan lumba-lumba yang berlompatan. Waktu yang berlalu membosankan tanpa sadar membuatnya tertidur bersandar di jendela kaca. Yoru mendekati Yui yang tertidur dan memanggil namanya. Namun, si pemilik nama bergeming masih terjaga dalam mimpinya. Sementara pria di hadapannya tak bisa mengendalikan dirinya. Melihat gadis yang ia sukai tertidur ia tergoda menyentuh wajah manis di depannya. Merapikan rambut yang berantakan tertiup angin ke sela-sela daun telinganya hingga si pemilih terperanjat dan membelalakkan matanya. Yui mendorong Yoru dengan keras, “Kau mau apa?” “Tidak ada, sungguh. Aku hanya …,” belum selesai ucapannya memberi penjelasan Yui berlari menjauh darinya. Yoru menghela napas panjang, “Dia pasti salah paham,” batinnya. “Hm, cantik ….” Suara yang tiba-tiba terdengar dan Yoru mencari sumber suara itu. “Bodoh, apa kau lupa siapa dirimu?” Suara itu kembali terdengar hingga Yoru terduduk di tempat. “Tuan,” lirihnya. “Bawa gadis itu ke hadapanku, jangan ulur waktu lagi!” perintahnya. Yoru lupa siapa dirinya, dia hanyalah bayangan. Lalu perasan apa yang bersemayam dalam hatinya? Dia sendiri tidak mengerti, jauh dari dalam dirinya dia tidak ingin membawa Yui ke dunia bawah. “Apa bisa aku melakukannya,” lirih Yoru, yang kemudian berdiri dan mencari keberadaan Yui. Gadis itu bersama Leila sedang menikmati teh di ruang makan kapal. Dari mata Yoru, sang pembawa petaka bisa melihat Yui dengan jelas, sejelas tatapannya. Tapi apakah hati si bayangan juga sama dengan si pemilik, tidak ada yang tahu. Jika memang sama pasti akan ada ketertarikan yang sama, tapi Yoru hanya merasakan nafsu bukan getaran dalam hati dari tuannya. “Tuan menginginkan Yui untuknya bukan untuk mencintainya, dia tidak tahu apa itu cinta,” batin Yoru yang merasakan sakit di dadanya setiap mengingat dirinya hanyalah bayangan. Dan sebagai bayangan dia juga tahu seperti apa tuannya. Orang yang hanya mengenal balas dendam dan menghancurkan. “Ingat baik-baik siapa dirimu, tubuhmu milikku, kau hanyalah bayangan karena aku mengijinkanmu terpisah dariku,” suara dalam benak Yoru yang menggema, terasa sakit di kepalanya. Selama berada di kapal, Yoru tidak banyak berinteraksi dengan Yui, dia takut. Takut tuannya juga melihat Yui sama sepertinya. Asalkan gadis itu aman, baginya itu cukup. Sementara waktu Yoru memilih menjauh dan menjaga gadis itu dari jarak aman. Perjalanan ke Ergions sampai tanpa adanya rintangan yang berarti. Kapal merapat di pelabuhan dan Yui turun bersama Leila dan pengawalnya. “Kau tidak ikut?” tanya Yui yang melihat Yoru diam saja. “Kau tahu aku ke Ergions untuk berdagang, jadi akan ku tunggu sampai urusanmu selesai dan kita bisa kembali lagi ke Nyhavn,” ucap Yoru dengan senyumannya sengaja berbohong. Dia tidak ingin orang di dalam dirinya melihat Yui masuk ke Ergions. “Baiklah, kami pergi dulu,” pamit Yui beserta rombongannya berjalan ke arah Ergions meninggalkan kota Woodclift yang ramai dan masuk ke dalam hutan. “Apa yang harus kulakukan untuk melindungimu, Yui,” batin Yoru yang masih memandang punggung Yui hingga bayangannya tak terlihat lagi.
Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
Komentar Buku (321)
Kakanay
Karya author kece badai ini ngga diragukan lagi! Cerita fantasi yang keren ini bakal nemenin hari-hari jadi makin seru!! 😍💖🥰❤
26/07/2022
1
MumtazAprilya
yaAllah bgs bgt crta nya..serasa masuk k dunia crystal😃
btw ka.ini sampe episode brpa ya?.
09/04/2022
1
Astirizka Maulidina
sangat menyukai cerita fantasi dan cerita ini sangattt menarik, di tunggu kelanjutan ceritanya kak
Karya author kece badai ini ngga diragukan lagi! Cerita fantasi yang keren ini bakal nemenin hari-hari jadi makin seru!! 😍💖🥰❤
26/07/2022
1yaAllah bgs bgt crta nya..serasa masuk k dunia crystal😃 btw ka.ini sampe episode brpa ya?.
09/04/2022
1sangat menyukai cerita fantasi dan cerita ini sangattt menarik, di tunggu kelanjutan ceritanya kak
22/01/2022
1Lihat Semua