logo text

Wise Decision

Baru saja ingin menanggapi ucapan Taehyung, Jihoon masuk ke dalam kamar.
Bruk~
Dentuman keras terdengar akibat Jihoon membanting tubuhnya sendiri di ranjang Jungkook. Erangan kecil pun keluar dari mulut Jungkook karena kepalanya mendadak nyeri akibat guncangan tadi.
"Ouch Hoon-ah," rintihnya.
"Hyung maaf. Aku terlalu bersemangat," ujar Jihoon dengan gurat panik tercetak jelas di wajahnya.
"Tak apa Hoon-ah, Hyung baik-baik saja. Kamu jangan berisik ya, Taetaehyung sedang tidur," titah Jungkook sambil memijat kepalanya sendiri.
Jihoon memperhatikan sejenak lalu mengeluarkan ponselnya dari saku. "Hyung, ku dengar dari Daniel Hyung kalau Hyungie pandai sekali main pabji." Jihoon memberikan ponselnya pada Jungkook. Ditatapnya Jihoon sebentar kemudian ia tertawa kecil. Baru sadar akan motif Jihoon yang sebenarnya.
"Jadi maksudmu aku menjadi joki untukmu? Iya?," tanya Jungkook diikuti anggukan oleh Jihoon.
Jungkook dengan senang hati meraih ponselnya. Namun tiba-tiba Taehyung bangun dan mengambil kembali beberapa kertas yang sempat ia tinggalkan untuk tidur tadi.
Perhatian keduanya beralih pada Taehyung. "Loh Hyung sudah bangun? Kok cepat sekali tidurnya?," tanya Jihoon.
"Kalian berisik," ujar Taehyung dingin lalu memasang earphone di telinganya. Memutar badan membelakangi keduanya. Jihoon bingung kenapa Taehyung bersikap seperti itu. Melihat adiknya seperti hilang semangat, Jungkook menenangkan tanpa bersuara dengan memeluknya cukup erat.
Alasan utama Taehyung bangun bukan karena mereka berisik melainkan karena merasa bersalah. Jungkook harus menemani Jihoon agar hyungnya bisa istirahat. Padahal seharusnya anak itu yang istirahat sepulang dari rumah sakit.
Seperti mengerti perasaan Taehyung, Jungkook meletakkan ponsel Jihoon di atas nakas.
"Jihoon-ah, kalau kita tidur saja bagaimana? Nanti malam Hyung janji akan memberikanmu beberapa 'ayam' agar bisa pamer pada Niel," tawar Jungkook pada Jihoon yang saat ini merengut di pinggir ranjang karena Jungkook batal menjadi joki untuknya. Ia tak menanggapi ucapan Jungkook.
"Hoon-ah, adik kesayangan Hyung satu-satunya. Istirahat dulu ya. Hyung lelah. Ya?," ujar Jungkook lagi dengan begitu lembut kali ini. Jihoon menatapnya sekilas kemudian mengangguk tanda setuju. Langsung saja ia merebahkan dirinya di ranjang sambil memeluk pinggang Jungkook.
"Jihoon tidur ya Hyung. Nanti janji jadi joki pabji Jihoon?," ucapnya memastikan.
Jungkook tersenyum, "Tidurlah. Hyung janji."
Belum sampai 10 menit, Jihoon telah terlelap. Mudah sekali membuat Jihoon tertidur. Diusapnya perlahan rambut dari Jihoon. Bukannya terganggu, Jihoon malah semakin mengeratkan pelukannya pada Jungkook.
"Hyung, tidurlah. Aku juga akan tidur," ujar Jungkook pada Taehyung yang menggunakan earphone. Pantas saja ia tak mendengar ajakan Jungkook. Malas untuk menghampiri Taehyung, akhirnya Jungkook terlelap menyusul adiknya ke alam mimpi.
Taehyung memutar badannya dan melihat kedua adiknya telah tertidur dengan posisi yang menggemaskan. Melepas earphone-nya kemudian berjalan menuju ranjang Jungkook. Dirapikannya selimut mereka kemudian mengecup singkat kening keduanya.
"Selamat tidur kesayanganku," ujarnya tepat setelah mengecup kening Jungkook. Tak ingin mengganggu istirahat mereka, Taehyung memilih keluar kamar menuju taman belakang villa.
Terlihat beberapa hyungdeul dan Jimin sedang minum soda sambil bersantai di rumput taman. Terbesit keinginan untuk bercerita mengenai yang sebenarnya kepada mereka. Disana hanya ada Yoongi, Namjoon, Hoseok, dan Jimin. Sedangkan Jin sedang tidur di kamarnya. Datang dengan beberapa makanan ringan, Taehyung memecah keheningan.
"Hyungdeul, Jimin, kenapa hanya diam?," ujarnya sambil meletakkan beberapa makanan ringan yang ia bawa dari dapur.
Yoongi mengambil biskuit kemudian membukanya, "kami sedang sibuk dengan pikiran masing-masing Tae," ujarnya lalu kembali ke tempat ia sempat duduk tadi sambil makan.
Tampak mengerti, Taehyung ikut terlarut dalam suasana. Dipejamkan matanya sembari merasakan tiupan angin yang lembut menyapa kulitnya. Jimin mendekat kemudian memberikan soda yang hanya tersisa untuk sekali teguk.
"Taukah kau Tae, aku merasa kau seperti pengkhianat," ujarnya dengan menyodorkan soda pada Taehyung.
Bingung.
Iya Taehyung tak mengerti arah bicara Jimin. Tak ingin mengambil pusing, ia meraih kaleng soda kemudian menggoyangkan kaleng tersebut pelan.
"Kau bilang setelah lulus, kita akan bekerja sama meraih mimpi kita di dunia musik. Tapi nyatanya kau berniat pergi meninggalkan ku," ujar Jimin lagi. Taehyung menghentikan gerakan tangannya. Ditatapnya Jimin lekat dengan matanya yang sayu. Sama sekali tidak menanggapi perkataan Jimin. Akhirnya, Jimin menghela nafas berniat pergi namun tertahan karena cekalan tangan Taehyung.
Flashback
Jimin dan Taehyung resmi menjadi mahasiswa di SNU dalam bidang musik. Impian mereka sejak dahulu kini menjadi kenyataan. Keduanya mengunjungi kedai teok di dekat kampus setelah selesai daftar ulang.
"Tae-ah, aku senang sekali kita bisa bersama masuk jurusan yang kita inginkan," ujar Jimin dengan senyum mengembang.
Taehyung terkekeh lalu mengeluarkan dua kaleng soda dari tasnya. "Chaaa~ kita rayakan dengan bersulang," ujarnya.
Jimin melihat sekeliling. Ternyata pengunjung lain menatap aneh dirinya dan Taehyung. Saat semuanya meminum soju, mereka berdua malah bersulang dengan soda.
"Tae, aku berniat minum soju, tapi karena kau sudah membawa soda jadi ya apa boleh buat," kata Jimin sambil meneguk minuman kesukaan mereka.
Taehyung tertawa begitu keras. Ia tahu mereka menjadi pusat perhatian sekarang. Salahkan keduanya yang tidak begitu menyukai soju. "Jim, aku harap setelah selesai kuliahpun kita bisa tetap bersama mewujudkan impian kita. Janji ya Jim jangan pernah pergi," ujar Taehyung sambil menyodorkan kaleng soda pada Jimin.
Trakk~
Suara akibat kaleng bersentuhanpun terdengar. "Baiklah. Aku janji," ujarnya lalu menyambar teok yang telah tersaji di meja mereka.
Flashback end
Genggaman tangan Taehyung makin erat. "Kita bisa memulainya di Jepang. Aku tak benar-benar pergi dari hidupmu Jim. Percayalah, kita sahabat bukan? Kenapa kau meragukanku?," ujar Taehyung dengan suara bergetar. Namjoon, Yoongi, dan Hoseok menghampiri mereka berdua.
"Kenapa bicara seperti itu Jim? Bukankah kalian pergi bersama dan akan kembali setelah lulus?," tanya Hoseok namun bukannya menjawab malah isak tangis terdengar dari Jimin.
Genggaman tangan Taehyung melonggar, Yoongi menarik Jimin untuk dibawa kepelukannya. Tangisan Jimin makin menjadi.
"Jelaskan Kim Taehyung," ujar Namjoon tegas lantaran penasaran apa yang sebenarnya terjadi.
Helaan nafas berat keluar dari mulut Taehyung. Akhirnya iapun angkat bicara. Sudah selayaknya semua Hyungdeulnya tahu.
"Hyung. Sebenarnya aku hanya dua minggu berada di Jepang untuk pertukaran pelajar. Semuanya itu skenario untuk Jungkook," ujar Taehyung.
Hyungdeul mendengarkan dengan seksama tanpa keinginan menyela setiap perkataan Taehyung.
Taehyung memberanikan diri menatap wajah para hyungnya. Berpikir akan dimarahi atau dimaki akibat dari perbuatannya yang mungkin kelewat batas yaitu membohongi semua orang. Namun ternyata tidak, mereka hanya tersenyum simpul seakan mengatakan "lanjutkan".
"Tapi aku ingin meneruskan tinggal di Jepang setelahnya Hyung. Aku akan menetap disana karena aku hanya tinggal menunggu untuk sidang dan wisuda saja. Nanti saat sidang dan wisuda, aku akan kembali ke sini untuk sementara," ujarnya lagi dengan air mata yang telah mengalir deras.
Namjoon mengusap air mata Taehyung lembut. "Kau ingin meninggalkan semuanya?," tanyanya.
Taehyung memejamkan matanya sambil menahan isak tangis. "Aku hanya ingin Jungkook bahagia," ujarnya pelan.
"Pengecut!," kesal Jimin sembari melepaskan pelukan Yoongi.
Rahang Taehyung mengeras, tak terima atas ucapan Jimin.
"Kenapa? Tak suka? Nyatanya kau itu pengecut!!," teriak Jimin kali ini.
Yoongi menenangkannya sedangkan Hoseok hanya mematung bingung dengan keadaan.
"Jimin-ah," kata Yoongi lembut sambil mengelus pundak Jimin.
"Hyung! Harusnya ia mencoba lebih keras untuk Jungkook! Harusnya ia tak menyerah secepat ini. Dia egois Hyung!," ujar Jimin dengan nafas memburu.
Taehyung menghampiri Jimin. Di tariknya Jimin hingga tepat berada di depannya. "Kau tahu Jim. Aku sudah melakukan semua yang ku mampu. Tapi jika kehadiranku membuat orang lain tertekan, aku tak sanggup lagi!! Diabaikan oleh orang yang kau anggap nafasmu apakah kau bisa bertahan Jim? JAWAB!!!," ujar Taehyung emosi. Matanya menyiratkan kekecewaan yang begitu dalam. Siapapun yang melihatnya pasti merasakan adanya luka yang kian mengangnga.
"Aku juga tak ingin pergi Jim. Diriku ingin bersama kalian disini. Menggapai mimpi kita bersama seperti janjiku kala itu. Tapi aku tak ingin egois Jim, mengabaikan perasaan adikku sendiri. Percayalah, kepergianku semata hanya untuk memperbaiki keadaan yang sempat ku rusak," tambahnya.
Jimin meraih bahu Taehyung, diremasnya pelan. "Apa harus begini caranya memperbaiki keadaan? Bukankah Jungkook sudah menunjukkan gelagat ingin kembali Tae?," tanyanya dengan suara bergetar.
Taehyung bergeleng, "Jimin-ah. Aku tahu ia setiap hari berperang dengan hatinya. Ia sayang sekaligus benci padaku setelah mengetahui kenyataan pahit mengenai eomma. Ini salah satu cara untuk menyembuhkannya. Percayalah," ujarnya.
Hoseok menghampiri keduanya, "Apa kau yakin Jungkook akan bahagia Tae? Ia menyayangimu, anak itu hanya sedang dalam masa puber sehingga bertingkah seperti ini," ucapnya.
Taehyung menatap Hoseok lalu tersenyum. "Aku tak tahu ia akan bahagia atau tidak Hyung, tapi aku tahu jika Jungkook menyayangiku. Hyung, aku melihat sorot matanya yang semakin meredup terlebih sepulang dari rumah sakit. Hal itu membuat hatiku teriris tiap menatapnya. Perlakuannya tadi menyadarkanku bahwa sebenarnya aku telah egois padanya Hyung. Ia hanya butuh ketenangan dan ruang untuk sendiri," jawab Taehyung.
"Hyungdeul, Jimin. Aku ingin Jungkook menyembuhkan hatinya terlebih dahulu. Tak mudah untuknya mempercayai aku lagi setelah ia menganggap aku berbohong perihal eomma," tambahnya.
Mencerna setiap ucapan Taehyung, mereka tersadar bahwa semuanya memang telah dipikirkan matang-matang oleh Taehyung. Selain itu, semuanya setuju jika hati yang tersakiti akan tersembuhkan perlahan seiring berjalannya waktu. Mereka hanya perlu percaya pada Taehyung dan menunggu hari dimana hati Jungkook kembali terbuka untuk menerima kasih sayang Taehyung.
"Aku akan menjaga Jungkook untukmu Tae," ujar Yoongi sambil merengkuh tubuh Taehyung.
Hoseok, Namjoon, dan Jimin hanya menatap dalam diam. Meskipun berat hati, Jimin mulai mencoba percaya. Taehyung hanya pindah tempat tinggal bukan pergi meninggalkannya seperti yang ia pikirkan belakangan.
Setelah perdebatan tadi, mereka kembali duduk untuk menenangkan diri. Hening. Membiarkan suara angin mendominasi.
"Maafkan Hyung yang tak bisa banyak membantu Tae," ujar Hoseok pelan.
"Aku juga Tae," tambah Namjoon.
Sedangkan Yoongi masih bungkam.
"Hyung, kalian tahu? Bagiku, kalian adalah keluarga. Hadirnya kalian telah meringankan bebanku. Jadi, jangan pernah berpikir seperti itu," ujar Taehyung.
Jimin spontan menganggukan kepala mendengar ucapan Taehyung.
"Kalian semua yang terbaik," ujar Taehyung sembari mengambil kaleng soda milik Jimin tadi dan diteguknya hingga habis.
Padangan mereka kembali pada rumput taman yang bergoyang mengikuti arah angin. Mencoba menetralkan hati yang masih terkungkung dalam emosi.
"Kami percaya padamu Tae. Kembalilah kapanpun itu. Kami menunggumu," seloroh Yoongi sambil memejamkan mata mencoba menikmati terpaan angin yang semakin kencang.
Taehyung menoleh sejenak memperhatikan Hyungdeul-nya termasuk Jimin. Mataharipun mulai terbenam. Perlahan tapi pasti, cahayanya tergantikan dengan cahaya bulan. Taehyung menengadah menatap langit yang berisi hamparan bintang. Sedikit demi sedikit emosinya pun mereda. Namun tiba-tiba tubuhnya direngkuh dari belakang. Didekap oleh seseorang dengan begitu erat. Ia pun menoleh, seketika tubuhnya menegang.
TBC

Komentar Buku (44)

  • avatar
    fathirayusra

    bagus

    04/08/2024

      0
  • avatar
    Tri Antara FirzaJuli

    bagus

    19/04/2024

      0
  • avatar
    SakiengDam

    Ada cerita buat Astro kpop dan super junior ngak? kalo bisa buat satu yah kami setia membacanya seperti sorrowful ini karna kami obses gitu sama korea idol hehehhe

    04/08/2023

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru