logo text

Bab 36 Tiga puluh enam

Nathalie tertegun dengan kalimat dokter tersebut, hampir saja dia terjatuh lemas kalau saja Hapsah dan Arsya tidak segera maju untuk menahan tubuh Nathalie. 
"Nath, are you okay nak? " Tanya Hapsah kepada Nathalie. 
"istighfar Nath. " Ucap Arsya setengah berbisik. 
Nathalie menundukkan kepalanya yang terasa sangat berat setelah mendengar pernyataan sang dokter. 
"Bagaimana ini mom? Kita berdua tidak ada yang memiliki golongan darah yang sama dengan Alma. " Ucap Nathalie berat karena menahan tangis. 
"Sabar nak pasti kita akan menemukan jalan keluar. " ucap Hapsah. 
"Kalau memang kamu tidak memiliki golongan darah yang berbeda dengan Alma, pasti ayahnya memiliki golongan darah yang sama dengannya, bagaimana kalau kamu hubungi ayahnya untuk mendonorkan darahnya untuk Alma. " Ucap Arsya yang sudah menarik dirinya dan menjaga jarak dengan Nathalie. 
"Iya nak, Arsya benar seperti nya tidak ada salahnya kalau kamu menghubungi Wisnu." Sahut Hapsah. 
"Tidak mom, Nath tidak mau nanti Wisnu akan tahu tentang Alma. " Nathalie menolak usulan sang ibu dan juga Arsya. 
"Kamu tidak boleh egois nak, pikirkan keselamatan Alma, apa kamu mau jika sampai terjadi sesuatu dengan Alma? " Ucap Alma. 
"iya Nath, coba kamu pikirkan apa yang do katakan okeh mommy kamu. " Arsya ikut meyakinkan Nathalie. 
Nathalie termenung sejenak, dalam benaknya berterbangan berbagai pikiran buruk yang akan terjadi jika sampai Wisnu mengetahui keberadaan Alma. 
"Hufff.... Astagfirullah hal adzim. " Nathalie membuang nafas kasar kemudian di ikuti istighfar. 
"Tidak tidak, aku tidak boleh egois, Memangnya apa hal yang lebih buruk daripada kehilangan Alma. " Nathalie berkata dalam hati kemudian menggelengkan kepalanya, Nathalie sangat takut kalau sampai hal buruk menimpa bayi nya, Nathalie tak akan pernah bisa memaafkan dirinya kalau sampai hal itu terjadi pada sang putri. 
"Baiklah mommy, Nath akan membawa Wisnu kemari. " Ucap Nathalie. 
"Alhamdulillah, iya nak itu adalah hal terbaik yang harus kamu lakukan. "
"Iya mom, tidak ada hal yang lebih buruk daripada kehilangan Alma. " 
Hapsah hanya mengangguk mengamini kalimat sang putri. 
Nathalie bergerak menjauh dari sang ibu dan Arsya, kemudian menghubungi seseorang yang tak lain adalah Reynaldi asisten pribadinya. 
"Halo Rey, maafkan saya sudah mengganggu waktu istirahat mu. " Ucap Nathalie setelah panggilan nya terhubung dengan Reynaldi. 
"Tidak apa-apa bu Nathalie, apa yang bisa saya bantu bu? " Tanya Reynaldi. 
"Iya, saya minta tolong kamu bawa Wisnu ke sini sekarang juga. " Ucap Nathalie. 
"Maksudnya ke Makassar bu? "
"Iya Rey, saya membutuhkan dirinya saat ini, anak saya Alma sedang membutuhkan transfusi darah dari ayahnya, karena golongan darah saya dan ibu saya tidak sama dengan Alma. " Ucap Nathalie. 
"Astaga, saya ikut prihatin bu Nathalie. "
"Terima kasih Rey, saya minta tolong kamu urus keberangkatan nya sekarang juga, gunakan jet perusahaan, antarkan dia ke sini secepatnya, nanti saya akan share lokasi rumah sakit tempat anak saya di rawat. " Perintah Nathalie. 
"Siap laksanakan bu, ibu Nathalie tidak perlu khawatir, semoga semuanya baik-baik saja. " Balas Reynaldi. 
"Oke, Thanks ya. "
"Sama-sama bu Nathalie. " 
Nathalie memutuskan panggilan kemudian menghampiri Hapsah dan Arsya yang sedang duduk di ruang tunggu. 
"Bagaimana nak? " Tanya Hapsah. 
"Iya mom, Reynaldi akan membawa Wisnu kesini segera menggunakan pesawat perusahaan. " Ujar Nathalie. 
"Alhamdulillah." Ucap Hapsah dan Arsya hampir bersamaan. 
"Duduklah di sini Nathalie, tenangkan dirimu . " Arsya berdiri dari tempat duduknya kemudian mempersilahkan Nathalie duduk di samping ibu nya. 
"Kamu mau pulang? " Tanya Nathalie , matanya berkaca-kaca saat menanyakan nya, Arsya bisa melihat kalau Nathalie berharap bahwa dirinya tetap di situ. 
"Tidak, saya hanya mau ke mushola. " Ucap Arsya. 
"Ohh..  kamu mau mau melaksanakan sholat malam ya. " Balas Nathalie sedikit lega setelah mendengar jawaban Arsya lalu melihat jam di ponsel nya yang menunjuk kan pukul 03.30 . 
Arsya hanya mengamini dengan sebuah anggukan di iringi sebuah senyum tipis di bibir nya. 
"Tidak apa kan kalau tante dan Nathalie saya tinggal di sini? " Tanya Arsya. 
"Tidak apa-apa, pergilah. " Balas Nathalie. 
"Assalamualaikum." 
"Waalaikumsalam." Balas Hapsah dan Nathalie hampir bersamaan. 
Hapsah merangkul pundak Nathalie, kemudian menepuk nya perlahan. 
"Tenang ya Nath, semua akan baik-baik saja. " Ucap Hapsah sambil menggenggam tangan Nathalie yang dingin. 
*********************"
Nathalie duduk di samping ranjang Alma, Kepala nya di sandarkan ke ranjang sambil menjaga sang bayi yang masih Tertidur. Sementara Hapsah terbaring di sofa kamar VVIP tempat Alma di rawat. 
"Assalamualaikum... "
"Waalaikumsalam salam.. " Balas Nathalie dan Hapsah. 
"Nathalie, tante ini sudah subuh, silahkan kalau mau sholat, saya akan menunggu di sini. " Ucap Arsya kepada dua perempuan tersebut. 
"Kamu tidak apa kalau menunggu sendiri di sini? " Tanya Nathalie. 
"Tidak apa-apa, sekarang kalian berdua sholat saja dulu. " Ujar Arsya. 
"Sus kalau mau sholat dengan bu Nathalie dan bu Hapsah tidak apa-apa. " Lanjut Arysa kepada baby sitter Alma yang bersandar di salah satu kursi yang juga berada di kamar tersebut. 
"Iya pak. "
Arsya membiarkan tiga perempuan itu berjalan bersama menuju pintu, kemudian dirinya sendiri duduk di samping Alma menggantikan posisi Nathalie. 

Komentar Buku (164)

  • avatar
    xynin

    wooww perfect

    18/02

      0
  • avatar
    HidayahNur

    👍👍 saya suka cerita nya

    02/01

      0
  • avatar
    DuriReihan

    keren banget 🤩

    03/06/2025

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru