logo text

46. Tamparan Airysh

Pertama kalinya Airysh masuk ke galeri seni dengan Reece, ia dan Reece berkeliling untuk melihat karya-karya lukisan yang di pajang di sana, Airysh melewati beberapa lukisan yang menurutnya sangat kacau tapi ternyata memiliki nilai seni yang tinggi, Reece yang menjelaskan itu kepadanya, sehingga Airysh tidak akan sembarangan menilai jelek lukisan yang di laluinya.
"Tapi aku lebih suka lukisan mu yang waktu itu," ujar Airysh setelah mendengar Reece menjelaskan beberapa hal tentang lukisan.
Reece terdiam sejenak, cukup banyak lukisannya, namun yang mendapatkan pujian dari Airysh hanyalah lukisan seorang gadis dan pria yang berhadapan.
"Jika kau menjualnya, maka aku akan membelinya," ujar Airysh lagi.
Reece tertawa kecil, "mengapa kau sangat menyukainya?"
"Kupikir itu lukisan yang biasa saja," ujar Reece setelah memikirkan kembali saat ia melukis nya, ia bahkan tidak memikirkan apapun selain hanya melukis asal untuk dirinya sendiri.
"Entahlah, aku menyukainya, mungkin karena lukisan mu terlihat jelas tanpa makna tersembunyi dan menurutku itu romantis," ujar Airysh masih sambil melihat-lihat sekeliling.
Reece menaikkan alisnya, Airysh bahkan tidak mengerti apa makna yang ada di dalam lukisannya, "Tapi lukisan itu tidak ku jual, kalau kau mau, aku akan melukis mu lalu kuberikan itu gratis untukmu," ucap Reece terdengar dingin, Airysh menatap wajah pria itu, namun ternyata Reece tidak memasang wajah angkuh, ia membalas tatapannya dan tersenyum manis.
"Akan kuberikan apa yang kamu mau sayangku," ujarnya setelah mendapat tatapan tak mengerti dari Airysh.
Airysh memutar bola matanya, lalu tersenyum miring.
'Apa yang baru saja dia katakan?' pikirnya tak mengerti sendiri, Reece yang mampu membaca ekspresi gadis itu kemudian mengacak-acak rambutnya.
Mereka berdua kemudian melihat-lihat pantung, foto, dan juga video yang disajikan secara sistematis disana, Airysh melirik Reece yang terlihat asyik sendiri dengan penglihatan nya, sedangkan Airysh kembali bertanya-tanya.
Ia mendekati Reece lalu berpura-pura tidak sengaja menyenggol lengannya membuat Reece menoleh dengan keheranan.
"Em, ya! waktu itu kamu pernah menunjukkan koleksi lukisanmu kan?" Tanya Airysh tanpa menatap Reece.
"Ya, Kenapa?" Tanya Reece merasa heran,
Airysh menyibakkan rambutnya ke belakang lalu berdehem, "Kamu bilang ada seseorang yang membuatmu terinspirasi untuk terus melukis, jika aku boleh tahu siapa dia?" Tanyanya dengan ragu-ragu tanpa menatap Reece.
"Apa kau penasaran?" Tanya Reece lalu mengalihkan tatapan yang sepenuhnya tertuju pada Airysh.
"Em, aku hanya ingin tahu," ujar Airysh memberanikan diri menatap mata Reece.
Posisi seperti ini membuat Airysh merasa canggung, mata mereka bertemu dan tubuh mereka berhadapan.
"Sepertinya aku tidak perlu menjawab pertanyaan itu," ujar Reece tanpa ekspresi, ia hanya mengatakan itu sambil memasang wajah datarnya yang membuat Airysh merasa aneh.
"Baiklah, kau tidak harus menjawab ku," ucap Airysh lalu tertawa sumbang.
Gadis itu mengalihkan perhatiannya dan menjauh beberapa langkah dari tempat Reece berdiri.
Ia menghindari kecanggungan yang ia rasakan, dan kekhawatiran Airysh yang berlebihan tentang pandangan Reece terhadap pertanyaan yang baru saja ia ajukan.
Airysh kembali melihat-lihat lukisan di hadapan nya dan berpura-pura memujinya.
"Ini sangat menakjubkan bukan?" ucap Airysh sambil menyentuh lukisan itu.

"Apa kau menyukainya?" Tanya Reece kemudian menghampiri Airysh.
"Ya, ini bagus, dan harganya.." ia melirik nominal yang terpajang disana.
"Itu sangat fantastis," desisnya setelah melihat harganya.
"Kau mau?" Tanya Reece lalu menatap Airysh yang terlihat terkejut dengan harganya.
Gadis itu menggeleng, "Tidak, aku hanya melihat," ujarnya seadanya.
"Reece, aku akan pergi ke toilet sebentar," ucap Airysh lalu bergegas pergi dari hadapan pria itu.
***
"Kakek mu tampaknya tidak bisa di kendalikan lagi, kita harus melakukan sesuatu yang lain," ucap Olivia pada putranya saat pria bernama Kevin itu hampir saja memasuki mobilnya.
"Aku sudah menduga hal itu akan terjadi, jika mommy tidak bisa membujuk kakek untuk memilihku, aku sudah menyiapkan rencana lain," ujarnya tenang, ia meletakkan tas kerjanya ke dalam mobil lalu menutup mobilnya kembali untuk berbicara kepada ibunya yang masih belum tahu apa yang akan di rencananya.
"Rencana B, ini mungkin berisiko, tapi apa boleh buat? Kita tidak bisa menunggu ini terlalui lama," jelas Kevin dengan senyum menyeringai nya.
Olivia tampak mengerutkan kening, "Apa yang kau rencanakan?" Tanyanya masih belum mengerti.
"Karena cara halus tidak bisa mempengaruhi kakek maka kita harus melakukan dengan cara kasar untuk menyingkirkan Reece..."
"Dia sangat keras kepala, jadi untuk membungkam nya, aku memilih untuk tidak akan lagi melihatnya selamanya," ucap Kevin lalu tersenyum miring.
Olivia terkejut, matanya tampak membulat, ini tentu cara yang paling berbahaya jika sampai putranya ketahuan melakukan cara kotor seperti ini.
"Apa yang ingin kau lakukan?" Tanyanya terkejut.
"Kevin, mommy tidak akan membiarkan mu melakukan hal seperti itu, jika kau ketahuan kita bisa saja.."
"Bukan aku yang melakukannya, mommy aku cukup pintar untuk memikirkan hal seperti itu, aku sudah mempersiapkan semuanya dengan sangat teliti,"
"Jadi, sekarang yang aku inginkan hanya dukungan dan kepercayaan mommy kepadaku," ujar Kevin menenangkan Olivia dengan percaya diri.
Olivia menghela nafas, ini mungkin akan membahayakan Kevin, tapi Olivia akan memilih untuk mendukung rencana Kevin, bagaimana pun ia sangat ingin melihat putra tunggalnya menjadi pewaris perusahaan besar milik ayahnya.
Ia tidak akan membiarkan Reece membuat putranya tersingkirkan.
***
"Airysh..."
Airysh di kejutkan oleh seorang pria yang tidak asing menyapanya, gadis itu membulat kan matanya mendapati seorang pria di hadapannya.
"Aaron.." gumamnya kemudian.
"Senang bertemu denganmu disini, omong-omong dengan siapa kau disini?" Tanya Aaron ramah seolah mereka sudah akrab satu sama lain.
Airysh malu-malu menjawab, " aku datang dengan pacarku," ujarnya yang sedetik kemudian ia sesali.
"Oh begitu, tampaknya kalian berdua memiliki hobi dan selera yang sama,"
"Pasangan yang manis," ujar Aaron yang terdengar memujinya.
Airysh tersenyum, lalu perlahan mengangguk canggung.
"Dan kau, apa yang kau lakukan disini?" Tanya Airysh membuka percakapan.
"Aku hanya ingin melihat-lihat,"
"Mungkin mencari lebih banyak inspirasi disini," ujar Aaron lalu tertawa kecil.
Airysh mengangguk, "Ah benar juga, itu yang selalu penulis katakan, dimanapun mereka pergi, mereka akan menjadi kan itu inspirasi," ucap Airysh.
Aaron tertawa, "Kau benar,"
"Sekarang, aku harus pergi, sayang sekali aku memiliki janji kepada orang lain disini," ucap Aaron terlihat kecewa, tapi Airysh bahkan lebih kecewa.
"Sebenarnya aku ingin menyapa pacarmu, tapi kupikir itu tidak memungkinkan sekarang, tapi bisakah aku mengajakmu makan malam lagi lain waktu?," Tanya Aaron yang sontak membuat Airysh terkejut, namun ia pikir ia tidak bisa mengatakan tidak, bagaimana mungkin ia akan melewatkan undangan dari penulis tampan dihadapannya ini.
"Ya, tentu saja," ujar Airysh merasa senang.
"Baiklah, sampai jumpa Airysh.." ujarnya lalu meninggalkan Airysh.
Gadis itu menatap kepergiannya sambil terus tersenyum.
"Reece memberiku keuntungan dengan membawaku ke tempat ini," gumamnya senang.
Ia lalu bergegas kembali untuk segera menemui Reece, namun saat ia akan kembali, secara kebetulan ia melewati seorang pria yang tengah mengamati Reece dari kejauhan.
***
Reece tampak tersenyum sambil menatap lukisan yang baru saja di belinya, Airysh menyukainya jadi ia membelinya dan akan memberikan itu kepada Airysh.
Reece melihat sekeliling, ia belum melihat Airysh kembali, 'kenapa ia lama sekali,' pikirnya.
Namun beberapa saat kemudian Airysh datang, Reece tersenyum tidak sabar memberikan itu kepada Airysh, namun gadis itu terlihat sangat marah.
"Aku baru akan mencarimu, kau sangat lama jadi aku.."
Plak!!
Satu tamparan keras mendarat di pipi Reece.

Komentar Buku (152)

  • avatar
    chanellaff

    novelnya keren, cerita ny seru dan beda dari yang lain, jalan ceritanya gak ketebak dan setiap bab nya selalu bikin nagih, pokonya sukkaa, ga nyesel baca cerita ini. love banyak" buat author nya🥰😍😍

    22/08/2022

      1
  • avatar
    Valentina wardaniThalita

    Bagus banget ceritanya, mana ramah banget kakaknya aku sampe DM di Instagram saking sukanya, semangat terus kak, penasaran bangett sama ceritanya, love banyak"❤️❤️❤️❤️❤️

    28/12/2021

      1
  • avatar
    PutriIsabella Rusmana

    keren banget ceritanya kaaa, tolong dong up nya jangan lama2 ya kaa bikin penasaran ini kelanjutan nya gimana🤩🤩

    21/12/2021

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru