"Tenang Thea. Kamu ga boleh gugup! cuma ijin sakit doang," gumam Thea, mengotak atik layar ponsel. Tut... Dia tengah menghubungi salah satu kontak di hpnya. "Halo," ucap Thea merendahkan suara. "Hm?" sahut suara pria dibalik telepon "I-itu Pak. Saya mau minta izin cuti satu hari." "Apa?!" pekik Nathan, "Saya ga enak badan. Tiba tiba demam juga, terus dari tadi saya bersin terus. Kayaknya mau flu!" "Kalo saya masuk, nanti nular ke Bapak!" dusta Thea dengan nada antusias,semua ucapan itu muncul begitu mudahnya sebagai pertahan diri. "Hm. Ya sudah, tapi tidak ada lagi cuti buatmu!" "Baik Pak! saya janji ga cuti lagi." sontak Thea. "Tapi semua laporan harus tetap masuk, dan juga jadwal kegiatan jangan sampai berantakan." ketus Nathan lalu memutuskan panggilan. Kata kata yang baru saja gadis itu dengar,membuatnya merasa lega. Kini Thea hanya perlu menepati janji sebagai calon istri laki laki tadi. Doeng.. Hari berganti. Terang fajar yang mulai menyinari,serta suasana sejuk di pagi hari. Gadis itu membuka mata,menatap langit kamar. Terlihat jelas,lingkaran hitam di sekitar kutikula mata. Raut lesu dan pandangan kosong, semalam dia tidak dapat terlelap karena memikirkan banyak hal. "Eurhg, kepalaku sakit!" benak Thea mengernyit. Perlahan tangannya meraba tempat tidur,mencari sesuatu. Meraih benda yang telah di temukan,pandangannya beralih ke layar ponsel. "Masih jam tuju." "Hoam.." gumam Thea menguap,lalu melempar kembali ponsel yang ia pegang. "Gara gara cerita bokapnya siluman, aku jadi ga bisa tidur!" "Mana tiba tiba ni otak mikir soal nikah segala." gerutu Thea dengan raut masam. Beranjak duduk lalu merentangkan kedua tangan. Perlahan menghela nafas sejenak sambil mengumpulkan tenaga untuk beraktifitas, "Janjiannya masih 2 jam lagi." "Mending aku nyicil kerjaan, daripada kena omel!" seru Thea,melangkah turun. 2 jam kemudian. Berhasil menggunakan waktu sebaik mungkin untuk memeriksa beberapa laporan yang masuk ke dalam email perusahaan. Setelahnya,berusaha untuk datang tepat waktu. Thea memakai setelan formal namun masih dengan riasan tebal. Secepat mungkin,berjalan keluar kamar agar tak berpapasan dengan orang rumah. Berhasil terhindar dari berbagai macam pertanyaan, Gadis itu melangkah masuk ke dalam mobil,meletakkan tas lalu memasang seat belt. "Semoga ga telat.." gumam Thea,bergegas mengemudikan mobil. Jam hampir menunjukkan waktu yang telah dijanjikan,dia sedikit khawatir jika Nathan merasa keberatan menunggu dan beralih menghadiri rapat atau melakukan kegiatan lain. Dengan sigap menambah kecepatan untuk mempersingkat waktu. ****** "Selamat pagi.." sapa Thea dengan senyum ramah,berjalan ke hadapan laki laki yang tengah duduk di kursi kerja. Naluri asisten membuat gadis itu secara tidak sadar menyapa,seperti yang biasa ia lakukan setiap hari. Ini membuat suasana menjadi lebih canggung. Laki laki tadi,mendongak dan terdiam melihat Thea yang masih berdiri tegak di depannya. "Aduh. Gadis bodoh! ngapain jalan kesini? Nunggu di depan pintu kek atau ke sofa." "Bukannya majang kek patung gini." gerutu Thea dalam hati,berusaha mempertahankan senyum ramah. Nathan beranjak dari tempat duduk,kedua tangannya meraih salah satu dokumen yang ada di atas meja. Berjalan menuju kursi empuk yang ada di sisi kanan mereka, "Silahkan duduk," tawar Nathan,lebih dulu menempati kursi disana. Gadis itu mengangguk lalu melangkah mendekat. Saling duduk berhadapan, sesekali mencuri pandang dan melihat ke arah Nathan yang sibuk membuka lembar dokumen. Laki laki itu melihat sekilas beberapa kalimat pada lembar yang ia buka. Mengambil sebuah bolpoin yang ada di saku jas,lalu menorehkan tinta ke atas kertas tadi. Sorot mata Thea tak berhenti menatap tangan yang ada di depannya. Sambil terbayang beberapa kalimat, "Dia lemah akan sentuhan." "......."gadis itu terpejam sambil mengernyit,menekuk bibir ke dalam.Berusaha bebas dari ide gila yang terbesit di benaknya. "Ni otak jangan ngajak ribut!" "Mana mungkin aku tiba tiba nyentuh tangannya. Yang ada dia ngamuk terus ngusir!" "Setidaknya aku tidak bisa melakukan ide itu dalam keadaan begini. Pria mana yang akan tergoda dengan cewek badut," gerutu Thea dalam hati. "Silahkan…" ujarnya,menyodorkan map hitam ke arah Thea. Gadis itu terbelalak,segera memutar arah map lalu membubuhkan tanda tangan ke salah satu tempat yang tersisa disana. Sebagai tanda bahwa mereka berdua telah menyetujui perjanjian ini, "Ayo kita berangkat." sontak Nathan beranjak pergi. "Mau kemana?" tanya Thea,terkejut. "Ke kantor catatan sipil," "Hah? k-kantor catatan sipil?" ujarnya membulatkan mata. "Iya. Saya sudah mendaftar, kita harus segera kesana untuk tanda tangan dan melakukan foto." sahut Nathan,dengan lugas. Sebelum itu,dia berjalan ke arah lain. Mengambil salah satu map lalu mengarahkan kepada Thea, "Ini salinan perjanjian. Kamu bisa menyimpannya," Gadis itu terdiam,mengambil alih map tadi. Berusaha memahami situasi,perlahan berjalan mengikuti langkah kaki Nathan. Mereka berpapasan dengan beberapa karyawan yang tak henti memandang ke arah Thea. Tatapan penuh tanda tanya,melihat atasan mereka berjalan bersama wanita aneh. "Tunggu." seru Nathan,menghentikan langkah gadis yang sedang berjalan masuk ke dalam lift. "Itu lift karyawan biasa. Masuklah kesini," timpalnya berjalan masuk. "Ha? d-dia beneran ngajak aku buat masuk ke dalam lift itu?" "Yang bener?" benak Thea,begitu terkejut mendengar ucapan laki laki tadi. Tak tunggu lama,dia melangkah dan berdiri di samping Nathan. Sedikit merasa gugup,karena ini pertama kalinya dia berada tepat di samping Nathan. Tring... Pintu terbuka,mereka berdua berjalan keluar bersama. Semakin banyak sorot mata yang terundang ke arah mereka,namun tidak ada satupun yang berani bergosip atau berceloteh.Semua karyawan yang melihat hanya tertegun, "Mm saya bawa mobil sendiri." gumam Thea merendahkan suara. "Kita berangkat bersama, biarkan mobilmu diurus oleh orang lain." ujar Nathan,memberikan telapak tangannya. Semua hal yang terjadi,membuat pikiran Thea bercampur aduk. Dia dengan santai menggenggam telapak tangan laki laki tadi, "Apa yang kau lakukan?" celetuk Nathan,membuat gadis itu terkejut. Menyadari kesalahan yang diperbuat, "Hah, mm! aku hanya sedikit takjub melihat ukuran telapak tanganmu." "Jadi hanya ingin membandingkan sebentar." "Lihatlah, ukurannya sangat berbeda! Jarimu juga panjang," seru Thea tersenyum kikuk,merentangkan telapak miliknya di samping tangan laki laki itu. "Minta kunci mobil kan? s-sebentar.." cicit Thea,segera merogoh ke dalam tas. "Ini kuncinya-" "Kita sudah tanda tangan kontrak. Itu berarti semua aturan sudah berlaku, saya berharap tidak ada lagi hal seperti tadi." tegas Nathan,melangkah masuk ke dalam mobil. "Huh- deg degan banget. Bisa bisanya ni tangan ikut maju," "Siapa bilang dia lemah dengan sentuhan! Buktinya sifat silumannya makin keluar kalo disentuh." ketus Thea dengan raut masam, "Untung bisa cari alasan!" "Kalo ga! bisa kelar ni idup," timpalnya, segera melangkah menyusul Nathan. Dia terdiam,berdiri di depan pintu mobil. Mulai merasa bingung,kursi mana yang harus ia tempati. Thea tak ingin melakukan hal ceroboh sekaligus menghindari kebiasaannya sebagai asisten. "Ayo masuk!" "Iya." ujar Thea,mengangguk. "Duduk depan aja. Cari aman!" benaknya segera membuka pembatas mobil, "Huft, untung bukan Romi yang jadi supir." "Bisa bisa aku tambah ngomong ga jelas sama Romi, terus ketahuan." ***Bersambung.
Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
Komentar Buku (291)
Jessica Sherly20
alur cerita yang mudah dipahami dan bahasa cerita yang tidak rumit sehingga lebih banyak memikat banyak orang untuk membaca cerita tersebut dan semakin banyak yang tertarik untuk membacanya
10/01/2022
4
TuhuleleMirna
lanjut dong ceritanya.. pokoknya cerita sangt seru.. bisa buat saya terbawa dalam ceritanya
alur cerita yang mudah dipahami dan bahasa cerita yang tidak rumit sehingga lebih banyak memikat banyak orang untuk membaca cerita tersebut dan semakin banyak yang tertarik untuk membacanya
10/01/2022
4lanjut dong ceritanya.. pokoknya cerita sangt seru.. bisa buat saya terbawa dalam ceritanya
04/01/2022
0ceritanya sangat menarik dan bagus buat di baca
21/07
0Lihat Semua