BAB 12

Emily yang tengah merenung di dalam kamar merasa sangat sedih melihat isi surat dari Anne yang memberitahu bahwa untuk sementara Anne tidak bisa datang mengunjunginya dan Anne tidak di perbolehkan oleh Nyonya Leyton bergaul bersama dengannya untuk sementara waktu ini, akibat gosip panasnya tentang dia “merayu” Tuan Clapton bahkan gosip juga mengatakan mereka bercumbu mesra di balkon.
Tentang menerima dansa dua kali dengan Tuan Clapton itu benar. Tapi, bercumbu? Itu gosip yang sangat konyol, waktu itu ia merasa sangat penat karena sedikit mabuk jadi ia memutuskan keluar sebentar untuk menghirup udara di balkon. Saat dia sedang duduk bersandar dan menutup matanya tiba-tiba Tuan Clapton sudah berada tepat di depan wajahnya dengan jarak yang sangat dekat. Jika terlihat dari belakang seolah-olah memang sedang berciuman. Mungkin saat kejadian itu seseorang lewat dan melihat dari luar dan hanya melihat dari arah belakang Tuan Clapton, membuat mereka yang melihatnya langsung menyimpulkannya kejadian itu begitu saja. Tidak sampai selang beberapa hari gosip itu langsung menyebar luas.
Sebagai seseorang yang akan menikah tentu saja ini menjadi topik panas sekali, Topik tentangnya masih hangat untuk di bicarakan. Dan juga, Nyonya Leyton menjadi lebih ketat mengawasinya, empat pengawal pribadi di tempatkan disekitarnya. Emily hanya bisa mendesah dengan keras di dalam kamarnya, dia harus berdiam diri di dalam kamar. Dia tidak di perbolehkan keluar untuk sementara waktu, Hailey dan Kelsey sedang jalan-jalan keluar jadi dia merasa sangat bosan sekarang. Kegiatannya sekarang hanya membaca buku, merangkai bunga, duduk di taman, melamun di kamar, mendengarkan cerita Kelsey saat gadis itu mengunjunginya.
Emily berharap gosip itu dengan cepat menghilang, dia merasa tidak enak dengan Tuan Eckbert yang terkena dampaknya juga akibat gosip tentangnya.
Tok, tok..
“Permisi, My Lady. Ini saya.” Suara Sir Patterson terdengar dari luar.
“Masuk.” Jawabnya.
Pintu terbuka, kepala pelayan Sir Patterson datang dengan amplop surat di tangannya.
“Tuan Eckbert mengirimi anda surat.” Sir Patterson memberinya surat yang di pegangnya. “Beliau menyuruh anda datang nanti malam, dia ingin bertemu dengan anda.”
Emily mengangguk mengerti, “Terima kasih.”
Sir Patterson pamit keluar.
Emily membuka segel amplop, ia selalu bertanya-tanya tentang Tuan Eckbert. Semenjak ia datang kesini dia belum bertemu dengan pria itu sama sekali, yang ia tahu bahwa pria itu sedang berbisnis di Paris sebelumnya. Bahkan saat pria itu sudah kembali ke Inggris, Pria itu belum memanggilnya untuk bertemu dengannya atau datang mengunjunginya. Emily sedikit gugup untuk membaca isi surat itu.
Datang ke Mansionku malam ini, Aku ingin berbicara denganmu. Temui aku di ruang kerja langsung setelah tiba di sini.
Surat yang sangat singkat dan jelas. Dia bisa merasakan hawa dingin dengan melihat tulisan tangannya saja. Emily yakin berita itu sudah di dengar olehnya. Karena keadaan sudah runyam begini ia harus berani menghadapi amarah Tuan Eckbert nanti.
•••
“Emily!” Suara keras Kelsey berteriak memanggilnya. Emily yakin Kelsey telah mendengar tentang kedatangan Tuan Eckbert kemari. Emily menutup bukunya siap menghadapi rentetan pertanyaan dari Kelsey.
“Apa itu benar?” Tanya Kelsey langsung kepada Emily. “Tuan Eckbert menyuruhmu datang ke Mansionnya nanti malam?”
Emily hanya menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan Kelsey.
“Ini sangat mendadak sekali, bagaimana kalau pria itu bertemu denganmu karena ingin membatalkan pernikahan kalian?” Tanya Kelsey dengan cemas. “Kau tahu kan gosip jahat tentangmu di luar sana. Bisa saja dia salah paham tentang sesuatu”
Emily sebenarnya sangat bersyukur jika pria itu membatalkan pernikahan ini, tapi di sisi lain dia juga cemas. Dia datang ke pernikahan ini karena utang, dia khawatir jika pernikahan ini batal ia harus membayar denda. Dia tidak tahu isi perjanjian Tuan Eckbert dengan bibinya.
“Kau tidak usah khawatir, Kelsey. Aku sudah memantabkan hatiku untuk menjelaskan semuanya.” Kataku menenangkannya. Emily tahu Kelsey saat ini tengah mengkhawatirkannya.
“Omong-omong, bagaimana perjalananmu tadi? Apa kau bersenang-senang?” Emily bertanya tentang perjalanannya dengan Hailey mencoba mengalihkan topik pecakapan mereka.
“Tidak, aku sedang kesal sebenarnya. Kita bersenang-senang awalnya, tapi saat aku dan Hailey sedang menikmati teh di kafe segerombol wanita ‘bangsawan’ datang menghampiriku dengan sombongnya berkata bahwa kau murahan, gadis gampangan, gadis kampung tidak tahu malu. Pokoknya mulut busuk mereka hanya mencaci maki tentangmu. Aku sangat ingin menyiram mereka sebenarnya, tapi Hailey menahanku. Kalau saja Hailey tidak menahanku.”
Emily tertawa terbahak-bahak, dia bisa membayangkan bagaimana lucunya raut muka Kelsey saat sedang menahan amarah. Emily yakin jika Hailey tidak menahan Kelsey mereka semua akan bermandikan teh. Sebenarnya dia tidak begitu peduli dengan gosip itu, tapi ternyata lebih parah dari yang ia bayangkan. Jika dia di gosipkan dengan pria biasa-biasa mungkin tidak akan sebesar ini.
Tapi ini gosip tentang dia bersama dengan Tuan Clapton, bujangan tampan yang paling di minati para gadis-gadis London. Henry Clapton penerus Marquis of Clapton pria tampan yang cerdas, dia telah mengambil alih usaha keluarga Clapton di usia muda. Henry Clapton jarang terlihat mengandeng perempuan, jadi saat berita ini merebak banyak gadis penggemar Tuan Clapton yang patah hati dan akhirnya berbalik membencinya dirinya si gadis kampung.
“Kalau aku jadi Hailey aku tidak akan menahanmu.” Kata Emily.
“Apa kau baik-baik saja?” Tanya Kelsey dengan sungguh-sungguh.
“Bohong kalau aku bilang baik-baik saja. Dari pada merasa khawatir aku lebih merasa tidak enak dengan Tuan Eckbert. Dia telah melunasi hutang keluarga kita dan juga memfasilitasi kita dengan baik selama berada di London. Tapi aku membalasnya dengan gosip rendahan seperti itu, tentu saja aku pantas di marahi bukan?”
Kelsey mengenggam tangannya. “Kita harus meluruskan gosip tersebut, Emily. Apa kau tidak melihat orang lain di balkon sebelah?”
Emily mengerutkan keningnya berpikir sebentar, dia merasa di waktu itu ada seseorang duduk di balkon sebelah... Seorang wanita.
Benar! Seorang wanita tersenyum kepadanya sebelumnya!
“Ada! Aku melihat seorang wanita duduk di balkon sebelah. Tapi aku tidak begitu ingat wajahnya karena lampu di luar sedikit remang-remang.” Kata Emily sedikit cemas.
“Terima kasih tuhan... Kita harus mencari tahu wanita tersebut dan menjadi saksi tentangmu dan juga Tuan Clapton waktu kejadian itu. Kita harus meluruskan semua kesalah pahaman ini, Emily” Kata Kelsey sambil menguncang bahunya.
“Tapi bagaimana aku bisa mencari wanita tersebut? Aku tidak memiliki undangan pesta maupun pesta teh di keluarga manapun.”
“Kita bisa meminta tolong Tuan Eckbert.”
Emily berpikir sejenak. Benar, Tuan Eckbert pasti memiliki banyak undangan pertemuan di rumah bangsawan manapun. Karena hampir seluruh bangsawan disini bekerja sama dengannya.
Tok, tok.
Bunyi ketukan membuat mereka diam sebentar.
“Permisi, Nona. Sir Patterson menyuruh anda untuk bersiap-siap segera.” Anna datang untuk mengabarinya.
“Kita harus bersiap-siap, Emily.” Kelsey langsung berdiri saat menerima kabar dari Anna.

Komentar Buku (8)

  • avatar
    IrzaIrza

    aaa bgus bnget cpt upload yh semoga hppy end sma tuan ekcbert

    09/06/2025

      0
  • avatar
    Delano Mone

    beruntung sekali gadis itu bisa makan mewah setiap hari

    01/05/2025

      0
  • avatar
    Halimatusadiah

    bagus banget ceritanya GK bikin bosen bac nya pokok nya debest dehh

    01/04/2025

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru