setelah berbulan-bulan belajar bersama yedam akhirnya hari pengumuman kelulusan pun tiba nara sudah berada di papan pengumuman melihat hasil setiap ulangan. nara dengan teliti melihat ke setiap nama yang tertulis di situ setelah beberapa deretan nama dia pun menemukan nama di situ betapa bahagia nara mendapatkan nilai yang bagus. "ketemu, aaaaaaaa aku tidak menyangka aku bisa dapat nilai bagus, tidak sia-sia aku belajar selama ini" kata nara berteriak kegirangan. yedam juga mencari nama nya di sana, dia merasa biasa saja dengan nilai yang di dapatnya, hal yang membuatnya senang hari ini adalah melihat nara begitu bahagia. "kamu dapat nilai bagus itu berkat bantuan ku" kata yedam menyombongkan diri "itu juga karena aku belajar dengan keras, tapi terima kasih bantuannya walau selama berbulan-bulan aku jadi budak mu tapi tak apa lah" kata nara senang. nara melihat ke arah clara yang juga terlihat begitu bahagia setelah melihat nilainya, nara menghampirinya. "clara dapat nilai bagus juga?" kata nara dengan nada bertanya. "iyaa nara, aku begitu bahagia karena usahaku membuahkan hasil" kata clara kegirangan. "kita akan berpisah nanti, aku sangat sedih" kata nara sedih. "naraa aku akan ikut ayah ku ke korea, jadi aku akan kuliah di sana" kata clara ikut sedih. "kalian berdua bisa video call nanti, jadi kenapa kalian sedih" kata yedam dengan santainya. yedam yang tiba-tiba bicara membuat mereka berdua sedikit terkejut, nara dan clara setelah mendengar omongan yedam menjadi senang. "yedam betul juga kata mu, kita bisa video call nanti kalau kangen" kata clara menyetujui perkataan yedam. "betul juga" kata nara gembira. mereka berdua pun pergi meninggalkan tempat pengumuman, yedam mengikuti nara dan clara dari belakang dengan santai. nara dan clara asyik mengobrol tentang kemana nanti mereka akan kuliah, karena terlali asyik mengobrol nara tidak sengaja menabrak arya. "maaf aku tidak sengaja" kata nara merasa bersalah. arya tanpa membalas perkataan nara langsung melewati mereka tanpa ekspresi apa pun nara melihat itu merasa bingung. "ada apa dengan nya nara" kata clara melirik ke belakang. "aku juga gak tau clara, mungkin dia lagi ada masalah" kata nara berpikir positiv. "jangan terlalu di pikirkan, kita pulang saja biar bisa siap-siap buat daftar kuliah" kata yedam menginggatkan. "oke tuan yedam" kata nara dengan nada bercanda. yedam pun mengantar kan nara ke rumah nya menggunakan sepedanya, setelah mengantar nara kerumah, yedam pun melaju kan sepedanya menuju rumahnya. sampai nya di rumah nara mulai ingin mendiskusikan keinginannya pada kedua orang tuanya saat jam makan malam. "ayah, aku mau bicara sebentar" kata nara dengan gugup. "bicara saja" kata ayahnya mulai serius. "aku mau kuliah di jawa ayah, ambil jurusan hukum" kata nara dengan serius. "ayah sebenarnya tidak mengizinkan kamu ke pergi jauh apa lagi kamu sendirian disana siapa yang akan menjaga mu ayah dan ibu tidak dapat membantumu nak" kata ayah nara menatap nara dengan perasaan tidak ikhlas suasana meja makan menjadi mencekam, nara semakin gugup di buat ayahnya, sementara itu ayahnya terus menatap nara dengan tajam. "biarkan saja lah yah, biarkan nara mandiri" kata ibu nara membantu nara. "iya yah, aku ingin hidup mandiri lagi pula aku sudah besar jadi sudah saatnya hidup sendiri" kata nara dengan tegas. "oke kalau itu memang keputusan dari kamu, ayah menyetujui keputusan yang kamu buat tapi kalau kamu ada masalah telpon saja ayah" kata ayah nara tersenyum. "terima kasih ayah, aku akan menjaga diriku dengan baik" kata nara sambil memeluk ayahnya dengan erat. nara langsung mulai mengemasi barang-barang yang akan di bawanya nanti, nara begitu bahagia dia mengemasi barang-barangnya sambil bersiul. ibu nya pun ikut membantu nara mengemasi barang-barang yang akan di bawa anaknya nanti. "tidak ada yang kurang kan nak" kata ibu nara dengan nada bertanya. "gak ada kok bu, semua sudah siap tidak ada yang tertinggal" kata nara sambil mengecek barang bawaannya. nara merasa bahagia karena besok dia akan pergi, walaupun nara merasa sedih karena harus berpisah dengan kedua orang tuanya. setelah semua siap nara pun bersiap untuk tidur karena besok adalah hari yang melelahkan karena dia harus mencari kos yang akan dia tempati nanti. keesokkan paginya nara menurunkan semua barang bawaannya dari kamar, sebelum berangkat nara makan dulu bersama kedua orang tuanya. "sayang tiketnya sudah di bawa " kata ibu nara menginggatkan. "sudah bu, aku taruh dalam tas" kata nata sambil menepuk-nepuk tas cokelat nya. mereka makan dengan tenang tanpa mengeluarkan suara apa pun, saat nara sudah selesai makan ayah nya tiba-tiba menaruh kunci di meja makan. "itu kunci apa yah?"kata nara dengan nada bertanya. "ini kunci rumah, kamu gak usah ngekos ayah ada rumah di sana jadi kamu tinggal di sana saja biar hemat"kata ayah nara memberikan kunci oada nara. "oke ayah, tapi aku gak tau rumahnya yang mana yah"kata nara bingung. "sudah ayah kirimkan alamatnya ke wa buka saja, nanti saat sudah sampai telpon ayah"kata ayah nara dengan tegas. "oke ayah"kata nara gembira menerima kunci dari ayahnya. ayahnya nara pun memasukkan beberapa barang-barang nya nara ke dalam begasi, setelah sudah semuanya di masukkan ayahnya nara pun mulai melajukan mobilnya. nara terus melihat ke arah jendela mobil dengan perasaan sedih, dia mengingat beberapa kenangan yang dia lewati selama tinggal di sana. sesampainya di bendara nara di bantu ayahnya menurunkan koper dari bagasi, nara pun berpisah dengan ayahnya tak lupa nara memeluk ayah nya dengan erat sebagai ucapan perpisahan. "hati-hati di sana jaga diri dengan baik"kata ayah nya melepaskan pelukan mereka. "iya ayah, aku janji akan menjaga diri dengan sebaik mungkin"kata nara dengan bersemangat. nara pun meninggalkan ayahnya, nara memberikan tiket pesawat kepada petugas. nara duduk di bangku penumpang tak lupa nara mematikan handphonenya. tak berselang lama pesawat yang di tumpangi nara pun mulai terbang, nara duduk dengan tenang perjalanan yang di tempuh tidak terlalu lama. beberapa jam kemudian pesawat yang di tumpangi nara pun mendarat, nara menelpon ayahnya. "ayah aku sudah sampai"kata nara bersemangat. "bagus lah kamu sekarang sedang apa nak?kata ayah nara dengan nada bertanya. "lagi cari taksi yah, aku tutup dulu ya yah"kata nara dengan sopan. "iya nak"kata ayah nara menutup telpon. nara pun memesan taksi tak berselang lama taksi yang di pesan pun sampai, di bantu oleh supir taksi nara memasukkan beberapa koper ke dalam bagasi. setelah semua koper di masukkan nara pun masuk ke dalam taksi, tak lupa nara menunjukkan alamat yang tadi di berikan oleh ayahnya.
Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
Komentar Buku (181)
saputraIndri
cerita di novel ini bagus bgt, bucinnya yedam sama Nara akhirnya terbalaskan juga 👍👍
cerita di novel ini bagus bgt, bucinnya yedam sama Nara akhirnya terbalaskan juga 👍👍
26/01/2022
0bagus ceritanya👍👍
21/05
0sgt menyenangkan
01/02
0Lihat Semua