Bab 17 Rencana Untuk Rencana -mamah, masih hidup!?-
(beberapa tahun yang lalu) “mamah, kenapa nangis?” tanya Raga dengan secangkir teh panas di tangannya, mendengar suara Raga, Karina dengan cepat menghapus air matanya yang membasahi kedua pipinya. Karina hanya menggeleng lalu menatap wajah Raga dengan mata yang sembab, “mamah cerita aja mah sama Raga” ucap Raga meyakinkan Karina untuk bercerita. “mamah gak papa kok” Raga hanya menggeleng kecil, lalu ia mengusap bahu Karina dengan lembut. “mahh” “mamah, kecewa Raga sama papah kamu” Raga hanya terdiam dengan setia ia mendengarkan kata demi kata ucapan Karina. “kamu masih ingat tentang, wanita hamil yang datang kerumah?” tanya Karina pada Raga tentang masa lalu yang tak pernah Karina ingin ingat, Raga hanya mengangguk sebagai jawabannya. “kini anak nya telah lahir dan kini mereka tertawa bersama dengan papah kamu di mall Raga, hiks” Raga menarik Karina kedalam pelukannya, membiarkan Karina mengeluarkan seluruh rasa sedihnya kedalam pelukan Raga. Raga sangat marah ketika mendengar semua yang diceritakan Karina karena itu sudah membuat ibunya menangis, entah mengapa Raga hanya terpikirkan tentang permainan yang sedang dikembangkan oleh Arga yang sudah mendapat izin dari negara, tentunya. “mah, gimana kalo gadis itu, kita masukan saja kedalam permainan bang Arga?” Karina melepaskan pelukannya di susul menatap wajah Raga yang masih berpikir, Cup Karina mengecup pipi putranya dengan perasaan bangga karena anaknya mau mendukungnya penuh, Raga kaget karena mendapatkan kecupan yang tiba-tiba dari sang ibu. “kita atur rencana nya sekarang” ucap Raga dan Karina bersamaan. (hari dimana Arga datang kerumah Daisy) “ga, lu yakin gak ikut masuk?” tanya Arga pada Raga yang mengapa tak ingin ikut masuk, padahal ia bisa mendapatkan teh hangat gratis. “gak bang, males gw” Arga hanya menaikkan sebelah alisnya lalu pergi meninggalkan Raga sendiri, melihat Arga yang sudah masuk kedalam dengan lagak orkay nya (orkay=orang miskin), terlihat Raga memperhatikan seorang gadis cantik. Raga memotret beberapa perempuan lalu mengirimkannya kepada Karina untuk menunjukkan siapa gadis itu. Saat menerima foto yang dikirim Raga membuat Karina tersenyum lalu menunjukkannya kepada Daisy yang saat itu memang sedang disampingnya. (setelah kejadian di gudang) Daisy seperti sedang memperhatikan seseorang dari kejauhan, melihat Arga yang keluar dari sana lalu seorang gadis dengan cepat Daisy memanggilnya lalu mereka berteman. Daisy dan Raga merencanakan seseorang untuk di jadikan tumbal pertandingan sebagai lawan Daisy. Dengan iming-iming keluarganya akan menjadi seorang miliarder jika pria itu mau bekerja sama dengan baik meski harus merenggut nyawanya, hingga akhirnya seorang pria mau menjadi tumbal, karena ia tak ingin calon anaknya meneruskan permainan gila ini. Merasa bahwa rencana mereka berjalan sangat lancar, akhirnya mereka membuat kesepakatan di atas kertas hitam putih, lalu menanda tangani diatas materai supaya apa yang di katakan Daisy dan Raga benar adanya. (final Daisy) Daisy memberi sebuah sinyal agar lawannya menyerangnya dari belakang dengan sedikit menendang pria yang sudah terkulai lemas karena luka tusukan di perutnya yang mampu membuatnya tewas saat itu, namun ia harus bertahan untuk kerja sama yang mereka buat, dan demi calon anaknya nanti. Pria itu pun menyerang Daisy dari belakang seperti yang sudah dibicarakan hari lalu, bagaimana menyerangnya, dan cara supaya pisau itu tidak mengenai Daisy sedikit pun. Sementara di tempat lain, Raga melihat Arga yang sedang tersenyum kecil memperhatikan Aruna, dan itu membuat Raga semakin percaya jika kakaknya memiliki perasaan terhadap wanita yang sedang di mainkannya. “lu suka dia bang?” senyum miring terukir di bibir Raga menampilkan senyum jahat dan pikiran yang licik, Raga mengeluarkan handphone nya lalu dengan lihai mencari nomor untuk ia hubungin. “halo, mah” ucap Raga dengan senyuman yang amat senang karena kini ia tahu bagaimana kedepannya supaya Aruna bisa merasakan sakit bahkan sampai membenci Arga karena ia merasa kalo ini adalah salah Arga karena telah meninggalkannya “gimana Raga, rencana kita berhasil kan?” tanya Karina memastikan bahwa semua rencana mereka berhasil. “sempurna. Bahkan aku tau langkah selanjutnya, sekarang tugas mamah hanya buat bang Arga mau dijodohkan” ucap Raga tersenyum licik “dijodohkan?” Karina nampak bingung dengan rencana Raga selanjutnya, “iya. Mamah bekerja sama dengan keluarga Daisy kan?” “iya, mereka bekerja sama dengan perusahaan mamah, kenapa?” tanya Karina sekali lagi “dengan begitu kita bisa lebih mudah buat Daisy mau nikah sama Arga” jelas Raga yang baru saja dimengerti. “bukannya kamu sayang banget sama Daisy?, kenapa Daisy kan banyak wanita cantik disana?” tanya Karina memastikan perasaan Raga dengan merelakan hubungan mereka “soalnya Aruna sama Daisy sahabatan, dengan menghancurkan persahabatan mereka, Aruna bakal lebih menderita lagi” “soal hubungan aku dan Daisy setelah menikah nanti, kami bisa bertemu diam-diam” lanjut Raga supaya Karina bisa lebih paham dengan rencana mereka kedepannya. Karina dibuat kagum dengan rencana Raga yang sangat sempurna untuk menghancurkan hidup seorang wanita lugu dengan rencana jahat mereka. Hanya karena dendam yang tak berkesudahan serta rasa benci yang amat mendalam. “kita mulai perjodohan mereka minggu depan, dan kembali membuat gadis sialan itu kedalam sebuah ruangan hitam, sehingga mambuatnya kehilangan akal dan menjadi gila” ucap Karina dengan senyum senang, sangat senang. “let’s tray”
Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
bagus seru
06/07/2025
0kerenn
17/06/2025
0bagus bngtt
06/06/2025
0Lihat Semua