“Baru kali ini saya merasa kasihan kepada seorang pelaku pelecehan seksual” Ucap Komisaris Polisi. Brian terkekeh geli, Marcel memang salah memilih korban. Alex terlihat bangga melihat Jenny memukuli Marcel dengan sadis. “Dia putriku” Bisiknya pada Adrius bangga. Adrius hanya tersenyum, gadis ini memang istimewa. Gerrald bertepuk tangan pelan, sedangkan Varro mengacungkan ibu jarinya. Anastasia dan Stefany masih shock melihat kebrutalan yang dilakukan olehku. “Kau tidak bisa menyebut kebrutalanmu ini sebagai pembelaan diri. Jenny!” Neo menatapku dengan murka. “Ini bisa dijadikan bukti sebagai percobaan pembunuhan, kau tahu? Aku bisa menuntutmu dua puluh tahun penjara” tambahnya. “Apakah Anda tidak mempertimbangkan alasanku memukuli anakmu?” Tanyaku santai. “Apa kau akan menuntut anakku sebagai pelaku pelecehan seksual? Aku tidak takut. Aku jamin anakku akan terbebas dari tuduhan, dan kupastikan kau akan membusuk di penjara” Neo sudah gelap mata melihat anaknya dipukuli sebrutal itu, dia sudah tidak memperdulikan lagi siapa ayah Jenny dan mimpinya untuk menjadi jaksa agung. Anastasia memegang tanganku erat, dia sangat khawatir. Yang dihadapi olehku adalah seorang jaksa senior. Sepertinya Neo termasuk jaksa yang akan menghalalkan segala cara untuk mencapai keinginannya. “Apakah sebaiknya kau menelpon ayahmu, Jenny?” Saran Stefany. Dia sangat khawatir sahabatnya masuk penjara. Aku menggeleng lemah memberikan jawaban untuk Stefany. “Silahkan” ucapku lantang menantang Neo. “Oh hampir saja lupa. Marcel, saat kau menempeliku setiap hari seperti permen karet, tanpa sepengetahuan dari mu, aku mengirimkan koleksi filemu ke ponselku, baik file dari ponselmu maupun dari laptop pribadimu. Kau sangat mengesankan saat menggagahi wanita-wanita yang telah kau beri obat perangsang. Aku juga memiliki chat-chat mesummu dengan para wanita. Dan aah, chat-chat perintah aborsi darimu tidak aku lewatkan. Semuanya telah aku susun rapi” Aku mengancam Marcel dengan nada yang menyebalkan. Marcel membeku mendengarkan penuturanku, dia kira Jenny adalah gadis bodoh seperti gadis lainnya. “Saat di pengadilan nanti, akan ku putar semua koleksi video mu, akan ku sebar chat-chat mesummu, aku akan menghadirkan semua wanita yang telah kau rusak masa depannya untuk menjadi saksi, sepertinya tidak sulit untuk aku mencarinya, aku akan membuat klub wanita yang telah kau nodai untuk bersaksi, pasti seru sekali” Ujarku bersemangat. Kulihat Neo mengepalkan tangannya, wajahnya sudah merah padam menahan amarah. “Mengenai aku menganiaya putramu. Berita ini pasti akan menjadi headline berita, seorang putri konglomerat memberi pelajaran untuk bajingan mesum putra seorang jaksa senior” aku bertepuk tangan heboh. Neo dan Marcel sudah pucat pasi, jika mereka membuka kasus ini, mereka yang akan kehilangan segalanya baik itu jabatan, nama baik maupun kehormatan keluarga mereka. Sedangkan Jenny akan disebut sebagai pahlawan walaupun sudah menganiaya anaknya. Gadis ini sudah mempersiapkan semuanya dengan matang, tanpa bantuan dari ayahnya pun dia mampu membuat seorang jaksa senior bertekuk lutut. “Apa kau tahu alasan ayahku tidak pernah mengekspos ku selama ini?” tanyaku melihat wajah Neo yang pucat pasi. “Karena putrinya seorang psikopat gila” aku tertawa terbahak bahak, Aku melihat wajah kaget dari Neo dan semua orang diruangan, pasti mereka semua merasa aneh ada orang yang menyebut dirinya sendiri sebagai psikopat gila. Alex menggeleng gelengkan kepalanya. “Putriku memang gila” Lirihnya. Jenny, Anastasia, Stefany, Varro, dan Gerrald meninggalkan ruangan, meninggalkan Neo, Marcel dan dua pengacara yang masih meratapi nasibnya, mereka harus menelan pil pahit menerima kekalahan ini. “Kau sangat luar biasa Jenny” Puji Varro. “Aku sangat menikmati pertunjukan mu” Tambah Gerrald. Stefany dan Anastasia menangis memelukku, mereka hanya meminta maaf tidak berada disisiku saat aku mengalami kesulitan, mereka mengira aku benar-benar terlena oleh Marcel, mereka tidak membayangkan bahwa aku memiliki rencana lebih besar untuk memberi pelajaran kepada Marcel. Adrius dan Brian pamit undur diri, tanpa mereka terlibat pun Jenny telah menyelesaikan semuanya dengan sempurna. “Jenny!!” Alex berteriak menyebut namaku. “Dad” Aku kaget melihat ayahku saat keluar dari ruangan. “Kau pikir bisa merahasiakan ini dari Dadmu?” Semburnya marah. “Dad, ini hanya masalah kecil, kenapa kau membuang buang waktumu yang berharga?” Ucapku manja, sambil bergelantungan di lengan ayahku. “Bukankah dia gadis terminator yang kita lihat beberapa saat yang lalu?” Gerrald berbisik. “Dia mengerikan, sepertinya dia memiliki dua kepribadian” kekeh Varro. * Kediaman keluarga Alex Ambrosio Mom pingsan mendengar kabar aku yang nyaris diperkosa oleh Marcel, sekitar satu jam Mom jatuh pingsan, dokter dan perawat pribadi kami langsung sigap memeriksa keadaan Mom. Setelah tersadar Mom memelukku dengan erat. “Apakah kau baik-baik saja gadis kecilku?” Tanya Mom pilu. “Aku baik baik saja Mom, jangan khawatir” Aku tersenyum sambil menghapus air mata Mom. “Kau tidak perlu mencemaskannya sayang aku yakin dia baik baik saja” Tambah Dad. “Mulai sekarang, kau harus selalu dikawal oleh bodyguard” Ucap Mom tiba-tiba. “Itu tidak perlu Mom, sungguh!” Rengekku. Selalu diikuti oleh bodyguard? Membayangkannya saja membuatku jengah, aku melirik Dad agar membantuku. “Sudahlah sayang, putri kita bisa menjaga dirinya sendiri” Dad memang sangat pengertian. “Bagaimana kalau kejadian ini terulang? Apa kau tidak menyayangi putrimu?” Sembur Mom murka. “Kau harus melihat apa yang putrimu lakukan terhadap laki laki yang nyaris memperkosanya” kekeh Dad. “Aku tidak akan sudi melihat wajah bajingan itu” Ucap Mom penuh amarah. “Bahkan komisaris kepolisian mengatakan bahwa baru pertama kali dia mengasihani pelaku pelecehan seksual setelah melihat kondisi Marcel” Tambah Dad meyakinkan. Setelah drama keluargaku berakhir, aku membersihkan tubuhku yang lengket karena keringat lalu bergegas berbaring di tempat tidur kesayanganku. Maid memanggilku untuk makan malam, kulihat Mom dan Dad sudah duduk dan menungguku. Menu makan malam kali ini adalah steak daging rusa dan mashed potato, sungguh sangat menggiurkan. Setelah selesai makan malam Dad mengatakan akan menyampaikan sesuatu yang penting, aku sangat penasaran apa yang akan Dad sampaikan. “Saat ini Dad melebarkan sayap menggeluti bisnis obat obatan” Dad menyesap wine yang dituangkan seorang maid. “Kami sudah tahu Dad” Jawabku tidak sabar. “Sebenarnya itu hanyalah skenario yang dirancang untuk mendekati keluarga mafia bernama Odsen” Dad menjelaskan dengan nada berwibawa. “Sayang, apa kau bercanda? Untuk apa kau membahayakan diri dan keluargamu?” Sembur Mom “Sayang, aku hanya ingin membantu negaraku” Dad menjelaskan dengan sabar “Dad, ingatlah kesehatanmu, aku tidak mau kau terlalu lelah. Kau pernah menjalani transplantasi hati. ingat itu” Ucapku dingin. Sebagian besar pekerjaan Alex diberikan kepada asisten pribadi dan orang orang kepercayaannya, aku dan Mom tidak membiarkan Dad bekerja terlalu keras karena kesehatannya. “Hanya aku yang mampu masuk kedalam jaringan perdagangan obat-obatan tanpa dicurigai oleh Odsen” Dad memohon pengertian dari istri dan anak semata wayangnya. “Apa kau sudah memikirkannya dengan matang Dad? Banyak hal yang akan kau pertaruhkan. Termasuk keselamatan kami” Aku bertanya dengan nada dingin Sejujurnya aku tak mengerti dengan jalan pikiran Dad, mengapa dia mempersulit diri menjadi umpan untuk mengorek informasi dari sebuah kelompok mafia. “Aku hanya membuka jalan, untuk selanjutnya akan diurus oleh tim khusus kemiliteran” Jawab Dad. “Aku tetap tidak setuju” Mom masih kukuh pada pendiriannya. “Dad sudah meminta jaminan untuk keselamatan keluarga kita” Tambah Dad “Apa kau begitu naif mempercayakan keselamatan keluarga kita pada orang tidak dikenal?” Emosiku mulai naik. “Aku hanya menjawab panggilan jiwaku untuk membantu negaraku” Lirih Dad. “Tidak kusangka Dad memiliki jiwa patriot sangat tinggi” Sarkasku, “Aku tak akan memaafkanmu jika terjadi hal yang buruk dalam keluarga kita” Mom mulai menangis “Apakah aku boleh bertemu dengan tim khusus yang membantumu? Aku akan menilai apakah mereka dapat dipercaya atau hanya sekumpulan badut saja” Pintaku tanpa menerima penolakan. Aku hanya bisa berkompromi dengan Dad, aku tahu Dad sangat keras kepala sulit untuk meyakinkannya. Aku akan menilai secara objektif tim khusus yang disebutkan oleh Dad, apakah mereka mempunyai kemampuan yang baik untuk menjadi rekan Dad dalam misi berbahaya ini.
Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
jalan cerita yang menarik😘👍🏻
24/04/2022
0buku ya bagus
24/07
0bagus banget lanjut lagi dong kak seasen 2 gitu😁
20/07/2025
0Lihat Semua