logo text

Bab 38 Meminta restu 2

Aku dan Sem berencana untuk pergi kerumah ibu hari ini. Lyon tidak ikut karena ia harus pergi sekolah. Sem tidak bisa datang bersamaku karena ia harus mengurus beberapa pekerjaan terlebih dulu. Saat aku tiba dirumah ibu, ternyata ibu sedang menyapu halaman. Ibu kaget karena aku tidak memberi kabar jika mau datang.
" loh kamu kesini sama siapa sayang, Lyon mana?"
" dia sekolah kan bu"
" oh iya, ayo masuk sini nak"
aku mengikuti ibu dari belakang. Aku langsung memeriksa dapur, sudah biasa bagi seorang anak jika datang kerumah orang tau pasti mencari makanan buatan ibu. Ibu membuatkan teh untukku, aku menarik kursi meja makan dan duduk disana. Aku perhatikan ibu dari belakang, saat ibu berbalik ia mendapatiku memperhatikannya.
"Kenapa sayang?"
" ga apa - apa"
" jangan bohong, ibu tahu anak ibu"
aku tersenyum dan meraih tangan ibu.
" bu nanti mas Sem akan datang menemui ibu"
ibu terdiam mendengar perkataanku. Masih terlihat wajah cemas disana. Aku mempererat genggamanmu.
" bu, mas Sem adalah orang mencintaiku bu. Akupun begitu, setelah kematian Rio aku kira aku tidak akan merasakan cinta lagi tapi Sem datang merubah pikiranku bu"
ibu menarik nafas dan tersenyum kepadaku.
" Apapun yang membuat kamu bahagia, ibu akan memberi restu sayang"
aku langsung memeluk ibu, aku dan ibu menangis.
" Terimakasih ibu"
tak selang berapa lama setelah obrolanku dengan ibu, Sem datang. Ia membawa beberapa makanan untuk ibu, ia tahu bagaimana mengambil hati orang tua. obrolan kami berjalan lancar dan bersyukur ibu memberi restu pada kami. Kini masalah terakhir yang aku hadapi adalah meminta restu mantan mertuaku yang tak lain adalah orang tua almarhun Mas Rio.
Sem tidak memintaku buru - buru tapi aku tidak mau sampai mereka tahu lebih dulu dari orang lain karena banyak sekali saingan bisnis kami yang ingin menjatuhkanku. Aku diantar Sem menuju kediaman mereka. Sesampainya disana aku meminta Sem untuk cukup mengantarku sampai sini karena aku tidak mau membuat mereka tidak nyaman. Sem mengerti dan memintaku menghubunginya jika sudah selesai.
Aku masuk kedalam rumah, dan aku melihat ibu dan ayah sedang beristitahat ditaman belakang seperti biasa. Mereka kaget melihat kedatanganku.
" Yah, bu"
" loh kamu ko disini ?" ucap ibu dan ayah hanya tersenyum kearahku.
" Mau main bu"
" Lyon mana, sehat kan?"
" iya sehat semua, ini aku bawakan buah kue buatan ibu. Tadi aku habis dari sana"
" ko repot - repot si. Bagaimana kabar kabar ibumu, sehat juga kan?"
" Sehat ko yah"
" Kamu sudah makan, ibu masakkan dulu buat kamu ya"
" ga usah bu, aku sudah makan tadi"
" ya sudah, ibu buatkan minum dulu"
aku mengangguk, ibu meninggalkanku berdua dengan ayah. Ayah melihatku dan tersenyum.
" Kamu tampak lebih berseri nak"
" masa si yah, sama saja"
" bagaimana kabar perusahaan, ayah dengan kita dapat projek baru"
" iya yah, semua sudah dihandle team"
"kamu sudah bekerja keras nak"
ibu datang membawa nampan berisi minuman dan makanan kecil.
" jangan bahas perusahaan terus dong yah, Briana tidak mungkin mengecewakan kita"
semua tertawa , aku menarik nafas dan memberanikan diri untuk memulai pembicaraan tentang Sem.
" Ya bu, aku mau bicara sesuatu"
ayah dan ibu saling pandang, mereka mulai serius mendengarkanku.
" Yah bu, ayah dan ibu adalah orang tua mas Rio. Ayah dari anakku dan orang yang sangat aku cintai. Semenjak kepergian mas Rio, aku fokus menjalani hidup, mengurus anak dan perusahaan. Tak ada terbersit untuk dekat dengan laki - laki lain pengganti mas Rio. Sekarang Briana sedang dekat dengan seorang laki - laki, ia adalah laki - laki baik, sayang pada Lyon dan membuat hari Briana semakin berwarna. Tidak ada yang bisa mengganti posisi mas Rio dihati Briana sebagai cinta pertama termasuk ayah Lyon. ia akan tetap menempati posisi itu. hanya saja Briana kini butuh sosok yang menemani hariku bu, yah. Briana butuh restu Ayah dan ibu"
aku tatap wajah ayah dan ibu, ibu menangis. Aku langsung mendekat dan berlutut padanya.
" maafkan Briana jika menyakiti ibu"
" siapa nama laki - laki itu nak" ucap ibu sambil mengusap kepalaku
"Sem bu"
" Apakah dia pria yang baik?"
aku mengangguk
" Apakah ia sayang apa Lyon?"
aku kembali mengangguk
" lanjutkanlah nak, ibu memberi restu padamu"
aku mendongak dan menatap ibu, aku peluk kaki ibu. Aku menoleh kearah ayah, ayah hanya tersenyum dan mengusap kepalaku.
aku menangis menerima kasih sayang dari mereka. Tak membayangkan akan mendapat restu dari semua orang. Setelah kami mengobrol tentang Sem, aku berpamitan untuk pulang. Sebenarnya ibu dan ayah memintaku untuk menginap tapi aku memiliki urusan malam ini. Sem datang menjemputku, ia bertemu dengan ayah dan ibu tapi tidak dapat mengobrol lama tapi kami berjanji untuk mampir kesini lagi.
Diperjalanan pulang aku menceritakan semua kepada Sem, dia bahagia mendengarnya. Kini beban kami terasa lebih ringan.

Komentar Buku (92)

  • avatar
    Nurul Huda

    menarik

    11/09/2025

      0
  • avatar
    Afifah LiyaniGevina

    ceritanya menarik bgttttt

    25/07/2025

      0
  • avatar
    yuliasihtika

    asikkk juga isi ceritanya

    11/07/2025

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru