logo text

Bab 27 TTOD:twenty-seven

"Benarkah? Aku tidak mengingat jika aku mempunyai ayah. Kupikir ayahku telah mati!" timpal Azalea dengan senyum mengejek yang sangat kentara.
Winston terkesiap mendengar penuturan Azalea. Matanya dengan cepat beralih menatap Arya, seakan-akan berbicara untuk menyampaikan sesuatu. Winston tidak menyangka jika putrinya akan mengucapkan hal konyol seperti itu. Menganggap dirinya mati! Yang benar saja. Sejak kapan anak itu memiliki keberanian untuk mengutarakan ketidaksukaannya.
"Aku kira ... Aku sebatang kara. Sampai-sampai harus tinggal bersama orang lain,"
Arya terdiam dengan nafas yang tercekat. Tidak hanya menganggap dirinya telah mati, Azalea juga menyebutkan dirinya orang lain. Seberapa jauh putrinya ini telah berubah. Apalagi tentang kenyataan Azalea yang mengakui hubungannya dengan Alex meskipun tidak secara langsung.
"Kak Lea! Hentikan! Kenapa kakak semakin hari semakin keterlaluan! Ayah Winston ini ayahmu Kak. Jaga bicara Kakak!" sentak Alita dengan air mata yang berderai. Nafasnya tersengal-sengal karena menahan emosi dengan tingkah Azalea.
"Selama ini aku selalu diam. Tidak pernah membalas apa yang Kakak lakukan padaku, tapi kali ini Kakak sudah keterlaluan. Dia orang tua kakak! Darah yang mengalir di urat nadi Kakak!" Alita menunjuk-nunjuk Azalea saking kesalnya.
Semua orang menatap Alita dengan tatapan tidak percaya. Gadis yang selalu lemah lembut pada akhirnya menumpahkan segala amarahnya pada sang antagonis dalam ceritanya--Kakak tirinya sendiri. Gadis yang selalu dilindungi menunjukkan taringnya untuk membela sang ayah, sungguh sesuatu yang sangat menarik untuk dilihat dan dijadikan buah bibir.
Vincent mendekati Alita. Mengelus pelan bahu adiknya untuk menenangkan emosi gadis itu. Matanya menatap tajam penuh permusuhan pada Azalea.
Azalea yang melihat betapa menggebu-gebunya amarah yang Alita semburkan untuknya malah tertawa terbahak-bahak. Tangannya terangkat dan bertepuk tangan dengan sangat keras. Azalea mengusap pelan ekor matanya yang telah berair karena tertawa.
"Apa yang Lo ketawain?" tanya Vincent geram.
"Di--dia lucu hahaha. Sumpah ... Sumpah dia lucu banget sih, gobloknya sampai akar," jawab Azalea dengan suara yang masih terputus-putus karena tertawa.
"Apanya yang lucu, Baby? Dia lagi marah loh, bukan cosplay jadi badut," kekeh Alex sembari mengelus pelan surai hitam panjang Azalea.
Beginilah Alexandre ketika bersama gadisnya. Manja, dan tidak tahu malu. Dia tidak akan pernah peduli seberapa banyak pasang mata yang melihat mereka. Dan lebih gilanya, Altheda selalu menyukai hal itu. Ia merasa diprioritaskan dan menjadi pusat perhatian. Ia sangat menyukai berada di sisi Xander-nya.
"Aku serius Xan. Dia enggak tahu apa-apa, tapi tingkahnya seolah-olah tahu segalanya. Begini saja ... Bagaimana kalo kalian datang saja ke mansion ku untuk membahas apa yang ingin kalian bahas. Lea terlalu capek jadi seleb dadakan kayak gini," seloroh Azalea dengan tawa kecil masih terdengar disela-sela bicaranya.
"Boleh kan, Uncle?" tanya Azalea menatap manik mata Arya dengan tatapan memohon.
"Of course, sweety. Apapun untukmu!"
***
Disinilah mereka semua sekarang. Ruang tamu mansion Wyatt, saling menatap tajam satu sama lain. Terutama Winston dan Arya yang menyeruakkan aura permusuhan yang amat kental.
Berbeda dengan semua orang yang saling bertatapan tajam. Azalea malah  asik dengan kegiatannya sendiri. Memainkan kancing kemeja Alex dihadapan semua orang.
"Lea, ayah ingin bicara dengan mu serius." Winston membuka pembicaraan di awal. Menghilangkan segala keheningan yang tercipta dari semenjak mereka tiba di mansion itu.
"Berapa kali harus saya katakan, Tuan. Aku tidak memiliki ayah! Jadi berhentilah berbicara sesuatu yang akan membuat saya tertawa lagi," sarkas Azalea dengan tatapan mata datar. Tangannya? Jangan ditanya, jari-jemari Azalea masih asik bermain dengan kancing kemeja dari sang kekasih.
"Lea!" teriak Vincent penuh kilatan kemarahan.
"Apa? Gue gak budek yah!" kesal Azalea menatap Vincent malas.
"Jaga bicara Lo dengan bokap gue!"
"Enggak salah lo? Bukannya lo anak pungut yah?" ejek Azalea dengan seringai tipis.
"Lo--"
"Hentikan itu Vincent. Jangan membuat kegaduhan." Peringatan Winston tajam. Vincent menarik nafas dalam, lalu menghembuskan napas panjang. Emosinya benar-benar telah berada di ujung lidah, kata-kata pedas yang sudah siap ia lontarkan untuk Azalea kembali tertelan dengan paksa.
"Lea, apapun maksud ucapan mu ayah tidak akan mempedulikan itu. Sekarang ayah ingin mengklarifikasi tentang hubunganmu dengan Lucian. Apa maksud mu melayangkan gugatan pada pengadilan tinggi untuk tunangan mu sendiri. Itu sangat memalukan Lea, tarik tuntutan mu itu. Ini perintah!" tutur Winston dengan nada datar.
"Siapa Anda berani memberi perintah pada wanita saya!" sela Alex dengan seringai mengejek.
"Sejauh yang saya tahu, Azalea telah berganti wali menjadi Arya Geraldton. Perihal tuntutan itu saya yang menggugatnya, apa Anda tidak puas dengan surat panggilan itu? Saya bisa mengganti surat panggilan persidangan itu menjadi surat penangkapan jika Anda tidak merasa puas. Bagaimana?" tandas Alex dengan senyuman yang masih ia coba pertahankan.
Arya yang mendengar ucapan Alex menolehkan kepalanya tidak percaya. Selama ini Arya memang tidak puas dengan pertunangan atara Lucian dan putrinya. Namun, tentang gugatan perihal satu tamparan itu. Arya tidak percaya Alex lancang mengambil keputusan yang jelas-jelas bukan wewenangnya.
"Apa yang kamu katakan, Lex?  Kamu menggugat Lucian atas nama Keponakan saya. Punya hak apa kamu?" berang Arya penuh emosi. Ia telah berdiri dengan tangan terkepal siap untuk melayangkan pukulan pada Alexandre.
Azalea menatap ketiga pria dihadapannya secara bergantian. Ia masih berusaha untuk mencerna situasi yang ada. "Apa maksud Uncle? Apa Uncle memang tidak berniat melakukan gugatan itu?" tanya Azalea dengan tatapan kecewa.
"Bukan begitu Lea. Hubungan antara Wyatt dan Wesley akan terpengaruh jika hal sekecil itu dibawa ke jalur hukum. Kita bisa menyelesaikan semuanya dengan cara baik-baik," jelas Arya berusaha memberikan pengertian pada sang putri.
Azalea menggelengkan kepalanya kuat. Ia---kecewa. Bahkan Arya yang selalu mendukungnya selama ini tidak berniat untuk membalaskan apa yang telah Azalea asli rasakan selama ini. Padahal bukan hanya karena satu tamparan itu Azalea ingin membawa itu kejalur hukum. Semua itu ia lakukan untuk memperingatkan orang-orang yang masih bermain-main dengannya, dan orang yang berniat untuk menyakitinya lagi di masa depan. Dan yang terpenting, ia ingin membalaskan dendam jiwa Azalea yang asli.
"Hahaha ... Ayah, dan paman. Kupikir mereka berbeda, ternyata semuanya sama saja. Lebih mementingkan harta dan harga diri, dari pada melindungi putri yang harus dilindungi. Bangsat!" umpat Azalea dengan tawa hambar seperti orang kesetanan. Ia mengacak-acak rambutnya dengan kasar, dengan caci maki yang terus ditujukan untuk Winston dan Arya secara bersamaan.
Plak ... Satu tamparan keras mendarat di pipi Azalea yang masih sibuk tertawa. Azalea mengangkat pelan tangannya untuk mengelus pipinya yang terasa kebas. Ekor matanya melirik tajam untuk melihat siapa gerangan yang berani mendaratkan tangan kotor di wajah cantik nan mulusnya.
"Lo keterlaluan Lea! Gak hanya selingkuh, ternyata Lo juga gak punya tata krama sama orang yang lebih tua!" Lucian menatap sinis pada Azalea yang masih memegang pipinya dengan gemetar.
"Selingkuh?" beo Azalea dengan mata yang membulat sebentar.
"ANJING! Karma lo nampar gue banci. Lo lihat, hidup Lo bakalan hancur setelah ini. Dan gue akan tunjukin sama Lo apa arti selingkuh yang sesungguhnya."
"Gue mau Lo mendekam di penjara untuk membalas dua tamparan di pipi gue, camkan itu!" pekik Azalea kencang. Dengan penuh amarah ia membalikkan badan dan meninggalkan ruang tamu itu diiringi Zahra dan Alanta di belakangnya.
"whatever you want, honey." Alex mendesis dengan kilatan puas dimatanya. Iya, Alex puas karena Azalea menyampaikan keinginannya tepat dihadapan semua orang. Dan dia dengan senang hati akan menjadikan keinginan gadisnya terwujud.
***
Thank you❤️🐿️

Komentar Buku (83)

  • avatar
    Jus Tine

    good

    12/02/2025

      0
  • avatar
    NasiNisa

    Good

    28/12/2024

      0
  • avatar
    Farah Aida Ramli

    cerita nya sangat bagus..kesian sama si gadis nasibnya masih tak beruntung walau dh brpindah raga

    19/10/2024

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru