Gladys duduk di meja makan sendirian menikmati hidangan makan malamnya dengan eksklusif. Tenang, damai dan nikmat. Tetapi kenikmatan itu tak bertahan lama ketika Kelvin datang membawa segelas anggur kemudian duduk begitu saja tanpa permisi. Gladys yang baru saja melahap makanannya menatap sinis Kelvin sembari mengeluarkan garpu yang beberapa detik berada didalam mulutnya. Kelvin pun berkata. “Sepertinya baru kemarin kita makan malam dengan beramai-ramai.” Tanpa melihat kearah Kelvin, Gladys tetap fokus dengan makanannya sembari berkata. “Lebih baik kamu kembali ke meja mu daripada hanya melontarkan kata-kata pedas lagi kepadaku.” Kelvin membalas dengan tatapan datar. “Aku sedang merasa bosan.” Seketika mata Gladys menatap tajam Kelvin menahan emosi agar tidak terpancing. Karena dirinya susah berdandan cukup cantik, jadi disayangkan apabila hanya dibuat menguras emosi. “Apa Casandra sudah membuat mu bosan?” tanya Gladys kemudian menyantap makanannya tanpa melihat Kelvin. “Tidak. Dia wanita yang sangat sempurna. Dia memiliki segalanya sebagai seorang wanita.” Nilai Kelvin kepada Casandra. Tentu, wanita mana yang suka dibanding-bandingkan. Gladys pun meletakkan pisau dan garpu-nya. Kemudian menatap lurus kearah Kelvin. “Jika kamu disini hanya membandingkan aku dan Casandra kemudian memuji-muji wanita itu didepan ku. Lebih baik kamu enyah dari sini.” Tandas Gladys kemudian kembali mengambil garpu untuk menyantap makanannya. “Aku ada ide.” Seru Kelvin membuat Gladys menghela napas menghentikan menyantap makanannya. “Aku sudah memiliki perasaan yang buruk.” Singgung Gladys. Tanpa memperdulikan ucapan Gladys, Kelvin berkata. “Kita lomba memasak berdua. Kamu dan aku.” “What?! No. No way!” tekan Gladys tidak setuju. “Kenapa kamu tidak setuju?” tanya Kelvin. “Kita disini. Memilih liburan ini bermimpi menjadi ratu dan mendapat pelayanan yang terbaik. Tetapi kenapa kamu lebih memilih menyusahkan diri sendiri.” Ketus Gladys tidak habis pikir. “Aku hanya meyakinkan diriku sendiri. Ketika kita memasak bersama, aku masih bingung siapa yang sebenarnya tidak bisa memasak. Kamu atau aku? Itu masih menjadi misteri. Sebab seingat ku aku masih tahu beberapa macam bumbu. Tetapi kamu-" Jelas Kelvin yang kemudian memotong pembicaraan Kelvin sebab malah menghujat Gladys. “Kamu!” tekannya dengan nada Suara rendah tetapi mimik wajahnya penuh dengan kekesalan. Hingga bisa dikata, otot wajah Gladys keluar semua. Bukan Kelvin namanya kalau tidak merasa bersalah. Ia malah berkata dengan entengnya. “Apa yang salah dengan ucapan ku?” sambil mencecap minumannya. Gladys yang harus mempertahankan harga dirinya yang terus saja dipandang sebelah mata oleh Kelvin membuat Gladys ingin juga membuktikan dirinya untuk memasak. “Ok, aku terima tantangan mu. Tapi kita harus memasak dengan menu yang sama.” Terang Gladys. Dan disambut anggukan kepala ringan oleh Kelvin, siap untuk berperang. *
Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
Komentar Buku (241)
mudaRehal
Heppy
01/01
0
AisyahSiti
bguss bngtt
09/06/2025
0
ratna amalia andini
Ceritanya seru dan mengagumkan. Apalagi karakter gladysnya
Heppy
01/01
0bguss bngtt
09/06/2025
0Ceritanya seru dan mengagumkan. Apalagi karakter gladysnya
06/06/2025
0Lihat Semua