logo text

Chapter Tujuh Puluh Tiga

"Ayo sayang makan yang banyak, buat calon anak kembar kita", ujar Hyunki sambil menuangkan nasi ke piringku
"Sayang, nasinya kurangin. Itu terlalu banyak", ujarku
"No. Khan sudah aku bilang kamu harus banyak makan sayang", sahut Hyunki
"Tapi tidak sebanyak itu juga. Itu mah nasi kuli. Yang benar saja kamu suruh aku makan nasi sebanyak itu", ujarku
"Hehehehe, nggak apa-apa juga kali sayang", sahut Hyunki
"Aissh, kamu ini benar-benar deh sayang. Nggak ah, kurangi nasinya", ujarku
"Iya...Iya sayang. Aku kurangi nasinya", sahut Hyunki sambil mengurangi nasi yang ada di piringku
Berhubung aku lagi ngidam rendang dan kepala ikan kakap, kemudian aku langsung mengambil rendang dan kepala ikan kakap, ditambah ayam gulai, perkedel dan sambal hijau. Sedangkan Hyunki langsung juga mengambil rendang karena itu adalah makanan favorit Hyunki setiap kita makan di restoran padang ditambah perkedel, paru dan tentunya tidak ketinggalan sambal hijau.
"Memang restoran padang di sini juara ya sayang, walaupun harganya mahal tetapi rasa dan kualitas tidak main-main. Buktinya saja banyak orang yang makan di sini", sahut Hyunki
"Benar apa yang kamu katakan sayang. Orang-orang daritadi tidak berhenti berdatangan", ujarku
"Iya sayang. Sayang, nanti kita bungkusin bawa pulang buat makan malam kita dan untuk bi Yum. Jadi nanti kamu tidak perlu repot-repot untuk masak lagi sayang", ujar Hyunki
Selesai makan kami langsung menuju ke swalayan untuk membeli kebutuhan calon anak kembar kita dan untuk Ye Joon.
Aku dan Hyunki membeli banyak susu bayi, susu ibu hamil buat aku, pempers untuk Ye Joon dan calon anak kami kembar kami dan beberapa cemilan.
"Sayang, jangan lupa kita harus beli buah-buahan dan sayur-sayuran untuk kamu", sahut Hyunki
"Buah-buahan saja ya sayang, sayurannya tidak usah", ujarku
"Tidak boleh begitu sayang. Kamu tetap harus makan sayur juga untuk perkembangan calon bayi kembar kita yang ada di perut kamu sayang", sahut Hyunki
"Tapi aku khan sudah minum susu ibu hamil sayang, jadi itu juga sudah cukup", sahutku dengan nada manja
"Kamu mau calon bayi kembar kita sehat khan? Selain kamu minum susu ibu hamil, kamu juga wajib makan sayur dan buah. Ayo, kita beli yang banyak sayur-sayurnya dan buah-buahnya habis itu kita pulang ke rumah. Kasihan Ye Joon kita sudah meninggalkannya lama", sahut Hyunki
"Kamu benar sayang, kita sudah terlalu meninggalkan Ye Joon lama", sahutku
Selesai berbelanja aku dan Hyunki bergegas langsung pulang ke rumah. Sesampainya di rumah ternyata mama dan papa sudah berada di rumah. Begitupula dengan dua box bayi yang tadi aku dan Hyunki beli juga sudah datang dan sedang ditaruh di kamar bayi yang sudah disiapkan oleh Hyunki.
Tadinya Hyunki ingin membeli sebuah rumah yang lumayan besar untuk kami tetapi aku melarangnya karena aku pikir belum membutuhkannya. Lagipula rumah ini masih mempunyai dua kamar tamu yang kosong. Aku merasa nanti saja kami membeli rumahnya kalau anak-anak kami sudah besar-besar dan membutuhkan kamar masing-masing.
"Lu, kok kamu beli box bayinya sampai dua? Memang beli satu saja tidak cukup?", tanya mami dengan nada dan wajah heran
Memang aku dan Hyunki belum memberitahu sama mami dan papi mengenai calon bayi kami yang kembar.
"Betul yang dikatakan mami kamu itu Lu. Kenapa harus beli dua box bayi?", sahut papi
"Mami, papi ada yang mau aku dan Hyunki bicarakan tetapi sehabis orang-orang ini beres memasang box bayinya ya", ujarku
"Memang ada apa Lu? Apakah ada sesuatu yang serius menyangkut kehamilan kamu Lu? Apakah kehamilan kamu ada masalah Lu?", tanya mami dengan nada dan wajah penuh khawatir
"Kehamilan Lulu baik-baik saja mi malah kata dokter perkembangan calon bayi kami sangat sehat", sahut Hyunki
"Lalu?", tanya mami masih dengan nada dan wajah khawatir
"Nanti Lulu akan cerita sama mami dan papi ya setelah orang-orang itu selesai memasang box bayinya ya", ujarku
"Baiklah", sahut mami
Akhirnya selesai juga orang-orang itu memasang box bayinya.
"Mami...Papi....Apakah kalian berdua senang mempunyai cucu kembar?", tanyaku
"Maksud kamu Lu?", tanya mami balik
"Mami...Papi...Sekarang Lulu lagi hamil bayi kembar", ujarku
"Apa!!! Tunggu!! Jadi calon bayi yang ada di perut kamu itu kembar Lu?", ujar mami dengan nada dan wajah kaget
"Betul mami. Kata dokter calon bayi Lulu kembar tetapi kami belum mau tau dulu mengenai jenis kelaminnya karena kami ingin itu menjadi suatu kejutan", sahutku
"Kamu tidak bohong khan Lu? Kamu beneran hamil calon bayi kembar?", tanya mami
"Iya mami. Mami akan mempunyai cucu kembar", sahutku
"Papi!!! Kita akan mempunyai cucu kembar!!! Astaga Lu, mami bahagia sekali", sahut mami dengan nada dan wajah bahagia
"Rasanya seperti mimpi ya mi, akhirnya kita mempunyai cucu kembar", sahut papi tidak kalah bahagia
"Lulu dan Woojin juga bahagia mami dan papi, karena akan mempunyai bayi kembar", sahutku
"Betul yang dikatakan Lulu mi, soalnya aku dan Lulu sama-sama tidak mempunyai anggota keluarga ya kembar", sahut Hyunki
"Kalau begitu kamu harus betul-betul menjaga kehamilan kamu Lu, apalagi sekarang sudah memasuki usia kandungan enam bulan", sahut mami
"Iya mami", ujarku
"Pokoknya kamu tidak boleh terlalu capek dan lelah ya", sahut mami
"Siap mi", ujarku

Komentar Buku (33)

  • avatar
    Esther Hanna

    keren

    23/05

      0
  • avatar
    Lee Nmk

    saya ingin uang

    18/11

      0
  • avatar
    Titin Sutinah

    seru sekali baca nya

    08/06/2025

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru